
Digedung berlantai tujuh, bertuliskan SJAYA Grup.
Dilantai teratas, disalah satu ruangannya. Nampak seorang pria dan seorang wanita sedang beradu bibir. Dan sepertinya mereka juga telah dikuasai oleh hasrat mereka masing-masing. Sehingga tangan dari keduanya saling ingin membuka baju pasangannya.
Namun disaat bersamaan terdengar suara ketukan pintu dari luar. Membuat keduanya tersentak kaget. Sehingga dengan spontan sang wanita langsung mendorong tubuh sang Pria itu. Membuat sang Pria menjadi kesal.
"Hentikan Beb! Ada orang, cepat lihat siapa yang datang!" ujar wanita itu setelah ia mendorong tubuh sang pria.
"Brengsek! Siapa yang mengganggu kesenangan gue sih!" gerutu sang Pria, terlihat amat kesal. Sembari ia juga membenarkan bajunya yang terlihat telah terbuka sedikit.
"Sabarlah Beb, nantikan bisa kita lanjutkan lagi," ujar Sang wanita sembari ia juga membenarkan bajunya yang sudah sangat berantakan.
"Huh! Baiklah Honey, sesuai keinginanmu! Dan aku pasti akan menagih itu," ujar sang Pria itu lagi.
"Okay Beb! Sekarang sebaiknya kamu buka deh tuh pintu, soalnya berisik banget tau!" kata sang wanita, yang memang suara ketukan pintu, masih terdengar oleh mereka berkali-kali.
"Haiis, bikin kesal saja nih orang! Siapa sih, berani-beraninya dia ngetuk pintu nggak pakai etika!" gerutu Pria itu sembari ia berjalan menuju pintu ruangannya. Setelah pintu terbuka, terlihatlah empat pria bertubuh besar sedang berdiri didepan pintu ruangan tersebut.
"Selamat siang Pak Sebastian! Maaf kami mengganggu Anda!" ujar salah satu dari keempat pria tersebut.
__ADS_1
" Huh! Sudah tahu Kalian mengganggu! Lalu Mau apa kalian kesini hah?!" tanya pria yang di panggil Sebastian itu.
"Maaf Pak, tapi kami mau melaporkan hasil yang diperintahkan oleh ibu Jenny," ujar Pria bertubuh besar itu.
"Hah! Ya sudah masuklah kalian!" titah Sebastian, sembari ia melangkah masuk terlebih dahulu. Sedangkan keempat pria yang baru datang itu, mengikuti Sebastian dari belakangnya.
"Selamat siang Bu Jenny!" sapa salah satu dari keempat pria bertubuh besar itu, pada wanita yang sedang duduk di sofa.
"Anton, Bachrul, Chairi, Alam! Kenapa kalian tinggal berempat? Kemana Iwan dan Daud hah?" tanya Wanita yang dipanggil Jenny itu oleh pria yang dipanggil Anton.
"Daud dan Iwan, tertembak Bu!" ujar Anton sembari ia menundukkan kepalanya.
"Apa! Jadi kalian gagal menangkap wanita bercadar itu hah?" bentak Jenny, terlihat amat marah.
"Dasar Bodoh! Bagaimana bisa kalian ketahuan oleh polisi? Apakah kalian tidak membawanya ketempat yang sepi dulu hah?" bentak Jenny terlihat geram.
"Sudah Bu! Kami sudah menggiring mereka ketempat yang sepi! Tapi sepertinya polisi-polisi itu datang, karena dapat laporan dari dua pemuda Bu, kami tidak tahu siapa dia," balas Anton lagi.
"Cih! Brengsek! Anak buah Lo ternyata tidak bisa di andalkan ya Sebastian!" kata Jenny, semabri ia melipat kedua tangannya di bawah dadanya. Terlihat sekali ia amat kesal, pada anak buahnya Sebastian.
__ADS_1
"Tenanglah Jennifer, waktu masih panjang Honey, masih ada kesempatan kita, untuk menculik wanita ninja itu," ujar Sebastian, pada Jenny, yang ternyata dia adalah Jennifer mantan istrinya Atha.
"Humm.. Baiklah, aku akan kasih kesempatan pada Anak buah kamu Tian! Tapi hanya satu Minggu! Kalau aku yang akan bertindak sendiri!" balas Jennifer, sedikit mengancam.
"Satu Minggu? Kita tidak boleh terburu-buru Honey. Kita harus merencanakan penculikan kedua ini dengan matang dulu! Karena sudah pasti mereka pasti tidak akan membiarkan wanita itu pergi sendiri lagi!" jelas Sebastian agar rencana penculikan keduanya tidak gagal.
"Maka kamu harus bersabar ya. Jadi sebaiknya kita jangan bertindak gegabah dulu! Biarkan mereka lengah, dan saat itulah baru kita akan bertindak lagi Honey," jelasnya lagi, semabri ia merangkul pundak Jennifer, serta memberikan kecupan lembut pada pipinya.
Mendengar perkataan Sebastian, dahi Jennifer mengerut, tanda ia sedang mencerna perkataan Sebastian. Membuat Sebastian menjadi gemas, sehingga hasratnya kembali lagi.
"Kalian pergilah dari sini! Dan awasi gerak-gerik wanita itu dari kejauhan! Dan bila ada kesempatan, maka bawa dia kemari! Kalian mengerti hah?!" titah Sebastian pada keempat Anak buahnya itu, dengan tatapan dingin pada mereka.
"Baiklah bos! Kalau begitu kami permisi!" balas Anton, yang kemudian mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya Sebastian.
Setelah anak buahnya tak terlihat lagi, Sebastian, mulai mengecupi leher Jennifer dengan hasrat yang kembali bangkit. "Honey, mereka sudah pergi, sekarang mari kita lanjutkan aksi kita yang tadi, oke" ucapnya, dengan suara yang terdengar mulai berat.
"Huh! Aku sudah tidak berselera lagi! Sebelum wanita itu berada di tanganku! Maka aku tidak akan melayanimu Tian!" balas Jennifer, sembari ia mendorong tubuh Sebastian, lalu ia bangkit dari duduknya. Dan pergi begitu saja meninggalkan Sebastian yang terlihat frustasi karena hasratnya tak berbalaskan.
"Brengsek! Gara-gara wanita ninja sialan itu! Jennifer jadi mengabaikan hasratku!" gumam Sebastian terlihat kesal, sembari ia mengacak-acak rambutnya karena frustasi.
__ADS_1
"Pokoknya bagaimanapun caranya gue harus secepatnya menculik wanita sialan itu! Agar secepatnya Jennifer menjadi istriku!" gumam Sebastian lagi dengan tatapan mata sinisnya.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...