TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
ANAK ORANG KAYA.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🤍 Mutiara Hikmah 🤍⊱◈◈◈⊰─


"Dari perjalanan Hidup, kita bisa belajar mana yang harus diperjuangkan, mana yang harus dipertahankan, mana yang harus dipilih dan yang harus diikhlaskan.


Karena Hidup berjalan di atas waktu. Terkadang kita cuma perlu bersabar menjalaninya. Karena semua yang terikat dengan waktu pasti akan segera berlalu. Terkadang di antara waktu yang kita alami, kita pernah merasa kehilangan sesuatu, atau di zalimi oleh orang lain. Maka bersabarlah semua itu hanya perlu waktu dari-Nya untuk menyembuhkannya."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•◈◈◈◈◈◈◈◈◈•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•◈◈◈◈◈◈◈◈◈•


Setelah melakukan perjalanan selama empat belas jam, Fahmi dan Shinta kini telah memijakkan kakinya di negara Eropa, tepatnya di Amsterdam. Shinta sengaja tidak mengabarkan orang tuanya. Makanya ia bermaksud mencari taksi. Namun ternyata didepan pintu lobiy bandara sudah ada sebuah mobil mewah yang sedang menanti kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali di Amsterdam Nona Also," sapa seorang pria berjas hitam, sambil meletakkan tangan kanannya kedada, seraya ia pun membungkukkan tubuhnya, dihadapan Shinta dan Fahmi. Membuat Fahmi sedikit bingung melihat pria tersebut.


"Huh! Emang sulit banget yaa! Terlepas dari jeratan pak tua itu! Selalu aja tahu apapun yang aku kerjakan!" gerutu Shinta terlihat kesal saat melihat pria yang baru saja menyambutnya.


"Apa kamu mengenalnya?" tanya Fahmi, karena ternyata ia mendengar gerutuannya Shinta.

__ADS_1


"Dia antek bokap gue! Udah ayo, masuk !" balas Shinta, seraya ia memasuki mobil mewah tersebut, dengan sedikit kesal. Karena sudah diajak, Fahmi pun hendak ikut masuk ke dalam mobil mewah tersebut. Namun sang supir menyuruhnya duduk di kursi depan. Karena tak ingin mencari masalah akhirnya ia pun menuruti keinginan sang supir.


Disepanjang jalan, wajah Shinta masih terlihat kesal. Karena ia mengetahui, kalau semuanya telah diatur oleh sang Ayahnya. Dan entah mengapa ia merasa Ayahnya akan mempersulit Fahmi. Karena Shinta memahami tabiat sang Ayah yang selalu mempersulit siapa pun yang tidak ia sukai.


"Haiiis.. tahu gitu, gue ajak aja Bang Fahmi kawin lari! Kan kalau sudah menikah dan punya Anak, nggak mungkinkan juga Daddy mempersulit kami lagi?" batin Shinta, yang terlihat ia begitu gelisah. Apalagi saat mobil jemputan tersebut mulai memasuki gerbang rumah mewah, yang bangunannya berbentuk kastil.


Sedangkan Fahmi, yang melihat rumah Shinta yang terlihat begitu mewah dan indah. Membuat ia begitu kaget, hingga tanpa sadar mulutnya langsung ternganga. Namun untungnya ia segera menyadarinya dan langsung mengatupkan mulutnya.


"Hah? Ternyata Shinta Anak orang kaya! Aah.. kalau begini, apa orang tuanya mau menerima aku yang hanya orang biasa ya? Haiis.. ternyata aku tertipu dengan penampilannya yang sederhana itu! Kalau saja aku tahu dari awal, Aku tidak mungkin berjalan sejauh ini! Tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur! Sudah sampai di sini jadi jalani saja dulu, mengenai hasilnya serahkan saja sama Allah, karena Dia yang lebih tahu," batin Fahmi, yang sepertinya ia sempat pesimis.


Namun setelah ia ingat akan Rabbnya, ia pun kembali bersemangat lagi.


"Aah! Terima kasih," balas Fahmi, seraya ia turun, begitu juga dengan Shinta. Setelah mereka turun Keduanya pun, langsung berjalan menuju pintu masuk, dan disana mereka disambut oleh para bawahan keluarga Shinta, yang terlihat berdiri bersejajar, tepat didepan pintu masuk rumahnya.


"Selamat datang Nona Also, dan Tuan muda," ucap mereka secara bersamaan, sambi mereka meletakkan tangan mereka didadanya, lalu dengan serentak juga mereka membungkukkan tubuh mereka.


"Terima kasih," balas Fahmi, ikut membungkukkan tubuhnya juga. Namun tidak untuk Shinta, karena mungkin baginya ia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu. Bahkan ia seakan tak melihat mereka, dan hanya terus berjalan memasuki kastil tersebut.

__ADS_1


Sesampainya mereka didalam, Fahmi kembali tercengang saat melihat, dekor rumah tersebut. Namun seketika tersadar, saat ia melihat seorang Pria paruh baya berjas putih, sedang duduk di sebuah kursi besar, sambil menghisap cerutu. Seraya menatap tajam kearah Fahmi. Mungkin orang yang awam akan ketakutan bila melihat tatapan orang tersebut. Namun tidak bagi Fahmi. ia malah terlihat begitu santai melihat pria tersebut.


"Pergilah ke kamarmu Vero! Beristirahatlah kamu pasti lelah bukan?" ujar pria tersebut pada Shinta.


"Cih! Sok perhatian!" balas Shinta, sembari ia memutarkan bola mata malasnya, "Pak tua, ingat aku tak butuh perhatian Anda! Jadi anday tiidak perlu repot-repot menunjukkan perhatian Anda!Dan satu lagi! Jangan paksa saya untuk menambah kebencian saya terhadap Anda! Jadi sudah pasti Anda tahukan maksud saya?" pungkas Shinta, terdengar ketus. Lalu ia pun langsung meninggalkan Fahmi bersama pria tersebut. Dan setelah Shinta tak terlihat lagi.


"Huh! Ternyata anak itu mewarisi sifatku!" gumam pria itu, yang ternyata Fahmi mendengarnya, membuat ia tersenyum tipis. Dan Pria itu langsung mengerenyit melihatnya, "Apakah ada yang lucu hm?" tanyanya pada Fahmi, seraya ia menatap Fahmi dengan tatapan ketidak sukaannya.


"Assalamu'alaikum Pak," Fahmi takl langsung menjawab pertanyaan Pria tersebut. Ia hanya mengucapkan salamnya, seraya ia mengatupkan kedua tangannya. Melihat reaksi Fahmi yang biasa-biasa saja tanpa bergetar sedikit pun. Membuat Pria itu mengerenyitkan dahinya, yang tampaknya ia tidak senang melihat Fahmi yang terlihat tidak takut sama sekali dengannya.


"Wah beser sekali nyali kamu anak muda! Apakah kamu tidak tahu siapa saya?" tanya pria itu yang terlihat begitu angkuhnya.


"Maaf Pak! Saya memang tidak tahu siapa Anda. Tapi saya yakin, kalau Anda ada Daddynya Shintakan?" balas Fahmi yang terlihat masih tenang dan santai.


"Luar biasa! Ternyata masih ada yang tidak tahu siapa saya ya?" ujar pria seraya tersenyum sinis saat melihat Fahmi, "Tapi pastinya Anda pernah mendengar Raviko Also kan?" lanjut pria itu lagi.


"Maaf Pak mengecewakan Anda. Tapi memang faktanya saya tidak pernah mendengar nama itu! Tapi kalau nama Raffi Ahmad, tentu saja saya tahu, bahkan saya mengenalnya Pak! Karena beliau seorang Artis," kata Fahmi, yang terlihat begitu santainya.

__ADS_1


"Apa!!! Sialan!! Dasar anak tengil!!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2