TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
INGIN MELIHAT WAJAH JELEK.


__ADS_3

"Apakah kamu bersedia Niah? Menjalankan ibadah terpanjang ini denganku?" tanya Atha, dengan tatapan mata yang terlihat penuh pengharapan.


Mendengar perkataan suaminya, yang terdengar begitu tulus, membuat hati Haniah pun luluh. " Bismillah, In shaa Allah bang, Niah bersedia Bang," balas Haniah dengan lembut.


Membuat Atha yang mendengar begitu terharu. Sehingga dengan spontan ia langsung menarik tangan Haniah ia genggam tadi, kebibirnya, lalu ia mengecup kedua tangan itu dengan lembut.


"Terima kasih Niah, terima kasih, karena kamu sudah memberikan Mas kesempatan, yang sangat berharga ini. Padahal Mas, dulu selalu menyakiti hati kamu. Maaf ya Niah, maafin Mas ya? Kamu maukan memaafkan mas Niah?" ucapnya penuh rasa haru, sehingga tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.


Haniah tersenyum lembut pada suaminya Sembari ia menekukkan kedua lututnya menjadi setengah berdiri, tepat dihadapan kursi rodanya Atha. Lalu ia mengecup lembut kedua tangannya Atha. Setelah itu ia pun menghapus air mata yang membasahi kedua pipi suaminya, seraya berkata.


"Mas? Semua yang terjadi adalah takdir. Dan semua takdir sudah terencana oleh skenario Allah. Maka semuanya sudah ditentukan, tidak aKan ada yang dapat merubahnya. Kita sebagai manusia hanya pemain dalam drama yang telah Allah tulis dalam skenario-Nya, Mas," ujar Haniah, terdengar lembut, dengan tatapan yang lembut juga pada Atha.


"Seperti hal didalam kehidupan, Kita tak pernah bertemu dengan orang yang salah, hanya saja ada yang menjadi teman, ada juga yang menjadi pelajaran. Semuanya rencana Allah Mas, Dialah sebagai sutaradaranya. Manusia pemeran utama, hewan serta tumbuhn seperti pelengkap dan cobaan adalah iklan, begitulah kehidupan dunia ini Mas" Kata Haniah lagi, yang kini ia duduk bersimpuh, sembari tangannya membuka sepatunya Atha.


"Sama halnya dengan peristiwa yang kita alami saat ini Mas. Semua sudah menjadi bagian dari rencana-Nya. Namun Selalu ada hikmah disetiap peristiwa. Dan Niah yakin bahwa Allah menempatkan Niah di awal pertemuan kita, bukan tanpa sebab, karena tidak ada yang kebetulan di muka bumi inikan Mas?" lanjutnya lagi masih dalam penuturan yang terdengar lembut.


Mendengar penjelasan dari Haniah, hati Atha menghangat, rasa syukur juga memenuhi hatinya. Betapa tidak, ia telah ditakdirkan dengan wanita yang begitu cantik dan Sholehah. Namun rasa bersalah karena telah menyakitinya juga semakin besar, sehingga ia seakan tak berani untuk menyentuhnya.

__ADS_1


"Kamu benar Niah, dan Mas juga yakin Allah menempatkan kamu disisi Mas, untuk menyadarkan Mas, yang telah bergelimang dosa ini dan Mas sangat bersyukur akan hal itu. Tapi maaf Niah, aku baru menyadarinya sekarang. Setelah Aku yang berkali-kali menyakiti kamu, sekali lagi maafin Mas Niah, Maafkan Mas lahir dan batin" ucap Atha, sembari ia mengatupkan kedua tangannya, dengan tatapan mata yang terlihat sudah digenangi air matanya.


Melihat suaminya yang seperti orang menyembah, tangan Haniah langsung meraihnya untuk melepaskan katupan itu, lalu ia letakkan diatas pahanya Atha, namun tangannya masih menempel dengan tangannya yang ikut berada di pahanya Atha.


"Mas, Bismillah, Niah sudah ridho, yang artinya Niah, sudah memaafkan Mas karena Allah," balas Haniah, dengan lembut, dan dengan wajah yang dihiasi dengan senyuman manisnya.


Mendengar perkataan Haniah, Atha langsung memberikan kecupan lembut pada dahinya Haniah, dan kemudian menarik tanganya, dan langsung memeluk tubuh kecilnya itu. Ia tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi, yang ada hanya suara isakannya saja yang terdengar oleh Haniah.


Bahkan Haniah dapat merasakan hangatnya air matanya Atha, yang tadi sempat tergenang di pelupuk matanya kini akhirnya tumpah, membasahi bajunya Haniah dibagian bahunya.


"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah, hiks, terimakasih Niah," ucap Atha terdengar lirih, namun masih terdengar oleh Haniah.


"Sama-sama Mas, ya sudah sekarang Mas pindah ke tempat tidur ya? Maskan masih harus banyak istirahat, yuk Niah bantu," ujar Haniah bermaksud ingin melepaskan pelukannya. Namun Atha tak ingin melepaskan pelukannya.


"Jangan di lepas Niah, Mas nggak mau kamu melihat wajah jelek Mas yang sedang menangis," pinta Atha, yang terlihat masih menyembunyikan wajahnya dibahu istrinya.


Haniah tersenyum lucu, setelah mendengar perkataannya Atha, dan ia jadi penasaran ingin melihat wajah suaminya itu. "Masa sih Mas jelek kalau menagis? Coba sini Niah mau lihat," katanya, sembari ia berusaha ingin melepaskan pelukannya agar ia bisa melihat wajah suaminya.

__ADS_1


"Eh, jangan Niah mas malu!" balas Atha, yang terlihat ia masih tak ingin dilihat oleh Istrinya cantiknya itu.


"Masa sih? Coba lihat, Niahkan jadi penasaran ingin melihat wajah jelek suaminya Niah, ayo dong Mas, perlihatkan?" pinta Haniah yang terlihat masih ingin melepaskan pelukannya.


Mendengar Haniah, menyebutkan kata suaminya, membuat Atha begitu senang, sehingga akhirnya ia melepaskan pelukannya. Dan membiarkan wajahnya dilihat oleh istrinya.


"Tapi janji ya, jangan mengatakan Mas suami cengeng, dan juga jangan tertawain Mas, oke!" katanya sebelum ia melepaskan pelukannya.


"Oke Mas?" balas Haniah, dan akhirnya Atha melepaskan pelukannya. Dan terlihatlah wajah suaminya yang di banjirin Air matanya.


Haniah tersenyum lembut pada suaminya, setelah ia melihat wajahnya, yang terlihat masih basah. Lalu ia pun mendekati wajahnya ke wajahnya Atha, membuat Atha seketika menahan nafasnya apalagi saat bibir istrinya sudah semakin mendekati pipinya membuat mata Atha membulat dan..


...Bersambung akh 🤪 biar Readers pada penasaran 🤭🤭...


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit Oke😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2