
Mata Atha langsung membulat tatkala, ia melihat wajah istrinya mendekati wajahnya. Namun, saat bibir Haniah sudah mendekat kematanya dengan spontan matanya langsung terpejam. Dan Haniah pun mulai mengecup lembut kedua matanya Atha yang terlihat, masih menyisakan Air matanya, bahkan ia menghisap air matanya itu.
"Jangan menangis lagi ya Mas, lupakanlah masalalu. Dan mari kita buka lembaran baru untuk kita ya Mas" ucap Haniah begitu lembut, setelah ia menghapus air matanya Atha. Dan hanya di balas oleh Atha dengan anggukan kepala singkatnya. Karena ia terlihat masih malu dan canggung pada Haniah.
Melihat balasan suaminya yang terlihat malu, Haniah tersenyum lembut. Lalu ia pun memberikan kecupan sayangnya pada keningnya Atha. Membuat mulut Atha terperangah melihat istrinya yang begitu ikhlas mau menciumnya.
Sehingga membuat Atha ingin merasakannya kembali. Dan ia pun langsung meletakkan jari telunjuknya ke pipi kanannya, yang mengisyaratkan bahwa ia berharap Haniah mau memberikan kecupan lagi kepipinya tersebut.
Haniah yang melihat isyarat dari suaminya, ia pun tersenyum lembut, sembari ia kembali mendekati wajahnya ke pipi suaminya itu. Dan ia pun memberikan kecupan lembut dipipi kanannya Atha. Membuat Atha kembali terperangah, lalu ia kembali meletakkan jari telunjuknya ke pipi kirinya.
Haniah tersenyum lucu, melihat wajah suaminya yang terlihat lucu saat terperangah. Namun ia tak ingin mengecewakannya dan ia pun kembali memberikan kecupan lembutnya dipipi kirinya. Dan sekali lagi Atha, memberikan isyaratnya namun kali ini ia meletakkan jari telunjuknya dipucuk hidung mancungnya.
Kembali Haniah tersenyum lucu dan kemudian ia pun langsung mengecup lembut pucuk hidung mancungnya Atha dan kali ini tanpa menunggu isyarat lagi dari Atha, Haniah langsung memberikan kecupan singkatnya pada bibirnya Atha, membuat mata Atha langsung terbelalak.
"Sudah ya Mas? Kan sudah semuanya, sekarang Mas istirahat ya?" ujar Haniah, yang terlihat ia hendak berdiri dari berdiri setengah lututnya, dan bermaksud ia mendekati kursi roda suaminya kesisi tempat tidurnya.
Namun belum lagi Hania, melangkahkan kakinya. Tangan Atha sudah menarik tangannya. Sehingga dengan spontan tubuh Haniah langsung terduduk di pangkuannya Atha. Membuat Haniah langsung terpekik kaget.
"Aaakh! Apa yang kamu lakukan Mas? Kaki kamukan masih sakit!" sentaknya, dan terlihat ia bermaksud bangun. Namun Atha kembali menahannya.
__ADS_1
"Tidak sakit kok Niah, kan sudah mau sembuh," balasnya sambil tangannya memeluk pinggang istrinya, seakan ia tak ingin Haniah pergi dari pangkuannya.
"Tapi Mas..."
"Sssth..." potong Atha, sembari ia meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya Haniah. Setelah Haniah diam ia kembali menarik jarinya.
"Niah?" panggil Atha terdengar lirih, namun masih terdengar oleh Haniah.
"Hmmm?"
"Bo-bolehkah a-aku melakukan, yang kamu lakukan tadi?" tanya Atha, terlihat gugup.
"Maksudnya, Mas Hafidz apa, Niah nggak paham Mas?" tanyanya, masih terlihat ia sedang menahan senyumnya.
"Eng..itu humm... anu... bolehkah Mas mencium kamu, seperti kamu menciumi Emas Niah?" tanya Atha, masih terlihat gugup, karena ia takut Haniah menolaknya.
Haniah akhirnya tersenyum lembut pada suaminya seraya ia berkata. "Tentu saja boleh mas, Niahkan sudah halal buat Mas Hafidz, yang artinya Niah milik Mas Hafizh seutuhnya," katanya dengan lembut dan dengan senyuman yang tak lekang dari bibirnya yang mungil dan merah itu.
Mendengar jawaban istrinya, Atha terlihat begitu bahagia. "Alhamdulillah, boleh Mas lakukan sekarang?" tanyanya dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Haniah tidak memberikan jawaban, namun ia langsung memejamkan matanya. Tandanya ia sudah siap menerima kecupan dari suaminya.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Atha mulai mendekati wajahnya ke wajahnya Haniah.
"Bismillah..." ucapnya lirih dan memegang wajah Haniah, lalu ia pun mulai mengecup lembut dahi Haniah, lalu turun menuju ke kedua matanya, dan kembali turun menuju kedua pipinya, dan lupa ia mampir ke pucuk hidung mungil nan mancungnya dan setelah selesai Atha diam sejenak ia seakan ragu saat ia ingin mencium bibirnya Haniah.
Namun karena mata Haniah yang terlihat masih terpejam yang seakan ia menunggu kecupan terakhir. Membuat Atha akhirnya meraih bibir ranumnya Haniah. Pada awalnya, ia hanya ingin mengecupnya secara singkat. Namun saat ia sudah menyentuhnya, membuat rasa ingin menyesapinya begitu besar.
Hingga tanpa sadar, tangan Atha meraih tengkuk Haniah dan mulai mengh*sap bibir Istrinya dengan lembut. Membuat Haniah ikut terhanyut dalam permainan bibir suaminya, hingga tanpa terasa tangannya sudah melingkar di lehernya Atha.
Atha, sedikit kaget, karena ia tak menyangka kalau istrinya akan memberikan respon pada ciumannya. Dan membuat ia justru senang. Sehingga ia semakin ingin memperdalam permainannya. Dan lagi-lagi Haniah bisa mengimbanginya, bahkan tanpa sadar ia mengeluarkan suara lenguhannya.
Membuat Hasrat Atha terpancing, bahkan ia mulai merasakan sesuatu yang bangkit dari salah satu organ tubuhnya. Namun karena kondisinya masih belum memungkinkan. Dan ia pun langsung mengakhiri tautannya sebelum tubuhnya menuntutnya melakukan hal yang lebih lagi.
"Aaah..!" Haniah nampak kaget saat Atha, melepaskan tautan bibir mereka secara mendadak dan bahkan terlihat dari tatapan matanya seperti ia tidak rela, Atha mengakhiri tautan bibirnya. Atha yang sepertinya paham, akan tatapan mata Haniah, membuat ia jadi merasa bersalah.
"Eh, Maaf Niah, Aku takut, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku,"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit Oke😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.