TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
KHIMAT GURU.


__ADS_3

Di kota JT.


Sudah hampir satu bulan, Atha berada di kota JT. Untuk menimba ilmu agama. Pada awalnya, ia merasa kalau dirinya hanya dimanfaatkan saja oleh kyai, pemilik pondok pesantren. Karena Atha disana sudah seperti pembantunya Kyai tersebut, yang selalu di perintah untuk mengerjakan ini dan itu. Sehingga ia memutuskan untuk kembali ke kota JK.


"Assalamu'alaikum, Akhy sedang apa?" tanya salah seorang santri, saat melihat Atha sedang menyusahi bajunya kedalam tasnya.


"Eh Akhy Fahmi, Wa'alaikumus salam, Ana sedang menyusun baju nih," sentak Atha yang terlihat kaget karena, Pria yang bernama Fahmi itu datang secara tiba-tiba.


"Nyusun baju? Emangnya Anta mau kemana?" tanya Fahmi lagi, terlihat penasaran.


"Ana mau pulang saja Akhy, habis sudah hampir tiga Minggu ana disini tapi Ana belum dapat apapun dari kyai Umar! Ana disini hanya dijadikan pembantu saja sama beliau!" jawab Atha dengan nada bicaranya yang terdengar ada kekesalan.


Mendengar keluhan dari Atha, Fahmi langsung duduk sila didepan Atha. Lalu ia menepuk pundak Atha sembari menyunggingkan senyumannya.


"Akhy Hafiz seharusnya Anta berbahagia, mendapatkan khidmat Guru. Asal Akhy tahu, banyak dari kami para santri di pondok ini yang menginginkan itu Akhy," ujar Fahmi, membuat dahi Atha langsung mengerenyit.


"Hah, apa? Para santri pada ingin jadi pembantu? Apakah kalian semua bodoh?" tanya Atha merasa heran.


"Tidak Akhy."


"Lalu kenapa kalian ingin, jadi pembantu Kyai itu?" tanya Atha begitu penasaran.


"Karena, siapapun yang ditunjuk oleh kyai. In shaa Allah ia akan mendapatkan ilmu kyai, tanpa dia menyadarinya," jelas Fahmi, membuat Atha, semakin ingin tahu.

__ADS_1


"Eh benarkah seperti itu?" tanyanya terlihat antusias.


"Apakah Akhy Hafiz, tahu Ustadz Fadlan?"


"Ustadz termuda disinikan?"


"Benar sekali Akhy. Asal Akhy tahu, dia dulu seperti Akhy juga, mendapatkan kepercayaan khimat guru. Beliau begitu Ikhsan dan sabar menjalani khimat, hingga sekarang beliau mendapatkan kepercayaan oleh Kyai Umar. Tanpa Beliau sadari, Kyai Umar, sudah mentransfer ilmunya pada Ustadz Fadlan. Maa shaa Allah bangetkan Akhy?" jelas Fahmi lagi, membuat hati Atha terdorong ingin mengikuti jejak Ustadz Fadlan.


" Akhy, Ulama adalah guru. Orang lain yang kita tidak kenal lalu menunjukkan satu kebaikan juga adalah guru. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri mengaku sebagai guru, seperti sabdanya,


“Sungguh aku telah diutus (oleh Allah SWT) sebagai seorang guru.” (HR. Ibnu Majah).


"Akhy, Pahala memuliakan guru adalah surga. Nabi ﷺ bersabda seperti yang dikutip dalam Lubab al-Hadits oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi,


(HR Ibnu Majah)


Surga adalah satu tempat yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga itu “Disiapkan untuk orang-orang bertakwa.” (QS. Ali Imran/3: 133).


Dalam ayat lain disebutkan bahwa surga itu, “Disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.” (QS. al-Hadid/57: 21).


Maka beruntunglah bagi orang yang memuliakan guru karena akan memperoleh surga.


Hadits ini mempertegas perbedaan kedudukan antara orang berilmu dan yang tidak berilmu. Secara retoris Allah SWT bertanya, “Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. al-Zumar/39: 9).

__ADS_1


Dalam sejarah Ali bin Abi Thalib diketahui sebagai orang yang sangat memuliakan guru. Hal ini seperti perkataannya yang diabadikan oleh Syaikh al-Zarnuji dalam kitab al-Ta’lim al-Muta’allim.


Ali bin Abi Thalib berkata, “Aku menjadi hamba bagi orang yang mengajariku satu huruf ilmu. Terserah orang yang mengajariku. Ia mau menjualku, memerdekakanku, atau tetap menjadikan aku sebagai hamba sahayanya.”


Dalam kesempatan lain Ali bin Abi Thalib berkata, “Barangsiapa mengajari aku satu huruf, maka baginya seribu dinar.”


Cara Ali bin Abi Thalib dalam memuliakan gurunya, senada dengan sabda Nabi ﷺ “Barangsipa yang mengajarkan satu ayat dari Kitab Allah kepada seseorang, maka orang itu menjadi hamba baginya.” (HR. Thabrani).


Hamba yang dimaksud dalam konteks ini bukanlah hamba sahaya atau budak, tapi orang yang harus mengabdi sepenuh hati kepada guru.


Bagi Syaikh al-Zarnuji, di antara perbuatan menghormati guru adalah tidak melintas di hadapannya, tidak menduduki tempatnya, tidak memulai berbicara kecuali atas izinnya, tidak banyak bicara di sebelahnya, dan seorang murid hendaknya tidak mengetuk pintu rumahnya. Syaikh al-Zarnuji juga berpesan agar tidak bertanya yang pernah ditanyakan.


Diceritakan oleh Syaikh al-Zarnuji bahwa Khalifah Harun al-Rasyid menyerahkan anaknya kepada Imam al-Ashma’i untuk belajar ilmu agama dan akhlak mulia. Pada suatu hari ketika menjenguk anaknya, Khalifah melihat Imam al-Ashma’i sedang berwudhu dan membasuh sendiri kakinya sedang yang menuangkan airnya adalah putra Khalifah sendiri.


Menyaksikan hal itu, Khalifah menegur Imam al-Ashma’i seraya berkata kepadanya, “Aku menyerahkan anakku kepada Anda agar Anda mengajar dan mendidiknya. Mengapa Anda tidak memerintahkan kepada anakku agar satu tangannya menuangkan air dan tangan yang satu lagi membasuh kakimu?” Inilah cara Khalifah Harun al-Rasyid memuliakan guru anaknya.


Seperti apapun hebatnya kita saat ini pastilah kita telah berutang budi kepada guru kita. Cara untuk memuliakan guru di antaranya adalah mendoakannya. Rasulullah ﷺ berpesan, “Siapa yang memberikan kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika kamu tidak mampu membalasnya, doakanlah ia hingga kamu yakin telah benar-benar membalasnya.” (HR. Abu Daud).


Mendengar penjelasan dari Fahmi, akhirnya Atha, bertekad untuk menyelam kembali dalam meraih ilmu agama. "Syukron Akhy Fahmi. Bismillah Ana akan menjalani khimat guru ini dengan hati yang ikhlas, semoga Allah meridhoi Ana," ucap Atha, terlihat ia kembali bersemangat ingin menimbah ilmu dipondok pesantren tersebut. Dan kini ia juga belajar ilmu ikhlas.


"Alhamdulillah, Semangat ya Akhy Hafiz," ucap Fahmi, sembari ia tersenyum lembut pada Atha.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


__ADS_2