TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
MALAM PERTAMA.


__ADS_3

"Humm.. Niah?" Hafidz menatap Haniah dengan tatapan begitu lembut, sambil tangannya memegang wajah istri cantiknya itu.


"Iya Mas?" balas Haniah, yang matanya jadi ikut tertuju pada wajah Hafidz.


"Niah, Mas ingin memiliki kamu seutuhnya? Jadi bolehkah Mas meminta hak Mas Niah?" tanya Hafidz, dengan tatapan mata yang kini mengarah ke bibir ranum Haniah, yang sebenarnya sudah menjadi candunya.


Namun karena beberapa hari yang lalu, sang istri sedang berduka Hafidz pun tak berani untuk menyentuhnya lagi. Walaupun rasa keingin menyentuh kuat, namun ia terus berusaha menahannya. Terkecuali disaat istrinya sedang tertidur, itu pun ia hanya mengecupnya dengan singkat saja.


Mendengar perkataan suaminya, jantung Haniah langsung berdegup kencang. Apalagi lagi saat ia melihat tatapan Hafidz yang terlihat begitu menginginkannya. Membuat ia menjadi salah tingkah. Sehingga mulutnya seakan terkunci, bahkan tubuhnya menjadi kaku.


Melihat kediaman Haniah, Hafidz pun menyimpulkan bahwasanya istrinya itu belum siap untuk menerimanya. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk tidak memaksakan kehendaknya. Dan ia pun memutuskan untuk menunggu Haniah benar-benar siap dahulu.


"Ya sudah kalau kamu belum siap, Mas bisa menunggu kok. Sampai kamu benar-benar siap Oke, sekarang kita tidur saja ya," ucap Hafidz dengan lembut, lalu ia pun mengecup kening Haniah dengan lembut.


"Ya sudah sini kita tidur saja, ya" lanjutnya lagi sembari ia membaringkan tubuhnya. Namun Haniah masih belum bergeming dari tempatnya. Ia masih menatap wajah suaminya, ada perasaan bersalah didalam hatinya.


"Mas?" panggilnya terdengar lirih.


"Ya Sayang?" Hafidz memiringkan tubuhnya lalu ia menumpukan telapak tangannya untuk menahan kepalanya.

__ADS_1


"Hum.. Bismillah Niah siap kok," ucap Haniah lirih sambil menundukkan wajahnya. Mendengar ucapan Haniah, dengan spontan Hafidz kembali terduduk.


"Benarkah Sayang?" tanyanya begitu bersemangat. Dan Haniah pun membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.


"Alhamdulillah.. kalau begitu kita sholat sunah dulu yuk, Sayang" ajak Hafidz, kembali Haniah mengangguk kepalanya. Lalu mereka pun beranjak dari tempat tidur, dan langsung ke kamar mandi untuk berwudhu.


Yaa, bagi umat Islam setiap akan berhubungan suami istri, kita diwajibkan untuk berdoa. Karena berdoa saat berhubungan intim dapat berguna untuk menghindari gangguan setan. Bahkan, selain berdoa, sebelum berhubungan suami istri yakni disunnahkan untuk melakukan sholat dua rakaat dan bersama-sama. Hal ini sesuai dengan adab berhubungan suami istri, agar keduanya mendapatkan keberkahan serta mendapatkan pahala-Nya.


Setelah Haniah dan Hafidz menyelesaikan berwudhunya. Mereka pun langsung melaksanakan shalat sunah dua rakaatnya. Setelah selesai, hafidz pun berdoa agar mendapatkan Ridho dari sang Ilahi. Setelah usai Hafidz menuntun istrinya kembali keranjang mereka.


"Kita berdoa dulu ya Sayang," kata Hafidz, setelah mereka sudah diatas tempat tidur.


Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri (Jima') sesuai sunnah.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."

__ADS_1


"Aamiin," ucap keduanya.


"Bismillah Kita mulai ya Sayang," ucap Hafidz sembari membaringkan tubuh istrinya. Setelah mendapatkan anggukan dari Haniah. Namun saat Hafidz, mulai mendekati wajahnya, ke Haniah, ia melihat ada ketegangan, diwajahnya Haniah dan ia pun paham karena bagi Haniah ini adalah yang pertama kalinya.


"Jangan takut Sayang, Mas janji akan melakukannya dengan perlahan ya?" kata Hafidz, sembari ia memandang lekat wajah istrinya dengan kelembutan. Membuat Haniah hati Haniah menjadi luluh, sehingga ia pun mengangguk kepalanya sembari tersenyum manis pada Hafidz.


"Ya sudah kita mulai lagi ya?" Hafidz kembali mendekati wajahnya ke wajah Haniah, "Assalamualaikum Istriku?" salamnya sebelum ia memulai ritualnya.


"Wa'alaikumus salam, Mas" sahut Haniah lirih.


Setelah mendapatkan jawaban salamnya, Hafidz pun memulai ritualnya diawali dengan mengecup dahi Haniah dengan lembut, turun menuju kedua kelopak matanya, turun kembali kembali menuju kedua pipinya. Setelah itu menuju ke pucuk hidungnya, dan turun kebibirnya Haniah.


Pada awalnya Hafidz hanya memberikan kecupan singkat disana. Lalu ia memandang lekat wajah istrinya dengan tatapan penuh kelembutan. Dan dibalas Haniah dengan senyum manisnya. Membuat Hafidz ingin kembali meraih bibirnaya itu. Dan tanpa basa-basi lagi akhirnya ia pun menyatukan kembali bibirnya, yang kini penyatuan itu berlangsung lebih lama.


Haniah yang merasakan kelembutan serta kehangatan yang di ciptakan oleh Hafidz. Membuat ia akhirnya ikut terlena didalam pemainan Hafidz, hingga tanpa sadar kini tangannya mulai melingkar di lehernya. Mendapatkan respon dari sang istri membuat begitu bersemangat. Dan tangan-tangannya mulai liar, membuka satu persatu kain yang melekat ditubuh sang istri.


Hafidz terlihat begitu bersemangat menelusuri setiap lekukan yang ada ditubuh Haniah. Apalagi setelah mendengar suara-suara lenguhan kenikmatan yang keluar dari mulut sang istri. Membuat hasratnya semakin terpicu, dan ia pun mulai melakukan penyatuannya secara perlahan. Namun karena itu memang hal itu malam pertama bagi Haniah, jadi sudah pasti akan membuat ia kesakitan.


"Aaakh!! Astaghfirullah!"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2