
*═══❉্͜͡🤍𝕄𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 ℍ𝕚𝕜𝕞𝕒𝕙.🤍❉্͜͡═══*
*Bersyukurlah..
Jika Allah masih menghadirkan sahabat2 yang selalu mengingatkan kita dalam kebaikan. Itu tandanya, Allah sangat menyayangi kita. Allah tak ingin hati kita keras dan kotor walau hanya sedikit. Allah ingin kita juga bisa masuk ke surga-Nya..
Tak ada hal yang ''kebetulan" di dunia ini, begitupun dengan orang-orang yang kita kenal. saat ini, sudah Allah atur*
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•
Di Fakultas Kedokteran.
Kini Haniah telah terbiasa dengan perlakuan manis dari sang suami sebelum ia memasuki kampusnya. Dan Haniah selalu merespon perlakuan manis Hafidz. Karena ia juga ingin membuat suaminya bahagia, walaupun perhatiannya tidak sebesar yang dimiliki oleh Hafidz.
Namun ternyata kemesraan mereka sedang diperhatikan oleh seorang pria yang kebetulan berada didalam mobil, tepat dibelakang mobil milik Hafidz. Dan nampaknya orang tersebut terlihat tidak suka melihat kemesraan mereka, itu terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Cih! Makin mesra aja mereka! Hah! Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi gue!" gumam seorang pria, yang terlihat ia sedang meremas stir mobilnya. Nampak sekali ia sedang kesal, melihat dua orang yang terlihat begitu mesra, didepan matanya.
__ADS_1
"Lo masih menyukai perempuan itu Dam? Apa sih yang Lo suka dari Dia? Sehingga Lo kejar-kejar banget, padahalkan Lo tahu dia sudah punya suami," tanya seorang pria, yang terlihat ia sedang duduk disamping Pria yang ternyata dia adalah Adam.
"Gue juga nggak tahu! Lokan tahu Reno, semenjak gue melihat wajahnya ketika dimesjid didua tahun yang lalu, hati gue sudah terpatri dengannya, Bro. Jadi rasanya begitu sulit untuk gue beralih darinya, Ren," balas Adam, yang kini wajahnya terlihat sendu.
"Eh, tapi bukannya Lo lagi ngejar-ngejar Shintakan? Makanya gue pikir lo udah move on dari dia, dan mulai suka sama sahabatnya itu," kata Pria yang bernama Reno.
"Suka? Cih, cewek ganjen gitu, bukan level gue bro! Gue sengaja pura-pura suka sama dia, biar gue punya peluang lagi bisa mendekati Hani Bro. Karena semenjak didesa, Hani seperti menjaga jarak sama gue. Makanya gue pura-pura dah tuh suka sama cewek ganjen itu," jelas Adam.
"Emangnya Lo dah cinta mati ya sama si Hani itu? Padahal kalau Lo memang suka sama cewek yang bercadar, gue bisa bantu. Karena gue banyak berteman sama cewek bercadar, gimana bro Lo mau nggak?" tawar Reno.
"Ah, ogah gue, pokoknya gue maunya Hani Ren. Mau bagaimanapun caranya gue harus sama dia, soalnya gue udah cinta mati, Ren," balas Adam, nampak tidak suka, pada tawaran Reno.
"Eh, benar juga Lo! Ide bagus tuh! Musti harus di coba!" kata Adam terlihat bersemangat.
"Apa! Lo mau melakukan itu?" sentak Reno, kaget karena ia tak menyangka sahabatnya menanggapinya dengan serius.
"Kenapa Lo kaget gitu bro? Bukankah ini ide Lo?"
"Iya sih, tapi guekan cuma ngomong ngasal Dam! Kenapa Lo jadi serius gitu?" sangkal Reno, yang sepertinya tak terima, kalau perkataannya jadi sebuah ide buat Adam.
__ADS_1
"Ya mau bagaimana lagi, omongan asal Lo, menjadi inspirasi gue Bro! Jadi nanti gue tinggal sewa orang aja untuk nyulik dia. Lalu gue pura-pura dah tuh nolongin dia. Jadi sudah pasti dia akan berterima kasih banget ma gue, lalu tumbuhlah cinta, eaa," kata Adam, terlihat begitu semringah.
"Ah, gila Lo ya! Udah akh, gue nggak mau ikut campur lagi! Tapi gue ingatin nih, jangan terlalu percaya diri Bro! Lo bilang Lo mau pura-pura nolongin dia? Yang ada Lo bakalan dituduh ma Dia, terkecuali penculik itu juga, nyulik Lo, jadi nggak bakalan dia nuduh Lo," balas Reno, yang tanpa ia sadari. Dia sudah memberikan ide lagi buat Adam.
"Wah, benar juga Lo, ide Lo memang selalu cemerlang ya? Thanks Bro," ucap Adam sembari ia menepuk pundaknya Reno.
"Eh, apa ide? Aiih, nih mulut ngasal Mulu ya!" sentak Reno, sambil menepuk mulutnya sendiri, "Lo juga, kenapa setiap omongan ngasal gue dijadiin ide Mulu sih!" lanjutnya, sedikit kesal.
"Udah Lo tenang aja bro! Gue nggak bakalan dah ngelibatin Lo, Ren. Tapi yang penting Lo jaga rahasia ini oke?!" ujar Adam, sedikit ada penekanan di kata-kata terakhirnya.
"Ah, bodo dah! Gue nggak mau ikut campur urusan Lo. Mulai sekarang gue nggak mau terlibat urusan Lo, gue cabut! Bey!" pungkas Reno, lalu ia pun langsung turun dari mobilnya Adam, tanpa mau menghiraukan Adam lagi.
Sementara Adam, yang masih didalam mobilnya, malah tersenyum licik, saat ia membayangkan ide yang tak sengaja diberikan Reno,
"*Hmm.. mulai dari sekarang gue akan mempersiapkan segala sesuatunya. Pokoknya gue harus menyusun dulu rencana ini dengan matang, agar tidak gagal nantinya," batinnya, dengan tatapan mata mengarah ke Haniah yang sepertinya sedang memasuki gerbang kampusnya.
"Sayang, tunggulah sebentar lagi ya? Aku pasti akan membahagiakanmu," batin Adam lagi*.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1