TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
MENGUNGKAPKAN KEBENARAN.


__ADS_3

Masih didalam mobil Hafizh.


Setelah melihat Haniah keluar dari mobilnya bosnya, Fahmi kembali masuk ke dalam mobil, sambil ia melirik kearah Hafizh, yang terlihat ia sedang memandangi kepergian istrinya, yang terlihat sudah memasuki gerbang kampusnya.


"Ehem..hem.. segitu amat ngeliatinnya Pak? Sabar Pak, nanti juga bakalan ketemu lagi," goda Fahmi, yang ternyata mengagetkan Hafizh.


"Aah..kamu! Kata jelangkung aja sih? Datang nggak diundang dan pergi nggak diantar!" kata Hafizh ngasal.


"Ay! Perasaan sudah dua orang ya yang bilang Ane kayak jelangkung! Huh, tega mah Pak Hafiz," kata Fahmi terlihat kesal dibuat-buat. Sembari ia mulai kembali melajukan mobilnya.


"Eh, dua orang? Berarti saya yang kedua dong? Tapi siapa yang pertamanya My?" tanya Hafidz, seolah ia penasaran.


"Itu Pak, temannya aliahnya pak Hafizh," balas Fahmi yang terlihat matanya sedang fokus kedepan.


Hafizh mengerenyitkan dahinya, " Temannya Haniah? Siapa, laki-laki apa perempuan?" tanyanya terlihat penasaran.


"Perempuan Pak, kalau nggak salah namanya Shinta deh," sambung Fahmi.

__ADS_1


"Seh! Hafal kamu ya namanya? Hmm.. jangan-jangan kamu naksir ya sama temannya bini ane ye?" canda Hafidz, menggoda Fahmi.


"Eh, naksir apa sih pak? Baru juga lihat sekali Pak" balas Fahmi, terlihat santai.


"Ehem..! Kayaknya kode nih? Oke nanti aku coba ngomong sama biniku yaa..?"


"Haah..! Apa maksudnya Pak Hafizh ya?" tanya Fahmi yang sepertinya ia tidak paham dengan perkataan Hafizh.


"Sudah kamu persiapkan diri kamu saja, soal lainnya serahkan sama ane oke," kata Hafiz sembari ia menaik turunkan alisnya.


"Eh, apa maksudnya sih? Aah ya sudahlah terserah sajalah Pak Hafizh sajalah," balas Fahmi yang sepertinya ia memang benar-benar tidak paham dengan perkataan Atha.


"Baik Pak!"


Setelah membalas titahnya Hafizh, Fahmi pun langsung dari mobil dan langsung menuju ke begasi mobil untuk mengambil kursi roda Bosnya itu. Setelah kursi roda ke luar Fahmi pun membantu Hafizh menaiki kursi tersebut.


Setelah itu Fahmi pun mendorong kursi rodanya Hafizh, menuju pintu lobby kantornya. Disaat mereka sudah berada didepan pintu lobby, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita, yang sedang mencemooh Hafizh.

__ADS_1


"Waaah.. bukankah ini mantan suamiku yang dulu amat gagah? Mengapa sekarang menjadi orang lumpuh begini?"


Hafizh yang mendengar cemoohan itu, ia pun langsung menoleh kebelakang, terlihatlah seorang wanita, yang sedang menggandeng tangan seorang pria berjas putih.


"Jennifer?!" sentaknya, dan ia pun langsung memasang wajah dinginnya. "Cih..! Dasar wanita ular! Baru beberapa hari yang lalu bilang tak pernah berhubungan dengan pria lain! Tapi nyatanya.. sudah menggandeng mangsa baru! Dasar wanita j*lang!" ujarnya dengan datar.


Mendengar perkataan Hafizh Jennifer langsung tersulut emosi. "Apa kamu bilang! Seenaknya saja kamu mengatakan aku wanita j*Lang hah! Eh Atha kamu pikir kamu siapa hah! Jangan sombong kamu! Ingat kamu juga sekarang hanya seorang pria yang lumpuh! Yang tak lebih seperti sampah!" seru Jennifer, yang terlihat dari wajahnya ia begitu emosi melihat Hafiz.


"Hentikanlah Jenny, kamu jangan terlalu arogan!" tegur pria yang sedang berdiri di samping Jennifer.


"Kamu sebaiknya diam Sebastian! Ini adalah urusanku! Jadi jangan ikut campur!" bentak Jennifer pada pria yang ada disebelahnya yang ternyata ia Sebastian.


"Tenanglah Jenny, kamu jangan terbawa emosi! Ingat kamu sedang Hamil, Sayang, tidak baik juga untuk perkembangan anak kita Sayang," tegur Sebastian, yang tanpa sengaja ia mengungkapkan kebenarannya.


"Bingau!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit Oke😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


__ADS_2