TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
FAKTA SEBENARNYA.


__ADS_3

*═══❉্͜͡🤍Mutiara Hikmah.🤍❉্͜͡═══*


JAUHILAH PRASANGKA BURUK


Nabi Muhammad SAW beliau bersabda : “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari no. 5604)


Sebelum Allah menilai diri yang baik, maka didiklah diri untuk menilai orang lain baik. Jangan hanya mengharapkan orang lain sempurna sedangkan diri sendiripun tidak sempurna.


Belajar berlapang dada dengan hati ikhlas. Marilah kita belajar menghitung kebaikan orang lain dan bukan menghitung keburukan, karena tiada manusia yang sempurna.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•


"Tapi Charlie! Dia paman Anda! Apakah kau yakin Ayahmu akan tenang disana? Setelah kau membunuh adiknya hah?"


Mendengar perkataan Gerry, Charlie terlihat tersentak. Lalu ia langsung menatap tajam kepadanya, nampak sekali ia kesal pada Gerry, "Kau tahu? Aku tak perduli dengan semua itu! Bagiku balas dendam adalah yang utama! Kau paham hah?!" hardiknya, lalu ia langsung ingin bergerak kembali.


"Tenanglah Charlie! Aku hanya mengingatkan saja, agar kau tidak menyesal dikemudian hari. Karena seharusnya kau yang lebih tahu. Padahal kau juga tahu, tidak ada bukti yang kuat, tentang kematian Ayah kamu. Dan kau bahkan tahu Paman kamu terlihat begitu terpukul akan kematiannya. Jadi apa mungkin benaran dia yang membunuhnya?" tutur Gerry sambil menahan tangan Charlie.


"Apakah kau bodoh hah? Bisa saja kesedihannya hanya kedok! Karena hanya dia yang selalu mengingatkan Ayahku mati! Kau tahu kenapa? Itu karena dia haus akan kekuasaan! Jadi ia tidak terima, saat kakekku menyerahkan seluruh asetnya pada Ayahku, makanya ia menghabisi nyawa Ayahku dengan keji!" balas Charlie yang tatapannya penuh dengan amarah. Akan tetapi di pelupuk matanya telah digenangi air matanya. Namun air mata itu tak sempat jatuh, karena Charlie telah lebih dahulu menepisnya.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu yakin? Padahal kau sama sekali tak menyelidikinya terlebih dahulukan?" tanya Gerry, yang sebenarnya ia tak percaya kalau Ravico telah membunuh kakaknya sendiri.


"Karena saat Ayahku sedang meregang nyawanya, di tangannya menggenggam Bros burung yang biasa dipakai paman Vico! Ini sudah menjadi bukti yang kuat bahwasanya, dialah yang membunuh Ayahku!" balas Charlie seraya ia menunjukkan sebuah Bros berbentuk burung pada Gerry.



Melihat bros yang ditunjukkan oleh Charlie, Gerry malah tersenyum mengejek, "Apakah kau tidak merasa ini aneh? Dan yang lebih anehnya kenapa Paman Also terlihat sedih saat kamu menuduhnya. Bahkan ia membiarkan dirinya saat kau memukulinya. Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Kenapa dia tak mau menyangkalnya," balas Gerry yang terlihat ia sedang berpikir keras, seakan ia sedang mencerna peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya Charlie.


"Itu karena memang dialah pembunuhnya!" kata Charlie, yang terlihat masih keukeh menuduh Pamannya sendiri.


"Tidak Charlie! Ini semua jebakan untuk Paman kamu! Dan kau salah paham padanya, lihatlah hari ini semua terasa ada ganjalan ditempat pesta pernikahan sepupun kamu itu. Seperti yang kamu tahu, bukankah Paman Also ketua Mafia tapi lihatlah tempat ini! Bahkan penjagaannya.." jelas Gerry. Namun lagi-lagi Charlie memotong perkataannya.


"Diam! Aku tidak perduli dengan perkataan kau sebaiknya kau menyingkir lah atau peluru ini melayang justru di kepala kau!!" bentak Charlie, seraya ia menodongkan senjatanya ke kepala Gerry. Membuat Gerry langsung tak berkutik, karena diancam tembak oleh Charlie.


"Akhirnya kamu muncul juga Nak? Padahal aku sudah menunggumu sedari tadi,"


mendengar perkataan tersebut Charlie dengan spontan membalikkan tubuhnya dan nampaklah wajah Ravico yang tersenyum lembut kepadanya. Sambil ia duduk santai di sebuah kursi besar dengan kaki kanan yang disanggahkan ke kaki kirinya. Charly yang melihat itu langsung tersenyum sinis, dengan tatapan penuh dendam dan kebencian.


"Cih! Benarkah Anda menunggu Saya Tuan Ravico? Heh..Tapi sayang Aku tidak suka berbasa-basi dengan Anda!" ujar Charlie sambil menatap dingin pada Ravico. Sehingga ia tak sadar bahwa didadanya ada cahaya merah yang dipastikan itu adalah cahaya laser yang berasal dari sebuah senjata.


Namun Ravico langsung menyadarinya sinar laser yang sedang terbidik di dadanya Charlie. Dan dengan spontan matanya langsung mengarah kesumber laser tersebut berasal. Dan terlihatlah olehnya seorang pria yang terlihat sudah siap untuk membidikkan pelurunya. Dengan sigap Ravico berlari kearah Charlie.

__ADS_1


"Awaaaass!!!" teriak Ravico dan dibarengi suara tembakan sebanyak tiga kali, "Aakh...!" Tubuh Ravico langsung tumbang menimpai tubuh Charlie, dengan posisi Charlie yang terlentang, dan Ravico diatas tubuh Charlie posisi telungkup.


Charlie langsung tercengang melihat kejadian yang begitu cepat. Bahkan matanya membulat sempurna tatkala wajah pamannya yang masih terlihat tersenyum padanya, seraya berkata..


"Kamu baik-baik sajakan Nak?" tanyanya terdengar begitu lembut. Namun belum sempat Charlie mengeluarkan kata-katanya, mata Ravico langsung terpejam dan kepalanya langsung terjatuh tepat di dadanya Charlie.


"Hah! Uncle! Uncle Vico!" panggil Charlie, Namun Ravico tak merespon panggilannya.


Sedangkan Fahmi yang melihat kejadian itu matanya langsung mengarah ke sumber tembakan berasal dan tanpa ragu Ia pun langsung membidik pistolnya kearah penembak tersebut. Hingga si penembak tersebut terjatuh. Setelah itu ia pun bermaksud ingin bergegas menghampiri Ravico. Namun tiba-tiba, terdengar suara tawa dari seorang wanita yang baru saja muncul bersama beberapa pria berjas hitam dibelakangnya.


"Hahahaha... Hahahaha..! Ternyata begitu mudah membunuh untuk seorang Mafia? Tapi keberhasilan ini berkat berkat putraku tersayang," kata Wanita itu seraya ia jongkok tepat disisi tubuh Charlie, yang diatasnya masih terdapat tubuh Ravico. Charlie terlihat begitu kaget saat melihat wanita tersebut, yang terlihat sedang tersenyum puas, karena ia merasa menang.


"Kau! Apa maksud yang kau katakan?" tanya Charlie dengan sorotan mata yang dipenuhi kebencian saat melihat wanita tersebut.


"Cih! Anak yang tak memiliki sopan santun! Tidak bisakah kau memanggilku Mommy hah? Tapi lupakan saja! Hari ini Mommy ingin mengucapkan terima kasih padamu! Karena pada akhirnya kau meringankan tugasku untuk membunuh keluarga Also satu persatu! Aku begitu puas sangat puas! Karena pada akhirnya keluarga ini hancur! Hahahaha.."


Mata Charlie langsung membulat kaget tatkala ia mendengar perkataan wanita yang mengaku ibunya itu. Dan entah mengapa timbullah berbagai pertanyaan yang muncul di benaknya.


"Membunuh? Apakah itu artinya Kau juga yang telah membunuh Ayahku hah?" tanya Charlie terlihat begitu penasaran.


"Aah..! Itu salah Daddy kamu sendiri! Kalau saja Dia tak melihat saat aku membunuh Kakek kamu, tentu saja Dia masih hidup sekarang!" kata Wanita tersebut yang berkata tanpa merasa berdosa sedikitpun. Charlie terlihat begitu marah setelah mendengar Fakta sebenarnya.

__ADS_1


"Kau! Bangs*t! Dasar wanita ular!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2