
─⊱◈◈◈⊰🤍 Mutiara Hikmah 🤍⊱◈◈◈⊰─
Jangan pedulikan penilaian orang lain terhadapmu. Karena penilaian manusia terhadapmu, takkan pernah mengubah penilaian Allah kepadamu. Sebaik-baiknya cari perhatian adalah cari perhatian ke Allah. Dan sebaik-baik berharap hanya berharap kepada Allah.
Jangan risaukan mereka yang mengomentari hidupmu. Karena kodratnya, manusia lebih mudah mengomentari dan mencari-cari kekurangan oranglain daripada melihat kekurangan didalam dirinya. Jika hidup selalu diatas penilaian orang lain, tentu akan lelah hidup ini.
So! Hiduplah hanya mencari penilaian Allah.
Bila manusia suka tidak suka, yang penting Allah suka. Maka hidupmu berasa indah.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•◈◈◈◈◈◈◈◈◈•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•◈◈◈◈◈◈◈◈◈•
Mendengar jawaban dari Fahmi, Pria yang sudah dipastikan bernama Ravico Also itu terlihat begitu kesal pada Fahmi. Apalagi saat melihat ia yang terlihat begitu tenang dan santainya. Membuat Ravico, semakin geram padanya. Karena selama ini tidak ada yang berani, menatap wajahnya. Karena memang sebenarnya ia adalah seorang mafia, yang begitu ditakuti di negara Eropa. Makanya begitu kaget mendapatkan bahwa masih ada yang belum mengenal namanya.
"Maaf pak! Saya tidak bermaksud mencandai Anda! Tetapi memang kenyataannya saya tidak pernah mendengar nama tersebut Pak," ujar Fahmi, mengklarifikasikan kata-katanya, agar pria yang dihadapannya tidak salah paham padanya.
__ADS_1
"Heh! Saya benar-benar kaget mendengar jawaban kamu! Memangnya kau berasal dari mana hah?" tanya Ravico, yang nampak ia masih belum puas dengan jawaban yang diberikan Fahmi.
"Saya berasal dari Indonesia Pak, lahir dan besar di kota JT," kata Fahmi berkata apa adanya. Dan masih terlihat begitu tenang.
"Cih! Pantas saja kau tidak tahu! Rupanya kau berasal dari pedesaan nampaknya ya?" balas Ravico, seraya tersenyum mengejek pada Fahmi.
"Benar sekali Pak! Tapi Alhamdulillah saya sangat bersyukur, karena telah dilahirkan di perdesaan, yang suasananya begitu amat saya rindukan," kata Fahmi, yang terlihat ia seperti sedang membayangkan sesuatu yang ia senangi. Sehingga tanpa sadar ia menyunggingkan senyuman kerinduannya akan kampung halamannya.
"Haeh.. dasar orang udik! Mendengar kata perdesaan saja segitu senangnya! Padahal semua orang berlomba-lomba ingin pergi ke kota. Bahkan mereka begitu menginginkan ke luar negeri! Nah kamu, malah begitu senang tinggal di daerah terpencil! Dasar orang aneh!" cela Raviko, yang terlihat sekali dari wajahnya, begitu angkuhnya, sehingga ia memandang rendah pada Fahmi.
"Ya benar sekali Pak! Saya memang senang pada pedesaan. Tapi saya juga senang, tinggal di kota, dan juga seperti saat ini saya sedang diluar negeri, saya juga senang kok Pak! Intinya dimana pun kita berada, selagi kita mensyukuri yang ada maka kebahagiaan akan tercipta dengan sendirinya pak!" ungkap Fahmi, dengan wajah yang memancarkan aura kesejukan, membuat Ravico, seperti terhipnotis. Sehingga, mulutnya seperti terkunci, dan telinga seperti selalu ingin mendengar perkataan Fahmi terus.
Jadi intinya, kita harus bersyukur, disetiap keadaan, dan tidak akan rugi Pak! Karena sudah janji Allah bila kita bersyukur, maka Dia akan menambah nikmat-Nya, seperti yang dikatakan didalam Al-Quran, surat Ibrahim," jelas Fahmi, lalu ia pun melantunkan ayat tujuh di surat Ibrahim dengan suara yang terdengar begitu merdunya, membuat Ravico benar-benar terhipnotis olehnya.
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
__ADS_1
(QS. Ibrahim ayat 7)
Dijelaskan pada surat Ibrahim ayat 7 bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akan menambahkan kenikmatan kepada siapa pun yang bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla. Akan tetapi apabila kita lupa akan nikmat-Nya, lupa akan bersyukur, maka Allah akan mencabut nikmat tersebut dan melakukan perhitungan di akhirat.
Dalam artian kalau kita belum bisa memulai untuk bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan. Maka, hati akan selalu gelisah, bahkan keserakahan akan terus merajalela pak," jelas Fahmi, lagi.
“Intinya Pak! Jalan terindah dari kehidupan adalah mensyukuri apa yang telah kita jalani setiap hari, tanpa ada penyesalan diri. Bahkan Orang yang bersyukur selalu menghiasi wajah mereka dengan senyuman.” kata Fahmi, seraya ia meletakkan jari telunjuk dan jempolnya di bawah dagunya, lalu ia pun menyunggingkan senyuman termanisnya pada Ravico. Membuat mata Ravico, langsung membulat sempurna, melihat kelakuan Fahmi yang begitu berani padanya.
"Heh, sialan! Bocah ini cukup berani! Dan apa ini? Mengapa ada desiran aneh yang mengalir dihatiku? Tetapi terasa hangat, juga menenangkan, apalagi saat mendengar dia, melantun. Aah sudah bertahun-tahun aku tak pernah mendengar orang mengaji. Aaah..! Aku bahkan lupa dengan agamaku sendiri," batin Ravico, dengan mata yang masih memandang Fahmi, namun pandangan tersebut terlihat kosong.
Dahi Fahmi mengerenyit melihat tatapan, mata Ravico, yang terlihat kosong, dimatanya. Fahmi pun tersenyum tipis, melihat perubahan pada wajah Pria yang tadi terlihat angkuh kini, diam seribu bahasa, "Pak Anda baik-baik sajakan?" tanyanya, Ravico, sedikit tersentak dari lamunannya.
"Aaah! Iya saya baik-baik saja!" balas Ravico terdengar ketus, untuk menetralisirkan hatinya, yang terasa Aneh baginya.
"Alhamdulillah kalau begitu Pak. Oh iya pak, tadi disepanjang perjalanan menuju kesini, saya tidak melihat mesjid satu pun. Jadi bisakah Anda memberikan saya tumpangan untuk sholat Pak? Karena sudah waktunya Dzuhur sekarang Pak!" kata Fahmi dengan sopan.
Mendengar perkataan Fahmi, Ravico bukan menjawab perkatanya Fahmi, ia malah memanggil seseorang dengan lantangnya, "Jack! Antar dia kekamarnya! Suruh dia istirahat dulu, karena pertunjukan sebenarnya akan dimulai setelahnya!" katanya, pada anak buahnya, namun tatapannya, masih mengarah pada Fahmi dengan tatapan, dinginnya.
__ADS_1
"Okay sir!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...