TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
ADA APA DENGAN JANTUNGKU?


__ADS_3

Keesokan paginya, dengan dibantu oleh Fahmi, kini Atha nampak, telah rapi dengan setelan jas kerjanya. Membuat Haniah yang baru saja memasuki kamar Atha kaget. Setelah ia kembali dari kamarnya dilantai atas untuk bersiap-siap, karena ia akan pergi kuliah.


"Loh Mas Hafizh mau kemana? Kok sudah rapih gitu?" tanya Haniah, terlihat heran dan penasaran.


"Mas mau ke keraja Niah," balas Atha, sembari ia membenarkan dasinya.


"Eh! Tapikan Mas belum sembuh, lihat saja tuh jalan saja masih menggunakan kursi roda. Nanti kalau ada apa-apa di sana gimana.Mas?" tanya Haniah lagi terlihat ada kekhawatiran.


"Apakah kamu mengkhawatirkan Mas Niah?" Atha bukannya menjawab pertanyaan istrinya, ia malah kembali bertanya.


"Pertanyaan apa itu mas? Lagian bukannya menjawab pertanyaannya kok malah Emas yang kembali bertanya!" balas Haniah, dengan memasang Wajah yang terlihat cemberut.


Atha tersenyum tipis saat ia melihat bibir Istrinya yang menggemaskan itu. "Jawablah Niah, setelah itu Mas juga akan menjawab pertanyaan kamu," katanya, dengan menatap lekat wajah istrinya.


"Yaa Khawatirlah Mas, Niahkan istrinya emas!" jawab Haniah, dengan mata yang terlihat tak berani menatap wajah Atha.


"Mengapa kamu mengalihkan wajah kamu Niah? Apakah wajahku terlihat jelek, sehingga kamu enggan melihatnya?" tanya Atha kembali.


"Iiiis.. pertanyaan apa lagi sih itu Mas? Su'udzon deh! Niah mengalihkan wajah, itu karena Mas Hafizh ngeliatin Niah seperti itu sih! Niahkan jadi malu tau Mas!" jelas Haniah, yang sebenarnya sejak tadi jantungnya selalu berdegup kencang, bila Atha memandangnya dengan pandangan yang tak dapat dijelaskan.


"Hmm... malu? Masa sama suami sendiri malu sih Niah? Dan emangnya Mas nggak boleh yaa memandang wajah istrinya sendiri?" tanya Atha lagi, yang sepertinya ia sengaja ingin menggoda istri cantiknya itu. Karena ia suka melihat istrinya bila terlihat kesal, dan sudah pasti wajahnya akan terlihat menggemaskan dimatanya Atha.


"Eh, apaan sih Mas? Udah akh! Mas mau sarapan enggak sih? Soalnya Niah mau cepat berangkat ke kampus nih, ada kelas pagi!" balas Haniah mengalihkan pembicaraan.


"Aah, baiklah, ayo kita sarapan," ujar Atha yang akhirnya ia mengalah.


Setelah mendengar perkataan Atha, Haniah tanpa ingin berkata-kata lagi ia pun langsung mendorong kursi roda suaminya menuju keruang Makan. Setibanya diruangan makan mereka disambut oleh Mbok Ratmi, yang terlihat ia baru menyajikan makanan di meja.


"Selamat pagi tuan Muda, selamat pagi Nyonya kecil," sapa Ratmi, semabri ia menyunggingkan senyuman lembutnya.


"Pagi juga Mbok," balas Atha dan Haniah secara bersamaan.

__ADS_1


"Mbok, sudah berapa kali sih Niah bilangin, jangan panggil Nyonya Mbok, Niah nggak suka mendengarnya," tegur Haniah, yang memang, ia tak menyukai sebutan itu.


"Tapi Nyonya..."


"Mbok tolong turuti permintaan istriku ya?" potong Atha terdengar lembut, membuat Ratmi sedikit kaget mendengarnya.


"Eh! Ada apa dengan Den Atha? kok sekarang Den Atha berbeda ya? Tadi juga saat aku sapa, tumben mau membalas. Dan sekarang tutur katanya juga terdengar lembut deh," batin Ratmi dengan mata menatap wajah Atha dengan pandangan sedikit heran.


"Loh Mbok? Kenapa jadi melihatku seperti itu? Apakah mbok tidak bersedia, memenuhi keinginan istriku Mbok?" tanya Atha, yang terlihat sedikit risih, karena mendapatkan tatapan yang tidak biasa dari Mbok Ratmi.


"Eh!, Maaf Den Atha, mbok bersedia kok," sentak Ratmi dari lamunannya. "Kalau begitu Baiklah Mbok, akan memanggil Nyonya kecil, dengan sebutan Neng Hani yaa?" lanjut Ratmi lagi.


"Nah begitu saja lebih baik Mbok. Makasih yaa Mbok," sambung Haniah terlihat senang.


"Hehehe, iya Neng, kalau begitu selamat makan Neng, Den," ucap Ratmi lagi.


"Iya Mbok, terima kasih," ucap Haniah dan Atha secara bersamaan. Membuat Ratmi kembali heran, namun ia hanya membungkukkan sedikit tubuhnya, lalu ia pun beranjak dari sana meninggalkan majikannya berdua saja.


"Terima kasih Niah," ucapnya sembari ia menyambut piring yang telah di sodorkan oleh Haniah. Ia terlihat begitu senang, mendapatkan pelayanan dari istrinya.


"Sama-sama Mas, ya sudah mari kita makan Mas," balas Haniah, dan dianggukan oleh Atha, lalu keduanya pun menyantap makanan mereka masing-masing. Dan suasana berubah menjadi hening hanya sesekali terdengar suara dentingan sendok.


Beberapa saat kemudian, nampak keduanya telah menyelesaikan makannya. Dan Haniah pun langsung membantu Mbok Ratmi membereskan mejanya. Walaupun Ratmi sudah melarangnya namun Haniah keukeh Ingin membantunya. Setelah selesai ia pun hendak berpamitan pada suaminya.


"Mas, Niah pergi ke kampus dulu yaa," pamit Haniah semabri ia mengulurkan tangannya bermaksud ingin menyalami tangan suaminya.


"Ayo kita berangkat bareng, kantor Maskan melewati kampus kamu Sayang," kata Atha, yang terlihat ia mengabaikan uluran tangan Haniah, karena ia bermaksud mengantarnya.


Mendengar kata Sayang, Haniah langsung tertegun, dan jantungnya juga kembali berdetak kencang. "Eh, Sayang? Kenapa mendengar itu jantungku langsung berdetak kencang yaa?" Ada apa dengan jantungku?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


YUK JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys. Oh iya hari ini seninkan? Jangan pelit loh yaa.. untuk bonusin VOTEnya Buat Author 🤭 Supaya Author bersemangat nih untuk update kembali Ok 😉🥰 Syukron.


Oh iya guys, selagi menunggu Author update yuk mampir ke karya kecenya milik Author


^^^┈┈••✾•◆💓 IRAMA KIRANA💓◆•✾••┈┈^^^


Dengan novel yang berjudul


___💓 TERJEBAK DENDAM SUAMI💓__



Biar pada penasaran Author kasih Cuplikannya deh cus cekidot 👇😉


Bara tersenyum sinis, dia menaikkan bahu dan alisnya setelah mendengar perkataan Maura, "Hah! Apa kamu bilang? Cemburu? Aku? Apa kamu bercanda? Rasa cemburu hanya dimiliki oleh orang yang memiliki perasaan cinta, kau tau aku tidak memilikinya untukmu!" Bara memegang kedua pipi Maura dengan keras, kedua kakinya mengunci tubuh mungil Maura yang berontak.


Kekejaman Bara tidak hanya disitu saja, tidak hanya menyiksa tubuhnya. Tapi juga mental dan hatinya, itu yang lebih terluka.


"Kalau kamu tidak mencintaiku, kenapa tidak lepaskan saja aku? Apa susahnya?" Tanya Maura memberanikan dirinya. Terlihat dirinya sangat lelah dengan sifat Bara.


Pria yang aku cintai telah berubah, apalagi yang harus dipertahankan? Semua kehangatan itu. Semua cinta yang dia tunjukkan padaku sebelumnya, adalah cinta palsu. Aku lelah.. aku ingin mengakhiri semuanya. Maura membatin perih dalam hatinya.


Sekuat tenaga gadis itu menahan tangis, dia terisak dengan perlakuan suaminya.


"Beraninya kamu meminta aku melepaskanmu! Sepertinya belakangan ini aku terlalu lembut padamu. Baiklah, akan aku tunjukan betapa dalam aku cinta padamu, kalau kamu ingin tau!" Pria itu tersenyum sinis.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Humm pasti penasarankan 🤭


Cus yuk kunjungi, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya disana oke. Dan jangan lupa Sampaikan Salam Ramanda ya buat Author Irma oke guys 😉 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2