TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
SUAMI KOK KASAR BANGET SIH?


__ADS_3

Di Universitas kedokteran.


Seperti biasa setiap mata kuliah sedang kosong. Haniah lebih suka, berada di mushola kampus dari pada pergi ke kantin seperti yang dilakukan para teman-temannya. Apalagi saat ini, yang entah mengapa ada perasaan gelisah dihatinya. Membuatnya ingin segera sampai ke mushola tersebut. Namun belum lagi ia sampai di mushola tersebut, tiba-tiba Adam memanggilnya.


"Haniah!" Dengan spontan Haniah pun menoleh kearahnya. Dan ia pun melihat Adam yang sedang berlari kecil kearahnya.


"Adam! Ada apa? Mengapa kamu terlihat tergesa-gesa begitu?" tanya Haniah, saat Adam yang sudah berada di depannya dengan nafas yang terlihat masih tersengal-sengal akibat ia berlari tadi.


"Ha..hah .hah.. tunggu sebentar nafasku rasanya mau putus hah..hah.." balas Adam sambil membungkukkan badan seperti orang sedang ruku'.


"Ya kamu pakai lari-lari segala sih, emang ada apa sih? Sampai kaya dikejar setan begitu?" tanya Haniah terlihat penasaran.


"Itu Han, gue mau ngasih kabar sama kamu," kata Adam yang kini, nafasnya sudah mulai normal.


"Kabar apa sih?" Haniah terlihat semakin penasaran.


"Itu profosal kamu diterima Han!" jawab Adam terlihat begitu senang.


"Alhamdulillah, tapi ngomong-ngomong, kenapa kamu juga terlihat begitu senang?" tanya Haniah lagi. Sembari ia menyipitkan matanya, terlihat menyelidiki.


"Eh, hehehe.. maaf nggak ngasih tau kamu, sebenarnya aku juga melampirkan profosal yang sama dengan kamu, dan Alhamdulillahnya aku juga diterima Han, kan seru di program profesi, co-*** (co-assistant) kita menjadi dokter muda, dirumah sakit yang sama," jelas Adam sembari cengengesan.

__ADS_1


"Ooh, syukurlah kalau begitu," balas Haniah, dengan nada bicara yang seperti tidak menyukainya. "Oh iya, lalu gimana dengan punya Shinta, apakah punya dia juga diterima?" tanyanya lagi.


"Iya dia diterima!" kata Adam, singkat, dengan nada ketus. Yaa itu karena ia berpikir sahabatnya Haniah itu tidak mungkin ikut mengajukan kesana, karena ia sempat mendengar keluhannya yang tidak menyukai tempat terpencil. Namun nyatanya ia malah ikut bersama mereka.


"Alhamdulillah, senangnya. Ya sudah kalau begitu Ana permisi dulu ya Dam, Assalamu'alaikum" pamit Haniah, dan ia pun mulai melangkahkan kakinya. Namun baru satu langkah ia berjalan, tangan Adam sudah menahan tangannya seraya berkata.


"Haniah tunggu sebentar!"


Dengan spontan langkah Haniah pun terhenti. "Ada apa lagi Dam? Bisa tolong lepaskan tangan Ana, Dam?" pinta Haniah, dengan tatapan mata yang tidak suka Adam memegang tangannya. Di saat bersamaan.


"Ooh, ternyata seperti ini tingkah Lo dikampus yaa? Pegang-pegangan dengan pria lain hah?" ujar seorang pria, yang baru saja muncul dari belakang Haniah.


DEGH!


"Bang Hafiz?" sentaknya. ia amat kaget saat melihat wajah suaminya yang tatapannya begitu tajam mengarah kepada Adam. Setelah itu ia kembali menatap dingin kepadanya juga.


"Kaget ketauan selingkuh hah!" seru Atha, dengan tatapan penuh kebencian.


"Hei, jangan asal nuduh bro! Jatuhnya fitnah! Dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan!" cetus Adam yang terlihat ia tak suka, melihat kedatangan Atha.


"Oh iya? Lalu apa artinya tadi Lo pegang-pegang tangan dia hah?!" tanya Atha masih dengan tatapan tajam pada Adam.

__ADS_1


"Apa urusannya sama Lo sih? Harus gitu gue jelasin ke elo? Emangnya Lo siapa hah?" tanya Adam yang sebenarnya ia tahu kalau Atha adalah Suaminya Haniah. Namun karena ia tahu kalau pria yang ada dihadapannya itu selalu nyakitin Haniah, membuatnya jadi ingin tahu apakah pria itu mau mengakui dirinya sebagai suaminya Haniah.


"Siapa gue? Kayak nggak penting juga jelasin ke elo! Enyah Lo dari sini!" hardik Atha yang terlihat semakin kesal melihat Adam. "Dan Lo ikut gue sekarang!" katanya lagi pada Haniah, dan bahkan ia langsung menarik tangan istrinya dengan sedikit kasar.


"Aaakh! Bang Hafiz! Lepaskan Ana!" pekik Haniah kaget, karena Atha menariknya secara tiba-tiba, ditambah lagi ia menarik begitu kasar membuat tangannya terasa sakit.


Adam yang melihat itu menjadi geram. "Woy, lepaskan tangan dia! Lo nggak lihat ya dia kesakitan hah?!" bentak Adam sembari ia ikut menarik tangan Haniah. Membuat Atha ikut geram.


"Gue mau narik dia kek, urusan gue! Karena gue suaminya! Dan Lo jangan ikut campur! Lepaskan tangan dia!" balas Atha, yang akhirnya mengakui kalau dia adalah suaminya Haniah. Lalu ia juga langsung menepis tangan Adam yang memegang tangan Haniah, sehingga tangannya Adam langsung terlepas dari tangannya Haniah.


"Hah! Suami kok kasar banget sih?!" sindir Adam sembari ia tersenyum sinis pada Atha. Sebenarnya ia sedikit puas karena akhirnya Atha mengakui status juga.


"Mau kasar mau nggak! Nggak ada urusannya Ama Lo!" pungkas Atha dingin. "Ayo cepat ikut gue!" katanya lagi pada Haniah, dan kembali ia menarik tangan Haniah. Mau nggak mau Haniah pun mengikuti langkah suaminya.


Sedangkan Adam tak bisa berbuat apa-apa lagi, setelah Atha mengaku sebagai suaminya. Dan ia hanya menatap kepergian Haniah yang terlihat masih digandeng oleh suaminya menuju sebuah mobil Mercedes Benz berwarna hitam. Dan tak berapa lama keduanya memasuki ke mobil tersebut.


"Sabarlah sebentar lagi Hani, aku janji setelah kita pulang dari praktek co-***, aku akan merebut kamu darinya. Karena cuma aku yang bisa membahagiakan kamu Hani," batin Adam sembari ia menatap kepergian mobil yang membawa Haniah.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Jangan lupa dukung author terus ya guys 😉.

__ADS_1


Dan jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya oke 🙏🥰. SYUKRON 🥰😘.


__ADS_2