TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
JANJI HANIAH.


__ADS_3

"Bismillah, In shaa Allah, Ana siap!" tegas Haniah, sembari ia menatap wajah suaminya yang terlihat semakin lemah.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengurusnya, agar secepatnya kamu membawa suami kamu Han, tunggu sebentar ya!" ujar Shinta, yang kemudian ia pun langsung bergegas keluar dari ruang rawat Atha.


Sementara Haniah, mempersiapkan peralatan yang akan di bawanya. Dan tak berapa lama, Shinta sudah kembali lagi, bersama dua orang Suster dengan membawa sebuah brankar.


"Ayo, cepat kita harus segera mengangkatnya!" titah Shinta pada kedua suster itu. Lalu mereka pun memindahkan tubuh Atha ke brankar, dengan dibantu oleh Haniah dan Shinta juga. Setelah itu dengan cepat mereka mendorong brankar menuju ke mobil ambulance.


"Apa yang terjadi? Mau dibawa kemana pasien itu?" tanya seorang pria, yang terlihat menghadang jalan mereka.


"Mau dibawa kerumah sakit di kota oleh Dokter Haniah Dok," jawab salah satu Suster tersebut.


"Benarkah itu Hani?" tanya pria itu pada Haniah.


"Benar Dam, Suami Ana sedang kritis, jadi Ana harus segera membawanya ke kota! Jadi Ana minta kamu minggirlah!" ujar Haniah, dengan tatapan mata yang terlihat tajam pada Adam. Entah mengapa ia jadi terlihat kesal karena Adam seakan selalu menghalanginya.


Mendapatkan tatapan tajam, membuat hati Adam terasa sakit. Hingga ia tak mampu, mengeluarkan kata-katanya lagi. Dan dengan langkah berat ia pun menyingkirkan dirinya dari jalan mereka.


Setelah Adam menyingkir, para suster dengan langkah cepat kembali mendorong brankar yang diatasnya, terdapat Atha, yang sedang kritis. Menuju ke mobil ambulans yang kini sudah berada di depan pintu lobiy rumah sakit kecil tersebut.

__ADS_1


Setelah Atha di masukkan ke dalam mobil ambulance, Haniah pun ikut naik kedalam mobil Ambulans ditemani oleh Shinta. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan tinggi agar secepatnya mereka sampai ke kota.


Didalam perjalanan mereka, Haniah tetap mengontrol kestabilan kondisi Atha. Namun entah mengapa, tiba-tiba Atha seperti sulit bernafas, membuat Haniah semakin panik.


"Astaghfirullah, bang, kamu kenapa? Jangan bikin Niah takut Bang," ujar Haniah, sembari ia membetulkan selang pernapasan Atha.


"Detak jantungnya semakin melemah Han," timpal Shinta, yang sedang mengontrol alat pendeteksi jantung.


"Astaghfirullah..! Ya Allah, hamba mohon, berikanlah kesempatan bagi hamba untuk menjadi, istri Sholehahnya ya Allah," ucap Haniah, penuh pengharapan, dengan air mata yang kembali mengalir.


Haniah mendekati wajahnya kewajahnya Atha, dan ia juga mendekati mulutnya ketelinga sang Suami. Karena sepertinya ia ingin membisikkan sesuatu kepadanya.


Mendengar Janji Haniah, Atha, seperti memberikan responnya. Sehingga nafasnya kini sudah sedikit normal. Membuat Haniah sedikit lega. Dan tiba-tiba Haniah teringat kata-kata gurunya.


Haniah teringat perkataan gurunya yang mengkisahkan tentang Nabi Ayyub saat ditimpa penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh obat apapun di dunia.


"Dan kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian," (QS Al-Isra' ayat 82.)


"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: ‘(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Ambiya ayat:83)

__ADS_1


"Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat-gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah". (QS. 21:84)” (al-Anbiyaa’: 83-84).


Maka, sang guru memberitahukan, tiga surat yang bisa menyembuhkan penyakit yaitu surah Al Isro, Al-Anbiya dan surat Al-Fatihah akan jadi obat penyakit apapun, bila kuncinya diarahkan ke ibadah. Seperti kisah Nabi Ayyub yang tentunya juga tetap berusaha secara dunia dalam mencari obatnya selain melalui Alquran.


Setelah mengingat perkataan Ustadzahnya Haniah pun membisikkan ketiga surah itu ketelinga sang Suami, selama diperjalanan mereka. Sedangkan Shinta selalu mengontrol kestabilannya Atha.


"Maa shaa Allah benar-benar keajaiban Han! suami kamu melewati masa kritisnya! Detak jantung dan nadinya juga sudah kembali normal Han," ujar Shinta, terlihat takjub setelah memperiksa keadaan Atha.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah... terima kasih bang, sudah mau bertahan dan sudah memberikan Niah kesempatan, untuk menjadi istri Aban lagi," bisik Haniah lagi, yang kemudian ia langsung memberikan kecupan lembut pada dahinya Atha.


"Se-harusnya a-kulah ya-ng meng-ucapkan terim-akasih pada-Mu Ni-ah,"


Haniah yang sedang mengecup dahi suaminya langsung tersentak, saat ia mendengar suara lemah, seorang laki-laki. Seketika ia menjauh bibirnya dari keningnya Atha, untuk memastikan bahwa telinganya tidak salah.


"Bang Hafizh!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.

__ADS_1


__ADS_2