TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
KESEDIHAN HAFIDZ.


__ADS_3

Semenjak pulang dari pemakaman Haniah, berubah menjadi pendiam. Bahkan ia selalu mengurung diri dikamarnya. Membuat Hafizh bingung menghadapinya, karena setiap diajak bicara, istrinya itu tidak pernah mau meresponnya. Seakan ia tak terlihat oleh Haniah.


"Apakah Niah, masih sering mengurung diri Nak?" tanya Ayah Haniah, yang nampaknya ia mulai khawatir pada putrinya itu.


"Iya Yah, Hafiz juga bingung harus bagaimana lagi, soalnya dia benar-benar sulit diajak bicara Yah," balas Hafizh, dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Coba kamu bawa, Hani ke villa kita yang di KA Nak, Siapa tahu dengan suasana pantai ia akan membuat hatinya lebih tenang lagi," ujar Darma, yang ternyata ia juga telah berada di rumah orang tuanya Haniah. Bahkan ia ikut menghadiri pemakaman istri dari sahabatnya itu.


"Ide yang bagus, oke deh Pah, kalau begitu Atha akan coba mengajaknya sekarang," balas Hafidz sembari ia bangkit dari sofa yang memang saat ini, mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Pergilah Nak, dan jagalah istri kamu ya?" kata Darma lagi.


"In shaa Allah Pah," balas Hafizh, yang akhirnya ia melangkah pergi menuju ke kamar istrinya.


Setibanya Hafizh dikamar, ia terlihat sedih saat melihat istrinya yang masih dengan posisi sama saat ia tinggalkan. Apalagi saat melihat pandangan Haniah yang terlihat kosong seperti itu, membuat hatinya terasa sakit. Hafizh pun langsung menghampirinya.


"Niah, maukah kamu ikut denganku? Mas ingin membawa kamu ke KA?" ujar Hafizh. Namun, lagi-lagi Haniah seperti tidak mendengar perkataannya. pandangannya juga masih terlihat kosong, membuat hati Atha semakin terasa sakit.

__ADS_1


"Kamu sebenarnya kenapa Sayang? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Hafizh, sembari ia memegang tangan Haniah. Namun tetap saja Haniah tidak meresponnya.


"Hmm.. kalau begitu aku akan membawamu secara paksa!" kata Hafizh, yang kemudian ia langsung mengambil hijab serta cadar istrinya Lalu ia pun memakaikan hijab dan cadarnya pada Haniah, setelah itu ia pun langsung menggendongnya.


Haniah tetap diam dan pasrah, saat Hafizh mulai membawanya, meninggalkan kamar mereka. Sesampainya di ruang keluarga, Hafizh langsung berpamitan pada Ayah Haniah dan juga pada orang tuanya. Setelah itu ia langsung membawa Haniah ke mobilnya.


"Fahmi, cepat antar kami ke villa di KA!" ujar Atha setelah mereka berada di dalam mobilnya.


"Baik Pak!" balas Fahmi singkat, dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.


Suasana mobil begitu hening, membuat Fahmi menjadi penasaran. Dan akhirnya ia melirik kebelakang lewat kaca spionnya tengahnya. Yang kebetulan tirai pembatas tidak ditutup oleh Hafiz. Sehingga Fahmi dapat melihat, wajah Bosnya yang sedang menatap istrinya dengan tatapan sendunya.


Mendengar perkataan Fahmi, membuat wajah Atha, langsung semeriah melihat Fahmi. "Eh, kenapa aku sampai lupa ya? Fahmikan memiliki kelebihan yang istimewa," batin Hafizh, saat ia teringat akan kelebihan yang dimiliki oleh asistennya itu.


"Fahmi bisakah kamu membantu istriku?" tanya Hafizh, dengan wajah yang terlihat penuh pengharapan.


"Maaf Pak saya tidak bisa! Hanya Pak Hafizh yang bisa membantunya," balas Fahmi, dengan mata yang hanya terfokus kedepan.

__ADS_1


Hafizh mengerenyitkan dahinya, tanda ia tak paham akan perkataan Fahmi. "Saya? Gimana saya membantunya Fahmi? Kamukan tahu saya tidak memiliki keahlian seperti dirimu," ujarnya sembari ia menatap kaca spion tengah mobilnya. Karena dari sana ia bisa melihat wajah Fahmi.


"Anda tahu pak! Karena sedikit banyak ilmu dari kyai, sudah ada pada diri Anda. Cobalah Anda tenangkan diri Anda dulu, nanti pasti Anda akan tahu," ujar Fahmi, yang terlihat sesekali melirik kaca spion tengahnya dan akan kembali fokus lagi.


"Baiklah akan saya coba," balas Hafidz, lalu ia pun menarik nafas dalam-dalam, lalu ia hembuskan kembali, sembari ia memejamkan matanya. Dan sepuluh menit kemudian. "Ar-Rahman?" katanya yang langsung menatap wajah Fahmi dari kaca spion mobilnya.


Fahmi mengangguk kepalanya, semabri ia tersenyum lembut pada Hafidz. "Benar Pak! Asal Pak Hafidz tahu. Salah satu manfaat surat Ar-Rahman adalah selalu mengingat Allah SWT. Segala pujian kepada Allah akan terucap ketika seorang muslim membaca surat Ar-Rahman. Dengan membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang, akan mengingatkan seorang hamba kepada kuasa Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang sangat besar," jelas Fahmi.


"Pak, mengingat Allah SWT di waktu siang atau malam hari, dapat membuat seorang hamba merasa tenang dan tentram. Seperti di dalam firman Allah yang berbunyi,


"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Ar-raad: 28).


"Cobalah Pak Hafidz bacakan Ar-Rahman, In shaa Allah, hati istri Bapak akan menjadi tenang. Dan In shaa Allah, beban yang ia rasakan, pasti akan keluar dengan sendirinya," jelas Fahmi lagi. Membuat Hati Hafidz tenang karena ia sudah mendapatkan solusinya.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Assalamu'alaikum Readers Fillah ku, beberapa hari ini Author tidak update. Itu karena sesuatu pekerjaan didunia nyata Author begitu banyak. Ditambah Paksu author kecelakaan. Membuat author menunda jalannya novel ini.

__ADS_1


Tapi in shaa Allah, setelah semuanya selesai Author akan update rutin lagi. Jadi doakan Paksu author kembali sehat ya. dan doakan juga agar Author bisa melewatinya 🙏 sekali lagi maaf ya guys, semoga kalian semua dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin. 🤲


__ADS_2