TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
PENYEMPURNAAN AGAMA.


__ADS_3

"Eh, cucu?" sentak Haniah, dan seketika pandangannya langsung mengarah ke Atha, yang ternyata sedang melihatnya juga, dengan bibir yang terlihat, sedang memberikan senyuman lemah pada Haniah. Dan seketika Haniah menundukkan wajahnya terlihat sedikit canggung.


"Kenapa Nak? Apakah kamu merasa keberatan memberikan Papa seorang cucu Nak?" tanya Darma, dengan wajah dibuatnya terlihat sedikit sedih, agar Haniah merasa iba padanya.


"Eh, tidak seperti itu Pah, Hani hanya mengikuti kehendak Allah Pah. Bila memang Allah memberikan kesempatan itu. In shaa Allah Hani tidak keberatan kok Pah," balas Haniah terlihat masih canggung.


"Alhamdulillah Terimakasih Nak," ucap Darma, sembari ia mengecup dahi Haniah. "Ya sudah kalau begitu, Papa cari makanan buat kamu dulu ya nak," lanjut Darma, dan dianggukan oleh Haniah.


"Ya sudah ayo Mah kita pergi"


"Iya Pah, Ya sudah Mama temani Papa dulu ya, Assalamu'alaikum" ujar Rizka.


"Wa'alaikumus salam Mah,"


Setelah mendapat jawaban dari Haniah, Darma dan Rizka langsung keluar dari kamar rawatnya Atha. Setelah kepergian mereka, suasana langsung hening, apalagi Haniah masih terlihat canggung pada Atha, yang sejak tadi melihat dirinya. Dengan tatapan yang masih terlihat lemah.


"Hmm, Bang Hafiz makan dulu ya," ujar Haniah, tanpa melihat wajah suaminya, karena ia masih terlihat canggung untuk melihat Atha. Lalu ia mengambil sebuah mangkuk berisi bubur yang ada di meja.


"Hani? Apakah wajahku terlihat jelek? Hingga kamu tidak ingin melihatku?" tanya Atha dengan suara yang terdengar masih lemah.


"Eh, ti-tidak kok Bang, i-itu Niah cuma mau ngambil ini," balas Haniah terdengar gugup. "A-abang makan ya, Niah suapin," katanya lagi, masih sedikit gugup dan canggung. Lalu ia pun mulai menyuapi Atha, dengan perlahan.


"Alhamdulillah, Terimakasih Niah," ucap Atha, yang kemudian ia pun mulai membuka mulutnya, dengan mata masih menatap wajah Haniah. Membuat Haniah terlihat tersipu.


"Sama-sama Bang, tapi jangan lihatin Niah seperti itu dong, Niahkan jadi malu Bang," balas Haniah, terlihat begitu malu.


Mendengar perkataan Haniah, Atha tersenyum gemas, melihat wajah istrinya yang besemu karena malu. "Emangnya nggak boleh ya, kalau aku melihat wajah istriku yang cantik ini?" ujarnya, masih menatap wajah Haniah yang masih terlihat malu-malu didepannya.


"Iiss, Apaan sih Bang? Niah jadi malu nih, jangan lihatin seperti itu akh, nanti Niah pergi nih," ancam Haniah, yang memang ia sangat risih karena Atha yang masih saja menatap dirinya.


"Hehehe, maaf Hani, nggak lagi kok," balas Atha sembari cengengesan. Lalu ia sejenak memejamkan matanya. Membuat Haniah mengerenyitkan matanya.


"Loh kok tidur Bang? Buburnyakan belum habis?" tanya Haniah heran.


"Nggak tidur kok Niah, kamukan tidak suka melihat aku, jadi biar mataku tidak melihat kamu, lebih baik aku pejamkan saja mataku deh" balas Atha, yang terlihat masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Eh, siapa juga yang bilang nggak suka sih Bang? Maksudnya Niah tuh, ia jangan melihat Niah terlalu berlebihan gitu loh," jelas Haniah, membuat Atha tersenyum tipis.


"Oh, jadi sekarang aku boleh nih membuka mataku lagi, Niah?" tanya Atha, dengan mata masih dipejamkan.


"Ya boleh dong Bang,"


"Alhamdulillah, Terimakasih Niah" ucap Atha, sembari ia memberikan senyumannya.


"Iya Bang, sekarang buka mulutnya lagi, bibirnya sudah mulai dingin nih," ujar Haniah dengan lembut. Sembari ia menyuapi Atha lagi, dan langsung diterima oleh Atha. Suasana menjadi hening, karena sepertinya Haniah ingin fokus menyuapi Suaminya.


Namun tidak bagi Atha, karena banyak sekali yang ingin ia ungkapkan pada Haniah. Hingga akhirnya, ia pun mengeluarkan suaranya lagi.


"Niah?" panggil Atha terdengar lirih, namun masih terdengar oleh Haniah.


"Iya Bang?"


"Humm.. nggak jadi deh," kata Atha, terlihat ragu.


"Eh, Apaan sih? Bikin penasaran deh!"


"Tidak apa-apa Niah, Aku cuma mau bilang, aku bahagia banget, kamu ada disini, terima kasih ya," ucap Atha, yang terlihat ia mulai berani memegang tangan Haniah.


"Iya Hani, aku juga sangat bersyukur banget, karena Allah masih memberikan aku kesempatan, untuk menjadi suami kamu lagi Niah. Dan aku berjanji, tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini, jadi aku minta bantu aku yaa, untuk menyempurnakan agamaku?" tutur, Atha, membuat jantung Haniah tiba-tiba berdetak kencang.


"Maa shaa Allah, mengapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang ya? Mendengar ucapan Bang Atha. Tapi entah mengapa Ana juga senang, Bang Atha jauh berbeda, sekarang ia lebih lembut dan juga terlihat memahami arti menyempurnakan agamanya," batin Haniah.


Melihat Haniah yang tak langsung menjawab pertanyaan, membuat Atha menjadi resah. Karena ia berpikir Haniah, akan merubah pikirannya lagi.


"Niah? Mengapa diam? Apakah kamu tidak mau menyempurnakan agamaku Niah? Maukah, kamu menjalani Ibadah terpanjang ini denganku Niah?" tanya Atha, dengan tatapan penuh pengharapan.


"Eh, nggak seperti itu kok bang, In shaa Allah Bang, Niah mau kok, semoga Allah meridhoi niat baik Abang ya," balas Haniah lembut, membuat Atha, terlihat begitu bersemangat, senang.


"Alhamdulillah, Terimakasih Niah," ucap Atha, sembari ia menarik tangan istrinya, dan kemudian ia kecup penuh haru.


"Eh, Abang!" sentak Haniah kaget. " Sudah akh, sekarang ngaaa lagi, deh" kata Haniah sedikit tersipu, sembari ia kembali menyodorkan sendok, yang berisi bubur ke mulutnya Atha dengan perlahan begitu sabar. Namun belum lagi habis, bubur dimangkuknya Atha, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"Bentar ya Bang, Niah buka pintu dulu," ucap Haniah, dan dianggukan oleh Atha. Dan Haniah pun langsung beranjak kepintu, dengan tangan masih memegang mangkuk bubur Atha.


Begitu Haniah membuka pintu, ia begitu terkejut saat melihat seorang wanita berdiri didepan ruangan Atha.


"Kamu?!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit Oke😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.


Iklan dulu yeeee 😉, tingnong-tingtong.... perhatian-perhatian, untuk para Readers kesayanganku 😘 untuk segera hadir di Novel temannya Author 😉 yang bernama Author.


┈┈••✾•◆💓RINI SYA💓◆•✾••┈┈


Biar pada penasaran Author kasih cover dan Cuplikannya deh, cus cekidot 😉👇



Judul: Penjara Cinta Untuk Stella


Penulis: Rini Sya


Stella ditalak sang suami, usai dia melakukan malam pertama.


Keadaan ini membuat orang tua Stella tidak terima dan mengusir wanita cantik itu dari rumah.


Bukan hanya diusir, Stella juga dihajar hingga hampir kehilangan nyawa.


Beruntung, takdir baik masih berpihak padanya.


Dalam keadaan antara hidup dan mati itu, Stella dipertemukan dengan seorang pemuda baik hati yang diam-diam menaruh hati padanya.


Mungkinkah Stella mau menerima cinta pemuda tersebut? Ataukah dia masih mengharapkan cinta pertamanya🥰🥰


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


Hayoo pasti penasarankan 🤭.


Cus yuk, kepoin Novel temannya Author. Jangan lupa kasih dukungannya juga ya guys 😉 Syukron 🙏🥰.


__ADS_2