
Di kota B, dipelosok desanya, yang bernama Desa TSari. Terlihat beberapa warga, berdatangan ke sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar. Nampak sekali mereka ingin menyambut kedatangan para dokter muda dari kota JK. Terlihat juga mereka begitu antusias ingin melihat para Dokter yang akan melayani mereka selama satu bulan.
"Wah, dokter mudanya cantik dan tampan ya? Tapi kok ada salah satu dokter yang menutupi wajahnya sih?" ujar salah satu warga di desa itu.
"Iya iya, emangnya kenapa sih? Kok wajah Dokter itu ditutup wajah?" timpal salah warga yang lainnya.
"Mungkin wajahnya buruk kali, makanya Dia menutupi wajahnya, karena dia malu," sela salah satunya lagi.
"Hus! Jangan su'uzon, setahu saya, wanita yang menutupi wajahnya, biasanya adalah wanita sholehah itu, karena dia mengikuti syariat Islam," ujar salah satunya lagi.
"Ooh begitu ya?"
"Iya, sudah jangan ribut lagi, kayaknya acaranya mau di mulai tuh!"
Benar saja tak berapa lama, acara penyambutan untuk para dokter muda yang baru saja datang ke desa mereka pun di mulai. Dan dibuka langsung oleh kepala desa disana.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap kepala desa Tanjung Sari, saat membuka acara.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," sambut para warga secara bersamaan.
__ADS_1
"Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang telah memberikan kita kenikmatan sehatnya. Sehingga kita dapat berkumpul disini, untuk menyambut kedatangan dokter muda kita. Pasti para warga sudah tidak sabarankan ingin berkenalan pada Dokter-dokter baru kitakan untuk itu mari, kita sambut Dokter, yang laki-laki, untuk pak Dokter dipersilahkan untuk memperkenalkan dirinya. Silahkan pak Dokter," ucap kepala desanya TS.
"Terimakasih Pak Kades," ucap seorang Pria berjas putih dengan sopan, lalu ia pun berdiri dan mengambil Mic yang tadi sempat diserahkan pak Kades pada pria tersebut.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap pria itu memberikan salam pada para Warga.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu" sambut para warga lagi secara bersamaan.
"Alhamdulillah, saya bahagia sekali, karena disambut oleh para warga yang terlihat antusias sekali. Oh iya sampai lupa perkenalkan nama saya Adam Ramadhan, biasa di panggil Adam, mohon kerjasama ya Bapak-bapak dan Ibu-ibu," ucap Pria itu yang ternyata ia adalah Adam.
Setelah Adam menyelesaikan perkataannya, ia pun menyerahkan micnya, pada seorang wanita cantik berjas putih juga.
Setelah Shinta menyelesaikan perkenalannya, ia juga menyerahkan mic yang ia pegang pada seorang wanita berjas putih berhijab pajang, yang memakai cadar. Wanita bercadar itupun, menyambut mic tersebut.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap wanita bercadar itu, yang sudah pasti dia adalah Haniah.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu" sambut para warga terdengar antusias.
"Alhamdulillahi rabbil'alamin, senangnya saya, bisa berhadir ditengah-tengah para warga, yang begitu antusias, menyambut kedatangan kami," ucap Haniah, dengan suara yang terdengar lembut, membuat para warga yang mendengarnya menjadi senang.
__ADS_1
"Oh iya, perkenalkan, nama saya Haniah Az-Zahra, biasa dipanggil Hainah, dan saya.." lanjut Haniah, lagi. Namun disaat bersamaan, dari kerumunan para warga tiba-tiba terdengar jeritan seorang wanita, dan disusul riuhnya para warga yang terlihat panik.
Seketika Haniah menghentikan memperkenalkan dirinya. Dan ia langsung menghampiri kerumunan para warga yang ternyata ditengah-tengah mereka ada seorang wanita yang sedang hamil. Terlihat sedang kesakitan. Membuat Haniah yang melihatnya langsung tersentak.
"Astaghfirullah, sepertinya ibu ini mau melahirkan!" ucapnya terlihat panik. " Tolong dibantu Pak, tolong diangkat kedalam," ujarnya pada para warga, yang didekat ibu tersebut. Para warga pun langsung membantu wanita hamil itu dan membawanya kedalam, puskesmas tempat Haniah, mulai menjalankan misi dari kampusnya.
Setelah wanita itu dibawa keruangan bersalin, tiba-tiba wanita itu berteriak. Membuat Haniah mau pun kedua temannya saling pandang.
"Saya tidak mau ditangani dokter ini! Saya maunya sama Bidan Sasmita! Panggilkan Bidan Sasmita cepat!" teriak wanita itu, dengan wajah yang sudah dipenuhi dengan keringatnya.
"Maaf Bu, Bidan Sasmitanya lagi tidak ditempat Bu, Bagaimana kalau sama salah satu Dokter muda ini aja ya Bu," ujar seorang wanita yang sepertinya petugas administrasi Puskesmas tersebut.
"Tidak! Saya tidak mau! Saya yakin mereka belum berpengalaman!" teriak wanita hamil tersebut, yang terlihat dari wajahnya ia sudah amat kesakitan.
"Bu, kalau anda seperti ini terus itu bisa membahayakan bayi Ibu sendiri, jadi izinkan kami menangani ibu ya?" ujar Adam merayu ibu tersebut.
"Tidak saya tidak mau! Apalagi kamu laki-laki saya tidak mau!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.