
"Kamu!" sentak Hania, begitu terkejut saat melihat seorang wanita yang sudah berdiri didepan pintu kamar rawatnya Atha. Dengan gaya yang begitu pede, menatap Haniah, dengan tatapan yang terlihat sinis.
"Kenapa kamu kaget begitu? Apakah aku tidak boleh melihat Suamiku hah?!" cetus wanita itu, yang kemudian ia langsung menerobos masuk. Sehingga Haniah yang sedang berdiri didepan pintu, langsung tersingkir.
Setelah memaksa masuk, wanita itu langsung menghampiri Atha, yang masih berada di tempat tidurnya. Seketika mata Atha langsung terbelalak saat melihat wajah wanita itu.
"Jennifer!" sentak Atha, yang amat kaget melihat kedatangan wanita tersebut, yang ternyata ia mantan istrinya Jennifer. Karena seingat Atha, ia sudah menceraikan Jennifer.
"Kamu nggak papakan Beb? Aku langsung datang kesini, setelah mendengar kamu kecelakaan, loh Beb, tapi kamu baik-baik sajakan Honey?" tanya Jennifer, seraya ia ingin menyentuhnya tangannya Atha. Namun langsung di tepis oleh Atha.
"Jangan sok perduli padaku! Mau apa kamu kemari hah?! Bukankah kita sudah bercerai!" cetus Atha, yang terlihat ia tidak menyukai kedatangan Jennifer.
"Kamu kok ketus banget sih Beb? Aku jadi sedih tahu, padahal aku datang ke sini membawa kabar gembira buat kamu Beb," balas Jennifer dengan memasang wajah terlihat sedih.
"Apa yang ingin kamu sampaikan hah? Cepat katakan! Setelah itu pergilah dari sini!" ujar Atha, masih terdengar ketus, dengan tatapan mata yang terlihat dingin terhadap Jennifer.
Jennifer tersenyum seringai pada Atha. "Aku tahu Beb, kamu pasti tidak sabarankan ingin mengetahui kabar dari Aku?" katanya, sembari ia ingin menyentuh wajahnya Atha, namun dengan cepat Atha langsung menepisnya, seraya berkata.
__ADS_1
"Jangan banyak omong! Cepat katakan apa yang ingin kamu sampaikan Jenni!"
"Aduh, duh, duh, Suamiku tidak sabaran banget sih?"
"Kamu bukan istriku lagi! Jadi jangan mimpi kamu!" cetus Atha lagi, yang terlihat ia semakin muak dengan tingkah Jennifer. "Cepat katakan dan pergilah dari sini!" lanjut Atha lagi.
"Bukan Istri kamu lagi Beb? Baiklah, tapi apakah setelah mendengar perkataan nanti, kamu masih ingin mengelak lagi?" kata Jennifer, seraya ia mengambil sesuatu dari dalam tas sandangnya. Dan ternyata ia mengambil sebuah kertas berwarna putih.
"Ini Beb! Aku hamil! Aku hamil anak kamu Beb!" kata Jennifer sambil menyerahkan selembar kertas pada Atha.
Mendengar pengakuan Jennifer yang sedang hamil, membuat Atha terkejut, begitu juga dengan Haniah. Sehingga mangkuk bubur yang masih ia pegang langsung terjatuh.
Seketika mata Atha dan Jennifer, langsung mengarah ke Haniah, yang terlihat sedang menutup mulutnya.
"Hani!" sentak Atha, yang terlihat kaget. Nampak sekali ia menjadi bingung, ingin berkata apa pada Haniah. Semakin ia melihatnya rasa bersalah semakin besar, ada penyesalan dari raut wajahnya. Namun penyesalannya tiada berguna, karena nasi telah menjadi bubur, dan mungkin semakin sulit ia mendekati istrinya.
"Kenapa Beb? Kamu pasti bahagiakan? mendengar aku hamil?" tanya Jennifer, terlihat begitu percaya diri banget.
__ADS_1
"Cih! Apakah kau yakin itu Anakku? Tapi Aku tidak percaya, kalau itu anakku!" cetus Atha, dengan tatapan masih terlihat dingin pada Jennifer.
"Sayang, kamu jangan nyangkal dong! Emangnya kamu tidak ingat, siapa yang terakhir menyentuh aku hm? Jadi ini sangat jelas Beb, kalau yang berada di dalam kandunganku, adalah anak kamu Sayang," balas Jennifer, masih berusaha menyakinkan Atha, kalau yang menghamilinya adalah Atha.
"Aku tidak akan pernah percaya kalau kamu tidak, memberikan bukti yang akurat, karena setahuku kau wanita jahat, yang melakukan segala cara untuk menghalalkan semuanya!" ujar Atha, masih terdengar ketus.
"Aah Beb, bukti Apalagi sih? Apakah surat itu belum bisa membuktikan ya! Beb, kamu harus ingat ya, aku disini tidak ada siapapun! Karena keluarga dan temanku semuanya ada di Amerika! Jadi kamu tidak bisa menyangkal lagi Beb, kalau aku hanya sama kamu!" ujar Jennifer, dengan suara yang mulai mengeras.
Di saat bersamaan, Darma dan Rizka, memasuki ruangan Atha, dengan membawa kantongan plastik yang berisi makanan. Mereka terlihat begitu terkejut saat melihat Jennifer yang sedang berdiri di samping ranjangnya Atha. Sementara Haniah, masih berdiri didekat pintu masuk ruang rawat Atha.
"Ada apa ini? Mengapa wanita ular itu datang lagi Atha? Bukankah kamu sudah menceraikannya Nak?" tanya Darma pada Atha, tanpa ingin melihat wajah Jennifer.
"Heh, Wanita ular? Papa mertuaku yang terhormat, Anak papa memang sudah menceraikan aku, tapi apakah wanita yang sedang hamil bisa diceraikan? Coba deh Papa tanya pada menantu Papa yang seorang Ustadzah dan calon dokter itu!" kata Jennifer, sembari ia menunjuk ke arah Haniah.
"Bagaimana Ustadzah Haniah? Apakah sah bagi suami menceraikan istrinya yang sedang hamil, jawab dong, biar Papa mertua kamu yang terhormat ini menjadi tahu!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys..🙏🥰 Bonusin author dong dengan VOTEnya, jangan pelit Oke😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.