TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
AR-RAHMAN.


__ADS_3

Setelah melakukan beberapa jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang bertempat dikota KA. Setelah mobil terparkir dengan sempurna didepan villa tersebut. Hafidz pun langsung turun dari mobilnya, sembari ia menggendong Haniah, yang terlihat masih enggan untuk membuka matanya.


Setibanya didepan pintu villa mereka disambut oleh, seorang wanita dan seorang pria paruh baya. "Selamat datang Den Atha, dan Neng Hani," ucap mereka secara bersamaan.


"Terima kasih Bi Ningsi, Mang Asep! Maaf istri saya tidak menjawab karena dia lagi sakit Bi, Mang," balas Hafidz, dengan sopan, pada kedua pengurus villa tersebut.


"Ooh... nggak papa kok Den, kami maklum kok. Dan semoga istrinya Den Atha cepat sembuh ya," balas Mang Asep sembari tersenyum lembut.


"Aamiin ya Allah, terima kasih Mang Asep. Kalau begitu saya langsung ke kamar dulu ya," ujar Hafizh, yang kemudian ia langsung melangkahkan kakinya menuju ke sebuah tangga, yang sepertinya mereka hendak lantai dua.


"Silahkan Den," balas Pria dan wanita paruh baya itu secara bersamaan. Keduanya terlihat masih memandang kepergian kedua majikannya itu.


"Alhamdulillah ya Ning, sekarang Den Atha sudah kembali seperti dulu lagi, yang selalu santun pada siapapun," ujar Asep, yang terlihat masih menatap Hafidz, yang terlihat sedang menaiki anak tangga, seraya menggendong Haniah.


"Iya Kang, Alhamdulilah, semoga beliau tidak akan pernah berubah lagi ya Kang," balas Ningsih yang terlihat ikut memperhatikan majikannya itu.


"Aamiin, ya sudah Ayo Ning kita lakukan tugas kita masing-masing, Akang ke kebon dulu ya," ujar Asep pada Ningsih.


"Iya Kang, Ning juga mau menyiapkan makanan buat Den Hafidz dan Neng Hani," balas Ningsi.


"Ya sudah sana! Akang pergi ya Assalamu'alaikum," pamit Asep lagi.


"Wa'alaikumus salam Kang,"


Setelah mendapatkan jawaban dari Ningsih, Asep beranjak meninggalkan tempat, sementara Ningsi langsung berjalan menuju ke dapur, untuk menyelesaikan tugasnya.


*****


Sementara itu di kamar Villa.


Hafidz yang tadi pergi menuju kamar villa sambil menggedong istrinya. Kini mereka sudah berada di dalam kamar yang bernuansakan putih itu. Lalu ia pun membaringkan tubuh istrinya disebuah ranjang yang bersepraikan putih juga. Setelah itu ia pun membuka cadar sang istri dan terlihatlah wajah cantiknya dengan mata yang masih terpejam.


"Tunggu sebentar ya Sayang, Mas berwudhu dulu ya," ucap Hafidz sembari ia mengecup lembut dahi istrinya. Setelah itu ia pun beranjak ke kamar mandi. Dan tak berapa lama ia kembali lagi, dengan wajah yang terlihat sudah basah dengan air wudhunya.


Setelah berwudhu Hafidz langsung menggelarkan sejadah yang tak berapa jauh dari ranjang yang ditiduri oleh istrinya. Karena sepertinya ia ingin menunaikan kewajibannya terhadap Rabb-nya. Setelah selesai ia pun langsung berdoa, memohon agar Allah memberikan, istrinya kesembuhan untuk hatinya yang mungkin sedang terluka.


Selepas memanjakan doa, Hafidz langsung mengambil Al-Qur'annya. Lalu ia pun duduk ditempat tidur tepat disebelah istrinya. Tuk sesaat ia pandangi wajah istrinya yang terlihat pucat, nampak ia terlihat begitu lemah.

__ADS_1


Setelah puas memandangnya, Hafidz pun membuka Al-Qur'an yang ia pegang. Setelah mencari surah Ar-Rahman, Hafidz pun mulai membacanya dengan suara yang terdengar begitu syahdu, alunannya begitu merdu. Membuat tubuh Haniah terlihat mulai bereaksi.


بسم الله الرحمن الرحيم


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


ٱلرَّحۡمَٰنُ ١



(Allah) Yang Maha Pengasih,


عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ٢


Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.


خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ ٣


Dia menciptakan manusia,


عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ ٤


ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ ٥


Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,


وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ ٦


dan tumbuh-tumbuhan [atau bintang-bintang] dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).


وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ ٧


Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,


أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ ٨


agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,

__ADS_1


وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ ٩


dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ ١٠


Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),


فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ ١١


di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,


وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ ١٢


dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.


فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



Setiap surat yang terdapat dalam Al-Qur'an tentu memiliki keutamaan yang membuat hati menjadi lebih tenang sekaligus memperkuat iman. Termasuk, surat Ar-Rahman yang terdiri dari 78 ayat dan berisi pemberitahuan tentang nikmat Allah yang mengagumkan.


Bahkan, salah satu penggalan ayat dari surat ini, ada yang diulang hingga 31 kali karena memiliki makna yang sangat hebat. Ayat tersebut berbunyi:


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


Fa bi ayyi ala`i rabbikuma tukazziban


Artinya:


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dusta, kan?"


Membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa tersentuh dihatinya. Termasuk Haniah yang ternyata ia telah membuka matanya, yang kini terlihat sedang menatap Hafidz yang sedang mengaji. Namun tak berapa lama tangisnya pecah. Membuat Hafidz yang baru saja menyelesaikan ayat terakhir langsung terkejut.


"Eh, Niah! Sayang kamu kenapa?!"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2