TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
AKAD NIKAH FAHMI DAN SHINTA.


__ADS_3

*═══❉্͜͡🤍Mutiara Hikmah.🤍❉্͜͡═══*


Bagi seorang muslim mendoakan saudaranya maka hakikatnya mendoakan diri sendiri. Dan siapa yang membahagiakan orang lain maka sesungguhnya membahagiakan diri sendiri.


Rasulullahﷺ bersabda :


“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama.’” (HR. Muslim)


Siapa yang menerangi hati orang lain maka sesungguhnya menerangi hati sendiri. Siapa yang mengobati orang lain maka sesungguhnya mengobati diri sendiri. Siapa yang menuntun ke jalan kebaikan pada orang lain maka sesungguhnya telah mengarahkan kebaikan diri sendiri.


So, bersemangatlah melakukan hal kebaikan. Karena hakikatnya akan kembali kepada kita.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•


Pada hari berikutnya.


Sesuai syarat Ravico, hari ini Fahmi akan melangsungkan acara pernikahannya tanpa adanya keluarga mau pun sahabat. Karena acara pernikahannya akan berlangsung di negara Eropa. Apalagi acaranya sangat mendadak, membuat ia tak memiliki kesempatan untuk mengundang mereka. Namun karena ikhtiarnya sangat kuat, membuat ia tak mempermasalahkan hal itu. Karena ia juga yakin, kalau para keluarganya pasti akan memakluminya.


Akan tetapi yang menjadi masalah bagi Fahmi, ialah, ketika melihat calon mertuanya mengatur untuk acara pernikahan mereka secara berlebih-lebihan. Apalagi saat melihat dekorasinya seperti untuk acara orang non muslim, membuatnya semakin resah. Namun karena Shinta memang adalah Putri satu-satunya, membuat ia berusaha untuk menerimanya, walaupun hati kecilnya sangat menentang hal itu.



Tapi syukurnya, Ravico tetap mengundang seorang Ustadz, yang akan menikahi mereka. Membuat Fahmi sedikit lega. Dan kini ia sudah berada dimeja tempat akan berlangsungnya acara akad nikah. Para saksi dan para undangan juga sudah berkumpul disana. Sehingga Sang Ustadz meminta izin pada Ravico, agar ia segera memulai acara akadnya. Dan Ravico langsung memberikan izin pada sang ustadz.

__ADS_1


"Baiklah dengan membaca basmallah, kita akan memulai saja akad nikahnya. Tapi sebelum itu, jabatlah tangan calon Ayah mertua kamu Nak," ujar Ustadz yang akan menikahi Fahmi dan Shinta.


"Baiklah Ustadz!" balas Fahmi terlihat tenang, lalu ia pun mengulurkan tangannya pada Ravico. Dan langsung disambut olehnya.


"Silahkan Pak Ravico, Anda masih ingatkan yang saya ajarkan kemarin? Sekarang lakukanlah pada Calon anak mantu Anda," ujar sang Ustadz, pada Ravico yang terlihat ia begitu tegang, seakan ia yang mau dinikahkan. Sehingga ia hanya membalas perkataan Ustadz tersebut hanya mengangguk satu kali saja, "Silahkan dimulai Pak," lanjut ustadz itu, dan sekali lagi Ravico hanya mengangguk saja, lalu ia pun menatap wajah Fahmi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Fahmi Amirullah bin Ferdian Alamsyah ?" panggil Ravico, terdengar suaranya bergetar.


"Saya Pak!" sahut Fahmi dengan tegas.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung saya Shinta Veronica Also binti Ravico Also dengan mas kawin berupa, alat sholat dan sebuah Al'Qur'an tunai!" ucap Ravico sambil menyentak tangannya sedikit.


Fahmi pun menyahut dengan tenang dan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Shinta Veronica Also binti Ravico Also dengan mas kawin tersebut tunai!" ucap Fahmi yang hanya dengan satu tarikan nafas dan dengan suara yang terdengar lantang akhirnya ia menghalalkan Shinta untuknya.


"Bagaimana para saksi?" tanya sang Ustadz pada kepada para saksi yang menyaksikan Akad nikah Fahmi dan Shinta, "Sah?!"


Setelah mendengar jawaban para saksi, sang Ustadz langsung menadahkan kedua tangannya, dan diikuti oleh semua orang yang menyaksikan acara Akad nikah tersebut dan sang Ustadz berdoa.


"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."


Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."


"Aamiin ya rabbal'alamin" sahut mereka lagi dengan serentak.


Setelah doa selesai, para undangan pun memberikan kata-kata selamat pada kedua mempelai. Namun itu berlangsung hanya, dua puluh menit saja. Karena tiba-tiba para anak buahnya Ravico tiba-tiba menghentikan para undangan yang hendak memberikan selamat pada kedua mempelai. Dan tak berapa lama Ravico pun menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Syukurlah, kalian sudah resmi menjadi Suami, Istri. Dan sudah selayaknya bagi seorang mengikuti suaminya kemana pun dia pergi. Jadi untuk itu, sekarang kalian pergilah dari sini!" ujar Ravico, membuat Fahmi maupun Shinta terkejut mendengar. Karena kata-kata Ravico berkesan ia sedang mengusir mereka.


"Eh, tapi Dad! Bukankah para tamu masih banyak? Apa tidak papa kalau kami pergi begitu saja?" tanya Shinta terlihat bingung dengan sikap sang Ayah.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu Vero! Karena itu akan menjadi urusanku! Jadi sekarang cepatlah kalian pergi! Daddy sudah menyiapkan segalanya yang kamu perlukan di jet pribadi kita. Jadi sebaiknya sekarang kalian secepatnya pergi! Jack sudah menunggu kalian!" balas Ravico, terkesan tergasa-gesah. Nampak sekali ia sedang menutupi sesuatu. Sehingga menimbulkan kecurigaan pada Fahmi.


"Sebenarnya apa yang akan terjadi Pak? Mengapa terkesannya Anda sedang mengusir kami?" tanya Fahmi, dengan wajah yang terlihat penasaran.


"Pak? Masih pinta nyali kamu memanggil saya itu hm?" kata Ravico, mengambaikan perkataan Fahmi. Namun Fahmi menangkap sesuatu, kalau Ayah mertuanya itu sedang mengalihkan pembicaraannya.


"Sorry Dad! Saya hanya belum terbiasa! Baiklah sekarang katalah pada saya apa yang akan terjadi disini bila kami tidak pergi?" tanya Fahmi terlihat begitu serius. Membuat Ravico terlihat sedikit tersentak. Namun ia langsung tersenyum tipis.


"Heh! Ternyata kamu bukan orang sembarangan ya, kamu langsung peka! Tapi itu bukan urusan kamu! Jadi sebaiknya kau cepatlah bawa istri kamu! Ingat jaga dia seperti kau menjaga nyawa kamu! Dan ingat sekali saja kau menyakitinya, maka aku tidak akan mengampuninya! Dan aku pastikan kau akan menyesalinya seumur hidup! Jadi camkan itu! Sekarang pergilah!" ujar Ravico, seraya ia membalikkan tubuhnya. Seakan ia tak ingin melihat Shinta dan Fahmi lagi.


"Apa maksud semua ini Dad? Apakah Daddy, tidak ingin..." protes Shinta. Namun tiba-tiba Ravico berteriak memanggil anak buahnya.


"Kalian! Cepat bawa Nona dan suaminya pergi dari sini!" teriaknya, dan dengan spontan para anak buahnya Ravico, langsung datang dan langsung menarik tangan Shinta mau pun Fahmi.


"Apa yang kalian lakukan! Daddy! Mengapa seperti ini? Dad! Katakan sesuatu! Mengapa kami diperlakukan seperti ini! Daddy!!" teriak Shinta, yang sepertinya ia tak terima diperlakukan seperti itu. Dan entah mengapa hatinya mengatakan akan terjadi insiden besar-besaran.


Shinta terus berteriak memanggil-manggil Ayahnya. Namun Ravico sedikit pun tidak bergeming dari tempatnya, bahkan ia tak menoleh sedikitpun pun padanya. Membuat Shinta akhirnya menyerah. Dan dengan terpaksa ia dan Fahmi pun menaiki mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya Ravico. Dan tak berapa lama mobil pun melaju menuju pintu gerbang.


Setelah mobil sudah keluar dari pintu gerbang anak buah Ravico langsung menutupnya. Mobil yang membawa Fahmi dan Shinta terus melaju dengan kecepatan tinggi, dan belum lagi mobil itu jauh dari rumah milik Ravico, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara baku tembak, membuat Shinta tiba-tiba berteriak.


"Jack! Hentikan mobilnya!"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2