
Melihat kewaspadaan, serta keraguan Haniah. Membuat Fahmi paham. Apalagi saat ia melihat Haniah yang sedang menatap sahabatnya yang seperti ia enggan meninggalkan Shinta seorang diri. Yaa sudah pasti alasannya karena Haniah takut, kalau para penculikan bisa saja balik lagi.
"Saya tahu ukhty pasti mengkhawatirkan temannya bukan. Tapi saya bermaksud, membawa Anda beserta teman Anda sekalian Ukh. Dan biarkan mobil teman Anda dibawa oleh Rians, biar kita mengantar ukhty Shinta secara bersama-sama," ujar Fahmi lagi, membuat, Haniah menjadi lega mendengarnya.
"Alhamdulillah, baiklah Akhy, tapi sebelum mengantar teman saya pulang, bisa Akhy mengantar kami kekantor polisi?" tanya Haniah dengan ramah.
"Tentu saja boleh, silahkan Ukhty berdua naiklah ke mobilnya Pak Hafizh," balas Fahmi, sembari ia membuka pintu mobil Mercedes Benz berwarna hitam milik Atha.
"Terima kasih, ayo Shin kita naik," ajak Haniah, sembari menarik tangan Shinta, lalu keduanya pun langsung naik ke dalam mobil.
Disaat keduanya sudah duduk di kursi menumpang di bagian belakang, Shinta akhirnya buka suara. "Han, kayaknya gue jatuh cinta lagi deh," katanya terdengar berbisik, dengan mata mengarah ke Fahmi, yang terlihat sedang mengitari mobil, bermaksud akan naik di bagian depan, tepatnya dikursi mengemudi.
"Eh, jatuh cinta sama siapa Shin?" tanya Haniah penasaran.
"Sama itutuh, Asisten laki kamu Han. Udah cakep, ramah lagi, apalagi saat mendengar suaranya, ugh, pokoknya membuat jantung gue jadi dag-dig-dug duat deh pokoknya Han," jawab Shinta, sembari ia memegang kedua pipinya, yang terlihat jelas ia sedang tersipu-sipu saat melihat Fahmi yang terlihat sedang bicara pada temannya.
"Haaah! Segampang itu kamu jatuh cinta? Lalu bagaimana dengan Adam, Shin? Bukankah kamu dulu juga sangat mencintainya?" tanya Haniah terlihat tak percaya dengan perkataannya Shinta.
"Adam? Hum..semenjak dia mengancam gue! Dan berlaga didepan gue! Sejak itu juga cinta Gue pun langsung pergi tak bersisa Han! Pokoknya gua nyesal pernah suka Ama dia! Huh, jadi cowok sombongnya minta ampun! Sok kegantengan lagi!" bales cinta yang akhirnya ia mencurahkan kekesalannya karena teringat oleh ancamannya Adam.
"Hus! Kamu nggak boleh begitu Shin, walau bagaimanapun diakan teman kita juga." ujar Haniah mengingatkan.
"Teman kita? Huh, Lo aja kali, gue mah enggak!" balas Shinta, terdengar ketus.
"Astaghfirullah, kamu ini ya?" ucap Haniah sembari ia menggelengkan kepalanya, karena melihat kelakuan sahabatnya yang terlihat sekali ia sangat membenci Adam.
"Sssth, diam-diam! Calon Imam gue mau masuk tuh," ujar Shinta lirih, saat ia melihat Fahmi yang hendak masuk ke dalam mobil juga.
"Humm, waktu pertama kali ketemu Adam juga bilangnya dia calon Imam kamu, kenapa cepat banget berubah ya?" sindir Haniah, mengingatkan sahabatnya itu.
"Ya mau gimana lagi, guekan nggak tahu kalau dia seperti itu! Akh sudahlah lupakan dia, karena sekarang cinta gue sudah berlabuh, di kakanda Fahmi, eaa eaa.." ujar Shinta, dengan wajah yang terlihat sedang berbunga-bunga.
"Haiis, gampang banget sih jatuh cintanya," gumamnya Haniah, namun masih terdengar oleh telinganya Shinta.
"Yaa mana gue tahu, yang penting, cinta datang nggak gue undang kok, dan pergi juga nggak diantar ini." balas Shinta dengan suara gumamnya juga, karena ternyata Fahmi sudah berada di dalam. "Eh, kok kayak jelangkung yaa? Masa sih Cinta kayak jelangkung?" gumamnya Shinta lagi, ketika ia mengingat kata-katanya tadi.
__ADS_1
"Siapa yang kayak jelangkung ukhty Shinta?" tanya Fahmi, yang ternyata ia mendengar gumamannya Shinta.
Mendengar pertanyaan Fahmi, seketika Shinta tersentak kaget. "Eh, Ba-bang Fahmi!" sentaknya terlihat gugup.
Fahmi langsung terkejut, saat Shinta menyebut Namanya "Hah! Saya kaya jelangkung?" tanyanya, membuat Shinta langsung tersedar kalau sebenarnya ia tak sengaja menyebutkan nama Fahmi.
"Eh, salah-salah, bu-bukan Abang maksudnya yang jelangkung!" dalih Shinta terlihat gugup.
"Oh iya, lalu siapa yang kaya jelangkung?" tanya Fahmi lagi.
"Eh, bukan siapa-siapa kok Bang!" dalih Shinta lagi, terlihat menjadi salah tingkah.
"Ooh, Alhamdulilah. Ya sudah kalau begitu kita langsung ke kantor polisi ya Ukhti," kata Fahmi, yang kemudian ia langsung melajukan mobilnya, menuju ke kantor polisi. Yang kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat mereka tadi.
Dan lima belas menit kemudian, mobil yang dikendarai Fahmi pun telah memasuki area kantor polisi. Setelah memarkirkannya dengan sempurna, mereka pun langsung turun, dan langsung memasuki kantor polisi tersebut, untuk memberikan kesaksian atas tragedi yang menimpa mereka tadi.
Setelah memberikan kesaksian dikantor polisi. Mereka langsung beranjak meninggalkan kantor polisi tersebut. Dan Fahmi pun melajukan kembali mobilnya menuju kerumah Shinta, untuk mengantarnya terlebih dahulu. Setelah mengantar Shinta, Fahmi langsung membawa mobilnya menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Haniah langsung berjalan menuju ke ruang rawatnya Atha. Setibanya di depan pintu, Haniah yang berniat hendak membuka pintu ruangan tersebut. Langsung mengurungi niatnya, dan ia hanya terdiam dan terpaku didepan pintu kamarnya.
"Apakah itu Mas Atha yang sedang mengaji? Dan suaranya Maa shaa Allah banget, membikin hati menjadi tenang," batin Haniah, yang terlihat masih berdiri di depan pintu.
...Bersambung...
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Hai guys, selagi menunggu Author update, gimana kalau kalian kepoin dulu karyanya Author
...••✾•◆💓 DINI RATNA💓◆•✾••...
Dengan Novel yang berjudul :
...Anak Genius...
...••✾•◆ AYAHKU CEO SOMBONG.◆•✾••...
__ADS_1
Biar pada penasaran Author kasih deh Cuplikan Babnya cus Cekidot 😉👇👇
..._________...
Brugh.. Brugh ..Brugh..
Seorang gadis di lempar ke luar oleh ayah ya sendiri beserta barang barang dan pakaian nya .
"Pa..papa .. dengarkan aku dulu pa " ucap gadis itu di iringi dengan tangis .
"Dasar anak tak tahu di untung, kau memalukan ku saja" bentak laki laki yang di panggil nya papa.
"Pa.. Shila mohon jangan usir Shila pa .. Shila mau tinggal dimana pa Shila gak punya siapa siapa selain papa " ujar Shila gadis yang di usir ayah ya.
"HAlah ,udah pa gak usah di kasihani anak seperti dia memalukan keluarga saja" ujar wanita yang di samping ayah Shila dia adalah ibu tiri Shila yang memang tidak suka dengan Shila .
"Ma .. Shila mohon ma .. jangan usir Shila " ujar Shila pada ibu tiri nya .
"Aku tidak peduli kau mau tinggal dimana , anak seperti mu memang pantas di usir " bentak laki laki itu. Lalu kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Shila yang terduduk di tanah.
"Pa..papa .. dengarkan Shila dulu pa " teriak Shila yang tak di indahkan papa nya
"Untuk apa kau berteriak .. papa mu tidak akan mendengarkan mu kamu sungguh membuat keluarga mu malu " cibir ibu tiri nya yang tersenyum sinis
"Cepat pungut baju baju mu dan pergi dari sini " pekik ibu tiri nya , seperti nya dia begitu puas dengan memarahi Shila .
Dugh..
Ibu tiri nya masuk ke dalam rumah membanting pintu keras membuat Shila terkesiap .
Shila memungut satu persatu baju nya untuk di masukan kedalam koper setelah selesai memasukan semua baju nya Shila pergi meninggalkan rumah nya .
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
Cieee pasti penasarankan? 🤭 Cus Akh kepoin ya, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya oke. Dan jangan lupa juga sampaikan Salamnya Ramada pada Author Dini Ok guys 😉😘 Syukron 🥰🙏