TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
KEMATIAN AGATHA.


__ADS_3

*═══❉্͜͡🤍Mutiara Hikmah.🤍❉্͜͡═══*


"Setiap orang memiliki kesusahan masing-masing, begitupun dengan kita. Ada bagian kesusahan yang diberikan oleh Allah ﷻ untuk kita hadapi sendiri.


Maka dari itu, berhentilah membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain. Berhentilah berharap kepada orang lain agar membantu menyelesaikan persoalan kita.


Karena satu-satunya cara adalah dengan menghadapi masalah tersebut. Jangan takut apapun itu masalahnya, sebab Allah ﷻ sudah menyiapkan "jaminan" bahwa, bersama kesulitan ada kemudahan."


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•


Charlie bergitu marah saat mendengar fakta kebenarannya, dari mulut wanita yang mengaku ibunya. Ia juga terlihat begitu tak berdaya, karena ia harus menahan tubuh Ravico yang masih berada ditubuhnya. Sebenarnya ia ingin menyingkirkannya. Namun salah satu anak buah wanita tersebut sedang menodongkan senjata pada dirinya. Dan disaat seperti itu, timbullah rasa penyesalannya terhadap Ravico. Karena ia telah menuduhnya begitu kejam.


Disaat penyesalan sedang menyeruak dihatinya, tiba-tiba Charlie merasakan, tubuh Ravico bergerak dan dengan spontan melirik kearah wajahnya Ravico, dan amat terkejutnya ia saat melihat Ravico sedang mengedipkan sebelah matanya padanya. Membuat mata Charlie langsung terbelalak melihatnya.


"Uncle?!" sentaknya dengan spontan, hingga tanpa sadar ia telah mengundang perhatian Ibunya serta para anak buahnya. Sehingga dengan perhatian mereka langsung mengarah dirinya dan Ravico. Dan itu membuat mata ibu Charlie langsung terbelalak juga.


"K-kau! Ma-masih hidup?! Bagaimana itu bisa terjadi?!" ucap Ibu Charlie terdengar gagap.


"Hah! Dasar Kakak! Kenapa memiliki keluarga bodoh sih!" kata Ravico seraya bangkit dari tubuhnya Charlie.


Mendengar perkataan sang paman, Charlie seperti tak terima, "Kenapa Uncle berkata seperti itu? Siapa yang Anda maksud bodoh hah? Aku tidak bodoh seperti yang Uncle katakan!" protes Charlie, seraya ia bangkit setelah Ravico menyingkir dari tubuhnya.

__ADS_1


"Benarkah kamu tidak bodoh?! Tapi bukaniah kenyataannya kamu bodohkan Anak kecil?!" sulut Ravico, membuat Charlie terlihat semakin geram melihat Paman.


"Hentikan Uncle! Jangan memancing kemarahanku! Atau Aku tidak segan-segan menghabiskan Anda, yang sudah menghina keluarga saya!" teriak Charlie, Ia terlihat begitu marah pada Ravico. Dan itu membuat Ibunya, berpikir kalau Charlie akan menyerang Ravico, karena ia melihat, anaknya terlihat seperti sedang berancang-ancang untuk menyerang. Melihat hal itu sang Ibu dan Anak buahnya lengah.


Sehingga Charlie berkesempatan mendekap Sang Ibu dari belakangnya, lalu ia juga menodongkan senjata dikepala sang Ibu, "Jangan bergerak! Atau Anda akan mati! Suruh mereka menjatuhkan senjata mereka!" katanya dengan nada dinginnya.


"Bagus Charlie! Kamu memang anak yang cerdas! Kamu bisa memanfaatkan situasi perdebatan kita! Aku bangga padamu keponakanku" ujar Ravico yang terdengar membanggakan Charlie. Ia nampak puas ketika melihat Charlie yang dengan sigap mengunci Ibunya, sehingga sang ibu terlihat tak berdaya.


"Kau! Apa yang lakukan Nak! Aku Mommy kamu! Lepaskan aku Charlie!" bentak Sang ibu, sambil berusaha ingin melepaskan diri dari dekapannya Charlie.


"Mommy? Apakah kau pantas disebut Ibu hah? Kau tidak pantas disebut Ibu! Karena kau hanya wanita iblis, yang tega membunuh suami dan Ayah mertuamu! Jadi jangan pernah mengakui dirimu sebagai ibuku!" balas Charlie, dengan tatapan penuh kebencian.


"Nak, Aku melakukan ini untuk kamu! Agar hanya kaulah satu-satunya pewaris di keluarga Also! Untuk itu aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalanginya, dan itu termasuk Daddy kamu!" jelas Ibu Charlie. Dan disaat bersamaan, Ravico langsung bertepuk tangan, setelah mendengar perkataan wanita tersebut.


"Wah.. wow..wow.. Anda memang wanita yang luar biasa ya kakak ipar Agatha! Tapi sayangnya Anda terlalu bodoh!" kata Ravico, seraya tersenyum sinis pada wanita yang di panggil Agatha tersebut.


"Hahahaha, hahahaha.. ! Haeh ternyata kakak ipar belum mengenal ku ya? Atau, apakah Kakak ipar lupa siapa Aku hm? "


Seketika wajah Agatha pias, dan tatapannya yang tadi begitu tajam pada Ravico kini, terlihat kosong. Ravico yang saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya tersenyum penuh kemenangan, ketika ia melihat Agatha, yang nampaknya telah menyadari sesuatu.


"Apakah dia masih hidup?" tanya Agatha terdengar lirih.


"Heh, ternyata kakak ipar memang pintar! Lihatlah disana!"

__ADS_1


Agatha langsung menoleh, ke arah yang ditunjuk oleh Ravico. Dan terlihat olehnya, seorang pria yang sedang duduk di kursi rodanya. Dengan tatapan mata yang terlihat sedih, mengarah kepadanya. Agatha pun tertunduk, entah merasa sedih, atau merasa malu, hanya dialah yang tahu.


Namun tiba-tiba saja, tangan Agatha memegang tangan Charlie, yang masih menodongkan senjata dikepalanya,


"Hei! Apa yang kau lakukan!" bentak Charlie, saat tangan Agatha menimpa tangannya. Dia berpikir ibunya ingin merebut pistol tersebut untuk membunuh Ayahnya kembali. Namun diluar dugaannya, Agatha malah semakin menekan pistol tersebut dipelipisnya seraya ia berkata.


"Selamat tinggal Nak! Semoga kamu bahagia setelah Mommy kamu pergi!" katanya sambil ia membantu Charlie menekankan pelatuk pistol tersebut. Hingga suara letusan pun terdengar keras. Dan seketika tubuh Agatha merosot dari dekapannya Charlie, yang saat ini masih terlihat terkejut dengan tindakan sang Ibu yang mengakhiri hidupnya, lewat tangan Anaknya sendiri.


Seketika suasana menjadi hening, semua mata hanya tertuju pada Agatha yang terlihat sedang meregang nyawanya. Dan tak berapa lama, tubuhnya pun tak bergerak sama sekali.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un," ucap Fahmi, memecahkan keheningan tersebut. Dan seketika semua mata langsung mengarah ke Fahmi, karena mendengar ucapannya. Yang sepertinya mereka tidak paham apa yang sedang diucapkannya.


Sedangkan Fahmi hanya melihat wajah Charlie yang terlihat masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Ia hanya menatap wajah ibunya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dan Fahmi yang seperti paham akan perasaan Charlie, akan kematian Agatha, ia pun mendekatinya seraya berkata.


"Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Seperti dalam firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya),


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185).


Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya. Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya. Seperti dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya),


“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu kan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah : 8).


“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’ : 78).

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Sepi 😞 Author jadi nggak semangat. Ditambah lagi melihat Vote yang tidak bertambah-tambah.😞 Haiiis jadi buntu ceritanya. 😢 Karena nggak ada penyemangatnya😞.


__ADS_2