
"Eh, Maaf Niah, Aku takut, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku," ujar Atha, saat ia melihat ada kekecewaan pada wajah Haniah.
"Eh, Nggak papa kok Mas, ya sudah sekarang Mas istirahat ya," balas Haniah terlihat malu, dan ia pun langsung turun dari pangkuannya Atha. Setelah itu ia mendorong kursi roda suaminya mendekati sisi tempat tidur.
"Ayoo Mas, Niah bantu," katanya lagi sembari ia meraih tangan Atha lalu ia letakkan ke bahunya dan ia punmembantu suaminya berdiri.
"Mas, berat Niah, nanti kamu bisa jatuh," balas Atha, terlihat ragu. Karena melihat tubuh istrinya yang lebih kecil darinya. Membuat ia tidak yakin istrinya akan kuat, saat dirinya menompangkan tubuhnya yang nampak tinggi dan besar itu.
"Sssth, percaya sama Niah Mas, in shaa Allah bisa kok," kata Haniah lagi, terlihat sedikit memaksa. Hingga akhirnya Atha pun mengikuti keinginan istri kecilnya, dan dengan perlahan ia pun mulai berdiri.
"Ssssh..!" desis Atha menahan nyeri pada kaki kirinya, yang sempat mengalami keretakan tulang.
"Masih sakit banget ya Mas?" tanya Haniah, setelah ia mendengar desisan suaminya.
"Nggak kok Niah, hanya sedikit ngilu saja," dalih Atha, yang tak ingin membuat istrinya cemas.
"Iyakah? Ya sudah sekarang berbaringlah dengan perlahan ya Mas," ucap Haniah, yang kemudian dengan perlahan ia membantu Atha yang hendak membaringkan tubuhnya.
Namun karena Atha, tak mampu menahan rasa sakit dikakinya lagi. Membuat ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. Dan karena tangan Atha yang terlihat masih melingkar dibahu Haniah. Membuat Haniah otomatis ikut terhempas secara bersamaan.
"Aaah!" pekik Atha, yang tubuhnya terhempas duluan.
"Aaakh..!" pekik Haniah, dan tubuhnya langsung menimpah tubuh Atha, yang posisinya tepat diatasnya. Tuk sesaat mereka saling bertatapan mata. Hingga mata Atha kembali mengarah ke bibir ranum Haniah, yang kini ia mulai kecanduan dengan bibir itu.
__ADS_1
Sehingga tanpa Atha sadari tangannya sudah meraih wajah istrinya. Lalu ia dekatkan kewajahnya dan tanpa basa-basi lagi Ia pun langsung meraih bibir Haniah kembali. Dan langsung disambut oleh Haniah, membua hasrat di tubuh Atha kembali bereaksi.
Bahkan Atha dapat merasakan tubuhnya mulai menuntut untuk berpetualang. Sehingga ia pun bermaksud ingin bertukar posisi. Namun apalah daya, kaki kirinya justru tak berpihak padanya. Sehingga tanpa sadar Atha pun berteriak. Dan otomatis tautan pun kembali terlepas.
"Aaakh!"
Mendengar teriakkan Atha, Haniah langsung bangkit. "Astaghfirullah! Kamu kenapa Mas?" tanya Haniah cemas.
"Uugh! Kaki Mas, sakit banget Niah!" balas Atha dengan suara yang terdengar tertahan, sepertinya ia sedang menahan rasa sakitnya.
"Sabar sebentar yaa Mas, Niah cek dulu Kaki Mas," kata Haniah sembari ia mulai memeriksa kaki Atha.
"Aakh..! Sakit Niah!" pekik Atha lagj, saat Haniah menyentuh kaki kirinya Atha.
"Aah, Sakit Niah" keluh Atha, yang kini wajahnya terlihat sudah dipenuhi keringat jagung karena ia menahan rasa sakit pada kaki kirinya.
"Alhamdulillah, sudah tidak sakit lagikan?" tanya Haniah, yang kini tatapannya kearah Atha. Dan Atha pun membalasnya dengan gilingan kepalanya saja. "Syukurlah, Ini karena giftnya sedikit tergeser Mas," lanjutnya, sambil ia menyelimuti kaki Atha.
"Ooh pantas sakit banget, padahal kemarin-kemarin nggak berasa sakit."
"Ituy karena, kemarin-kemarin Mas, hanya berdiam diri saja ditempat tidur rumah sakit mas, jadi rasa sakitnya nggak berasa" kata Haniah yang terlihat ia mengambil tisu, lalu ia pun mulai menyeka keringatnya Atha.
"Niah?" sebut Atha, sambil ia memegang tangan Haniah, yang masih sibuk menghapus keringat Suaminya.
__ADS_1
"Iyaa Mas?" sahut Haniah, langsung menatap wajah suaminya.
"Maaf ya." ucapnya dengan tatapan syahdunya.
"Maaf? maaf buat apa Mas?" tanya Haniah. bingung
"Maaf, Karena aku belum bisa memberikan kewajibanku, kepadamu," kata Atha, dengan wajah yang terlihat merasa bersalah.
Haniah tersenyum lembut, lalu ia membalas genggaman tangan suaminya. " Mas tidak ada yang perlu dimaafkan. karena kamu tidak bersalah Mas, jadi jangan memikirkan hal lain dulu ya? Fokus saja dengan kesembuhan kaki Mas ya?" balasnya dengan lembut.
"Terima kasih Niah, terima kasih sudah mau ngertiin Mas."
"Sama-sama Mas, ya sudah sekarang Mas tidur ya? Niah mau ke kamarnya dulu ya?" ujar Haniah, yang terlihat ia bermaksud bangkit dari duduknya. Namun Atha, kembali menahannya.
"Niah, tidak bisakah kita tidur di kamar yang sama?" tanya Atha, dengan wajah terlihat sedih.
"Bisa kok Mas, cumakan baju-baju Niah, dikamar atas. Jadi Niah, kesana bermaksud mengganti pakaian Mas," jelas Haniah, membuat Atha bernafas lega.
"Alhamdulillah Terimakasih Niah,"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys. Oh iya hari ini seninkan? Jangan lupa berikan VOTEnya ya guys 😉 agar Author bersemangat update kembali Ok 😉🥰
__ADS_1