TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
AKSI RENCANA PENCULIKAN.


__ADS_3

Mendengar suara tembakan yang begitu keras. Membuat pertempuran seketika berhenti. Dan seketika juga mata keenam pria bertubuh besar itu langsung menoleh ke sumber suara tembakkan tersebut. Begitu juga dengan Hania dan Shinta, ikut menoleh kesumber suara tembakan berasal.


Terlihatlah oleh mereka seorang pria berpakaian Koko berwarna putih. Serta beberapa pria berpakaian seragam polisi yang salah satunya sedang mengarah pistol kearah. Membuat keenam pria bertubuh besar itu kaget. Dan dengan spontan beberapa dari mereka langsung berlari kearah mobil mereka.


"BERHENTI!" teriak salah satu polisi tersebut, sembari ia mengarahkan pistolnya kepada Pria yang bertubuh besar, yang hendak memasuki mobilnya.


Merasa teriaknya tidak ditanggapi, membuat dua orang polisi akhirnya melepaskan pelurunya mereka. Hingga mengenai dua orang pria yang hendak memasuki mobilnya juga. Sehingga kedua Pria itu akhirnya terjatuh di sisi mobil hitam, yang tak berapa lama mobil itu langsung melaju kencang. Tinggallah dua Pria yang terkenak tembakan polisi tersebut.


"Kalian, cepat kejar mobil itu! Tangkap mereka semua!" seru seorang polisi, yang sudah di pastikan ia adalah pemimpinnya.


"Siap Pak!" balas beberapa polisi secara bersamaan, sambil memberi hormat kepada kapten mereka setelah itu mereka pun bergegas menuju ke mobil polisi, masing-masing dan tak berapa lama mobil polisi pun mengejar mobil hitam milik para pria bertubuh besar tersebut.


Setelah mobil polisi pergi, sang kapten pun menghampiri, kedua Pria yang memakai baju Koko. "Terima kasih ustadz Fahmi! Karena sudah mau melaporkan kejadian ini!" ujar kapten polisi tersebut, sembari ia mengulurkan tangannya.


"Sama-sama Pak Edo, saya juga sangat berterimakasih, karena Anda datang tepat waktu," balas Pria yang berpakaian Koko tersebut yang ternyata ia adalah Fahmi temannya Atha. Terlihat juga Fahmi menyambut uluran tangan polisi tersebut dan mereka saling berjabatan tangan.


"Sama-sama Ustadz Fahmi! Oh iya apakah saya boleh meminta kesaksian dari mereka berdua Ustadz?" tanya kapten polisi yang dipanggil Edo tersebut.


"Silahkan Pak," balas Fahmi, setelah mendapatkan balasan dari Fahmi, kapten polisi tersebut pun menghampiri Haniah dan Shinta.


"Assalamu'alaikum Nona?" sapa Edo setelah ia berada di dekat Haniah dan Shinta.

__ADS_1


"Wa'alaikumus salam Pak," balas Haniah dan Shinta secara bersamaan.


"Begini Nona, karena kalian adalah korban kekerasan dari pria-pria tadi, bisakah Anda berdua datang ke kantor polisi! Untuk memberikan keterangan yang terjadi pada kalian?" tanya Edo dengan sopan.


"In shaa Allah bisa Pak," balas Haniah tanpa ragu.


"Syukurlah, kalau begitu saya permisi duluan, dan Saya akan menunggu kedatangan Anda berdua dikantor saya!" ujar Edo lagi.


"Silahkan Pak, In shaa Allah kami akan menyusul," balas Haniah lagi.


Setelah mendapatkan balasan, Edo pun langsung menuju ke mobilnya, dan tak berapa lama mobil pun langsung pergi. Tinggallah Haniah, Shinta, Fahmi dan Pria yang berpakaian Koko juga, yang sepertinya itu temannya Fahmi.


Setelah mobil polisi pergi, Fahmi beserta temannya itu terlihat ingin menghampiri Hania dan Sinta. Yang kini keduanya sudah berada di dekat mobilnya Shinta.


"Tidak Shin, Ana tidak mengenalnya," jawab Hania yang terdengar ikut berbisik.


"Sepertinya mereka pria baik kok Han lihat saja penampilan mereka seperti orang alim deh," bisik Shinta lagi.


"Aamiin, semoga benar kalau mereka adalah orang yang baik," balas Haniah, masih ikut berbisik. Dan secara bersamaan kedua pria itu langsung memberikan salam.


"Assalamu'alaikum ukhty," salamnya sambil mengatupkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Wa'alaikumus salam Akhy," balas Haniah, yang tangan ikut dikutupkan sebagai balasan salam Fahmi.


"Maaf Ukhty, saya sedikit lancang, telah mendekati Anda. Tapi saya ingin bertanya, apakah Anda Aliyahnya (istri) Pak Hafizh?" tanya Fahmi dengan sopan.


Mendengar nama suaminya disebut, Haniah sedikit kaget. "Eh, benar sekali Akhy! Tapi Anda siapa ya?" tanyanya jadi penasaran.


"Alhamdulillah, kalau begitu perkenalkan, saya Fahmi Amirullah, Asisten barunya pak Hafizh," kata Fahmi, kembali ia mengatupkan kedua tangannya, menandakan salam perkenalan.


"Ooh, ma shaa Allah, Saya Haniah, dan ini teman saya Shinta, Akhy," balas Haniah, sembari ia juga ikut mengatupkan kedua tangannya kembali. Membalas salam kenalmya Fahmi.


"Terima kasih Ukh, oh iya perkenalkan ini teman saya juga, bernama Rians Hidayat,"ujar Fahmi memperkenalkan Pria yang berada disisinya.


"Assalamu'alaikum Ukhty," sapa Pria yang bernama Rians Hidayat itu, sambil ia mengatupkan kedua tangannya juga.


"Wa'alaikumus salam Akhy" jawab Haniah ramah.


"Begini Ukh, saya dapat perintah dari Pak Hafizh, untuk menjemput Anda, jadi bisakah Anda, ikut saya menaiki mobil Pak Hafizh disana," ujar Fahmi, setelah sesi perkenalan selesai.


Mendengar ajakan dari Fahmi, nampak Haniah terlihat ragu. Apalagi mereka baru saja mengalami kejadian aksi rencana penculikan. Membuat Haniah, tetap waspada. Walaupun pria yang di hadapannya mengaku sebagai Asisten suaminya. Dan ia juga tidak bisa membiarkan Shinta pulang seorang diri. Karena bisa jadi penculik itu kembali lagi.


"Maaf Akhy, tapi saya tidak bisa meninggalkan teman saya!"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2