
"Siapa sih mereka?!" tanya Haniah, sembari ia ingin melihat isi dalam mobil, berharap ia dapat melihat pemiliknya.
"Mana gue tahu! Kayaknya ada yang nggak beres sama mereka! Dan seperti mereka ingin kita mengikutinya deh!" ujar Shinta yang kini wajahnya mulai terlihat panik.
"Ya sudah kita ikuti saja keinginan mereka! Tapi kita harus waspada, karena kayaknya mereka ingin berbuat yang tidak baik dengan kita Shin, lihat itu, sebuah pistol mengarah ke kita Shin," balas Haniah, yang ternyata ia melihat melihat seorang Pria yang sedang menodongkan senjata kearah mobilnya Shinta.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Han?" tanya Shinta, semakin panik mendengar Haniah, menyebutkan sebuah senjata yang mengarah ke mereka.
"Kamu harus tetap tenang Shin, serahkan semuanya pada Allah, in shaa Allah kita akan baik-baik saja," balas Haniah, terlihat begitu yakin dan tenang.
"Aamiin, in shaa Allah Han," balas Shinta, kini ia juga terlihat sudah mulai tenang. Karena ia yakin, kalau sahabatnya sudah mengatakan seperti itu, artinya mereka akan baik-baik saja.
Mobil, yang dinaiki Haniah dan Shinta masih terus digiring oleh kedua mobil hitam. Sampai akhirnya mereka memasuki sebuah jalanan yang terlihat begitu sepi, mobil hitam yang berada didepan mobilnya Shinta pun berhenti secara tiba-tiba. Membuat mobil Shinta akhirnya ikut berhenti juga.
Setelah mobil mereka berhenti, tak berapa lama, di mobil yang berada didepan mobilnya Shinta, keluarlah empat Pria berjas hiitam dan bertubuh besar. Dan begitu juga pada mobil yang berada dibelakang mobilnya Shinta, yang terlihat dua Pria bertubuh besar juga sedang menuruni mobilnya. Membuat Shinta menjadi ketakutan.
"Han, gimana ini? Sepertinya mereka ingin berbuat jahat sama kita deh, tuh lihat salah satu dari mereka membawa pistol!" ujar Shinta dengan suara yang terdengar bergetar.
"Tenanglah Shin, in shaa Allah kita akan terselamatkan, ingat loh kita punya Allah kan? Jadi memohonlah perlindungan darinya,"balas Haniah, terlihat santai.
Disaat bersamaan jendela mobil Shinta pun diketuk oleh salah satu Pria berjas hitam tersebut. Membuat Shinta yang memang sedang ketakutan, jadi tersentak kaget.
"Aakh!" pekik Shinta terkejut. "Hani gimana ini?! Mereka mengetuk pintu mobil gue! Gue takut Han!" kata Shinta yang terlihat tubuhnya mulai gemetaran.
__ADS_1
"Tenanglah Shin! Mari kita ikuti keinginan mereka dulu! Ayo kita turun, nanti kalau ada kesepakatan kita lawan Mereka secara bersamaan oke!" ujar Haniah, begitu tenang.
"Emangnya kamu bisa apa melawan mereka? Jumlah mereka enam orang tahu Han? Ingat kemampuan gue masih dasar loh," balas Shinta mengingatkan.
"Sudahlah, bismillah saja, semoga Allah melindungi kita! Ayo turun," kata Haniah, sembari ia membuka pintu mobilnya Shinta, ia juga terlihat begitu tenang dan santai saat ia sudah berhadapan dengan Pria-pria berjas hitam itu.
"Sebenarnya siapa kalian? Dan mau apa kalian? Mengapa kalian membawa kami kesini?" tanya Haniah, masih terlihat begitu tenang.
"Siapa kami itu tidak penting! Sekarang cepat kalian berdua naiklah ke mobil kami!" seru salah satu pria bertubuh besar tersebut.
"Kalau kami tidak ingin naik, kalian mau apa hm?" tanya Haniah sembari ia melipatkan kedua tangannya ke bawah dadanya.
"Ooh, baiklah kalau begitu, jangan salahkan kami! Kalau kami sedikit kasar Nona!" ujar Pria itu lagi.
"Silahkan saja Tuan! Dengan senang hati saya akan menyambutnya!" balas Haniah masih terlihat santai dan begitu tenang.
"Untuk apa saya berlaga didepan Anda Tuan! Saya hanya ingin membela diri saja!" balas Haniah lagi.
"Aah banyak bacot Lo! Cepat Lo masuk ke mobil! Atau gue, akan memaksa Lo!" ujar pria berkepala botak, seraya ia berjalan mendekati Haniah. Dan bermaksud ingin menyentuh tangan Haniah. Namum dengan sigap kaki Haniah sudah mendarat ke perut pria berkepala botak itu. Sehingga pria itu terpental kebelakang.
Melihat temannya yang terhempas, karena tendangannya Kirana, membuat salah dari kelima Pria berteguh besar yang tersisa menjadi marah.
"Sialan! Berani sekali kamu menendang temanku hah?! Sekarang jangan salahkan gue kalau bersikap kasar!" seru salah satu dari kelima pria bertubuh besar lainnya, sembari ia mulai menyerang Hania.
__ADS_1
Haniah yang mendapatkan serangan langsung, menghindar. Sehingga tinjauan pria tersebut mendarat ke mobilnya Shinta. Membuat pria itu merasakan sakit di bagian tangannya.
"Aakh! Brengsek Lo ya wanita ninja! Beraninya menghindari serangan gue!" kata pria itu sembari ia mengibas-ngibas tangannya yang terasa sakit.
"Loh, emangnya salah ya Om, menghindar pukulan orang?" tanya Shinta, yang kini ia mulai sedikit berani karena melihat Hania yang begitu berani pada keenam pria bertubuh besar itu.
"Sialan gue dipanggil Om! Emang gue Om lo apa?!"
"Ya bukan sih! Om gue mana ada yang jelek kayak elo!" jawab Sinta yang kini ia mulai terlihat santai.
"Aaakh, sialan Lo, sepertinya lo ingin merasakan Bogeman gue! Kalau begitu nih rasakan sama Lo!" ujar pria itu yang, terlihat ingin menyerang Shinta. Namun dengan sigap Haniah pun menepis tangan Pria tersebut.
"Minggirlah Shinta! Hiaat! hiaa..!" teriak Haniah, yang terlihat ia begitu lincah melawan Pria bertubuh besar tersebut.
BAGH..! BUGH..! DUGH..!
Melihat temannya yang terlihat kewalahan, karena kelincahannya Haniah. Membuat kelima Pria yang lainnya akhirnya mulai ikut menyerang mereka. Melihat sahabatnya di keroyok, Shinta akhirnya ikut berkelahi membantu Haniah. Dan pertempuran sengit antara dua melawan enam pun akhirnya tak bisa dihindari.
Keenam pria bertubuh besar terus menerus menyerang Haniah dan Shinta. Karena memang, lawan tidak seimbang, membuat Haniah mulai kewalahan. Dan disaat mereka masih hanyut dalam pertempuran tiba-tiba terdengar suara tembakan.
DOOOR..! DOOR..!
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA Guys.😉 Kalau kalian Bonusin author dengan VOTEnya, in shaa Allah, nanti malam Author, akan update lagi loh 😉
So jangan pelit yaa😉 dan jangan lupa juga ya berikan LIKE, Hadiah, Bintang 🌟 serta komentarnya ya guys Biar novel ini bisa bersinar 😉 Oke guys 🥰 Syukron 🥰😘.