TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
MENJAMIN KEBAHAGIAAN.


__ADS_3

*═══❉্͜͡🤍Mutiara Hikmah.🤍❉্͜͡═══*


𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧, 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐑𝐮𝐩𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐬𝐧𝐲𝐚. 𝐃𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐭, 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐝𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐥𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.


“𝙅𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙚𝙧𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝘿𝙞𝙧𝙞 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙙𝙚𝙧𝙝𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝙈𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖.”


__𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐀𝐥𝐢 𝐛𝐢𝐧 𝐀𝐛𝐢 𝐓𝐡𝐚𝐥𝐢𝐛__


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•


Fahmi tersenyum tipis, ketika mendengar perkataan Ravico, saat memberikan penjelasan pada para sahabatnya. Ia tidak menyangka kalau seorang mafia bisa memahami makna dari mahar yang ingin ia berikan. Fahmi sempat berpikir, kalau Raviko sebenarnya bukanlah orang yang tidak memahami agamanya. Akan tetapi ia seperti sedang tersesat dalam keindahan dunia. Sehingga Fahmi merasa terpanggil untuk merangkulnya kembali ke jalan yang benar.


"Wah hebat! Ternyata Ayah mertua tahu ya makna, dari yang ingin saya berikan, pada Putri Anda," kata Fahmi, terlihat senang, seakan ia begitu yakin kalau, Ravico sudah menerimanya.


"Ayah mertua? Cih! Kau pikir Aku sudah menerima lamaranmu hah?!" bentak Raviko, mengejutkan para sahabat Ravico. Namun tidak untuk Fahmi, ia malah terlihat santai, sambil menyunggingkan senyuman tanpa dosanya pada Ravico. Membuat Ravico menjadi kesal karenanya, pasalnya saat ini ia sedang bersama para teman-temannya. Melihat tampang Fahmi yang tidak takut sama sekali, membuat harga dirinya jatuh dihadapan para teman-temannya.


"Apa kau pikir, karena aku tahu makna itu, bisa membuat aku luluh dan langsung menerima kamu gitu, hah? Mimpi kamu! Apakah Aku bodoh! Sehingga membiarkan putriku, pada orang yang tak memiliki apa-apa seperti kamu ini hah?! Dan lihatlah! Apakah kau memiliki separuhnya, dari kekayaanku ini? Aku rasa seperempatnya saja kamu tidak punya! Benarkan yang aku katakan hah?" lanjut Ravico lagi, terlihat begitu sombong. Karena ia semakin geram, melihat Fahmi, Yanga tak bergetar sedikitpun. Padahal para teman Ravico, yang terlihat sudah ketakutan, melihat kemarahannya.

__ADS_1


Fahmi malah tersenyum, mendengar perkataan Ravico, yang terlihat begitu angkuhnya, "Maaf, Anda tidak bodoh kok Pak! Wajar saja, jika Anda sebagai orang tua sangat mengkhawatirkan putri Anda! Jadi saya sangat memakluminya. Tapi apakah Anda bisa menjamin, kalau putri Anda merasa bahagia dengan apa yang Anda miliki saat ini, Pak?" tanyanya, yang terlihat begitu tenang.


Ravico langsung terdiam, mendengar pertanyaan Fahmi, karena memang ia merasa, putrinya tidak bahagia bersamanya. Bahkan ia memilih menjauh, dari sang Ayah yang padahal memiliki segalanya. Dan ia juga tahu, putrinya malah suka dengan kesederhanaan dan itu ia ketahui dari para bawahannya yang ditugaskan untuk melindunginya.


"Heh, memangnya kamu bisa menjamin putriku akan bahagia, bila dia bersamamu yang tak memiliki apa-apa hm?" tanya, Ravico, yang kini nada bicaranya sudah terdengar lebih rendah.


"Pak? Harta tak menjamin kebahagiaan hidup seseorang. Tak sedikit orang beranggapan tolak ukur kesuksesan adalah dengan banyaknya harta yang dimiliki. Tolak ukur tersebut membuat banyak orang bekerja sangat keras agar menjadi terpandang. Padahal, harta yang banyak belum tentu menjadi sumber kebahagiaan sejati. Ketika bekerja terlalu keras, seseorang kerap akan khilaf dan melupakan keluarga dan kebersamaan,"


...DEGH!!...


Mendengar penuturan Fahmi, dikalimat terakhirnya membuat jantung Ravico Seketika berdetak kencang


"Pak? Sejatinya ada tiga kekayaan yang utama untuk menjalani kehidupan yakni iman, ilmu dan kesehatan.


Begitu pula Allah Ta’ala berfirman,


قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: ayat 10)

__ADS_1


DEGH!! Kembali lagi jantung Ravico berdetak secara tiba-tiba. Karena perkataan Fahmi, bagaikan sentilan untuknya.


"Kekayaan ilmu membuat kita menjadi orang yang bermanfaat. Sebab Rasulullah ﷺ pernah bersabda “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).


"Tidak ada kekayaan seperti pengetahuan, tidak ada kemiskinan seperti ketidaktahuan. Karena Ilmu itu lebih baik dari kekayaan. Karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu akan menjagamu." jelas Fahmi, lagi dalam penuturan yang lembut. Namun begitu tajam bagi orang-orang yang hatinya terkena sentilannya.


"Terakhir, kekayaan kesehatan! Kekayaan kesehatan membuat kita menjadi orang yang kuat. Kesehatan lebih baik daripada kekayaan. Sedangkan yang lebih baik dari kesehatan adalah taqwa dalam hati. Sehingga hati yang sehat, akan menciptakan rasa, syukur, ikhlas serta sabar, Pak! Karena sejatinya, Kekayaan yang paling tinggi diberikan oleh Allah kepada hambanya ialah kekayaan nikmat. Jadi apa bila tak memiliki ketiga tersebut, maka Anda tidak akan merasakan kenikmatan yang hakiki,"


Mendengar perkataan Fahmi, Ketiga teman Ravico, langsung menatap wajah bos mafia tersebut. Seakan mereka ingin mengucapkan sesuatu. Akan tetapi saat Ravico membalas tatapan mereka dengan tajam ketiganya langsung menunduk.


"Jadi kesimpulannya, Kebahagiaan yang sebenarnya adalah untuk Orang yang Beriman dan Beramal Shaleh. Karena Orang yang beriman dan beramal sholeh, merekalah yang sebenarnya merasakan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang Pak! Berbeda dengan orang-orang yang lalai dari Allah yang selalu merasa gelisah. Walaupun mungkin Anda melihat kehidupan mereka begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan harta. Namun jika Anda melihat jauh, Anda akan mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang paling berbahagia.


"Sementara harta kekayaan yang bersifat material hanya bonus dari Sang Pencipta. Dan itu semua hanyalah titipan, yang kapanpun akan diambil pada pemiliknya! Ingat Pak! Kaya bukanlah ketika Anda bisa membeli dunia dan isinya. Akan tetapi ketika dunia dan seisinya tidak dapat membeli Anda!"


DEGH!! Ayah Shinta seperti terhipnotis, pada setiap ucapan Fahmi, terkadang setiap kata-katanya, bagaikan anak panah yang melesat dan menancap pada ulu hatinya. Sehingga ia merasakan sakit yang tak tahu dimana rasa sakit itu berasal.


"Pak bila Anda, bertanya apakah saya bisa menjamin putri Anda akan bahagia? Jawabnya in shaa Allah saya menjamin kebahagiaannya! Saya akan menjadi putri Anda bidadari surga untuk saya. Jadi berilah restu untuk putri Anda, dan saya, pak!" ucap Fahmi nampak begitu tulus dan penuh percaya diri.


Setelah mendengar perkataan Fahmi, tiba-tiba mata Ravico mengarah ke lantai dua. Karena ternyata, ia mengetahui kalau Shinta sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Bahkan tatapan Ayah dan anak tersebut saling bertemu. Ravico juga dapat merasakan tatapan putrinya seperti tatapan sedang memohon padanya. Dan bagi Ravico, ini adalah permintaan pertamanya Shinta padanya. Sehingga ia merasa tak ingin mengecewakan putrinya.

__ADS_1


"Baiklah! Saya terima lamaran kamu! Dengan syarat pernikahan akan dilakukan disini, dan saya yang akan mengatur semuanya!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2