Terjerat Pernikahan Dengan Pria Kejam

Terjerat Pernikahan Dengan Pria Kejam
Penyesalan Meyzin


__ADS_3

Kamu apa kabar? 


Jelaskan padaku! Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu, daddy dan Emelda?


Nada sudah dewasa, itu artinya dia langsung menikah setelah bercerai denganku. 


Siapa laki-laki yang mau Menerima Veronika yang terkena gangguan mental. Semua ini salahku yang tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya. 


Berbagai pertanyaan dan tebakan itu lebur sebelum Meyzin luncurkan. Sekujur tubuhnya lemas seketika setelah ia mendengar penjelasan dari salah satu tetangga Veronika. Ia harus mencari sandaran untuk menopang punggungnya supaya bisa berdiri tegak.


Sekarang sudah tak bingung lagi bagaimana menghadapi wanita itu. Sebab, orang yang ia cari sudah tiada bersama rasa sakit yang pernah diciptakan. 


"Apa Anda kerabat tuan Erkan?" tanya pria tua itu. 


Meyzin menggeleng berat. Saat ini ia tak bisa berpikir jernih, namun masih bisa mendengar ucapan pria tua itu. 


"Kalau anda ingin bertemu dengan putri Veronika, dia ada bersama dengan Tuan Erkan," jelas nya lagi. 


"Apa Tuan yakin kalau Veronika sudah hamil sebelum bercerai?" tanya Meyzin terputus-putus. Seakan ia tak sanggup untuk menerima kenyataan pahit itu. Wajahnya terasa meremang dengan mata yang mulai berkaca-kaca. 


"Iya Tuan, Veronika hamil saat diceraikan, dia juga pernah bercerita tentang penyiksaan yang dilakukan suaminya. Apalah daya orang miskin yang tidak bisa membela diri. Dia datang ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, tapi malah nasib buruk yang menimpanya."


Itu artinya Nada adalah putriku. Dia adalah anak kandungku. Lalu, Sekarang aku harus bertanya pada siapa tentang waktu itu, apa aku harus mencari satu-persatu mereka yang berbicara bohong. 


Meyzin mulai melangkahkan kakinya yang masih lentur. Otaknya semrawut hingga membuatnya tampak linglung. Ia masuk  dan duduk di mobil. Membentur-benturkan kepalanya dengan keras. 


"Aku memang bodoh, aku terlalu percaya dengan daddy. Ternyata dia hanya mempermainkan aku saja." 


Kini semua itu tak penting lagi, bukti atau apapun sudah tidak ada artinya mengingat Veronika yang sudah tiada. Terlebih, wanita itu mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis, menandakan bahwa dia tak sanggup memikul beban hidupnya. 


Nada, ternyata dia putriku sendiri.


Sejak kapan hatinya merasa tergugah untuk mengatakan itu. Selama ini Meyzin tidak pernah mengharapkan seorang anak dari Veronika. Seandainya kala itu tahu Veronika mengandung, pasti dia akan menggugurkannya, namun mendengar nama putri yang tak pernah di dapat dari seorang Lauren membuka matanya lebar. Seolah-olah percikan kebahagiaan hadir, meskipun ia yakin belum tentu Nada mau menerimanya sebagai daddy. 


Meyzin mengusap wajahnya kasar. Kemudian melajukan mobilnya dengan kencang. Tak peduli dengan keselamatannya. Ia menyalip beberapa kendaraan besar yang berlalu lalang di kawasan jalan raya. 

__ADS_1


Untuk saat ini, Meyzin memang belum siap untuk ke makam Veronika mengingat kejahatan yang pernah dilakukan pada wanita itu semasa hidup. 


"Aku harus bertemu Nada." 


Nyalinya masih terlalu besar. Padahal, ia sudah mulai membaca keanahen saat Mirza memasukkan gadis itu dalam aset jual beli perusahaannya. Pasti ada motif lain dibalik itu semua. 


"Aku  tidak peduli apa yang akan kau lakukan padaku. Di sini aku juga korban yang dipermainkan oleh daddy." 


Meyzin menghentikan mobilnya di depan perusahan yang kini sudah berpindah tangan atas nama Nada. Ia terus menatap tempat itu yang lumayan sepi. Bagaimana tidak, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam waktu setempat dan pastinya hanya penjaga yang ada di sana. 


Di sisi lain 


Kehangatan tercipta menyelimuti dinginnya malam yang mencekam. Jika sebelumnya Erkan selalu merenung seorang diri di apartemen, kini ia seperti mendapat keluarga baru. Mirza menyuruhnya tinggal di mansion sampai ia dan Nada menikah. Dan itu langsung disetujui sang sekretaris. Kebahagian terus terpancar dari wajah Nada dan Haira, ibu hamil itu tak lepas dari tawa saat melihat tingkah lucu Kemal dan keponakan lainnya. 


"Jadi nanti nama adik-adik siapa, Daddy?" Kemal menyandarkan kepalanya di perut Haira yang mulai membuncit. 


"Kita belum tahu adiknya cewek apa cowok, jadi belum tahu namanya?" Tangan Mirza merangkul pundak Haira. Semua orang yang ada di ruangan nampak santai kecuali Deniz yang harus menyelesaikan pekerjaannya. Pria itu tampak serius dengan dokumen, sesekali menyahut candaan mereka. 


"Adiknya Kemal tiga, kok aku gak punya adik lagi sih, Mom?" protes putra dari sang mantan playboy pada mommy nya.


"Mommy nemenin daddy dulu ya," pamit Aynur lalu berlari menghampiri Deniz yang duduk sedikit jauh dari ruangan mereka barbincang. 


"Anu… itu…" Nita terlihat gugup, ia menatap Fuad seperti mengharapkan pertolongan dari pria itu. 


Fuad bersorak kegirangan, ia merasa ada sebuah sinyal yang akan mengantarkannya pada dunia peranjangan. 


"Ini baru mau bikin adik untuk kalian, yuk Mom, cusss ah." Fuad mengedip-ngedipkan matanya. Menggoda wanita yang sudah nampak malu tersebut. 


"Cepetan mommy, biar cepat jadi adiknya." 


Terpaksa Nita beranjak dan pergi saat Fajar terus mendorongnya. 


Otak Nada dan Erkan ternodai dengan mereka yang sudah ahli dalam bidang pergulatan. Namun, mereka berdua pura-pura tidak mendengar dan memilih menyibukkan diri dengan ponsel di tangan masing-masing. Mungkin dengan begitu akan mengalihkan sesuatu dibawah sana yang memang sudah tegak dan menuntut. 


Sabar ya, belum waktunya kamu mendapatkan hadiah itu. 

__ADS_1


Erkan menghembuskan napas lembut, melirik Nada yang terlihat senyum-senyum sendiri.


"Lihatin apa?" bisik Erkan di telinga Nada.


Nada menunjukkan gambar gaun pengantin yang sangat mewah. Ia ingin sekali memakainya di hari pernikahannya nanti, namun juga tak terlalu berharap akan terkabul. 


"O…" Erkan tak terlalu ambil pusing. Pria itu nampak cuek dan menggeser duduknya begitu saja tanpa ingin merespon lebih. 


Sabar, suami kamu itu gak romantis, mana tahu dia apa yang disukai wanita, menggerutu dalam hati. 


"Mommy, aku ngantuk." Kemal menguap di pelukan Mirza. Tangannya tak teralihkan dari tempat calon adik-adiknya bersemayam. 


Mirza memanggil pelayan untuk mengajak Kemal ke kamar, lantas ia berbisik di telinga Haira yang membuat wajah wanita itu seketika merona. 


"Aku ke kamar dulu ya, Nad. Jangan begadang, besok kamu mulai bekerja. Jaga kesehatanmu dengan baik, jangan sampai saat menikah nanti kamu sakit," tutur Haira.


Nada mengangkat kedua jempolnya diiringi dengan senyuman. 


Tanpa aba-aba, Mirza mengangkat tubuh Haira dan membawanya ke kamar. Ia selalu menunjukkan rasa cinta nya dengan berbagai cara, termasuk dengan cara yang konyol sekali pun. 


Drt drt drt


Dering ponsel membuyarkan otak Erkan yang hampir berkelana. 


Pria itu segera mengambil dan mengangkatnya 


"Selamat malam, Tuan," sapa seseorang dengan suara tegas dan lantang. 


"Ada apa?" tanya Erkan kemudian. 


"Saya hanya ingin menyampaikan, kalau sekarang Tuan Meyzin tidur di parkiran kantor. Saya sudah mengusirnya, tapi dia tidak mau pergi." 


Nada langsung merebut ponsel Erkan. 


"Usir dia! Jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di tempat itu lagi," titah Nada ketus. 

__ADS_1


__ADS_2