Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 10


__ADS_3

Ayahnya pun sontak kaget


"Jamu apa yang kamu maksut nak, dan sebenarnya apa yang kamu lakukan seharian ini, sepertinya semua tenagamu sudah sangat terkuras??" Begitulah pertanyaan tuan Jonson.


Kemudian Angel menceritakan semua kepada ayahnya bukan hanya sangat lelah tapi tadi sebelum meminum jamu, Angel merasa seluruh tulangnya telah hancur. Dia bahkah tidak sanggup berdiri sendiri.


Tapi yang aneh adalah Raka bisa berdiri sebelum meminum jamu itu.


Ayah Angelica yang tadi khawatirpun berubah menjadi senyum senang. Merasa ayahnya aneh Angel pun bertanya pada ayahnya.


"Kenapa ayah palah senyum, bukankah tadi ayah sangat khawatir padaku??" Tanya Angel pada ayahnya.


"Yah ayah punya rahasia besar, tapi tidak tahu harus mulai bicara dari mana....." setelah itu ayahnya bercerita di mulai dari seorang siswa di perguruan tinggi semarang dan mendapatkan tugas kkn di desa Raka. Ayahnya melihat dengan mata kepala sendiri, keluarga Randika mampu berjalan di atas air dan mampu membelah batu yang besar menjadi debu pasir. Kalau saat itu ayahku tidak melihat secara langsung, mungkin dia tidak akan mempercayainya.


Saat ayah Angel hendak pergi, dia ketahuan dan dengan mudahnya di tangkap oleh bawahan mereka. Padahal bawahan mereka waktu itu masih anak-anak dan ayah Angel sudah dewasa, tapi dengan mudahnya menangkap ayah Angel.


"Kamu tahu siapa bawahan keluargamu yang telah menangkap ayahku??" Berhenti sejenak Angel langsung bertanya ke Raka.


"Ah aku tidak mungkin tahu" jawab Raka.


"Mereka adalah orang yang menjadi pelatih kita selama ini" lanjut Angel.


Apa??? Raka sontak kaget dan berteriak dengan lantang.


"Jangan terlalu keras" saran Angel menenangkan Raka.


Raka hanya menghela nafas panjang


'jadi mereka yang masih anak-anak mampu mengalahkan tuan Patrik Jonson yang saat itu sudah dewasa, tapi kenapa aku hanya diperbolehkan berlatih saat ini sedangkan mereka berlatih sejak masih anak-anak' pikir Raka dalam hati.


"Lanjutkan!" Setelah itu Raka meminta Angel untuk melanjutkan.


Setelah di tangkap, ayah Angel di temukan dengan kepala keluarga Randika, saat itu dia masih sekitar 60 tahunan, mungkin kakek Raka.


Ayah Angel di penjara dalam rumah keluarga itu selama 8 bulan.


Sebenarnya bukan di penjara, tapi lebih tepatnya di beri pengertian tentang keluarga Randika. Sebagai syarat untuk di bebaskan, Ayah Angel harus tunduk dan patuh kepada keluarga Randika. Bahkan sampai saat ini.


'Pantas saja waktu itu tuan dan nyonya Jonson sangat menghormati kami, ternyata sekaya apapun mereke tetaplah bawahan keluarga Randika yang setia' pikir Raka dalam hati.


Angel pun melanjutkan, jika dari keluarga Angel ada yang berhianat maka ayah Angel harus mengeksekusi mereka. Ayah Angel menurutinya dan dia di berikan tanda segel di lidahnya agar tidak pernah menghianati keluarga randika. Seandainya dia berani berhianat maka seluruh tubuhnya akan membusuk dengan sendirinya. Segel itu bukanlah berasal dari kekuatan batin seorang ahli bela diri, tapi sebuah virus yang di suntikan kedalam lidahnya. Keluarga Randika mampu melihat semua bawahan mereka melalui 4 satlit yang di luncurkan di angkasa.


Ayah saya hanya bisa patuh karena terpaksa , Ayah Angel mengikuti pelatihan sedikit karena takut orang-orang dari keluarga Randika akan membunuhnya jika dia tidak patuh. Tapi kemudian menyerah karena saat pelatihan di mulai, rasanya seperti siksaan. Kepala keluarga yang melihat ini memutuskan untuk membiarkan ayah Angel pergi, dengan syarat dia harus tetap patuh dan tidak menghianati Randika selamanya dan tidak membocorkan rahasia ini ke orang luar.


Anggel menghela nafas panjang sebelum melanjutkan.  Saat ayah Angel ingin melakukan pelatihan pertamanya , kepala keluarga sudah memberikan informasi bahwa orang luar hanya akan mampu menjalani pelatihan tingkat pertama selama satu bulan, jika memaksa melakukan tindakan selanjutnya, tubuh orang itu akan hancur di mulai dari retaknya seluruh tulang di tubuhnya.


Hanya orang-orang yang memiliki darah keturunan Randika yang mampu melakukan pelatihan selanjutnya.


Hanya orang terpilih dari keluarga Randika yang mampu melakukan pelatihan sampai tahap akhir. Bahkan kepala keluarga waktu itu mengatakan dia sendiri tidak mampu melakukan pelatihan sampai tahap akhir. Mungkin akan jatuh ke keturunanya yang terpilih suatu saat nanti.


Setelah selesai bercerita, Angel kembali menatap Raka, Raka pun menatap Angel.


Saat ini mereka sedang duduk di taman belakang sekolah.


"Apakah kamu mengira akulah yang terpilih??" Ujar Raka.


"Aku berharap begitu, karena kamu sahabatku" jawab Angel.


"Itu tidak mungkin, mas Bima lebih kuat dari aku dan mungkin dialah yang terpilih" balas Raka.

__ADS_1


"Apakah kamu menyesal mengenalku seandainya aku bukanlah yang terpilih??" Lanjut Raka.


"Ah tidak mungkin aku kecewa, bahkan seandainya kamu bukan dari keluarga Randika, aku tetap bangga menjadi sahabatmu" jawab Angel dengan senyuman.


Raka hanya membalas senyum dan mengangguk sedikit


'Sungguh wanita yang cantik' pikir Raka dalam hati.


Mereka mengobrol sedikit sebelum berpisah karena selama sebulan ke depan, dia akan menjalani pelatihan yang lebih extrim dari sebelumnya.


[Selamat karena sudah selesai melakukan tahap satu bulanmu nak] sekilas pesan dari Ayah Raka.


[Iya ayah, tarnyata banyak sekali yang aku tidak mengerti dari keluarga kita] balas Raka.


[Bukan maksud kamu merahasiakan darimu nak, hanya saja belum waktunya kamu mengetahui semuanya, saat waktunya tiba dan umurmu sudah dewasa, kamu akan mengetahui segalanya] balas Ayah Raka.


[Iya ayah aku paham kok, setelah menjalani pelatihan ini tubuhku terasa sangat fit dan energik] balas Raka.


Mereka mengobrol sebentar di wa, setelah itu Raka pamit kepada ayahnya untuk memulai tahap selanjutnya.


Ayahnya sangat bangga dengan semangat Raka, dan berharap salah satu anaknya adalah yang terpilih.


Setiap hari Raka selalu berlatih mati-matian, menyelam di dalam air dia sudah kuat tidak bernafas selama 3 jam, setelah itu berlari dengan menyeret besi yang beratnya lebih dari 100 kilo gram , larinya harus cepat dan bukan lari maraton. Tahab berikutnya semakin mengerikan karena harus di berendam di kawah yang sangat panas. Orang biasa tidak akan mampu melakukan semua ini. Hanya orang yang memiliki darah keluarga Randika dan sudah melakukan pelatihan tahap pertama yang mampu melakukam ini. Itupun harus mati-matian berusaha. Jika tidak orang itupun akan mati.


Setiap hari Raka menjalani pelatihanya sendiri dengan pelatihan yang sangat extrim.


Sebulan berakhir begitu saja, selama sebulan ini Raka tidak pernah pergi bermain dengan Angel. Mereka hanya bertemu saat di sekolah saja, selain di sekolah tidak pernah bertemu. Angel yang mengerti tentang pelatihan Raka juga tidak mengganggunya walaupun di kelas mereka. Mereka terlihat saling cuek dengan urusan masing-masing. Laras sangat lega melihat ini, tapi tetap saja Raka menjadi sangat cuek dengan semua orang termasuk dirinya. Ini membuat hatinya sakit.


Tiba saatnya pelatihan tahap pertama Raka Randika ,dia harus berendam di kawah Sekidang Dieng, bukan hanya berendam tapi dia harus menenggelamkan seluruh tubuhnya selama satu jam penuh.


Di pinggiran sudah ada sekitar 100 orang pengawal rpibadi yang di tugaskan untuk menyambut tuan muda mereka saat pelatihanya selesai.


Saat seluruh tubuh Raka keluar dari kawah, kulitnya berwarna merah. Menandakan betapa panasnya kawah tersebut.


"Selamat tuan muda karena sudah selesai melakukan pelatihan pertamamu dengan sempurna" kata semua pengawal bicara serempak sambil membungkuk 90 derajat.


Raka kaget melihat adegan ini, karena belum pernah melihat semua pengawal ini kecuali dua yang selama ini bersamanya.


Dia hanya tersenyum dan mengangguk, setelah itu dia melompat sekitar 200 meter tingginya setelah sampai ke bawah langsung memakai pakaianya yang sudah di siapkan oleh dua pengawal yang biasanya.


Pakaian yang di kenakan sangat bagus seperti pakaian kerajaan dan Raka adalah pangeranya.


Setelah sampai di rumah, Raka lebih kaget karena Rumahnya saat ini penuh dengan pengawal.


Pakaianya seperti ninja dari jepang dan mereka semua memegang satu pedang samurai.


Saat Raka tiba semua pengawal membungkuk 90 derajat sebelum berteriak serempak "Selamat datang kembali tuan muda"


Raka hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya dan melewati mereka masuk kedalam rumah.


Sampai di dalam rumah di kejutkan lagi bahwa kakek dan kedua orang tuanya sudah menunggu di dalam untuk menyambut kedatanganya.


"selamat datang nak" ucap ayah Raka


Sedangkan ibu dan kakeknya hanya tersenyum bahagia.


Tiba-tiba keluar dari dalam sebuah ruangan adalah Angelica Jonson dan Bima Randika mereka keluar bersama.


"Loh Angelica dan mas Bima kapan kesini" ujar Raka.

__ADS_1


"Sebenarnya aku selalu mengawasimu dek" jawab Bima.


"Kalau aku di sini karena di undang tuan dan nyonya, yaitu orang tua anda tuan muda" jawab Angel. Angel biasa memanggil Raka dengan namanya saat dulu, tapi sekarang setelah melihat betapa kuatnya seorang seperti Raka , dia adalah pangeran sejati.


"oh iya tuan muda, apakah anda lupa hari apa ini??" Tanya Angel.


"Kamu tidak usah panggil aku sebagai tuan muda, karena kita adalah sahabat " jawab Raka.


"Memangnya hari apa sekarang??" Tanya Raka ke Angelica.


"Sekarang adalah hari ulang tahunmu nak" swkarang ibu Raka yang bicara.


"Apa???" Raka kaget, dia sangat semangat berlatih sampai lupa hari ulang tahunya.


"Iya cucuku, kami melakukan semua ini karena menyambut hari ulang tahunmu" ujar kakek Raka.


"Haduhhh kenapa aku bisa lupa, aku berencana mengundang teman sekelasku saat ulang tahunku, tapi aku lupa segalanya" Raka merasa putus asa.


"Happy britdhay to you........


"Happy britdhay to you........


"Happy britdhay


"Happy britdhay


"Happy britdhay to you.......


Tiba-tiba terdengar suara bayak orang bernyanyi dan membawa kue ulang tahun dengan angka 17 ke menuju Raka.


Raka hanya bisa diam dan menatap haru kepada semua temanya....


Laras menatap pangeran di depanya dengan takjub. semua tenan sekelas sudah di beri intruksi untuk merahasiakan semuanya, termasuk kepada guru dan teman sekelas mereka yang lain.


Saat ini Laras hanya diam, acara di lanjutkan untuk tiup lilin dan potong kue, potongan pertama di berikan kepada Kakek, ayah dan ibunya. Potongan ke dua tanpa basa basi di berikan kepada Laras, semua orang kaget.


Seharusnya kan kue itu di berikan kepada Angel bukan wanita lain.


"Terimakasih selama ini kamu sudah peduli padaku bahkan sebelum kamu tahu setatusku" itu adalah kalimat yang sangat lembut untuk seorang Laras dari pangeranya.


Laras hanya diam, dia akhirnya sadar kembali saat Raka menyuapinya. Angel hanya diam dan merasa sedikit cemburu, tapi dia tetap dia karena takut akan konsekuensinya. Jika dia membuat masalah di sini, bisa-bisa seluruh keluarganya langsung di hancurkan.


Laras merasa sedang bermimpi, setelah selesai menyuapi Laras. Raka memotong kue selanjutnya dan langsung di berikan kepada Angel, tapi Raka tidak menyuapinya. Angel hanya mengangguk dan berterimakasih setelah menerima kue tersebut.


Setelah acara selesai dan semua teman sekelasnya pergi. Anggota keluarga Raka berkumpul di ruang bawah tanah keluarga. Tempat ini sangat rahasia karena tepat di bawah ruang tamu. Raka sendiri baru mengetahuinya hari ini.


"Raka, karena hari ini kamu sudah berumur 17 tahun, sudah tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi" ujar ayah Raka.


"Sebenarnya kamu adalah tuan muda keluarga Randika, dan kamu adalah penerus keluarga yang akan mewarisi seluruh aset keluarga kita" tambah kakek Raka.


"Apa?? Bukanya seharusnya mas Bima yang menjadi penerusnya, karena dia anak pertama dan sudah dewasa??" Tanya Raka.


"Aku tidak berminat dek, jadi semuanya untuk kamu saja" balas Bima.


Raka hanya terdiam


"Kurasa kamu sudah mengetahui sesikit tentang keuarga kita , terutama tentang kekuatan fisik yang dimiliki garis keturunan keluarga kita" lanjut kakek Raka.


"Keluarga kita memiliki cabang bisnis dan perusahaan hampir di semua negara seluruh dunia, mungkin bisa di bilang kalau kita hampir memiliki seluruh dunia ini" tambah kakek Raka.

__ADS_1


"Apa?? Apakah kakek hanya bercanda?? Mana mungkin kita memiliki kekayaan sebesar itu" tanya Raka.


__ADS_2