Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 12


__ADS_3

Pintu pengemudi kedua mobilpun di buka dan keluarlah seorang gadis muda dan seorang lelaki muda yang mengenakan sragam SMA.


"Bukan Bos besar, ternyata sepasang anak kecil" ujar tamu dalam Restoran tersebut. Dia jelas iri, dirinya sendiri hanya mengendarai pajero, tapi kedua anak ini barusaja mengendarai dua ferrari. Seolah kedua anak kecil ini telah mempermalukanya di depan banyak orang.


Raka dan Angel pun di sambut dengan antusias oleh para pelayan Restoran.


"Selamat datang tuan dan nona muda" sapa pelayan sambil membungkuk sedikit.


"Terimakasih atas sambutanya" jawab Angel. Sepertinya sudah jelas kalau mereka saling mengenal.


"Ini bukan apa-apa nona, maaf karena kami belum bisa menjambut anda dengan seharusnya" jawab pelayan pelan. Dia mengenal Angel dengan sangat baik karena sudah sering bertemu di acara pengembangan proyek.


"Silahkan duduk sebelah sini nona muda, karena ini masih menyambut peresmian Restoran, jadi makan masih di sediakan di atas meja dulu, belum pindah ke kamar mewah di lantai atas nona" tambah pelayan tadi.


"Tidak apa-apa, ini juga sudah cukup bagus, saya sendiri juga sudah terbiasa makan dimanapun tempat" jawab Angel sopan.


Angel tidak perlu menonjolkan diri dengan bertingkah sombong, apalagi dia bersama Raka. Angel sadar dirinya bukan siapa-siapa di bandingkan dengan pangeran Raka Randika.


"Hey pelayan, kamu tidak perlu terlalu ramah dengan gadis kecil seperti dia" ujar bos tadi yang masih merasa terhina. Dia sendiri tidak mendapatkan penyambutan khusus seperti ini. Tapi kenapa gadis kecil ini mendapatkan penyambutan seperti ini. Sungguh dia merasa terhina.


Pelayan tadi bahkan tidak menanggapi bos yang bicara, dan hanya melayani Raka dan Angel.


"Ini buku menunya tuan dan nona muda, silahkan pilih untuk pemesanan" setelah berucap, pelayan memberikan sebuah buku menu beserta bolpoin dan kertas untuk Raka mencatat pesananya.


"Baiklah , terimakasih untuk pelanananya" jawab Raka mengambil buku tadi.


"Ini tidak seberapa tuan, nona muda adalah tamu paling istimewa di tempat ini" jawab pelayan sambil tersenyum.


Bos tadi tidak bisa mempercayai telinganya sendiri,


'Apa tamu paling istimewaaaa' pikir Bos dalam hati.


"Pelayan, apakah saya tidak salah dengar" Bos tadi bicara sangat lantang karena marah.


"Mereka hanya anak kecil yang tak tau apa-apa, seharusnya kita adalah tamu yang paling istimewa dan berharga di sini, cepat panggil managermu kesini, saya ingin penjelasan semua atas ini" tambah seorang wanita yang duduk bersama Bos tadi.


Mereka makan disini karena mereka merasa berkuasa atas daerah ini, tapi anak kecil malang itu sunggung menghina mereka karena mendapatkan perawatan yang lebih di bandingkan mereka.


"Ada apa ini, kenapa berteriak terlalu keras, kami sedang melakukan pertemuan jadi merasa terganggu" tiba-tiba datang suara seorang wanita yang feminim tapi sangat dingin.


"Oh jasmin, akhirnya kamu datang juga" sapa wanita tadi dengan bangga.


"Oh ini kamu Jeni, ada apa sebenarnya, kenapa kalian semua berteriak terlalu keras, apakah ada masalah??" Tanya Jasmin ke Jeni. Wanita yang bersama Bos tadi bernama Jeni.


"Ini pelayanmu sungguh tidak sopan terhadap kami, mereka hanya melayani anak kecil ini dengan sangat baik, tapi kami di biarkan tanpa pelayanan, apakah itu adil menurutmu" jawab Jeni sambil menunjuk ke Raka.


Semua pelayan terkejut dan mereka sedikit takut karena ternyata wanita gila ini mengenal manager mereka. Tapi apa yang bisa mereka lakuhkan, mereka hanya menyambut nona muda jonson karena keluarganyalah pemilik Restoran ini. Sedangkan pasangan Bos dan Wanita tadi hanyalah tamu biasa, mereka tidak akan mengira kalau wanita tadi mengenal manager mereka. Seandainya mereka tahu, mungkin juga akan melayani dengan ramah.


"Apakah seperti itu, sekarang sedang ada bos pemilik perusahaan Abadi Jaya, jadi jangan membuat masalah di sini kalian anak kecil" ujar Jasmin sambil menoleh ke arah Raka dan Angelica.


Tepat ketika tatapanya jatuh ke arah mereka, Jasmin langsung menjatuhkan tanganya dari sebelumnya yang menunjuk ke Raka dan Angel, dia sekarang gemetaran dan berkeringat dingin.


Raka sendiri kaget dengan perkataan manager dan bertanya-tanya dalam hati 'apa?? Pemilik Abadi jaya, apakah mas Bima ada di sini'


Benar sekali, perusahaan Abadi Jaya adalah proyek yang sedang di kembangkan di Temanggung, dan pemilik sahnya adalah keluarga Randika. Setahu Raka hanya dia dan Bima pemilik sahnya.


Angel sendiri hanya tersenyum dan menyapa Jasmin dengan ramah.


"Senang bertemu denganmu nona Jasmin" ujar Angel.


Jeni dan Bos tadi sudah siap untuk melihat kedua anak kecil ini di cabik dan di usir dari Restoran. Namun semua yang terjadi adalah sebaliknya, manager bahkan langsung menjatuhkan lututnya kelantai dan memohon

__ADS_1


"Nona muda maafkan saya karena terlalu sombong" ucap manager sambil bergetar karena sangat malu.


Apa???


Semua orang bahkan lebih terkejut dari sebelumnya, karena mereka sebelumbya sudah mengira bahwa bocah ini akan di usir oleh manager.


Bos tadi dan Jeni di buat bingung, seolah tidak mempercayai mata mereka sendiri.


"Jasmin apa yang terjadi, kenapa kamu berlutut di depan anak bau ini" kata Jeni sungguh tidak percaya.


Tapi Jasmin tidak menanggapi perkataan Jeni, dia hanya menatap dan memohon ampunan kepada Angelica.


"Tidak apa, kami juga tidak terluka mental atau apapun" jawab Angel dengan senyuman.


"Kamu adalah keledai kecil yang sombong, aku akan memberimu pelajaran" bentak Bos tadi sambil mengangkat tanganya siap menampar Angel karena sudah mempermalukanya. Saat tangan bos tadi hampir mengenai pipi Angel, tiba-tiba dia merasakan sakit yang sangat di bagian perutnya dan memaksanya berlutut di depan Angel. Sebenarnya Angel telah menendang dengan keras tepat di ulu hati Bos tadi.


"Nah seharusnya seperti itu dari tadi" ujar Angel.


Bahkan sekarang Jeni masih tidak percaya kalau pacarnya yang gagah dan berotot bisa dengan mudah di kalahkan oleh seorang gadis SMA.


"Ka ka kau" jata Bos tadi gagab karena masih memegangi perutnya yang kesakitan.


"Kau mungkin berbakat dan juga dari keluarga yang cukup mampu, tapi kau dan keluargamu pasti akan menyesal karena telah berani menyakiti aku" tambah Bos tadi semakin geram dan marah.


"Kau ini lelaki gagah tapi banyak bicara seperti wanita saja" jawab Angel sampil menampar pipi Bos tadi.


Plak...


Dan begitu saja Bos tadi langsung jatuh kelantai.


Apa???


Semua orang didalam Restoran tidak bisa tidak terkejut.


"Nona, walaupun anda cukup kuat, tapi anda harus sedikit hati-hati saat berbuat sesuatu, anda tidak tahu kan siapa dia??" Tanya pengunjung lainya lagi.


"Tidak perlu, memangnya kenapa?? Dia bertindak seolah dia yang paling berkuasa" jawab Anggel.


"Dia memang yang berkuasa di sekitar sini nona" jawab orang itu lagi.


"Iya kamu akan menyesalinya, seandainya kamu tidak mamberikan kompensasi kepada kami" lanjut wanita bernama Jeni, dia sebenarnya masih takut seandainya wanita ini juga akan memukulinya juga. Jadi ada sedikit ancaman pada nada suadanya.


"Bos pemilik perusahaan Abadi Jaya adalah atasan kami, jandi kamu jangan mencoba melarikan diri seandainya dia keluar dan menindakmu" tambah Jeni dengan sedikit ketakutan dan marah juga.


"Oh hanya di daerah sini" jawab Angel.


Kemuadian beralih memandang manager yang masih diam dari tadi sebelum bertanya


"Siapa yang ada di dalam ruangan?? Tanya Angel pelan.


"Ayah anda nona" jawab manager cepat.


Apa????


Semua pengunjung Restoran bicara serempak dengan lantang dan Jelas.


Bahkan suaranya sampai terdengar lagi kedalam Ruangan pribadi yang mewah.


"Sebenarnya apa yang terjadi, bukankah Jasmin mengatakan bahwa dia akan segera menyelesaikan masalah di luar, kenapa terlalu lama" ujar seorang Bos dalam ruangan.


"Mizuka, tolong lihat apa yang terjadi dan segera laporkan padaku!!!" Perintah seorang Bos kembali kepada sekertarisnya.

__ADS_1


"Baik tuan" jawab Mizuka. Setelah itu dia keluar ruangan dengan cepat.


"Siapa yang berani bertingkah di tempat ini" Tiriak sebuah suara dingin seorang wanita.


"Ah nona mizuka, meraka di sana nona" jawab seorang pengunjung lainya yang juga mengenal seberapa kuat pengaruh Mizuka di Temanggung.


Setelah itu Mizuka menuju tempat keramaian.


"Ah nona Mizuka selamat datang"


"Ah nona silahkan"


"Nona Mizuka silahkan"


Banyak dari tamu sudah mengenal Mizuka dan mereka membuka jalan Mizuka untuk mendekat ke keributan.


"Ah Nona Mizuka, lihat anak kecil ini berani Menendang perutku bahkan berani menamparku di depan banyak orang" ujar Bos tadi merasa akhirnya kemenangan berpihak padanya. Dia tahu kekuatan Mizuka dalam fisik maupun pengaruh. Jadi pasti anak kecil ini akan di habisi. Tidak peduli siapa dia. Sepertinya Bos ini tidak mendengarkan tadi manager bicara apa, mungkin karena masih merasa kesakitan.


Setelah itu Mizuka menoleh dengan dingkin ke Raka dan Angel, yang mengejutkan semua orang Mizuka yang dingin langsung menunjukan senyum sopan kepada Angel dan Raka.


"Apa yang terjadi, kenapa nona besar seperti nona mizuka bisa tersenyum dengan bajingan kecil seperti mereka" ujar pengunjung lain yang tidak mendengar suara dengan jelas.


Banyak pengunjung berani menghina Raka dan Angel karena mereka tidak melihat pasangan kecil ini mengendarai mobil mewah di luar. Karena saat Raka dan Angel datang, banyak dari tamu sudah ada di dalam.


"Oh jadi anda Nona muda dan Tuan muda" ujar Mizuka.


Semua orang menganga dengan kaget perkataan Mizuka tadi, ini terutama terjadi pada Bos yang sudah merasa percaya diri tadi dan senyumnya langsung menghilang saat dia bertanya.


"Apa anda bilang Nona??" Dia masih tidak percaya.


"Siapa sebenarnya mereka berdua Nona, tolong jelaskan, kenapa anda sangat sopan kepada keduanya??" Tanya Bos dengan sedikit kerutan di dahinya. 'Apakah kedua anak kecil ini memang tuan dan nona muda, tapi dari keluarga mana, kenapa Mizuka sangat sopan kepada keduanya' pikir Bos dalam hati.


"Jadi kamu tidak mengenal mereka?? Hendrik biar aku beri tahu, dia adalah Nona muda putri dari Tuan Jonson dari keluarga Jonson" jelas Mizuka dengan lantang.


"Dan jika Tuan muda ini adalah...."


"Sudah cukup Mizuka, tidak perlu menjelaskan" potong Raka cepat sebelum banyak yang mendengar.


Mizuka pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tanganya.


"Apa?? Anak kecil ini memanggil Nona Mizuka dengan namanya, sungguh tidak tahu sopan santun" kata salah satu pngunjung.


"Tapi sepertinya Nona Mizuka juga sangat menghormatinya" jawab yang lain. Banyak dari pengunjung di buat bingung dan tidak mengerti dengan yang terjadi.


"Maafkan saya Tuan Muda" jawab Mizuka kapada Raka. Setelah itu Mizuka menatap kedua pasangan tadi yang berbuat onar sebelum menampar mereka dengan keras, bahkan tamparanya lebih kuat dari tamparan Angel. Kedua pasangan tadi langsung jatuh ke tanah.


"Berani sekali kalian membuat masalah dengan Tuan Muda juga Nona Muda, apakah kalian sudah bosan hidup??" Bentak Mizuka dan semua orang langsung diam di tempat.


"Maafkan kesalahan kami Nona" ujar Jeni ketakutan walaupun masih syok dengan kejadian ini. Setelah Mizuka dengan lantang dan jelas siapa sebenarnya gadis kecil ini, Hendrik dan Jeni bisa memutuskan bahwa mereka telah menggali kuburanya sendiri karena terus menghinanya. Siapa sebenarnya mereka, berani menghina Nona Muda keluarga Jonson. Mereka seharusnya menjilatnya bukan palah menghinanya. Hanya penyesalan yang sangat dalam yang bisa mereka rasakan.


"Nona Muda maafkan kami berdua yang kurang berwawasan luas dan tidak mengenali anda" Hendrik langsung bersujud di bawah kaki Angel.


Angel hanya tersenyum menghina pada Hendrik sebelum berkata "Jadi kalian sudah merasa rendah sekarang, kenapa kalian sombong seperti tidak ada yang lebih kuat di bandingkan kalian"


"Iya Nona maafkan kebodohan kami" tambah Jani ikut bersujud, dia sudah bisa memastikan kehancuran reputasi dan karirnya sendiri. Dia sendiri bekerja untuk perusahaan Abadi jaya, tapi dia palah menghina pemiliknya. Apaan itu sudah tidak bisa di maafkan.


"Baiklah, saya akan memastikan hukuman bagi anda nanti" ujar Mizuka dingin dan hanya membuat kedua pasangan itu begidik ketakutan.


Setelah itu dia menoleh kembali kepada Angel dan Raka.


"Silahkan masuk Tuan dan Nona muda, kami akan menjamu kalian dengan sepantasnya" ujar Mizuka.

__ADS_1


Setalah itu dia memerintahkan pelayan.


__ADS_2