Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 7


__ADS_3

Raka belum pernah memakan makanan seperti ini, jadi dia makan dengan lahab seperti tak ada hati esok.


Tuan dan nyonya Jonson hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Makanya pelan-pelan, ntar kesedak" ujar Angelica.


"Eh iya maaf,maklum belum pernah makan masakan imi hehe" jawab Raka sedikit malu 'iya kalau seperti ini aku terlihat kampungan di depan mereka' Raka berfikir dalam hati.


Makan pun selesai dengan cepat dan dia bersiap untuk pamitan pulang.


"Terimakasih keramahan dari keluarga tuan dan nyonya Jonson" ujar Raka sambil senyum sopan.


"Iya, tidak usah terlalu sopan, biasa saja nak Raka" jawab nyonya Jonson.


"hehe iya, kalau begitu saya permisi pulang dulu tuan, nyonya , dan Angelica" ujar Raka , setelah itu dia menyalami mereka satu persatu.


"Angel, antar nak Raka keluar" ujar ibu Angel.


"Iya bu" jawab Angel dan langsung memegang tangan Raka seperti pasangan kekasih.


Mereka berdua keluar sambil bergandengan tangan sampai di tempat parkir mobil, tempat Raka memarkir mobilnya.


Angel dan Raka melepaskan gandengan mereka, tapi mereka seoalah tak mau berpisah. Ini semua karena mereka berdua baru pertama kali jatuh hati dengan lawan jenis.


Setelah Raka masuk ke mobilnya Angel hanya tersenyum dan melambai tangannya ke Raka


"Sampai jumpa di sekolah Raka" ujar Angel


"Iya, sampai jumpa di sekolah" jawab Raka dengan anggukan.


Raka lupa kalau dia belum bisa mengendarai mobilnya, jadi dia keluar lagi.


"Angelica maaf, bisakah anda meminta seseorang untuk mengendarai mobilku dan mengantarku pulang?? Hehe maaf aku belum bisa mengendarai mobil" ujar Raka sedikit malu. Punya mobil mewah juga cuma hadiah dari kakaknya, jadi dia belum sempat belajar menyetir mobil.


"Oh iya baiklah, sebentar ya" jawab Angel, setelah itu dia menelfon sebentar.


"Sebentar lagi sopir datang" lanjut Angel, tanpa sadar dia kembali bergandengan dengan Raka, seperti pasangan sejoli yang sedang di mabuk cinta. Tetapi mereka tidak perlu terburu-buru mengungkapkan perasaanya.


Tiba-tiba ada mobil datang mendekati mereka, mobil pajero seperti biasanya.


"Ayo sekarang kita naik mobil kamu biar aku yang antar kamu pulang" ujar Angel, dia merasa sangat bahagia.


"Loh kok kamu yang antar aku, terus gimana dengan sopirnya" jawab Raka sambil menunjuk ke mobil pajero.


"Tenang saja, sekarang aku yang anterin kamu naik mobil kamu, lah nanti pulangnya aku di antar sopir, biar dia ngikutin kita dari belakang" jawab Angel.


Merekapun masuk ke mobil, tapi sekarang Raka jadi penumpang, dan Angel yang menyetir.


Angel sudah ahli dalam menyetir walau masih sangat muda, untuk orang kaya seperti dia tidak perlu sim. Setiap ada operasi dia langsung mengeluarkan uangnya saja, karena memang hukum di negara kita lemah. Tajam di bawah dan tumpul di atas.


Saat perjalanan pulang dia dapat pesan masuk dari Deni


[Eh Raka, kamu kenapa belum pulang? Jangan-jangan kamu tidur bareng Angel ya??]


Apa??


Raka teriak dengan kaget, temanya bisa mikir seperti ini.


"Ada apa Raka?? " tanya Angel penasaran.


"Oh tidak apa-apa kok hehe, hanya Deni yang gila" Raka tidak ingin jujur karena ini sangat memalukan jika wanita idamanya mengetahui ini, tapi dia juga tidak ingin berbohong.


"Oh" jawab Angel, dia masih fokus menyetir.


[Eh jangan samakan aku denganmu ya, aku bukan lelaki berfikiran kotor seperti kamu] Raka pun langsung membalas dengan cepat pesan dari Deni.


[Hahaha tetap saja, tetap saja kenapa tidak langsung pulang?? Lagian kamu lelaki normal kan??] Deni membalas dengan hitungan detik.


[Lelaki normal tidak harus tidur dengan wanita seenak jidatnya kan] balas Raka.


[Yasudah iya, kenapa kamu belum pulang?? Tadi mas Bima bilang kamu masih di rumah Angel, apakah kamu bisa pulang sendiri? Kan kamu belum bisa menyetir, apa perlu aku jemput?] balas Deni.


[Iya tadi aku istirahat dulu di rumah Angel, tapi aku tidur di kamar sendiri ya, aku tidak tidur dengan Angel. Sekarang aku sudah dalam perjalanan pulang di antar Angelica] jawab Raka.


'Raka Raka Raka, dasar bodoh. Kalau aku jadi kamu pasti sudah aku ajak tidur bareng wanita secantik Angelica' Deni bicara dalam hati.


Di tempat lain di rumah keluarga Jonson

__ADS_1


"sepertinya kita akan besanan dengan keluarga Randika" ujar Alice Jonson / ibu dari Angelica.


"Jangan terlalu berharap, mereka masih remaja. Kita lihat saja kedepanya bagaimana, lagian mereka masih terlalu muda untuk membahas masalah seperti ini" jawab Patrik.


"iya, semoga saja mereka bisa melanjutkan hubungan mereka sampai dewasa dan kita bisa besanan dengan keluarga Randika" ujar Alice Jonson.


Patrik hanya senyum dan mengangguk, mereka punya alasan yang sangat tinggi untuk sangat berharap bisa besanan dengan keluarga Randika.


Kembali ke Raka dan Angelica, mereka akhirnya sampai di kediaman keluarga Randika.


Mereka di sambut dua pengawal sebelumnya, setelah turun dari mobil Angelica langsung berpamitan untuk pulang karena sudah malam.


Setelah Angelica pergi, Raka masuk kerumahnya .


"Wah pangeran sudah pulang" ujar Deni menggoda Raka.


Raka hanya senyum menanggapi Deni, dia langsung masuk ke kamaranya.


Didalam kamar dia langsung berbaring dan mengirim pesan ke Angelica


[Terimakasih ya atas semua kebaikanmu]


Angelica menjawab dengan hitungan detik


[Iya, langsung tidur??]


[hanya berbaring, tapi belum ngantuk, kamu sudah sampai mana?] Jawab Raka.


[Hampir sampai rumah ini, kamu istirahat dulu sana!]  balas Angel.


Raka menatap pesan dari Angel dengan bahagia, dia bahkan senyum-senyum sendiri 'ternyata Angel sangat perhatian' Raka bicara dalam hati.


[sebentar ah, ini belum ngantuk juga, kamu langsung pulang kan?] tanya Raka.


[Iya ini langsung pulang kok, kenapa emangnya,?]


Balas Angel.


[Ya gakpapa , nanya saja hehe]


Mereka asik chatingan sampai tertidur.


Sampai di kelas Deni langsung menuju ke tempat duduk Susi, dan Raka juga menuju tempat duduk Angel. Saat ini Angel sudah berangkat ke sekolah.


"Sayang..." ujar Deni ke Susi.


"iya" jawab Susi dengan senyum.


"Nanti jam istirahat aku mau ngomong berdua sama kamu" lanjut Susi.


"Oh iya siyap komandan" jawab Deni.


Disisi lain Raka sedang bicara dengan Angelica.


"Halo Angel" ujar Raka.


"Iya Raka sudah berangkat, semalam sudah tidur ya kok wa aku gak di bales??" jawab Angel.


"Hehe iya maaf, semalam ketiduran" jawab Raka.


Mereka pun mengobrol sedikit dan bunyi bell tanda masuk kelas sudah berbunyi.


Mereka belajar seperti biasa dan bell istirahat pun berbunyi. Semua teman sekelas keluar dan langsung banyak yang menuju kantin. Laras dengan tatapan tajamnya menatap Angel dan Raka, setelah itu dia keluar kelas.


"Ayok kita ke kantin, tadi aku belum sarapan" ujar Raka.


"Iya sebentar ya, aku balas wa ayahku sebentar" jawab Angel.


Patrik : [pokoknya jangan lupa untuk terus dengan Raka Randika, karena keluarga kita akan menjadi sangat kuat jika bisa besanan dengan keluarga Randika]


Angel : [iya ayah, tapi aku juga tidak bisa memaksa dia walaupun aku ada perasaan padanya, aku akan berusaha]


Setelah selesai membalas pesan, mereka langsung keluar kelas dan menuju kantin.


"Kamu mau pesan apa? " ujar Raka dalam perjalanan ke kantin.


"Nanti saja gampang kok" jawab Angel.

__ADS_1


Mereka mwngobrol sedikit sebelum sampai di kantin. Saat ini hanya Laras yang menatap mereka dengan dingin, sebelum mengalihkan pandanganya. Hatinya terasa sakit saat melihat kemesraan Raka dan Angel.


Di sisi lain Deni dan Susi pergi berdua ke taman belakang sekolah.


"Maaf ya sebelumnya, tapi aku mau berterus terang tentang hubungan kita, kamu pernah bilang kalau kamu punya banyak cewek di depanku, sekarang jawab jujur. Berapa cewek kamu?" ujar Susi terus terang karena dalam hubungan harus saling terbuka.


Deg.


Deni kaget dengan pertanyaan ini, tapi dia sudah punya jawaban untuk pertanyaan Susi karena dia tidak mungkin bisa berbohong di depan Susi, jadi dia berterus terang saja.


"Semua cewek sudah kuputuskan sebelum aku nembak kamu, jujur aku mulai menjauhi mereka saat aku mencoba deketin kamu, jadi saat ini hanya kamu yang ada di hatiku" jawab Deni.


"Saat ini?" tanya Susi , matanya melototi Deni.


"Bukan begitu, tenang kenapa" jawab Deni.


"Sejak aku mau deketin kamu, aku sudah memutuskan akan setia hanya sama kamu. Jadi jangan berfikir yang macam-macam karena aku akan selalu menjadi milikmu sayang" lanjut Deni, saat bicara dia memandang Susi dengan serius sambil kedua tanganya memegang kedua pipi Susi.


"SERIUS?" Ujar Susi.


"iya pasti serius dong, hanya cowok bodoh yang akan menduakanmu" jawab Deni.


Setelah mengobrol sedikit, Susi menjadi semakin luluh karena Deni sangat romantis dan juga perhatian.


Mereka akhirnya berpelukan sebentar, dan saling kecup bibirnya. Setelah itu mereka menuju kantin dengan gandengan tangan.


Susi senyum menatao Deni , Deni pun sebaliknya, dunia serasa milik bedua dan yang lain hanya nyewa saja.


"Inilah pasangan muda yang sedang di mabuk cinta"


Tiba-tiba terdengar suara menggoda dan mereka menoleh ke arah suara.


"Oh eh pak maaf" jawab Susi dan Deni gagab, setelah itu melepaskan tangan masing-masing, mereka sangat malu.


"Hahaha biasa saja, saya juga pernah muda" ujar guru yang tadi.


"Tapi setidaknya jangan bermesraan di sekolah ya banyak yang lihatin soalnya" lanjut guru tadi.


Setelah itu dia melewati Deni dan Susi menuju kantin.


"Tuhkan kamu, aku kan malu" ujar Susi.


"Yasudah lagian juga sudah terlanjur kok , ayo ke kantin, sepertinya Raka dan Angel sudah menunggu di sana" Tak ingin banyak bicara, Deni menarik Susi dan dibawa menuju kantin.


Saat ini Raka sedang memesan bakso di kantin, dan Angel menunggu di meja makan.


"Kamu duduk di sebelah Angel ya, aku yang pesan, kamu mau pesan apa?" tanya Deni.


"Iya , aku bakso saja" jawab Susi, dia langsung menuju ke tempat duduk dekat Angel.


Angel dan Susi pun mengobrol tentang hubungan mereka dengan pasanganya. Bedanya adalah Angel bukanlah pasangan Raka.


Raka dan Deni menghampiri mereka dengan masing-masing membawa nampan dengan 2 mangkok bakso.


Mereka berempat makan dengan lahapnya.


Selesai makan mereka langsung kekelas dan menjalani hari seperti biasanya.


Setelah sampai di rumah, Raka langsung di sambut hangat oleh kakaknya. Mereka mengobrol seperti biasanya, Deni sendiri sedang pergi berduaan dengan Susi. Setelah Deni mengantar Raka, dia langsung pamit pergi lagi padahal belum ganti pakaian.


"Raka, mas Bima besok berangkat lagi, tapi kali ini tidak ke Amerika, mungkin belum saatnya kesana. Mas


Bima akan pergi untuk mengembangkan bisnis perusahaan , atau tepatnya membangun bisnis baru, atau lebih tepatnya cabang bisnis dari perusahaan di Jakarta. Sementara mas di Jakarta, kedua pengawal akan menjadi pengawal pribadimu mulai sekarang untuk melatih diri kamu supaya menjadi ahli bela diri mulai dari titik nol, agar kamu bisa membela diri kamu saat kamu memiliki masalah" ujar Bima.


"iya aku ngikut mas saja baiknya bagaimana, semoga mas Bima sukses dengan bisnisnya di sana" jawab Raka sambil menghela nafas panjang.


"Kamu memang adik mas Bima, walaupun mereka pengawalmu saat di luar, tapi saat dalam pelatihan kamu tetap harus menghormati mereka sebagai guru" saran Bima.


"Iya mas, aku akan melakukan yang terbaik"


Mereka bicara perpisahan pada malam itu sebelum makan malam dan akhirnya tertidur. Deni di sisi lain setelah mengantar Susi pulang setelah bermain seharian, dia pun langsung tertidur.


Pagi keesokan harinya Bima berangkat ke Jakarta dengan mobil Ferrari nya, dia tidak naik pesawat karena ingin menikmati perjalanan panjang.


Raka dan Deni pergi ke sekolah seperti biasanya, Raka sering pergi bersama Angel, sedangkan Deni bersama Susi pacarnya.


Banyak yang iri dengan mereka, cuma sejak mereka mengetahui seberapa kaya Angel dan Raka. Tatapan iri mereka semakin besar hanya saja tidak berani mengadukan ke kepala sekolah. Berbeda sekali seandainya yang bermesraan adalah anak dengan harta biasa, pasti sudah di laporkan dan orang tuanya di panggil untuk menegur.

__ADS_1


"Laras kenapa sekarang kamu sering menatap mereka, apakah kamu cemburu dengan kedekatan mereka" ujar Siwi. Siwi adalah sahabat laras dan teman sekelas Raka dan Deni.


__ADS_2