
Di perjalanan Raka memikirkan sesuatu, "bagaimana jika besok Angel tahu ya, bisa mati aku..' batin Raka.
[Sayang sudah sampai rumah??] Sekilas pesan dari Angel.
[Masih perjalanan, soalnya baru beli Lobster Abalon Australi untuk makan Mizuka] jawab Raka.
[Oh] Angelica hanya membalasnya singkat.
[Apakah kamu sudah sampai sayang??]
[Sudah lah, oh iya besok aku ada kejutan buat kamu]
[Kejutan???] Batin Raka tidak enak, 'apakah Angel tahu bahwa aku mengantar bu Jesica pulang, ahhhhhh' batin Raka sedikit gemetar.
[Iya lah, kenapa kamu begitu kaget??]
[Eh maaf, ya kan namanya mau dikasih kejutan kekasihnya pasti pikir kemana-mana donk] jawab Raka mencoba setenang mungkin karena Angel wanita sensitif.
[Baiklah sampai jumpa besok ya, aku fokus nyetir dulu, nanti di rumah juga langsung belajar dan istirahat] lanjut Raka.
[Ahhhhhh, yasudah deh, sampai jumpa besok sayang, hati-hati di jalan ya, semangat belajarnya emuah....]
Membaca pesan dari Angel hanya membuat Raka senyum-senyum sendiri. "Pacarku perhatian juga" gumamnya.
***
Setelah jeda singkat akhirnya Raka sampai di kediamanya dan seperti biasa sapaan semua pengawalnya.
Setelah mendengar mobil masuk, Mizuka langsung turun dan menemui Raka.
"Selamat datang sayang." Ucap Mizuka dengan mata menggoda saat melihat Raka masuk.
"Iya," hanya itu jawaban Raka. Dia melihat Mizuka dari bawah ke atas, sangat cantik dan menggoda. Semua lelaki normal pasti menginginkanya, bahkan Raka juga tergoda. Tapi dia menahan nafsu nya yang sangat sulit itu.
Mizuka memakai baju tidur yang seperti ini, siapa yang tidak bernafsu untuk menyentuhnya.
"Ini makananmu, aku mau mandi dan ganti baju dulu," ucap Raka yang hampir kehilangan akalnya.
Raka kemudian menyerahkan makanan tadi kepada Mizuka sebelum berlalu masuk kamarnya.
"Astaga!!! Apakah Mizuka bisa secantik ini!!!" Gumamnya dalam kamar.
"Arhhhhh. Pasti lelaki yang memilikinya nanti akan sangat beruntung..." lanjut Raka sebelum berlalu ke kamar mandi untuk berendam air panas.
Raka sendiri saat ini membayangkan bagaimana dia melucuti pakaian Mizuka pelan dan menidurkanya di Ranjang.
".arhhhh aku bisa gila." Ucap Raka sambil menjambak rambutnya. "Andai saja kamu bukan sepupuku pasti........... arh lagian umurnya terlalu jauh dariku..... gila gila gila, semakin dewasa aku semakin gila......" lanjut Raka yang terngiang terus dengan Mizuka yang mengenakan baju tidur setengah terbuka.
Setelah selesai berendam, Raka keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan.
Melihat Mizuka makan dengan lahabnya membuatnya tersenyum, tapi Mizuka masih mengenakan pakaian tidurnya. Ini membuat Raka semakin gila, '.arhhhh Raka Randika kamu menjadi bajingan.' Batinya mencela diri.
Akhirnya Raka berlalu dan pergi karena tidak ingin kebablasan dengan sepupunya.
Tiba-tiba Deni pulang saat Raka ingin keluar.
"Hey kenapa lu murung." Ujar Deni saat melihat Raka hanya menundukan kepalanya seperti sedang berfikir.
"Ah Den, sudah pulang." Jawab Raka canggung.
"Apakah sedang ada masalah??" Tanya Deni serius.
"Tidak ada, kenapa lu baru pulang.??"
"Ya biasa, aku pergi menemani Susi ke salon dan makan juga, kanapa sih lu kok kayak gak tau aku saja." Deni merasa aneh dengan tingkah Raka ',pasti ada yang tidak beres.' Batinya Deni.
"Ya.... mungkin aku sedang banyak pikiran, aku mau keluar dulu ya, cari angin..." ucap Raka, kemudian dia berlalu dan pergi dengan ferrari nya.
Deni hanya menganggukan kepala dan masuk rumah, dia langsung pergi kekamarnya untuk mandi dan istirahat karena itu kebiasaan Deni, bagai hidup di surga. Berbeda sekali dengan Raka yang Rendah hati dan sederhana, Deni menunjukan segalanya yang dia miliki untuk menjerat gadis-gadis sedangkan Raka sebenarnya malu saat mengendarai mobil yang begitu mewah.
Karena banyak berfikir, Raka tidak memperhatikan yang dia kendarai saat ini.
[Sayang, aku jemput kamu ya, kita jalan]
Raka mengirim pesan ke Angelica.
[Baik, aku berdandan dulu sebentar] balasan dari Angelica sangat cepat dalam hitungan detik.
***
Dirumah keluarga Jonson, Angelica sangat senang ketika tiba-tiba melompat dan berlari ke kamarnya dengan cepat.
"anakmu itu bu, seperti kesambet saja, tiba-tiba senyum-senyum sendiri dan melompat-lompat langsung berlari ke kamarnya." Ujar Tuan Jonson.
"ah ayah seperti tidak pernah muda saja, sudah dapat di tebak, pasti dia akan pergi dengan Tuan Muda." Jawab Nyonya Jonson tersenyum bahagia.
"Hahaha iya juga, seandainya saja hubungan mereka sampai pelaminan, pasti keluarga kita sangat beruntung ya." Ujar Tuan Jonson lagi.
"Iya ayah, semoga saja cinta mereka tidak padam sampai tua nanti."
"Iya bu, semoga saja."
Mereka berdua terus mengobrol membicarakan hubungan anaknya dengan Raka.
***
__ADS_1
Didalam kamar, Angelica sendiri bernyanyi seperti orang kasmaran sambil membersihkan tubuhnya kemudian dia berdandan bak putri kerajaan.
Sangat cantik dan harum di seluruh tubuhnya, siapapun lelaki pasti akan tergoda melihat wanita ini.
"Arhhhh.... Raka, aku rindu kamu selamanya, baru tadi sore kita jalan, aku sudah rindu kamu, aku sangat senang kamu mengajaku jalan, aku akan membawamu ke surga." Gumamnya di dalam kamar, sambil senyum-senyum sendiri.
***
Raka sendiri sudah sampai di kediaman keluarga Jonson, Raka di sambut antusias dari semua pengawal. Karena bawahan keluarga Jonson juga bawahanya, jadi bawahan keluarga Jonson pasti lebih menghormati Raka Randika.
Saat Raka keluar dari mobil dia kaget, ternyata dia mengendarai Ferrari nya, padahal niatnya hanya menggunakan Brio saja, sudah terlambat menyesal, sebenarnya dia tidak ingin pamer, karena sama sekali bukan gaya nya.
"Arhhhhh...." teriaknya menyesali tindakanya , karena pasti nanti akan terjadi keributan saat dia membawa mobilnya.
Pengawal yang mendengar teriakan Raka semua diam ketakutan, takut jika mereka menjadi pelampiasan kemarahan Tuan Muda.
Raka yang melihat tingkah pengawal hanya terkekeh di buatnya.
Kemudian Raka masuk langsung di bukakan pintu, bahkan sebelum memencet bell.
'Pasti keluarga ini sudah tahu kedatanganku uh..' batinya.
Kemudian Raka di sambut hangat oleh kedua orang tua Angelica.
"Silahkan masuk dan duduk dulu Tuan Muda, Angelica sedang berdandan untuk anda." Ujar Tuan Jonson mempersilahkan masuk saat melihat Raka langsung.
"Baiklah paman, maaf merepotkan hehe." Raka sendiri menjawab dengan canggung karena malu.
Raka dan Patrik kemudian berjalan masuk dan duduk di sofa bersama nyonya Jonson.
"Bu panggil anak kita keluar, bilang Tuan Muda sudah menunggu." Ujar Patrik.
"baik ayah."
Raka hanya berbincang-bincang sedikit masalah bisnis dan pembangunan semua proyek, ternyata bukan hanya bangunan, mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk membersihkan dan membangun drainase sungai-sungai di temanggung, juga pelebaran jalan.
Ini membuat Raka senang, karena perekonomian di Temanggung pasti akan meningkat pesat, bukan hanya itu, banyak Rumah sakit akan di bangun semewah dan senyaman mungkin di Temanggung.
Bahkan untuk khusus warga Temanggung, akan di beri keringanan saat berobat, bahkan bisa gratis jika orang itu benar-benar jujur tidak memiliki biaya.
***
Angelica sendiri sudah mendengar suara mobil masuk dan sangat senang karena itu pasti kekasihnya.
"Sayang, Tuan Muda sudah menunggu." Ucap ibu Angel sambil membuka pintu kamar putrinya.
"Putri kecil ibu sudah dewasa, dan lihat kamu sangat cantik." Tambah ibu Angel saat masuk kamar dan menutup pintunya dari dalam.
Kemudian dia langsung mengelus kedua pipi anaknya dengan sangat lembut.
"Ah ibu, hehe harus cantik lah, ibunya saja cantik." Jawab Angel senyum puas.
"Tanpa disuruhpun aku pasti membuatnya senang bu, karena aku beneran..... hehehe ah ibu aku malu." Jawab Angelica manja.
"Sudah-sudah ayo keluar, kasihan jika Tuan Muda terlalu lama menunggu!!." Ucap nyonya Jonson sedikit tegas dengan senyuman.
Akhirnya keduanya keluar kamar bersama sambil ngobrol sedikit dengan sangat senang.
***
"Maaf sayang membuatmu menunggu." Ucap Angelica dari belakang Raka bersama ibu nya.
"Tidak apa sayang." Jawab Raka tersenyum kemudian berbalik dan menatap Angelica, dia di kejutkan lagi dan lagi.
Angelica di depanya selalu bertambah cantik dan cantik, apalagi parfum yang di kenakan sangat menggoda hasrat lelaki nya.
"Hey, hey, sudah melamunya??." Ujar Angelica sambil melambai tangan di depan mata Raka.
Raka tersentak kaget "maaf, hehe aku benar-benar beruntung menjadi kekasihmu." Ucap Raka tersenyum ramah sebelum mendekat dan memeluk Angelica, dia lupa sedang berada di mana saat ini. Cinta memang buta tak melihat orang lain, karena dunia terasa milik berdua saja.
Patrik dan istrinya hanya tersenyum bahagia..
"Ehem-ehem...
"Eh maaf paman, hehe" ucap Raka yang malu setelah mendengar Patrik berdehem. Keduanya hanya terkekeh.
"Paman dan tante, saya ijin bawa Angelica jalan ya??" lanjut Raka minta ijin.
"Iya boleh kok, tapi tolong jaga putri sematawayang kami ya." Jawab Patrik dengan senyuman.
"Itu pasti paman." Jawab Raka dengan anggukan.
Angel hanya tersenyum senang menatap kekasihnya sebelum mengangguk kepada kedua orang tuanya dan berjabat tangan sambil mencium kedua punggung tangan orang tuanya.
"Ayah, ibu, saya jalan dulu." Ucapnya sambil memeluk ibunya seperti anak manja, padahal sebelum kenal Raka, Angel tidak pernah berpamitan saat keluar.
Ini juga yang membuat Patrik sangat senang saat Angel bergaul dengan Raka. Angel berubah menjadi semakin baik.
"Hati-hati di jalan nak..." ucap ibu Angel.
Kemudian keduanya keluar rumah sekitar pukul 19.15.
***
Kembali ke kediaman keluarga Randika, Mizuka merasa aneh juga kenapa Raka tidak ada di manapun, akhirnya dia pergi ke kamarnya sendiri untuk menunggu Raka sampai terlelap.
__ADS_1
Saat dia terbangun, Mizuka senang karena Raka saat ini berada di sebelahnya dan sedang memeluknya.
"Sayang bangun," bisik Mizuka pelan ke telinga Raka.
"Iya sayang, ada apa." Jawab Raka pelan sambil membuka matanya perlahan.
"Aku....." kata Mizuka terhenti saat tiba-tiba Raka ******* bibir cantiknya.
Akhirnya pergulatan mereka terjadi lagi, dan sekarang Mizuka benar-benar terlihat sangat puas dan menikmati sentuhan Raka. Semakin besar cintanya kepada Raka saat dia merasakan nikmatnya bergulat dengan Raka. Mereka bermain 5 ronde sampe Raka juga sangat lemas dan tertidur bersama dalam pelukan dengan Mizuka tanpa sehelai pakaianpun, dan di tutup selimut.
***
Di tempat lain saat ini Raka dan Angelica pergi ke Bar untuk bernyanyi dan minum anggur untuk menenangkan pikiran. Sejak Raka mengetahui kekayaanya, imanya menjadi sedikit goyah, palagi jika berhubungan dengan wanita.
Resepsionis wanita cantik yang saat ini bekerja di Bar juga kaget, karena dia mengenal Raka.
Raka tak menghiraukanya dan tetap memesan minuman dan masuk ke ruangan karaoke di Famili Karaoke Bar.
Dalam ingatan Raka, semua teman sekolahnya dari SD sampai SMP selalu menghina dan mengejeknya, entah alasan dia baca buku atau keluarganya yang bangkrut.
"Raka, sombong sekali kamu tidak menyapaku." Bentak Resepsionis wanita tadi.
"Kenapa aku harus menyapamu, sedangkan kamu sendiri selalu menghinaku." Jawab Raka ketus.
"Hahaha memang benar kamu pantas di hina, ternyata kamu sadar juga," jawab Wanita tadi sambil tertawa.
Angel hanya mengerutkan kening nya, Raka yang mengetahui ini langsung mengambil 2 botol anggur dan menyeret Angel pergi ke dalam Kamar agar tidak membuat keributan. Karena dia tidak ingin ketahuan bahwa dia pemilik tempat ini.
Akhirnya Raka meninggalkan resepsionis wanita tadi yang masih tertawa.
Dalam seminggu terakhir ini, Bar sudah ramai karena sekarang banyak orang dari dalam dan luar kota sudah berdatangan.
Mungkin karena promosi yang di lakukan keluarga Jonson dengan bantuan Widodo pastinya.
"Kenapa kamu menariku, aku ingin memberikan pelajaran kepada wanita tadi." Ujar Angel ketus.
"Sudah-sudah, mending temani aku minum ya." Jawab Raka pelan, kemudian dia membuka tutup botol anggur dan menuangkan ke gelas.
"Kita bersulang." Ucap Raka saat memberikan gelas yang berisi anggur ke Angelica.
"Baiklah," Angel menjawab dengan senyum dan mengambil gelas tersebut sebelum meminum anggur dengan sekali teguk.
Mereka berdua menghabiskan 2 botol dengan perlahan sambil bernyanyi lagu-lagu romantis.
Saat mereka bernyanyi, keduanya menangis dan tertawa layaknya orang mabuk seperti biasanya.
Bahkan Angel dan Raka juga merokok, padahal biasanya tidak sama sekali.
"Ah sayang, terimakasih sudah menemani aku menenangkan pikiranku, padahal saat melihatmu pun aku sudah tenang." Ujar Raka dengan mata berkaca.
"Iya sayang, aku juga makasih banget, karena malam ini di ajak jalan." jawab Angelica tersenyum cerah saat tubuhnya menyender ke dada bidang Raka saat mereka berpelukan.
Akhirnya keduanya berciuman, saling ******* bibir dan gigit-gigit leher pelan.
"Cukup sayang, di sini ada kamera pengawas." Ucap Angelica saat mendorong Raka, karena takut kebablasan di tempat itu.
"Ah maaf aku lupa." Ucap Raka seraya melepaskan Angelica.
Mereka keluar dari Bar sekitar pukul 01.00 dini hari.
Saat ini Resepsionis yang tadi menghina Raka sedang tidak ada di loket pembayaran, jadi Raka mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar dan segalanya sangat mudah dan cepat.
Di luar sedang rame, dan seperti biasanya banyak yang melihat dan mengelilingi ferrari nya.
Raka melihat dari kejauhan dan mendekat perlahan ke mobilnya. Bahkan tanpa peduli dengan apa kata orang yang menghina mereka. Karena saat ini Raka sedikit mabuk, begitu juga Angel.
"Raka, sombong sekali kamu, apakah kamu pikir ingin mendekati mobil ini juga." Bentak resepsionis tadi tak senang karena Raka langsung masuk kerumunan tanpa mengantri untuk melihat ferrari.
Raka hanya menatap wanita ini dengan lucu, bagaimana jika dia tahu bahwa pemilik ferrari ini ternyata dirinya ya.
Raka senyum-senyum sendiri membayangkanya.
"Apanya yang lucu?? Dasar gila, cepat ke belakang dan mengantri jika ingin berfoto." Tambah wanita tadi dengan tegas.
Raka sendiri hanya diam tak bergerak bersama Angel.
"Apakah kamu tuli hey pemuda, wanita itu menyuruhmu mengantri. Apakah kami juga perlu ikut campur??" Tanya salah satu pria dewasa di kerumunan dengan nada dingin.
"Memangnya siapa dia menyuruhku mengantri, lagian apakah ini mobilnya??" Jawab Raka dengan senyum sinis, seolah menghina mereka.
"Kalian menyombongkan diri hanya karena sebuah mobil yang bukan milik kalian, sungguh memalukan." Timbal Angel masuk ke pembicaraan mereka sebelum tertawa.
"Sungguh konyol anak kecil ini, wanita itu adalah saudari dari pemilik mobil ini, jadi dia yang menentukan di sini, apakah kurang jelas.!!!" Teriak pria lain, sekarang sudah maju dua langkah ke arah Raka.
"Apa???? Apakah aku tidak salah dengar hahahaha" tanya Raka sambil tertawa.
Angel juga ikut tertawa, tadi dia menghinanya dan sekarang mengaku pada semua orang bahwa ferrari ini milik saudaranya. Padahal jelas Angel tahu itu mobil Raka.
"Apa yang kalian tertawakan." Wanita tadi marah karena akan malu jika semua orang tahu bahwa memang dia bukan saudari pemilik mobil mewah ini, jangankan saudara, kenal saja tidak.
Tapi paling tidak, di hadapan semua orang, dia bisa sedikit pamer karena juga bekerja di Bar yang begitu besar dan mewah saat ini.
"Namamu Sindy kan??? Aku ingat sekarang, tapi sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum mempermalukan dirimu sendiri." Ujar Raka sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
"Apa maksudmu dengan itu?? Aku akan memberimu pelajaran nak!!" Ujar salah satu pria di sana dan dengan cepat memukul Raka, tapi Raka hanya menghindari semua pukulan lelaki tadi, sampai lelaki tadi kelelahan. Tapi tidak bisa menyentuh sedikitpun kulit Raka.
__ADS_1
"Apakah sudah selesai,.?? Tanya Raka dengan senyum pahitnya.
Melihat tatapan Raka, lelaki tadi mengerutkan kening 'bagaimana gerakan anak ini bisa sangat lincah, jika dia membalas pasti aku kalah telak, bahkan tanpa dia membalas pun aku sudah kuwalahan.' Batinya, menyadari sesuatu.