Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 62


__ADS_3

"Gio bilang bahwa 100 Helicopter itu kesini untuk menemui Tuan Muda Randika yang berada di hutan Jayawijaya, Melany sendiri yang adalah orang yang di tugaskanTuan Muda tersebut untuk menemui pihak keluarganya yang ada di Kota Temanggung agar menemui Tuan Muda tersebut, untuk saat ini, Melany sedang mendekati untuk berteman dengan keluaga kelas atas di bawah naungan keluarga Randika, bernama keluarga Jonson," Almero menghela nafas lega "Aku senang bahwa putriku tercinta berteman dengan Tuan Muda keluarga Randika, tapi aku juga sedikit menyesali tindakanku yang pernah menyuruh orangku untuk menculik Tuan Muda tersebut, sebenarnya waktu itu aku juga belum tahu bahwa orang yang dekat dengan Melany adalah Tuan Muda Randika, kalau aku tahu, pasti aku tidak akan pernah melakukan hal sebodoh itu, dan tentu saja aku akan mendukung anaku,." tambah Almero menjelaskan, ada sedikit rasa bersalah dan menyesal dalam nada suaranya.


Mendengar cerita suaminya, Yulia hanya menghela nafas panjang sebelum bicara, "Mangkanya, kamu jangan bertindak gegabah dan ceroboh, seandainya keluarga papan atas dunia seperti keluarga Randika, mengetahui niat burukmu, pasti keluarga kita akan di hancurkan dengan mudahnya,." saran Yulia sedikit menyalahkan Almero.


"Maaf sayang, waktu itu aku hanya berfikiran pendek, karena takut terjadi apa-apa dengan Melany, mungkin kekhawatiranku yang terlalu besar hingga membuatku bertindak gegabah dan bodoh, karena tidak mencari tahu kebenaranya terlebih dahulu,." sesal Almero dengan tindakanya.


"Baiklah sudah cukup, kita makan dulu biar bertenaga dan bisa berfikir untuk masa depan keluarga kita, lagian kita belum makan dari tadi, dan sepertinya pelayan sudah menyiapkanya di meja makan,." Saran Yulia ramah.


"Kamu memang paling bisa ngertiin aku, aku tidak salah memilihmu sebagai istriku,." puji Almero pada Yulia.


"Kamu juga paling bisa bikin aku tambah sayang ke kamu,." ucap Yulia seraya tersenyum.


"Aku bangga bisa miliki kamu, sayang,." pujian dan rayuan terus Almero lontarkan kepada istri tercintanya.


"Sudah-sudah, ayo kita makan, malu sama pelayan kalau kita mesra-mesraan di tempat umum,." ucap Yulia seraya melambaikan tanganya, isyarat agar Almero menghentikan rayuan gombalnya.


Almero bukan berhenti malah semakin mendekati Yulia sebelum menggenggap tanganya dan mencium pipi istrinya dengan gemas.


"Arhhhhh, dasar mesum,." gerutu Yulia, tapi membalas ciuman pada pipi Almero.


"Hahaha dasar istri cantiku, selalu saja bisa bikin aku semangat,." Almero kembali memuji istrinya, sebelum memeluk dan mengangkat istrinya dengan sangat romantis.


Semua pelayan tidak ada yang berani melihat adegan ini, dan hanya menundukan kepala karena malu, sebelum berlalu pergi.


"hahahahahaha" Yulia tertawa bahagia saat tubuhnya di bopong dan di bawa keruang makan oleh Almero.


"Kamu memang istri idaman, sudah cantik... di tambah paling bisa bikin dadaku berdesir,." kalimat Almero terus memuji istrinya.


Kedua pasangan lanjut usia ini bagaikan pasangan muda yang sedang memadu kasih sayang mesra dan romantis.


"Sudah sayang, kapan kita makanya kalau kamu terus merayuku seperti ini,.??" rajuk Yulia, masih sedikit terkekeh.


"Kamu bagaikan bulan, dan aku astronotnya,." kata-kata Almero semakin membuat Yulia terkekeh.


"Bukankah seharusnya 'bintangnya' ya,?? kok jadi astronot,.??" kekeh Yulia.


"Iya kan kalau bintang jauh sekali dengan bulan, walau sama-sama dilangit, kalau astronot kan bisa mendarat di bulan,." jawab Almero sebelum terkekeh kembali.


"Hahaha dasar Papa, ingat umur Pa,." kekeh Yulia lahi.


"Umur tidak akan menjadi pembatas seseorang mengungkapkan perasaanya,." ungkap Almero seraya mendekap istrinya dan mengecup keningnya dengan mesra.

__ADS_1


Yulia pun membalas dekapan suaminya, sebelum bicara "Kita makan dulu, kamu mau di suapin apa makan sendiri,.??" tanya Yulia lembut.


"Hemmmm, suapin kali ya biar makananya tambah enak,." jawab Almero dengan nada sayang.


"Baiklah, sepiring berdua ya,.??" tanya Yulia.


"Ya boleh sayang,." jawab Almero dengan anggukan.


Yulia melepaskan dekapan Almero perlahan, sebelum mengambil makanan dan menyuapi suami tercintanya.


Almero pun gantian menyuapi Yulia, bak parangan muda yang sedang memadu kasih.


Bahkan para pelayan yang melihatnya pun terkekeh dengan kemesraan keduanya, hanya saja para pelayan tidak berani secara langsung tertawa di depan majikanya.


"Hakkkkk, aemmmmm,."


"Sudah habis sayang,.?? apakah mau nambah lagi,.??" tanya Yulia.


"Sudah cukup sayang, kalau kamu mau nambah silahkan,.!!" jawab Almero.


"Aku nambah punya kamu saja deh,." ucap Yulia manja.


"Hehehe dasar istri manja, baiklah,." jawab Almero sebelum membopong Yulia menuju kamar keduanya.


"Aku gak malu kok, lagian dunia seperti milik berdua,." ungkap Almero seraya terus mengecup bibir manis istrinya.


"Hahahaha dasar gombal ah," kekeh Yulia, seraya memukul-mukul pelan kedada bidang Almero.


"Cupppp," kambali dan kembali Almero mengecup bibis istrinya sampai di kamar mereka.


Almero dan Yulia yang sedang panas-panasnya, dengan bersemangat saling ***** dan saling memuaskan dalam hubungan suami istri. Keduanya bahkan melakukan 3 ronde dalam satu malam, usia tua tidak membuat tenaga keduanya kendor. Apalagi Almero yang seperti tidak ada lelahnya menggempur sang istri.


Keduanya tertidur dalam pelukan hangat tanpa mengenakan sehelai pakaianpun dan hanya tertutup selimut.


---


Di tempat lain, lebih dari 100 Helicopter telah mendarat langsung di kediaman Randika di Temanggung.


"Sungguh hari yang panjang dan melelahkan,." gumam Mizuka seraya membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Raka, ingin rasanya selalu bersamamu, tapiii ahhh pokoknya aku akan selalu ada dan setia untuk kamu,." tambahnya seraya menatap langit-langit di kamarnya.

__ADS_1


Berrrrr........


Tiba-tiba ponsel Mizuka bergetar, dan dilihatnya langsung. Ternyata panggilan dari kepala keluarga Randika, Tiger Randika.


Mizuka yang sontak kaget tidak berani membuat Tiger menunggu, langsung mengangkatnya dengan cepat.


< iya halo Tuan Tertua,." Ucap Mizuka dengan lembut dan ramah pada Tiger setelah telefon tersambung.


< Mizuka, apakah semuanya lancar,.??" tanya Tiger.


< iya Tuan, semuanya lancar, Tuan Muda saat ini sangat sehat dan sepertinya pelatihanya telah meningkat Tuan, mungkin karena masih sering dan rutin berlatih, Tuan Muda juga telah berkembang menjadi lebih dewasa, dan ternyata benar, beliau sekarang telah memimpin 1000 orang lebih disana, bahkan mereka semua sangat setia kepada Tuan Muda, dan kita berencana membantu segalanya agar hubungan kita dan seluruh masyarakat disana semakin membaik, itu juga akan menguntungkan kita bila kita akan mendirikan berbagai proyek disana, karena pulau itu kaya akan bahan mentah dalam bumi, mulai dari emas, tambang, minyak bumi, dan sebagainya, tanahnya juga sangat subur untuk membuat berbagai perkebunan disana, bahkan tempat persembunyian Tuan Muda, banyak dilapisi batu permata murni yang memancarkan cahaya pada kegelapan, dan tempat itu juga kaya akan batu kapurnya. Kami berencana akan menginvestasikan beberapa Milyar dolar untuk pembangunan disana. Kita juga berencana mengambil alih berbagai proyek yang mangkang, agar bisa di selesaikan dengan kekuatan keuangan kita, Tuan.," jelas Mizuka panjang lebar, bahkan sebelum di tanya oleh Tiger.


Mizuka merupakan wanita cerdas yang berpengalaman panjang. Jadi belum di tanya, dia sudah menjelaskan terlebih dahulu, itulah yang membuat Tiger dan Silvia bangga denganya yang sangat cakap dan teliti.


< kamu memang paling bisa di andalkan, baiklah gunakan sumber dukungan khusus keluarga, dan kerahkan fasilitas terbaik kita, agar pembangunanya bisa di percepat, aku ingin segera mengembangkan Pulau Irian Jaya juga," perintah Tiger.


< baiklah Tuan, semuanya akan segera di persiapkan dan di kerjakan secepatnya." jawab Mizuka yakin.


< baiklah-baiklah sudah cukup tentang cucuku, bagaimana dengan kamu dan Silvia,.?? apakah kalian baik-baik saja juga,.??" tanya Tiger mengalihkan pembicaraan.


< kami sangat baik Tuan tertua, terimakasih juga atas dukungan anda memperbolehkan Ibu tinggal bersama saya, saya merasa sangat senang setiap berinteraksi dengan Ibu,." jawab Mizuka lembut sampai tak teras bulir bening keluar dan jatuh dari matanya.


< syukurlah, aku senang mendengarnya, aku juga akan membiarkanmu dan Ibumu yang mengurus proyek besar-besaran ini, sebenarnya ini juga termasuk permintaan cucuku, ternyata Raka benar-benar tidak salah memilih seseorang untuk menjadi tangan kananya yang sebenarnya, kamu paling bisa di andalkan dalam keluarga kita,." jelas Tiger memuji Mizuka. Mizuka yang mendengarnya merasa senang, karena ternyata Raka sangat peduli dan memperhatikanya. Walaupun dalam hati Mizuka sangat menginginkan Raka, tapi Mizuka rela melepaskanya bila Raka tetap akan memilih Angelica. Cintanya pada Raka begitu tulus, hingga dia rela melepaskan kebahagiaanya sendiri demi orang yang di cintainya.


< Terimakasih Tuan tertua, semoga saya dan Ibu saya mampu melaksanakan tugas-tugas yang di percayakan kepada kami, juga terimakasih telah memberikan atau membiarkan kami mengelola aset exclusif keluarga Randika,." jawab Mizuka.


< iya, aku percayakan padamu segala hal tentang cucuku," Tiger menjeda sedikit sebelum melanjutkan "oh iya, aku juga pernah muda, jadi kuharap jangan melukai perasaanmu sendiri ya, aku sudah mengetahui tentang perasaanmu untuk Raka, aku sangat senang karena Raka disayangi gadis sebaik dan secerdas dirimu, hanya saja jangan terlalu dalam saat menyayangi Raka, kamu kan sudah tahu bahwa Raka kekasih putri keluarga Jonson, walaupun aku lebih tertarik padamu daripada putri keluarga Jonson, tapi tetap saja yang menentukan segalanya adalah Raka sendiri, aku tidak pernah menjodohkan anggota keluargaku, tapi ku minta carilah pasangan yang bertanggung jawab dan tentu saja bisa di percaya untuk mengelola aset keluarga kita, paling tidak bisa lah untuk tidak membuat masalah dengan iri dan dengki kepada sesama anggota keluarga.," jelas Tiger.


< Baik Tuan Tertua,." jawab Mizuka.


< maksutku adalah, kamu jangan jatuh cinta terlalu dalam dulu, takutnya... kamu tidak akan bisa keluar dari kedalaman cintamu itu bila jatuh hanya sepihak saja... aku tidak ingin ada permusuhan di antara keluarga kita, bila nanti kalian sudah saling mendapatkan keluar kecil kalian masing-masing, sebenarnya seandainya Raka memilihmu, aku akan sangat mendukung.," jelas Tiger.


Mizuka yang mendengar penjelasan Tiger merasa sangat senang, karena dia mendapatkan restu mutlak dari kepala keluarga, hanya saja semua di kembalikan pada Raka sendiri.


Mizuka hanya bisa pasrah seraya menghembuskan nafas lembut lewat mulutnya.


< baiklah, terimakasih Tuan tertua," jawab Mizuka.


< iya sama-sama, aku akan menunggu laporan dari kamu secepatnya tentang proyek ini, sampai nanti..." ucap Tiger sebelum mematikan sambungan telefon.


Mizuka hanya mampu menghela nafas panjang, sebelum mengeluarkanya perlahan dan kembali beebaring di atas ranjang.

__ADS_1


"Aku selalu menyayangimu Raka,." gumamnya pelan sebelum menutup mata dan tertidur pulas, karena kelelahan.


__ADS_2