Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 51


__ADS_3

"Itu benar sekali, dan mereka akan ikut bersama kita ke Pulau Jawa dengan menggunakan Helicopter yang satunya,." Jawab Mela dengan anggukan.


"Ah, apakah begitu,.?? Jadi kita kesepian dong,.?" Ucap Haley genit seraya mengedipkan satu matanya.


"Kamu ini dasar,." ucap Mela seraya menunjuk dahi Haley sebelum berbalik untuk menatap Alex yang belum bersuara.


"Alex dan kalian akan naik Helicopter yang satu,!" perintah Melany tegas, sebelum berbalik menatap Gio, "Gio berikan pakaian itu kepada mereka, agar berganti pakaian saat di dalam Helicopter saja, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,.!!" Perintah Melani pada Gio.


"Baik Nona Muda,." Jawab Gio ramah, sebelum berbalik dan membawa tas yang berisi pakaian atau sragam pengawal.


"Ganti ini agar kita terlihat kompak," ucap Gio tersenyum seraya memberikan pakaian pengawal kepada Alex dan anak buahnya.


"Baik Tuan," jawab Alex sebelum membagikan pakaian kepada bawahanya.


Setelah memberikan pakaian, Gio kembali ke Helicopter kemudian masuk bersama Mela dan Haley.


Alex dan anak buahnya juga masuk ke Helicopter yang satunya, sebelum semua Helicopter lepas landas terbang ke udara menuju Pulau Jawa.


***


Saat ini menjelang Makhrib di Kabupaten Temanggung, Mizuka sedang meneliti berbagai laporan dari bawahanya.


"Istirahat dulu nak,.!!" perintah Silvia seraya mendekati Mizuka.


"Sebentar lagi selesai Bu,." jawab Mizuka pelan seraya masih membolak-mbalikan dokumen.


"Kamu memang perkerja keras, tak salah kenapa Tuan Muda bisa tertarik padamu,." puji Silvia pada anaknya.


"Ibu paling bisa muji aku,." jawab Mizuka masih tersenyum.


"Lanjutin nanti saja ayok, Ibu mau ajak kamu ke suatu tempat,.!!" ucap Silvia lembut.


"Iya Bu," jawab Mizuka lembut sebelum menutup dokumen dan mengikuti Silvia.


Keduanya berjalan keluar dari ruang pribadi Randika menuju halaman depan rumah Randika.


"Sayang, kita jalan-jalan ya, Ibu sudah lama gak di ajak jalan-jalan sama kamu sejak kamu di sibukan dengan banyaknya laporan,!!"ajak Silvia setelah sampai di halaman depan.


"Ibu,... iya deh ayok mau jalan kemana, nanti Mizuka antar,." jawab Mizuka ramah.


"Kamu memang anak kesayangan Ibu,." ucap Silvia memuji Mizuka lagi.


"hehehe iya dong, pasti Mizuka bakalan nyenengin Ibu kok,." ucap Mizuka percaya diri.


Saat keduanya terus mengobrol, tiba-tiba terdengar suara dengungan Helicopter semakin keras dan mendekat.

__ADS_1


Mizuka dan Silvia mendongak ke atas, sudah ada dua Helicopter mewah yang menyerupai elang besar mulai turun kebawah dan bersiap mendarat langsung di halaman rumah Randika.


Hellicopter semakin dekat ke tanah dan angin besar terbentuk semakin besar mampu menyapu berbagai sampah terbang ke berbagai tempat.


"Siapa yang berani masuk ke kediaman Randika dengan seenaknya,." ucap Silvia seraya mengerutkan dahinya.


"Ibu yang sabar ya, mungkin tamu keluarga,." ucap Mizuka menenangkan, dia tahu kekuatan Ibunya, jika sampai Silvia marah.


"hehe tidak marah sayang, hanya pensasaran saja,." jawab Silvia dengan senyuman.


Melihat senyuman dari Silvia, Mizuka bernafas lega.


"Lagian juga Ibu akan jaga rahasia kok sayang,." tambah Silvia meyakinkan.


"Bener ya Bu,.??" tanya Mizuka meyakinkan.


"Bener sayang,." jawab Silvia seraya mengelus pipi Mizuka.


Saat keduanya terus mengobrol, pintu kedua Helicopter yang sudah mendarat terbuka. Keluarlah 13 orang dari ke dua Helicopter tersebut.


Mela dan rombonganya turu dan berjalan menuju dua wanita cantik keluarga Randika sebelum menyadari bahwa dirinya dan rombongan saat ini sudah terkepung.


"Berani sekali kalian datang langsung ke kediaman Randika tanpa ijin, apakah kalian sudah bosan hidup,.??" ucap Alfaro dengan dingin. Benar sekali, yang mengepung Melany dan rombonganya adalah Al El bersaudara beserta bawahan lainya yang berketerampilan memadahi.


"Apa?? Mel kita pergi saya yuk, aku takut,!!" ucap Haley yang gemetaran.


"Apa?? Mel gimana dong,.??" Haley sudah sangat ketakutan saat bicara 'bahkan orang itu bisa mendengar ucapanku yang jauh,' batin Haley semakin ketakutan.


"Kamu tenang saja,." jawab Melany menenangkan.


"Ibu tadi bilang mau tenang dan menjaga rahasia,." Ucap Mizuka mengingatkan Silvia.


"Ah iya maaf, terbawa suasana Nak, hahaha," jawab Silvia sebelum terkekeh.


"Sekarang semua tangkap penyusup serempak,.!!" Perintah tunggal datang dari Alfaro.


Semua pria langsung berlari siap menangkap Melany dan rombonganya. Alex bahkan sedikit ketakutan saat ini, tapi dia sudah berjanji setia pada Melany. Hanya bisa pasrah bila sampai tertangkap pasukan ini.


"Tunggu sebentar,!!" teriak Melany menghentikan semua yang menyerangnya.


Semua pria berhenti bergerak sebelum saling pandang di antara mereka.


"Saya di sini atas perintah Raka yang saat ini berada di Hutan JayaWijaya.," tambah Melany menjelaskan.


"Apa,?? Raka yang menyuruhmu,.??" tanya Mizuka agak ragu.

__ADS_1


"Benar sekali Nona Mizuka, kami datang kesini karena permintaanya,." jawab Melany ramah. Melany tidak tahu, apa hubungan Raka dengan Mizuka, jadi dia harus berbuat seramah mungkin agar Mizuka bisa membantunya mendapatkan cinta Raka tentunya.


Setelah mendengar nama "Raka" semua orang terdiam dan tidak berani menyerang Melany.


"Tapi bagaimana kamu mengetahui namaku,.??" tanya Mizuka mencoba meyakinkan.


"Oh maaf Nona, saya sudah sering melihat foto anda di internet,." jawab Mela ramah.


"Baiklah, Kalian semua mundur dulu, termasuk kalian Al dan El,.!!" perintah ini datang dari Silvia, semua prianya membungkuk pada Silvia dan Mizuka sebelum berlalu pergi.


Alex bahkan Gio sudah berkeringat dingin, apalagi Gio juga sering berada dalam dunia bawah tanah yang kejam. Gio bisa merasakan bahwa semua bawahan Randika ini bukanlah kaleng-kaleng. Bahkan Gio merasa dirinya tidak ada apa-apanya jika sampai bertarung dengan salah satu pria tadi.


Setelah semua pengawal pergi dan tersisa 2 wanita cantik berbeda usia di depan mereka, rombongan ini bisa bernafas lega. Tanpa ada yang menyadari bahwa kedua wanita ini lebih menakutkan dari semua pengawal yang pergi.


"Silahkan masuk lewat sini, dan diskusikan di dalam,.!!" ucap Mizuka ramah pada semua orang.


Melany hanya mwnjawab dengan anggukan sebelum mengikuti Mizuka dan Silvia masuk kedalam Manor besar keluarga Randika.


Semua orang kembali di buat tercengang saat masuk rumah Randika. Semuanya peralatan di dalam Manor, mewah dan canggih.


Bahkan Melany menelan salviva nya karena di kejutkan dan di kejutkan lagi.


"Kalian semua minum apa,.??" tanya Mizuka menawarkan minum kepada rombongan setelah semuanya masuk Manor dan duduk bersama.


Silvia sendiri hanya diam dan mengamati, jika sampai ada yang berani berbohong maka jelas konsekuensinya, karena berani menyusup kedalam kediaman Randika.


"Kami minum Jus saja Nona,." jawab Melany lembut, Melany yang biasanya bar-bar dan tak kenal rasa takut, sekarang tunduk patuh di depan Mizuka. Bukan hanya karena perintah Raka, tapi juga karena minder. Melany yang punya segalanya di Kota Jawawijaya, di sini bukanlah apa-apa.


"Baiklah,." Jawab Mizuka dengan anggukan.


"Pelayan,....


"Berikan mereka jus alfokat,.!!" perintah Mizuka pada pelayan di sekitar.


"Baik Nona,." jawab pelayan dengan sedikit membungkuk sebelum berlalu untuk menyiapkan pesanan.


"Jadi bagaimana keadaan Raka, apakah dia baik-baik saja,.??" tanya Mizuka langsung, nada suaranya juga sedikit khawatir pada Raka.


"Tentu saja dia baik, bahkan sangat baik Nona,." jawab Melany dengan senyuman.


Mizuka bisa bernafas lega setelah mendengarnya.


"Langsung saja Nona, masut kedatangan kami kesini adalah diminta Raka untuk meminta bantuan kepada Anda,." ucap Melany ramah sebelum menjelaskan segalanya dengan sejelas-jelasnya agar tidak ada salah paham.


"Oh begitu, dia sudah punya pasukanya sendiri ternyata, tapi kalau masalah seperti ini, anaku harus bicara dulu dengan kepala keluarga Randika, takutnya nanti anaku yang kena masalah selanjutnya,." sahut Silvia mengingatkan, bahwa segalanya harus ada ijin, dan tidak bisa semaunya sendiri.

__ADS_1


Deg..


'Hampir saja aku lupa,' batin Mizuka sedikit lega.


__ADS_2