Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 19


__ADS_3

Mereka berhenti di tempat pertemuanya dengan Widodo dan kekasihnya waktu itu.


"Sepertinya tempat ini sudah di renovasi, baiklah ayo masuk," ucap Raka mengajak Angel masuk bergandengan tangan seoerti biasanya.


Angel hanya mengangguk dan mengikuti Raka, "sepertinya Angel sudah tidak ngambek lagi." ucap Raka dalam hati.


"Silahkan masuk Tuan dan Nona Muda," saat Raka dan Angel masuk, mereka langsung di sapa dengan hormat oleh pelayan, bukan hanya itu tapi Angel mengenal pelayan ini, dia adalah pelayan yang menumpahkan makanan ke pacar Widodo.


"Terimakasih atas keramahanya, kamu tidak perlu terlalu sopan," jawab Angel.


"Tidak apa Nona, silahkan duduk di meja sana yang belum terisi," ucap pelayan pada Angel.


"Baiklah ayo sayang," ucap Angel ke Raka dan menariknya tanpa sadar kalau sejak tadi dia masih ngambek.


Raka hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah kekasihnya yang terlihat sudah baik-baik saja.


Mereka duduk berseberangan sebelum memesan makanan kepada pelayan yang melayani mereke.


"Loh bukankah kamu Raka??" Sebuah suara wanita tiba-tiba mengagetkan Raka dan Angel saat mereka berpegangan tangan karena serasa dunia milik sendiri dan semua orang mengontrak padanya.


Raka dan Angel menoleh padanya bersamaan "oh kamu Risna, baru juga ketemu kemarin sekarang sudah ketemu lagi," ucap Raka antusias, "ini dia Angelica kekasihku yang kemarin aku ceritakan hehe, dia adalah wanita sempurna dan aku sangat bersyukur dia mau menjadi kekasihku," tambah Raka memperkenalkan Angelica pada Risna sebelum berbalik menatap Angel dan berucap " ini Risna yang kemarin aku ceritakan, dia adalah pahlawanku di SD karena selalu membantuku walaupun banyak yang membuli aku, hanya dia yang tetap membantuku,"


"Oh jadi kamu gak bohong, kukira kamu bohong," ucap Angel pada Raka sambil cemberut lagi.


"Lah aku gak mungkin lah bohongin kamu," jawab Raka sambil tersenyum kemudian mengelus dagu Angel, ini membuat Angel sedikit malu sedangkan Risna tertawa kecil.


"Senang bertemu denganmu Angel, saya Risna," ucap Risna sambil menyodorkan tanganya untuk berjabat tangan dengan Angel.


"Iya kak, senang juga bisa mengenal kakak," jawab Angel sopan.


"Oh iya Risna, apakah kamu bekerja disini,?? " tanya Raka penasaran, karena Angel mengenakan pakaian seperti pelayan lainya.


"Bisa di bilang begitu, hehe tapi sebenarnya Rumah Makan ini milik ibuku, dan aku senang membantunya," jawab Risna sambil tersenyum.


"Kamu memang anak yang berbakti, aku kagum sama kebaikanmu terhadap orang tua, mungkin aku tidak bisa seperti kamu," ucap Raka memuji Risna, tapi Angel tidak cemburu, dia tahu kalau Raka memang mengagumi sifatnya Risna dalam cerita saat di belakang sekolah.


"Seperti biasa kamu selalu memujiku," ucap Risna tersenyum.


"Risna apakah mereka temanmu, cepat layani mereka," saat mereka mengobrol semakin jauh tiba-tiba terdengar auara seorang wanita memanggil Risna.


Ketiganya menoleh untuk dikejutkan dengan seorang wanita setengah baya mendekat, bukan hanya ketiganya yang terkejut. Bahkan wanita tadi juga terkejut saat melihat Raka dan Angel. Siapa lagi kalau bukan pemilik Rumah Makan yang berarti ibunya Risna.


"Oh anda Tuan dan Nona muda," sapa wanita tadi.


"Mama mengenal mereka??" Tanya Risna ke mama nya sebelum menunjuk ke Raka "ini Raka adek kelas Risna sewaktu SD ma," tambah Risna ke mama nya sebelum sadar dengan ucapan mama nya 'apa mama tadi bilang, mereka adalah Tuan dan Nona muda,'


"Nona muda yang mana maksut mama??" Tanya Risna penasaran.


"Iya mereka berdua adalah orang yang telah mengalahkan Widodo beserta anak buahnya Ris," ucap mama nya.


"Apa?? Maksut mama, orang yang di ceritakan mama waktu itu??" Tanya Risna masih bingung.


"Betul sekali nak," jawab mama Risna sekarang sudah bersama mereka.


"Tidak enak bicara sambil berdiri, nyonya silahkan duduk sekailan," ucap Angel mempersialahkan ibunya Risna untuk duduk. Risna sendiri masih bingung sebelum berfikir 'apakah mama serius, jadi Raka yang telah mengalahkan 25 anak buah Widodo sendirian, sedangkan Angelica ini yang mengalahkan Widodo sendiri juga,".

__ADS_1


"Anda sangat Ramah Nona Muda," jawab Mama Risna tersenyum ramah, kemudian ikut duduk bersama. mereka.


"Tanpa di duga ya ternyata anda adalah teman anak saya Tuan Muda," tambah mama nya Risna senang saat mengalihkan pandanganya ke Raka.


"Iya , sepertinya dunia memang sempit hehe" jawab Raka.


"Kalian harus layani mereka dengan sangat baik," perintah dari mama nya Risna ke pelayan.


"Baik nyonya," jawab pelayan.


"Ini buku menunya Tuan, silahkan di pilih pesananya tuan biar saya catat dan mengambilkanya untuk anda," lanjut pelayan sambil menyodorkan buku menu ke Raka.


"Baiklah terimakasih pelayananya." Jawab Raka ke lelayan sebelum kembali menatap Angelica "sayang kamu pesan apa silahkan di pilih!!" Ucapnya.


"Aku ngikut kamu saja sayang," jawab Angelica, mereka sepertinya lupa kalau ada Risna dan mama nya yang masih duduk bersama mereka.


'Hahaha kenapa aku geli sendiri ya melihat kemesraan mereka.' batin Risna sambil senyum-senyum sendiri.


'Hemmmm dasar anak muda.' Batin mama nya Risna.


"Baiklah, aku mau pesan paha ayam goreng nya 4 ya, sama sambel sekalian, nasinya 5, soalnya tidak kenyang aku kalau cuma makan satu porsi nasi, hahaha baiklah minumnya kopisusu 4, ini kembalianya untuk kamu," ucap Raka ke pelayan sambil memberikan uang 200 ribu, dan pelayan juga terkejut.


"ini terlalu banyak kembalianya Tuan, apakah anda yakin??" Tanya pelayan sedikit tak percaya, tapi juga senang karena mendapat tambahan uang.


"Iya serius, antar saja pesanan saya segera!!" Jawab Raka.


"Baiklah Tuan, terimakasih," ucap pelayan sambil menunduk sedikit.


'Kenapa aku merasa Raka dewasa tampak asing ya, sekarang dia dengan senangnya memamerkan uang, padahal dulu walaupun keluarganya cukup mampu, tapi dia tidak suka memamerkan kekayaanya, apakah mungkin karena pacarnya saat ini hahaha,' batin Risna lagi.


Kurang dari 20 menit mereka melanjutkan obrolan, pelayan tadi membawa pesanan mereka dan meletakanya di atas meja.


"Silahkan Risna, dan tante ini untuk rasa terimakasihku karena dulu Risna sering membantuku," ucap raka sambil tersenyum.


"Apa?? kamu memesan makanan untuk kami di rumah makan mama saya??" Tanya Risna kaget tak percaya.


"Iya Tuan, kenapa palah anda yang mentraktir kami, seharusnya kami yang mentraktir anda Tuan, karena pernah membantu kami di sini," ucap mama nya Risna sedikit malu terpancar pada wajahnya.


"Sudah-sudah, itu bukan apa-apa sebenarnya kami hanya tidak suka melihat mereka begitu angkuh dan sombong saja seolah mereka bisa melakukan apapun kepada siapapun, sekarang karena makanan sudah di sajikan ayo kita makan lagian putri telah membantu Raka sewaktu dia membutuhkan bantuan, kami tidak bisa membalas budi baiknya, jadi mari kita makan bukan sebagai saling balas budi tapi tanda persaudaraan kita," ucap Angelica ramah, dia harus berusaha seramah mungkin agar bisa mendapatkan restu dari keluarga Randika.


"Iya tante, mending kita makan dulu dan lanjutkan ngobrolnya nanti, takutnya makananya dingin hehe, kasihan pelayan yang sudah mempersiapkanya dengan sepenuh hati," tambah Raka meyakinkan.


"Tapi...." ucap Risna terhenti karena takut akan salah bicara, sungguh Raka sekarang sangat asing baginya, Raka terlihat sangat romantis pada pasanganya dan juga sangat tampan saat tadi memesan makanan dan menyodorkan uangnya, dia merasakan hal aneh sekarang saat menatap Raka.


"Baiklah.... mau di apakan lagi karena makanan sudah di siapkan," tambah Risna.


"Nah gitu, mari tante...!!!" Ucap Angel.


"Rasanya aneh ya, saya di traktir di tempat saya sendiri hehe , anda berdua terlalu baik." Ucap mama nya Risna.


Setelah itu mereka makan dengan lahab, apalagi Raka makan seperti tak ada hari esok, sangat cepat seperti biasanya.


'Ternyata ada juga sifatnya yang sama sekali tak berubah hehehe,' batin Risna.


Kurang dari 15 menit pun makan akhirnya selesai, hanya Raka yang makan hanya dalam waktu 5 menit saja, padahal dia makan 2 porsi nasi.

__ADS_1


"Hehehe maaf ya tadi aku kelaparan, jadi kalian ku tinggal saja, maaf," ucap Raka sambil meringis.


*****


Saat mereka mengobrol sedikit, tiba-tiba terdengar suara sangat rame di luar.


"Sepertinya ada masalah di luar," ujar Raka.


"Nyonya!Nyonya!Nyonya!," teriak seorang pelayan sambil berlari ke tempat mamanya Risna dan Raka saat ini duduk.


"Dini, ada apa di luar??" Tanya mama nya Risna pada melayan.


"Di luar ada deretan konvoi 10 mobil inova Nyonya, dan konvoi itu di pimpin oleh tuan Widodo, sepertinya dia akan membuat keributan lagi Nyonya," jawab pelayan ketakutan.


"Apa??" Jawab mama nya Risna sepertinya sedikit takut juga, mereka semua lupa kalau disini ada Raka dan Angel.


"Tante tenang dan duduk kembali, kita lihat dulu apa yang mereka inginkan," ucap Angelica menenangkan.


"Oh iya benar saya lupa kalau ada anda berdua, mungkin terlalu panik, maaf," jawab mama Risna.


"Memangnya kalian tidak takut ya?? mereka adalah penguasa seluruh kaki gunung ini," tanya Risna masih belum bisa percaya kalau Raka yang telah mengalahkan seluruh anak buah Widodo sendirian, sedangkan dia sendiri pernah melihat 5 pemuda di kalahkan hanya dengan satu pria nya Widodo, dan apa yang dia dengar dari mama nya adalah Raka mengalahkan 25 dari mereka dengan sangat mudah. Apaan ini semua sangat mustahil.


"Sudah tidak usah banyak bicara Ris, Widodo bukanlah tandingan Tuan Raka," jawab mama nya.


Angel dan Raka hanya tersenyum santai.


'Apa, mereka sangat tenang, jadi apakah yang mama katakan itu benar, dan mama panggil Raka dengan sebutan Tuan, aku jadi penasaran,' batin Risna sambil melirik Raka penuh selidik.


Raka yang mengetahui lirikan dari Risna hanya menjawab "pokoknya kalian tenang saja dan biarkan mereka masuk," ucapnya.


"Oh-ohh iy-iya, maaf tadi sempat kurang yakin," jawab Risna sambil menghela nafas dan tersenyum paksa karena malu,  'bagaimana dia bisa tahu, jangan-jangan benar yang di katakan mama, tapi sejak kapan,' batinya.


"Baiklah bawa mereka masuk!!" Perintah Raka ke pelayan.


"Baik tuan muda," jawab pelayan tidak ingin membuat masalah, dia hanya mengikuti perintah Raka dan cepat berlari untuk mempersilahkan Widodo masuk.


"Jika dia menginginkan masalah seharusnya dia dengan pasukanya sudah bisa menerobos kesini dengan mudah kan?? Jadi sepertinya dia kesini dengan maksut lain," ucap Raka sambil tersenyum.


"Iya benar," jawab Risna dan mama nya serempak.


'Sepertinya saya hanya terlalu meremehkanya, ternyata dia pandai juga,' batin Risna.


Angel hanya tersenyum dan mengangguk.


*****


Tak berselang lama lebih dari 70 orang masuk perlahan kerumah makan, banyak pelayan di sini sudah gemetar karena ketakutan. Mereka semua sangat mengenal kekejaman pasukan ini. Jika ada yang berani membuat masalah dengan Widodo, bukan hanya dirinya akan mendapatkan masalah dengan Widodo, tapi juga seluruh keluarganya akan di kejar. Sungguh kejam.


Pasukan ini masuk perlahan dan langsung menuju tempat Raka dan Angelica duduk setelah cukup dekat mereka semua berhenti serempak seperti sudah sangat terlatih.


Yang mengagetkan mama Risna dan anaknya adalah Widodo dan pasukanya membungkuk 90 derajat sebelum mengucapkan "SALAM TUAN DAN NONA MUDA, SENANG BISA BERTEMU DENGAN ANDA," mereka bicara serempak seperti sudah di rencanakan.


'Apa-apaan ini, Widodo benar-benar membungkuk di depan Raka, dan mereka bahkan memanggilnya Tuan Muda,' batin Risna masih tak percaya, jika tidak melihatnya langsung, dia tidak bisa mempercayainya. Ini semua terasa mimpi.


"Baiklah, aku juga senang bertemu kalian," jawab Raka ramah 'sepertinya mereka sudah mengetahui identitasku, tak apalah yang penting mereka tidak menyebut nama keluargaku,' batinya. Raka masih ingat pertama kali si pertemuan mereka, karena pacar Widodo yang sangat sombong itu membuat Raka terpaksa menghajarnya dan seluruh pengawalnya. Dan setelah itu mereka bertemu lagi di sekolah Raka saat keponakanya ingin balas dendam, kemudian dia juga sudah ketakutan saat melihat Raka. Ditambah saat itu Angel memanggil nama Raka dengan sebuta Tuan Randika, sepertinya dia mengetahui bahwa setatusnya saat ini di berikan dari keluarga Randika, jadi sepertinya dia berusaha menyenangkan Raka.

__ADS_1


__ADS_2