Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 54


__ADS_3

Di tempat lain, saat ini Angelica sedang jalan-jalan dengan Deni dan Susi. Tidak ada yang berani membahas Raka di depan Angelica karena sudah di peringatkan oleh keluargan Jonson dan Randika.


Ketiganya pergi berkeliling Kota Temanggung, dan sampailah di Danau buatan milik keluarga Randika.


"Wah sangat bagus pemandangan disini, ayo turun,!!" ajak Deni antusias.


"Iya,." jawab Angelica dengan senyuman.


Susi hanya mengangguk dan turun dari mobil Ferrari milik Angel, karena mobil Deni dan Raka sedang di gunakan oleh tamu Randika.


"Eh Den, kamu gak pulang sama sekali ya pas liburan,.??" tanya Angel penasaran.


"Aku sudah pulang kok Ngel, hanya sebentar saja karena aku mendapatkan tugas jagain kamu hehe,." jawab Deni percaya diri.


"Kamu miliku ingat, jangan gombali Angel,.!!" sambung Susi sebelum menjewer telinga Raka.


"Auw auw, sakit sayang,." ucap Deni seraya menyatukan telapak tanganya dan memohon.


"Salah siapa, sudah punya pacar masih saja gombalin cewek lain, di depan pacarnya sendiri lagi,." ucap Susi mengerucutkan bibirnya, pura-pura cemburu.


"Elah istriku marah nih,.??" goda Deni sebelum menggelitiki Susi.


"Ahhh geli, iya sudah iya,... aku gak marah iya, aku nyerah... auw Deniiiii,.!!!!!" teriak Susi seraya berlari-lari menghindari Deni.


Angelica hanya terkekeh melihat dua pasangan ini yang terlihat sangat bahagia.


Tanpa sadar Angelica berjalan menuju ke pinggir Danau sebelum duduk di tepi.


"Kenapa aku merasa pernah punya pasangan ya, tapi siapa?? aku benar-benar tidak bisa mengingatnya sama sekali," gumamnya pelan sebelum melempar batu kerikil ke tengah Danau.


"Ternyata lemparanku jauh juga,." ucapnya pelan.


"Hay Mel, sepertinya itu ada wanita cantik sedang melamun deh,.??" tanya Haley seraya tanganya mengacung kearah tepi Danau.


"Sepertinya begitu,." jawab Mela agak cuek, lagian disini dia ingin menikmati pemandangan, bukan menyapa seseorang.


"Ah kamu ini, bagaimana kalau kita deketin dia,.??" saran Haley karena penasaran dengan


gadis cantik yang saat ini duduk sendiri di tepi Danau.


"Tidak usah,!! lagian aku tidak ingin mendapat masalah saat kita disini,." jawab Melany was-was, Mela hanya takut menyinggung seseorang di Kota yang saat ini jelas sedang maju dengan pesat.


"Kamu itu terlalu ofertinking, kita kan hanya mencapanya, bagaimana akan dapat masalah,.??" ucap Haley menggelengkan kepalanya sebelum kembali menatap gadis yang ada di pinggir Danau.


"Eh itu ada cowok ganteng Mel,." tambah Haley mengacung ke seorang cowok yang sedang berlari mendekati gadis cantik tersebut.


"Mungkin dia pacar gadis itu,." ucap Mela santai.


"Mungkin," jawab Haley lemas.


"Kenapa,.?? kelihatanya tidak senang,.??" tanya Mela mengerutkan dahinya.


"Ah tidak apa,. lagian kenapa ya wanita cantik berpasangan dengan pemuda tampan,." gumam Haley yang membuat Mela terkekeh.


"Apaan sih, gak ada yang lucu,.!" ketus Haley.


"Ya gapapa, lagian kamu ini kenapa selalu iri dengan pasangan orang yang romantis sih,.??" tanya Mela penasaran.


"Sudahlah tak usah bahas lagi, mending kamu fotoin aku Mel, biar nanti ku posting di Fb,." ucap Haley mengalihkan pembicaraan.


"Huuuu dasar.... baiklah cepat berpose yang bagus,.!!" perintah Melany seraya mengeluarkan ponselnya untuk memfoto Haley.


Saat Haley sedang berpose dan di foto Mela, tiba-tiba ada yang menabraknya sampai Haley terjatuh ke tanah.


"Aowww, sakit...." teriak Haley sebelum menatap orang yang menabraknya,. "punya mata gak sih,.??" tambah Haley sambil berteriak.

__ADS_1


"Maaf Nona,." ucap wanita yang menabrak Haley.


"Kamu berani sekali menabrak temanku, apakah sudah bosan hidup,.??" teriak Melany yang tak terima.


"Maaf Nona," ucap Susi sekali lagi.


"Apakah maaf saja sudah cukup untuk mengobati luka yang saat ini di derita temanku,.??" bentak Melany lagi.


"Ada apa Sus,.??" sahut Angelica yang langsung berlari ke arah Susi, Deni mengikuti dari belakang, setelah melihat ada yang menggertak sahabatnya. Ya wanita yang menabrak Melany adalah Susi.


"Temanmu ini menabraku,.!!" ucap Haley percaya diri, dia merasa wanita paling berkuasa mengingat perlakuan dari keluarga Randika padanya, ditambah terlihat Susi sangat ketakutan.


"Oh, kalau begitu kami minta maaf, mungkin Susi tidak sengaja,." ucap Angelica ramah, Angelica yang saat ini berbeda dengan yang dulu. Jika Angelica yang dulu, pasti Haley sudah di hajar habis-habisan.


"Apakah minta maaf bisa menyembuhkan luka temanku,.??" jawab Melany angkuh.


"Tentu saja tidak, tapi kami harus bagaimana,.?? namanya juga tidak sengaja,." sambung Deni menjelaskan.


"Kamu....." ucapan Haley berhenti sesaat mengingat Deni.


"Iya, apakah kita saling mengenal,.??" tanya Deni penasaran.


"Tentu saja tidakkk,. tapi bagaimana caramu menyembuhkan kakiku yang luka,.??" tanya Haley menatap Deni dari atas ke bawah.


"Sudah-sudah, saya pribadi yang akan memberikan kompensasi,." sahut Angelica ramah.


"Memangnya berapa yang akan di bayarkan untuk kompensasi,.??" jawab Haley penasaran.


'mereka pasti tidak akan mampu membayar jika aku bilang 10 juta rupiah, hahaha,' batin Haley sedikit sombong.


"Terserah kalian, asalkan jumlah yang wajar, karena sepertinya lukanya tidak terlalu serius,." ucap Angel.


"Baiklah, aku minta 10 juta rupiah, jangan bilang itu terlalu berlebihan, atau kami akan memanggil pengawal kami,." ucap Haley percaya diri.


"Baiklah, sebentar aku ambilkan uang cash di mobilku,." ucap Angel sebelum berlari dengan cepat ke arah Ferrari nya.


"Siapa namamu,.??" tanya Haley langsung seraya mengacung ke Deni.


"Maaf, dia pacarku," sahut Susi yang merasa tidak enak dengan minat Haley, wanita paling bisa membaca situasi dan Susi tidak akan membiarkan pacarnya jatuh ke tangan wanita lain.


"Hemmmmm" Haley memelototi Susi, "Aku tidak sedang bicara denganmu,.!!" tambah Haley dingin.


"Ini uangnya, dan jangan mengganggu temanku lagi,.!!" sambung Angelica seraya menyerahkan segepok uang tunai pada Haley.


"Apa??" hanya itu yang keluar dari mulut Haley, 'bagaimana anak ini punya uang sebanyak ini, ku kira tadi dia hanya menggertak saja,' batin Haley kesal.


"Terima saja, bukankah kamu yang meminta uang itu,.??" ucap Susi sinis.


"Kamu..... sombong sekali,." ucap Melany seraya bersiap memukul Susi, karena menganggap Susi terlalu sombong.


"Jangan menyentuh temanku,.!! atau kau akan menyesal,.!!" bentak Angel yang sudah tidak tahan lagi.


"Kau yang terlalu sombong," bentak Melany bersiap memukul Angelica, sebelum di hentikan dengan mudahnya oleh Angelica.


"Saya sudah membayar kompensasi, jika kalian masih ingin membuat masalah dengan kami,. jangan salahkan aku bila bertindak di luar batas,.!!!" geram Angel pada Mela.


Melany hanya bisa merasakan kekuatan Angel yang luar biasa, 'bagaimana wanita ini punya tenaga yang begitu besar dan kuat,' batin Melany seraya mengerutkan dahinya 'aku bukanlah tandinganya, aku harus mundur atau akan di permalukan, paling tidak untuk saat ini. Nanti aku akan menghubungi pengawal Randika untuk membalas mereka,.' batin Mela lagi.


"Baiklah, aku akan melepaskan kalian,.!!" ucap Melany seraya mengibaskan tanganya dengan kasar agar terlepas dari genggaman Angel, namun sayang.... seberapa besar dan kuat dia mencoba, genggaman Angel tidak terlepas sedikitpun, ini membuktikan seberapa kuatnya Angel saat di provokasi dan marah.


'Ahhh bagaimana bisa ada wanita sekuat ini,.' batin Melany merasa tak percaya.


"Cuku Ngel, jangan marah lagi,!!" ucap Susi menenangkan Angel seraya memeluknya dari belakang.


Angel hanya mendengus sebelum melepaskan genggaman pada tangan Melany.

__ADS_1


Haley dan Melany pun di buat terpana dengan kekuatan Angelica.


"Jangan mnggertaku ataupun temanku lagi, atau kau akan menyesal,.!!" ucap Angel dingin, sebelum berlalu pergi bersama Susi dan Deni yang mengikutinya.


"Bagaimana ada wanita biasa yang lebih kuat datiku," gumam Melany yang di dengar Haley.


"Apa maksutmu bicara seperti itu,??" tanya Haley penasaran, karena menurut cerita Melany, setelah menjalani pelatihan bersama Raka, dia menjadi sangat kuat. Bahkan Alex dan seluruh anak buahnya bisa di tundukan dengan mudahnya.


"Tidakkk mungkin, dia lebih kuat darimu kan,.??" tambah Haley yang sedikit bergetar, dia hampir memprovokasi seseorang yang dia kira wanita biasa saja.


Haley sempat lupa bahwa dia bukanlah apa-apa bila tidak datang kesini bersama Melany saat menjalankan tugas dari Raka.


"Iya benar, dia sangat jauh lebih kuat dariku," jawab Melany sedikit mengerutkan keningnya.


---


Angelica kembali ke tepi pantai bersama dengan Susi dan Deni.


"Bagaimana aku bisa sekuat itu saat marah,." gumam Angelica yang di dengar Deni dan Susi.


Keduanya hanya saling memandang, "Mungkin memang kamu kuat saat marah, mangkanya Ayahmu memberitahumu untuk tetap rendah hati dan sabar, Ayahmu takut bila sampai kamu melukai orang lain,." jelas Susi menenangkan.


"Ayahmu sangat menyayangimu dan tidak ingin kamu berbuat kasar Ngel,." sahut Deni.


"Terimakasih, kalian berdua memang sahabagku,." ucap Angelica seraya memalingkan wajahnya ke arah Susi dan Deni, ketiganya tersenyum dan berpelukan.


"Terimakasaih kalian selalu menemaniku,.!!" ucap Angel seraya meneteskan air matanya karena terharu.


"Kami akan selalu menemanimu, karena itulah gunanya sahabat,." ucap Susi lembut sebelum mengusap air mata Angel dengan tisu yang di bawanya.


Ketiganya kemudian berlalu meninggalkan tepi danau bersama-sama.


"Kita makan dulu ya,.??" tanya angel pada Susi dan Deni.


"Baiklah, kita makan di rocket ciken saja ya,??" ucap Susi ramah.


"Terserah kalian saja, aku mengikuti,." ucap Deni dengan anggukan, karena saat ini Deni yang menyetir, disebelahnya ada Susi, sedanglan Angel duduk di belakang.


Deni mengemudikan mobil, langsung ke arah rocket ciken di Ngadirejo.


Setelah ketiganya sampai di lokasi, ketiganya di kejutkan dengan dua mobil Ferrari yang sangat familiar. Mobil itu adalah milkk Deni dan Raka.


"Bukankah salah satu mobil itu milikmu Den,.??" tanya Angel penasaran.


"Sepertinya begitu, Ayo kita turun untuk memastikan,." jawab Deni antusias.


Setelah memarkir mobilnya, Deni turun bersama Angelica dan Susi.


"Sepertinya memang benar mobil ini milikmu Den,." ucap Angelica setelah memastikan.


"Iya, mungkin tamu yang di bicarakan Nona Mizuka sedang makan disini,." jawab Deni dengan anggukan.


Ketiganya kemudian mendekati mobil Ferrari tersebut.


"Hey jangan sentuh mobil itu,.!!!" teriak sebuah suara yang agak familiar, ketiganya pun menoleh dan di buat tercengang dengan pemandangan di depanya.


"Jadi kalian lagi, hahaha, apakah kalian pikir bisa menyentuh mobil itu semaumu,.??" lanjut wanita tadi yang ternyata adalah Haley.


"Oh jadi kamu yang makai mobil ini,." jawab Deni dengan sinis. 'ternyata dunia ini memang sempit,' batin Deni.


"Hey nada macam apa itu,.?? jangan terlalu sombong hanya karena temanmu itu kuat," ucap Haley seraya menunjuk ke arah "Aku ingin kalian mengetahui bahwa aku adalah tamu dari keluarga Randika, ingat jangan menyentuh mobil itu, atau kau akan menyesal,.!!" tambah Haley percaya diri.


Raka, Angel dan Susi hanya menanggapinya dengan terkekeh.


"Apanya yang lucu hey,.??" bentak Haley marah, dia merasa di permalukan, padahal jelas dia yang mengendarai mobil itu, bahkan semua orang disini sudah mwngetahuinya dan banyak yang takjub, tapi kenapa ketiga orang ini malah menertawakanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyombongkan mobil yang mukan milikmu.??" tanya Deni sembeluh kembali terkekeh.


"Apa??" ucap Haley kaget, 'bagaimana orang ini mengetahui bahwa aku bukan pemilik mobil ini, apakah sebelumnya pemilik mobil ini sudah di kenal di daerah sini,' batin Haley semakin penasaran.


__ADS_2