Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 28


__ADS_3

Sekitar jam 16.45, Raka dan Deni sampai di bandungan tapi tentu tidak tahu lokasinya, karena Raka belum pernah ke tempat ini sebelumnya.


[Dimana kamu, aku sudah sampai Bandungan]


Sekilas pesan dari Raka.


[Kamu cari saja SA Karaoke, nanti aku jemput kamu di luar]


Susi langsung membalas pesan dari Raka, karena dia sangat khawatir dengan Angel yang memesan anggur semakin banyak sebelum membanting botol nya dengan keras di lantai.


Bahkan sempat di tegur oleh Resepsionis Bar tersebut, tapi Angel meyakinkan akan membayar semuanya.


Resepsionis pun hanya pasrah saja, karena Angel memberinya uang kash sebesar 3 juta rupiah pada nya, dia yakin wanita ini orang kaya dan dia memutuskan untuk keluar dari tempat Angel.


Raka dan Deni mencari SA Karaoke, setelah mencari dan bertanya kepada seseorang di sini, akhirnya keduanya menemukan tempat tersebut.


Saat Raka dan Deni masuk tempat parkir menggunakan Ferrari, banyak gadis disana langsung berlari mendekat untuk menawarkan diri, semua orang juga tahu tempat seperti apa ini, bahkan perhotelan dan Bar, banyak berdiri di sini.


[Cepat keluar, aku malu disini banyak gadis mendekati mobilku]


Raka mengirim pesan ke Susi, dia masih takut keluar mobil karena banyak sekali wanita berpakaian bikini.


[Baik aku keluar] balas Susi cepat.


Setelah berpamitan dari Angel, dia berbohong bilang ingin ke toilet karena takut Angel marah. Susi keluar dengan cepat dan menerobos kerumunan gadis-gadis bikini.


Semua gadis tercengang.


"Hey apaan sih anak kecil ini..." bentak wanita yang tak terima karena di terobos begitu saja.


"Maaf, maaf, saya sedang terburu-buru," Susi memohon maaf tapi tetap melanjutkan dan langsung membuka pintu mobil.


Keluarlah Raka dan Deni, Deni dengan khawatir langsung berlari memeluk Susi.


Semua wanita menatap ketiganya seolah lelucon.


"Ternyata hanya anak kecil, ku kiraaaaa.... ah," ujar salah satu wanita tadi.


"Walaupun anak kecil kurasa dia punya banyak uang, lihatlah mobilnya..." jawab wanita lainya.


"Benar juga katamu..." jawab yang lain lagi masih mendiskusikan Raka dan Deni.


"Hey ganteng,... ayok nyanyi bareng!!!" Ajak seorang gadis berpakaian bikini.


"Sama aku saja ayok, nanti ku kasih diskon..." ajak seorang lagi dan lagi.


Raka hanya bisa merinding melihat semua gadis di sini,


"Dimana Angelica,.??" Langsung saja Raka mendekati Susi dan bertanya dengan nada khawatir.


"Dia di dalam, ayo masuk,...!!" Jawab Susi sambil melepaskan pelukan dari Deni.


"Bawa aku tampann....!!!"


Semakin banyak yang sekarang mendekat bahkan ada yang berani memegang Raka karena terlihat sendirian, sedangkan Deni jelas dia bersama pacarnya.


"Mohon jangan tersinggung, saya kesini mencari pacar saya,." Ujar Raka, sudah merasa frustasi dengan keadaan.


"Kan aku pacar kamu, ayok sama aku saja..." ujar gadis **** lainya.


"Maaf pacarku sudah di dalam,..." jawab Raka sopan, tak mau gadis-gadis di sini tersinggung.


"Jangan begitu, mending sekarang kamu pilih salah satu dari kami, atau kamu akan menjadi rebutan!!" ujar gadis **** lagi.


Ini membuat Raka semakin bingung, jujur saja banyak pria pasti akan tertarik dengan gadis-gadis **** dan cantik di sini. Tapi sekarang bukan ini yang di inginkanya, dia hanya ingin bertemu Angelica.


"Maaf,...."


"Raka ya??" Bahkan sebelum Raka bicara, ada yang memotongnya, sepertinya dia mengenal Raka.


Raka menyipitkan mata nya sebentar sebelum dengan senang melihat wanita yang di kenalnya di tempat seperti ini.


"Anda, kak Dista ya,.??" Ujar Raka ragu, karena sudah lama tidak melihat kakak kelasnya sewaktu masih SD ini, tidak disangka Dista bekerja di tempat seperti ini.


"Iya, sedang apa kamu disini,.?? Apakah sekarang sudah lupa dengan bukumu dan mencari kesenangan??" Tanya Dista sedikit meledek, dia belum lihat mobil Raka karena masih tertutup kerumunan wanita.

__ADS_1


"Oh maaf kak, saya disini mencari pacar saya,." Ucap Raka berusaha ramah.


"Hahaha, jangan bikin aku tertawa, mana mungkin kamu punya pacar, oh iya aku dengar keluargamu bangkrut dan meninggalkan banyak hutang, hahaha sungguh malang nasibmu,." Ucapan Dista membuat semua wanita penghibur di sini tercengang.


"Hey, hey , Dista, apa kau kenal anak ini,.??" Tanya seorang gadis kepada Dista.


"Ya tentu saja, dia dulu adik kelasku, dia terkenal kutubuku, memang dulu keluarganya lumayan kaya sih, hanya saja saya dengar keluarganya bangkrut dan sekarang dia punya banyak hutang di bank,." Ucapan Dista benar-benar menyakitkan, hinaanya bahkan sangat kejam.


"Kenapa kamu menghinaku,.??" Tanya Raka pelan sambil tersenyum.


"Kenapa aku,?? Yah karena kamu memang pantas di hina... hahaha," Dista menjawab sambil tertawa terbahak-bahak.


"Bukankah disini kamu seharusnya melayani tamu dengan baik, kenapa palah menghina tamu..," ucap Raka.


Dista sedikit tercengang, 'bagaimana dia tahu,' pikirnya dalam hati.


"Kamu pasti salah orang Dis, anak ini mengendarai Ferrari,." Ucap salah satu gadis cantik disana.


"Ah tidak mungkin!!!, aku tidak akan percaya meskipun kalian membunuhku hahahaha," jawab Dista merasa lucu bahwa Raka akan mengendarai mobil semewah itu, bahkan tamu nya belum pernah ada yang mengendarai mobil semewah itu, paling tamu nya hanya menggunakan x-pander.


"Ini mobilnya,!! jawab Deni tersenyum ramah sambil menunjukan mobil Ferrari berwarna hitam dan semua kerumunan menyingkir untuk menunjukan pada Dista.


Dista menatap dengan kaget, dia menatap mobil dan beralih menatap Raka, berulang sampai 5 kali masih tak percaya, dia menelan ludah.


'Apakah anak ini menyewa mobil ini atau meminjamnya, tapi tidak ada yang menyewakan mobil semewah itu di Temanggung.,' batin Dista, sekarang dia merasa malu.


"Aku tak percaya, pasti kamu meminjamnya kan,.??" Ujar Dista masih tak percaya.


"Terserah kamu saja, aku mau masuk untuk bertemu pacar saya yang ada di dalam,." Ucap Raka yang kemudian masuk Bar, bersama Deni dan Susi.


Dista masih tercengang tak percaya, dia sangat menyesal telah menghina Raka.


"Seharusnya kamu sedikit jaga mulutmu Dis,." Saran dari temanya yang merupakan bagian dari rombongan gadis-gadis tadi.


Sekarang semua gadis telah membubarkan diri, karena Raka memang kesini untuk bertemu pacarnya, bukan bersenang-senang dengan mereka. Semuanya hanya menggelengkan kepala kepada Dista.


"Aku....." hanya itu yang keluar dari mulutnya saat ini.


'Kenapa aku tidak berbaikan saja dengan Raka, dia kan dari dulu selalu berbuat baik, pasti dia bisa memaafkanku,' pikirnya dalam hati.


"Ah ah iya, maaf aku sedikit melamun tadi..." jawab Dista canggung.


"Kamu menyesal kan Dis,.??" Tanya temanya.


"Gimana ya Mel, aku malu,," jawabnya.


Siapa yang tidak malu, menghina orang yang bahkan jauh lebih kaya darinya.


"Sebaiknya kamu minta maaf, sepertinya dia baik," saran Melly.


"Ya sepertinya itu ide bagus, tapi bagaimana jika dia tidak memaafkanku, pasti sangat memalukan seorang wanita meminta maaf pada lelaki,." Ucap Dista merasa sedikit ragu dan putus asa.


"Gengsi tak akan memberimu makan,." Ucap Melly.


Mereka berdua terus berdiskusi sendiri.


***


Di dalam Raka sendiri masuk ruangan dan melihat pacarnya sangat frustasi, padahal hanya masalah kecil. 'Apakah seperti ini kamu yang sebenarnya,.' Batin Raka.


"Sayang,... " sapa Raka saat mendekat ke Angel.


Angel sontak kaget mendengar suara yang sangat familiar, dia sangat marah saat Raka tidak mengejarnya ketika Angel pergi, tapi sekarang Raka mencarinya sampai kesini, sebenarnya dia senang melihat Raka datang, tapi Ego nya lebih kuat, dan Angel hanya membuang muka sebelum meneguk segelas Congyang lagi.


Saat ini Raka duduk di samping Angel dan memegang tanganya sebelum mengecup kepala Angel.


Angel tersipu sedikit, tapi dia tetap bernyanyi.


'Uh dasar wanita,,' batin Raka seraya tanganya masuk ke bawah siku Angel kemudian memeluknya saat kedua tangan Raka bertemu di depan perut Angel.


Angel senyum-senyum sendiri, tapi kemudian dia pura-pura cuek lagi karena gengsi, kan dia sedang marah.


Raka memeluk Angel dengan erat dan dagunya berada di atas punggung Angel, "maafin aku ya sayang,.." bisik Raka tepat di telinga Angel, kemudian Raka mengecup pipi Angel dari samping. Angel bisa merasakan seluruh tubuhnya panas dan bergetar.


Sekarang hanya ada suara musik dalam ruangan tersebut, karena Angel sudah diam tanpa kata.

__ADS_1


Raka memang paling bisa membuat dada Angel bergetar hebat.


Semakin erat dekapan Raka, semakin membuat jantung Angel berdetak cepat.


"Kok diem sayang....??" Bisik Raka pelan di sebelah telinga Angel membuat bulu kuduknya berdiri terangsang.


Deni dan Susi sudah duduk di samping mereka, dan hanya tersenyum melihat kegilaan Raka dan tingkah Angel yang sok jual mahal ke pacarnya. Padahal di lihat dari gelagatnya dia mau.


"Ayok kita keluar, takut ganggu,.." ucap Susi sambil berdiri menarik tangan Deni.


"Ah betul juga,." Jawab Deni sambil terkekeh di ikuti Susi, akhirnya keduanya keluar.


"Ah malu sama Deni dan Susi,.." bisik Angel, akhirnya mengeluarkan suaranya.


Bukan menjawab, Raka malah mengangkat tubuh Angel sebelum merebahkanya di sofa.


Setelah jeda dalam keromantisan sebentar, antara Angelica dan Raka. Raka melepaskan Angel, karena hanya sengaja membuatnya terangsang saja, tidak ada niatan berbuat mesum disini.


"Loh kok di lepas, Arghhhhhh......" teriak Angel sepertinya marah.


Raka hanya tersenyum, seraya mengelus bibir cantik kekasihnya.


"Sayang kenapa kamu siksa aku....." ujar Angel manyun dan ngambek.


"Kita lakukan sewajarnya saja saat pacaran ya, kalau kayak gitu terus, aku takut kamu hamil dan masa depan pendidikan kita bisa hancur,...." jawab Raka, yang akhirnya bicara, tapi tanganya masik memegang pinggang Angel dan mendekatkanya.


"Tapi kan aku....." ucapan Angel berhenti seraya mikir, 'benar juga kata Raka, ternyata aku yang terlalu polos hahaha,' batin Angel sambil senyum sendiri.


Raka yang melihatnya juga tersenyum, "apakah kamu sudah maafin aku, karena aku membuatmu malu,.??" Ujar Raka yang menyadari kesalahanya.


"Emmmmmm....." hanya itu yang keluar dari mulut Angel.


"baiklah ayok kita pulang, sekarang sudah malam juga, biar aku yang antar kamu pulang, dan Deni biar bareng Susi...." ucap Raka pelan sambil menarik tangan Angel.


Karena Angel sedikit mabuk, jadi jalanya agak sempoyongan.


"Kamu minum berapa botol sih sayang, sampai gini amat,..??" Tanya Raka seraya menggandeng kekasihnya.


"Aku lupa....." jawab Angel mulai ngelantur.


Raka membawa Angel ke mobil dan setelah itu dia membayar biaya kerugian atas yang di lakukan Angel sebesar 12 juta rupiah.


"Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu Raka,.??" Tiba-tiba datang suara seorang gadis yang sangat familiar berkata dengan lembut.


Raka menoleh dan kaget melihat Dista sudah berdiri di belakangnya.


"Oh, ini semua dari mas Bima,.." jawab Raka ketus, dia juga tidak berbohong, 'setelah melihatku kaya, nada bicaramu padaku menjadi sopan, ternyata sifat aslimu terlihat.,,' ucap Raka dalam hati.


"Ohhhh.... , langsung pulang,.??" Tanya wanita tadi, sekarang sudah mendekati Raka.


"Iya langsung pulang, kasihan pacarku terlalu mabuk,." Jawab Raka cepat.


Tapi wanita tadi malah berdiri di depanya, jadi bagaimana Raka akan keluar.


"Sudah, saya permisi mau pergi,.!!" Ucap Raka tegas.


"Kenapa kamu seperti ini Raka, apakah kamu masih marah padaku,.??" Ujar Dista sambil mengigit bibir bawahnya. 'Kenapa aku merasa anak ini semakin menggemaskan ya," batin nya.


"Tidak, tapi aku benar-benar mau pulang, pacarku sudah tidak sadarkan diri,.!!!" Jawab Raka putus asa, wanita di depanya sungguh tak tahu malu.


"Biarkan saja pacarmu di antar temanmu yang tadi, mending kamu nginep sini saja, aku temenin deh,.!!" Ucap Dista semakin manja, dia bahkan mulai berani memegang tangan Raka dan menyengkeramnya sebelum mengedipkan satu matanya, seolah ingin memakan Raka hidup-hidup.


Raka yang mengetahui niatan gadis gila ini hanya merinding di seluruh tubuhnya.


"Dista ku mohon jangan seperti ini, aku bisa pingsan,.." ujar Raka karena dia juga bisa merasakan parfur wanita tadi dan membuat birahinya naik.


Lelaki normal akan tergoda dengan gadis ini, walaupun seperti itu, Raka menahan nafsunya dan menggunakan sedikit kekuatan untuk melepaskan diri dan lari meninggalkan Dista.


Dista yang melihat Raka lari hanya tersenyum ,'ternyata anak itu tidak membenciku, dia lebih takut padaku, aku sadar tadi dia sudah sedikit bernafsu padaku', batin Dista.


"Sampai jumpa Raka, aku akan menunggu bila kau datang kesini lagi, aku akan menjadi milikmu seutuhnya..," teriak Dista seraya melambaikan tanganya, Raka yang mendengar pun hanya begidik membayangkan dia terperangkap oleh wanita penghibur seperti itu, sangat menakutkan.


Raka tidak menjawab dan langsung masuk mobil sebelum mengendarainya pergi untuk pulang, Angel sendiri sudah tertidur karena terlalu banyak minum.


Deni dan Susi sudah pergi dulu untuk bersenang-senang.

__ADS_1


__ADS_2