
"Tentu saja kalian tidak keberatan kan menunggu,.?? atau kalian boleh kembali lebih dahulu,.!!" tambah Silvia Randika.
"Kami akan berkeliling di daerah sini terlebih dahulu, saya pribadi juga sedang liburan sekolah, jadi sekalian saja,." jelas Melany.
"Itu terserah kalian saja,." jawab Silvia ramah.
"Baiklah, kami permisi dulu Nona, kami akan menginap di hotel dan menyewa beberapa mobil untuk membantu berkeliling,." ucap Melany, sebelum berdiri dan meninggalkan Ibu dan Anak Randika, di ikuti oleh semua anak buahnya.
Setelah semuanya keluar dan terdengar suara dengungan Helicopter semakin menjauh, Silvia menghela nafas panjang.
"Kamu pribadi yang harus menghubungi kepala keluarga Nak,.!!" ucap Silvia pada Mizuka.
"Iya Bu, tapi apakah Kakek Tiger akan memberikan ijin,.??" tanya Mizuka, ada sedikit ragu dalam nada suaranya.
"Apapun keputusan Paman Tiger nanti, kamu harus tetap melaporkanya, dan juga jangan memaksa bila tidak di ijinkan,!!" peringatan Silvia seraya menatap Mizuka.
"Baiklah Bu, saya akan segera menghubungi kakek Tiger," ucap Mizuka sebelum mengeluarkan ponselnya dan bersiap memanggil Tiger Randika.
Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya Tiger mengangkat telfonya.
< Iya Halo,.??" sapa Tiger di seberang telefon.
< Iya Tuan Tertua, maaf menganggu," jawab Mizuka lembut.
< Tidak mengganggu sama sekali, ada apa Mizuka,.??"
Setelah mendengar pertanyaan Tiger, Mizuka langsung menceritakan semuanya, Mizuka menggigit bibir bawahnya karena takut bila akan menyinggung Tiger yang saat ini adalah kepala keluarga besarnya.
< Baiklah, lakukan apapun untuk Tuan Muda, saya senang dia semakin bisa berfikiran matang, juga ingat kalau membantu jangan setengah-setengah, saya sebenarnya akan mencabut hukumanya sekarang, tidak perlu menunggu sampai 3 tahun, karena dia akan segera di nobatkan menjadi pangeran mahkota keluarga, yang berarti akan langsung menggantikanku setelah aku mundur,"
Mendengar penjelasan Tiger, Mizuka menjadi sangat senang. Setelah sekian lama berpisah, akhirnya bisa bertemu lagi dengan Raka.
Mizuka selalu bermimpi tiap malam, bahwa Raka sudah kembali, ternyata mimpinya akan segera menjadi kenyataan.
Setelah mengobrol sebentar, akhirnya keduanya memutuskan panggilan telefon.
Silvia yang melihat tingkah anaknya hanya bisa mengerutkan kening sebelum bertanya "Ada apa sayang, sepertinya kamu senang sekali,.??"
"Oh ibu, aku senang sekali karena akhirnya Tuan Muda akan di jemput dan di cabut seluruh hukumanya, juga tadi kakek Tiger bilang, kita di perbolehkan membantunya, dan juga mengingatkan bahwa kalau membantu jangan setengah-setengah,." jawab Mizuka dengan senyum cerianya.
"Apa??"
__ADS_1
"Pantas saja kamu seperti orang gila, ternyata setelah merindu setiap malam, akhirnya bisa bertemu lelaki idamanmu hahaha," jawab Silvia sebelum tertawa.
"Ah Ibu jangan ledekin aku dong,." ucap Mizuka menundukan kepalanya karena malu.
"Iya iya anak Ibu ini kalau lagi kasmaran lucu juga ya,."
"Hehe biarin ah Bu.,"
---
Di tempat lain, saat ini Melany dan rombongan sudah menyewa hotel berbintang di Magelang.
"Gio coba cari makan yang enak di daerah ini,!!" perintah Melany langsung pada Gio, karena Gio lebih berpengalaman disini, Gio telah setia menjadi bawahan keluarga Crisna sejak Melany masih bayi. Jadi sudah tidak di ragukan lagi.
"Baik Nona," jawab Gio sebelum mencari makanan di sosial media. Saat ini semua orang berada dalam satu kamar besar karena Melany ingin membahas yang akan mereka lakukan saat liburan di sini.
"Nona sepertinya ada Restoran di dekat sini, namanya Restoran Pringgondani Nona,." ucap Gio setelah menemukan tempat makan.
"Baiklah, ayo kita sekarang keluar dan menuju lokasi dengan Taxi saja,.!!" peruntah Melany tegas, sebelum berdiri dan keluar dari kamar Hotel di ikuti dengan seluruh anak buahnya.
Saat tiba di luar Hotel, semua orang di kejutkan dengan barisan mobil mewah Rolls Royce Phantom, setidaknya ada lebih dari 50 mobil.
"Astaga, siapa yang datang dengan mobil mewah sebanyak ini,." gumam Alex yang tak bisa terkagum dengan yang di lihatnya.
"Pasti mereka salah satu dari keluarga Randika, Nona,." jelas Gio yang berpengalaman.
"Mungkin, tapi siapa,.??" tanya Melany ke Gio, 'Bagaimana Raka memiliki teman orang kaya kelas dunia seperti ini,.' batin Melany mulai penasaran.
"Sebaiknya kita turun untuk memastikan Nona,.!!" Ajak Gio, semua mengangguk dan mengikuti Gio turun tangga untuk mendekat ke barisan mobil mewah ini.
Sampai di depan deretan mobil mewah, terlihat semua pintu mobil terbuka hampir bersamaan. Keluarlah seseorang yang pernah bertemu dengan mereka semua. Orang tersebut adalah pengawal peibadi keluarga Randika, siapa lagi kalau bukan salah satu dari dua bersaudara. Di belakang Alfaro ada sekitar 200 pengawal berpakaian hitam yang sangat terlatih tanpa menunjukan expresi apapun.
"Tuan Alfaro,." sapa Gio dengan sedikit membungkuk.
"Langsung saja tanpa basa-basi, maaf mengganggu kalian, kami mendapatkan perintah dari Nona Muda Mizuka, untuk menjemput kalian dan menempatkan kalian di Vila milik keluarga Randika, sekarang kalian sudah di anggap tamu penting keluarga,." jelas Alfaro tegas.
"Apa?? tapi tunggu dulu,... bagaimana cara kalian semua menemukan kita,.??" tanya Haley penasaran.
"Anda jangan remehkan kami Nona, kami dapat menemukan apapun yang kami inginkan,." jawab Alfaro percaya diri.
"Baiklah saya ikut kalian, saya percaya sekarang bahwa Nona Mizuka benar-benar teman baik Raka.," sahut Melany dengan ramah.
__ADS_1
"Apakah anda yakin Nona,.??" tanya Alex yang selama ini berdiam diri di belakang Melany.
"Tentu saja, apa yang perlu di khawatirkan, aku percaya dengan Raka, sekarang kamu dan bawahanmu pergi ke kamar dan segera beresi semua pakaian kita, kita akan berpindah ke Villa mereka,." jawab Melany tegas sebelum menatap Gio, "Gio, kamu dan pilot bawa Helicopternya nanti ya,.!!" perintah Melany tegas.
"Baik Nona, kami mengerti,." jawab Gio dengan anggukan.
Alex dan bawahan yang lain langsung berlari ke atas untuk membereskan semua pakaian yang di bawa ke Hotel.
Setelah semua selesai, Melany dan Haley masuk ke dalam mobil yang di sopiri Alfaro. Bawahan yang lain mengikuti masuk kedalam mobil yang lain.
Saat ini terjadi, banyak tatapan iri terlihat di luar. Melany sudah terbiasa, tapi Haley benar-benar tercengang dan bangga. Itu karena dirinya di anggap tamu penting oleh keluarga kaya kelas Dunia.
"Mela, apakah benar temanmu yang bernama Raka itu adalah teman baik Nona Mizuka,.??" tanya Haley langsung karena penasaran juga, ini semua terlalu luar biasa.
"Ya itu semua benar, Raka sangat percaya diri waktu itu, padahal sebenarnya aku sendiri sedikit ragu untuk percaya padanya, tapi dilihat dari sambutan mereka, sepertinya tidak ada kepalsuan dalam ucapan Raka," jawab Melany menjelaskan.
Melany sendiri masih di buat bingung, Raka yang memiliki teman kaya raya kenapa memilih hidup di hutan belantara.
"Kalau begitu, kamu harus kenalkan aku padanya, ini terlalu luar biasa, aku akan sangat senang bisa mengenalnya,." ucap Haley seraya senyum-senyum sendiri.
"Apa maksutmu bilang seperti itu, jangan macam-macam ya,!!" jawab Melany tegas, merasa curiga dengan sahabatnya yang mungkin akan mendekati Raka juga.
"Ahhhhh tidak tidak hihihi,." ucap Haley cengengesan, dia lupa bahwa dia bisa kesini karena di ajak Melany, 'dunia kenapa rasanya tak adil sih, Mela kan sudah kaya, sekarang berkenalan dengan orang yang lebih kaya lagi, kenapa bukan aku saja Tuhann....' batin Haley merasa kesal.
"Awas saja kalau sampai kamu macam-macam,." ucap Melany mengingatkan.
"Ah dasar, memangnya tak boleh ya saling kenal denganya,?? uh dasar egois,." jawab Haley sebelum menjulurkan lidahnya.
Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan menuju Villa di kaki gunung Sindoro.
Setelah jeda sekitar 1 jam, akhirnya rombongan sampai di halaman Villa, tidak ada yang berani memotong saat rombongan ini melaju dengan cepat, bahkan menerobos lampu merah, semua polisi hanya hormat saat melihat rombongan mobil mewah ini, itu menunjukan kekuatan keluarga Randika dalam hal ekonomi. Melany yang sudah terbiasa hidup dalam kememahan pun di buat kagum kembali.
"Bagaimana Villa semegah itu bisa di bangun di kaki gunung ini," gumamnya pelan yang di dengar Alfaro.
"Ini belum seberapa Nona,." sahut Alfaro lembut.
"Apa??" Haley kaget dan langsung menutup mulutnya.
"Bagaimana Villa begitu megah masih belum seberapa, sebenarnya seberapa kaya keluarga Randika itu,.??" tanya Haley yang penasaran.
"Nanti kita akan mengetahuinya, 3 tahun lagi sepertinya semua proyek akan selesai di bangun,." jawab Alfaro ringan, "Sebaiknya mari kita turun, di Villa ini sudah di sediakan banyak pelayan dan pengawal yang akan melayani dan melindungi kalian selama kalian tinggal di sini, besok pagi Nona Muda Mizuka dan Nona Silvia akan datang untuk berdiskusi, jadi tolong bersiap-siaplah,." tambah Alfaro, sebelum dirinya turun dan membukakan pintu mobil untuk tamunya.
__ADS_1
Semua pengawal yang mengikuti pun juga keluar dari mobil mereka.
Halaman Villa juga sangat luas, bahkan bisa menampung lebih dari 50 mobil mewah mereka.