Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 41


__ADS_3

Masih dalam pertarungan Raka dengan segerombolan orang di hutan.


"Bagaimana ada orang sekuat ini,." pemimpin tadi berkata merasa tidak percaya dengan semua ini. Dia adalah orang terkuat mungkin di seluruh daratan ini. Tapi pemuda ini jauh lebih kuat darinya.


Setelah merasakan sakit yang sangat, pemimpin tadi sedikit berfikir 'apakah dia termasuk dalam keturunan keluarga itu,' batin pemimpin tadi.


"Apakah sudah selesai,.??" Tanya Raka datar.


"Ka-kau, siapa kau sebenarnya,.??" Tanya pemimpin tadi tergagab, saat mencoba berdiri sambil memegangi kepalanya yang terluka karena tendangan Raka.


Jika bukan seseorang yang terlatih, mungkin juga leher pemimpin tadi sudah patah.


Raka mengetahui kekuatanya, oleh karena itu dia tidak pernah menyerang orang biasa bila tidak di perlukan.


"Itu tidak penting, sekarang biarkan aku pergi dan jangan mengikutiku,. Aku sendiri tidak begitu peduli dengan yang akan kalian rencanakan,. Aku tidak akan ikut campur tangan tentang kalian walaupun kalian semua akan mati bila berani melawan Negara..." ucap Raka tegas sebelum berbalik ingin segera pergi.


"Tunggu Tuan,.!!" Teriak pemimpin tadi dengan gugup sebelum berlari dan langsung membungkuk di belakang Raka.


"Maafkan kecerobohan saya Tuan,.!!" Ucapnya pelan seraya keringat dingin menetes di kepalanya.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang..." jawab Raka sebelum melompat langsung ke atas pohon dan langsung tak terlihat.


"Sungguh keterampilan seorang ahli bela diri sejati,." gumam pemimpin tadi "apakah mungkin dia termasuk keturunan itu, karena kemampuanya jelas tidak bisa di bandingkan dengan manusia pada umumnya,." Tambah pemimpin tadi.


"Tuan apa maksut anda dengan itu,.??" Tanya bawahan yang bingung dengan kata-kata pemimpinya.


"Dahulu ada keluarga ahli seni bela diri di Pulau Jawa, dan orang biasa tidak akan bisa setingkat dengan mereka karena tidak mengalir darah istimewa seperti keluarga itu.," jawab pemimpin tadi.


"Apakah kalian pernah mendengar tentang sejarah di Negara ini,.??" tanya pemimpin tadi seraya menoleh pada bawahanya.


"Sedikit yang kami tahu Tuan,." jawab bawahan yang tidak tahu.


Setelah menghela nafas panjang dan mengeluarkanya perlahan, pemimpin meminta anak buahnya untuk duduk, karena dia akan menjelaskan tentang sejarah. Semua orang patuh dan mengikuti perintah.


"Dahulu, ada orang dari Amerika menjajah Negara ini, tapi dia berhianat kepada Negaranya, karena jatuh cinta pada gadis muda di Pulau Jawa, saya tidak tahu tepatnya dimana, tapi jelas di Pulau Jawa. Mereka menikah dan melarikan diri berdua, karena dianggap sebagai penghianat Negara, mereka diburu untuk di hukum. Orang-orang memanggil pria dengan sebutan Tuan Randika, sedangkan wanitanya Putri Kinara. Keduanya sebenarnya adalah manusia biasa seperti kita. Tapi setelah Putri Kinara hamil, beliau bermimpi bahwa beliau harus mencari buah dari pohon yang hanya setinggi satu meter, pohon itu hanya berbuah


satu dan tidak seperti buah pada umumnya karena buah itu bersinar terang. Saat Putri Kinara bangun dari tidurnya, beliau menceritakan pada suaminya tentang mimpi semalam. Tuan Randika tidak mempercayai istrinya dan menganggap itu semua hanya bunga tidurnya. Sebenarnya Putri Kinara juga menganggapnya seperti itu. Hanya saja Putri Kinara terus bermimpi selama 40 malam tanpa henti. Saat hari yang ke 41, kedua pasangan ini memutuskan untuk mencari buah dari pohon yang ada dalam mimpi istrinya, karena semakin aneh.


Terpaksa Tuan Randika mempercayai mimpi istrinya bahwa itu mungkin sebuah pertanda baik untuk keluarga kecilnya yang saat ini masih dalam pelarian.


Menurut Putri Kinara, pohon itu tumbuh di dalam gua yang dari luar terlihat seperti Ular Raksasa.


Keduanya mencari selama satu minggu penuh tapi tidak dapat menemukanya. Saat Tuan Randika hampir putus asa, tiba-tiba muncul kepala Ular besar dan semakin besar dari dalam tanah.

__ADS_1


Keduanya ketakutan, bahkan kaki mereka serasa sangat berat tidak bisa di angkat.


Saat kepala ular telah keluar sepenuhnya dari tanah, tiba-tiba mulut ular terbuka lebar. Dan terlihat dari dalam mulut ular ada cahaya yang sangat terang.


Tidak tahu kenapa, ketakutan Putri Kinara menghilang dan berubah menjadi kebahagiaan dan antusias. Beliau langsung berlari dan masuk kedalam mulut ular. Sedangkan Tuan Randika tetap di luar karena masih ketakutan, sebenarnya sedikit khawatir pada istrinya. Tapi rasa takutnya lebih besar dari kekhawatiranya, jadi Tuan Randika hanya menunggu di luar sampai malam.


Di dalam, Putri Kinara masih memandangi buah yang bersinar tersebut sebelum dengan senang hati memetik buah dan memakanya perlahan. Bahkan Putri Kinara tidak sadar saat memakan buah tersebut. Beliau sudah tidak sadar saat mulai melihat buah tersebut.


Setelah selesai memakan buah tersebut, pohon itu langsung layu dan busuk sebelum menghilang disertai hilangnya kepala ular. Tuan Randika menatap istrinya seraya matanya berkaca sebelum berlari ke arahnya dan langsung memeluk istrinya, mungkin terharu karena istrinya selamat dan tidak terluka sedikitpun.


Mereka akhirnya kembali pulang, dan hidup seperti biasa di tengah pelarianya, akhirnya saat melahirkan pun tiba, Putri kinara melahirkan dengan wajar dan tidak terjadi apa-apa. Bahkan bayinya sehat juga, bayi itu laki-laki. Tapi tidak ada yang menyebutkan namanya, mungkin juga masih dengan nama ayahnya.


Semakin hari anak itu semakin dewasa, dan yang aneh dalam seminggu dia lahir. Bayi itu sudah bisa berjalan selayaknya bayi berumur satu setengah tahun. Anak itu semakin menunjukan keanehanya. Karena dia sangat cerdas dan juga kuat. Orang dewasa sama sekali bukan tandinganya saat anak itu baru berumur 5 tahun dan seterusnya.


Akhir yang malangpun datang untuk Tuan Randika dan Putri Kinara. Persembunyian keduanya di temukan oleh Pasukan Khusus keluarga Randika, yang saat itu termasuk pengusaha kaya dari Amerika yang ikut berperan menjajah Indonesia. Sebenarnya Tuan Randika adalah Tuan Muda dari keluarga tersebut dan si anggap lalai kerena malah jatuh cinta dan kebur dengan wanita yang tidak selevel dengan mereka. Setelah menemukan targetnya, Pasukan Khusus ini di perintahkan untuk membunuh Putri Kinara, dan membawa Tuan Randika kembali ke keluarganya.


Namun sungguh malang, saat mereka hampir membunuh Putri Kinara dengan pedang, yang terbunuh adalah Tuan Randika sendiri.


Melihat suaminya terbunuh, Putri Kinara menjadi syok dan mengamuk Pasukan Khusus ini. Namun jelas bahwa Putri kinara bukanlah tandingan Pasukan Khusus ini, dan dengan cepat dia terbunuh oleh Pasukan Khusus ini. Melihat Ibunya terbunuh, anak yang baru berumur 5 tahun itu menangis dan marah dalam sekejap mata, seluruh pasukan ini di bunuh dengan mudahnya oleh anak itu.


Karena kedua orang tuanya terbunuh, anak itu tinggal sendiri di hutan belantara.


Setelah lama tidak mendengar kabar dari Pasukan Khusus, keluarga kembali mengirim seseorang yang lebih kuat dan cakap untuk mencari detail informasi ini.


Dalam sekejap, orang yang di kirim menjelaskan seluruh situasinya kepada kepala keluarga Randika.


Mendengar anaknya terbunuh, pemimpin kelurga sangat sedih dan menyesal telah mengirim Pasukan Khusus, tapi setelah mendengar bahwa dia memiliki cucu yang sangat terampil dan kuat, bahkan mampu membunuh lebih dari 50 Pasukan Khusus yang telah dia kirim di umurnya yang baru menginjak 5 tahun.


Tidak ingin menunggu lama, pemimpin keluarga meminta tangan kanan kepercayaanya untuk membawa kembali cucunya ke keluarga Randika.


Hanya itu yang aku tahu dari kakeku,." Ucap pemimpin tadi.


"Aku juga dengar bahwa anak itu mewarisi seluruh harta dari keluarga besar Randika di Amerika dan cabang-cabang perusahaan di Luar Negeri, juga ada rumor mengatakan bahwa keturunan Keluarga Randika yang sekarang, memiliki darah khusus di tubuhnya untuk menjadi ahli beladiri yang jauh lebih kuat di bandingan ahli beladiri manusia pada umumnya.," tambah pemimpin tadi saat menghela nafas panjang.


"Tapi juga itu hanya cerita masa lalu, dan sudah di anggap dongeng belaka, karena tidak pernah ada bukti yang jelas, dan rumornya juga semakin kesini semakin memudar,." Tambah pemimpin tadi.


Semua anak buahnya hanya mendengarkan dengan saksama, tanpa ada pertanyaan ataupun menyela pemimpin mereka berbicara.


"Tapiiiiii.... anak tadi jelas bukan manusia pada umumnya, karena manusia biasa tidak akan mampu melakukan tindakan seperti tadi, walaupun belajar bela diri seumur hidupnya.," tambah pemimpin tadi.


"Kalau begitu, apakah menurut anda pria tadi termasuk dalam keturunan Randika, Tuan,.??" Sela salah satu bawahan saat Tuanya berhenti bicara.


"Kemungkinan itu pasti ada,." jawab pemimpin saat menghela nafas, 'aku beruntung bertemu denganya, juga beruntung tidak mati di tanganya, bila dia memang keturunan Randika,.' Batin pemimpin tadi.

__ADS_1


Mereka semua tidak tahu, kalau selama ini Raka masih mengawasi mereka, dan Raka tercengang mendengar cerita dari pemimpin kelompok itu.


"Pantas saja, ternyata sudah terjadi keanehan dahulu kala sebelum keluarga Randika menjadi seperti sekarang,." Gumam Raka pelan, sebelum berbalik pergi ke rumah pohon.


***


Sampai di rumah pohon, Raka tidak melihat Melany di manapun, takut terjadi apa-apa dengan wanita itu, Raka langsung pergi mencarinya.


Raka lega, saat melihat Melany sedang berendam di sungai, jadi dia hanya mengawasi dari jauh. Karena saat dekat dengan wanita, sangat sulit menahan hasratnya. Sebenarnya Melany wanita yang cukup cantik, dengan kulit putih mulus, tubuh ideal di umurnya sekarang, dan juga walahnya mulus, bibir tipis berwarna merah muda, dagu panjang dan lancip, hidung mancung, kalau tersenyum menunjukan gigi gingsulnya seperti serigala.


Sayang sekali gadis ini sangat cerewet, itu yang membuat Raka selalu malas saat berdebat dengan wanita ini. Tapi tetap saja Raka tidak bisa meninggalkan Melany di tempat seperti ini. Raka selalu peduli dengan temanya, dan dia sudah menganggap Melany sebagai teman sejak Melany mencoba menemukanya kembali.


Jika hal buruk terjadi pada Melany, pasti Raka akan sangat menyalahkan dirinya.


Tak berapa lama, Melany keluar dari sungai tanpa sehelay pakaianpun, Raka hanya mengalihkan pandanganya agar tidak tergoda.


Setelah Melany berpakaian kembali, Raka tidak langsung menemuinya. Raka hanya mengikuti Melany dari jauh, karena Raka penasaran dengan bagaimana cara gadis ini turun dari pohon yang begitu tinghinya.


Melany tidak sadar bahwa saat ini dia sedang di awasi dan di ikuti Raka.


Dia bersiap untuk kembali naik ke atas pohon saat sudah sampai di pohon besar tempatnya dan Raka tinggal. Melany memanjat pohon itu dengan pelan dan susah payah, dia hanya menghunakan tali melingkar untuk membantunya naik, walaupun terlihat ketakutanya saat melihat kebawah. Melany tetap melanjutkan memanjar pohon. Raka yang melihat ini, merasa tersentuh dengan kegigihanya. Raka berniat memberikan pelatihan pada gadis ini, agar memudahkanya saat naik ke atas rumah pohon, dan menjaga diri saat dalam bahaya.


Setengah jam memanjat, akhirnya Melany sampai lagi di rumah pohon, dengan keringat yang banyak.


"Ternyata kamu gigih juga ya,." Terdengar suara Raka pelan sesaat setelah Melany sampai di rumah pohon.


"Yah aku kan harus mandi juga agar kecantikanku terjaga,." Jawabnya percaya diri seraya menoleh kesumber suara.


"Dasar wanita keras kepala,. Kamu kan bisa menungguku,. Bagaimana nanti kalau terjadi apa-apa denganmu,.?? Merepotkan saja,." ucap Raka sinis, tapi terlihat khawatir juga.


"Ah kmu, terlihat menghawatirkan aku, apakah kamu punya perasaan padaku,.??" jawab Melany malu-malu, dia bisa merasakan kekhawatiran dari nada bicara Raka.


"Kanap gadis sepertimu selalu percaya diri sekali,.?? Aku tidak pernah punya perasaan padamu, dan mungkin tidak akan pernah,.!!" Jawab Raka jujur.


"Ah kamuuu... awas saja nanti kalau punya perasaan padaku, akan ku kembalikan kata-katamu barusan...huh," ketus Melany seraya menghela nafas sebelum membuangnya, dia merasa sangat kelelahan sebelum memikirkan sesuatu saat dia akan berbaring di tempat tidur.


"Eh kamu dari mana sih,.?? Peegi tak bilang-bilang, dan juga tadi apa yang kamu lakukan padaku membuatku merinding tauuuu... dasar lelaki hidung belang, apakah kau berencana memperkosaku disini,.?? Ah dasar lelaki bejak huuuu..."


Cerocos Melany langsung saat jari telunjuk tanganya mengacung ke Raka.


Raka langsung dengan sigap menutup mulut wanita cerewet ini.


"Bisa diam gak,.?? Atau kulempar kau kebawah agar di makan binatang buas,.??" Geram Raka seraya matanya melotot.

__ADS_1


"emmmmm, emmmmm,." Melany hanya menggeleng karena dia tidak pernah melihat Raka seserius ini sebelumnya, dia juga merasa takut saat Raka melotot.


'Sangat menakutkan juga saat marah' batin Melany.


__ADS_2