Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 30


__ADS_3

Raka sontak kaget dan salah tingkah, dia tidak sadar bahwa saat ini dia sedang bersama Angel berjalan menuju kelas.


"A-ah tidak, tidak apa," jawab Raka gugup, 'kalau sampai Angel tahu, bisa mati aku,' batin Raka.


"Baiklah, ayo masuk,!!!" Jawab Angel seraya menarik tangan Raka dan menggandengnya, ini hanya membuat hati Laras panas seperti kenalpot saat melihat lelaki yang di idamkan di miliki wanita lain.


"Kenapa mereka harus bermesraan di depanku...." gumam Laras pelan, dia geram dengan tingkah Raka dan Angel yang tidak tahu tempat.


"Apa lagi, sudah jangan melihatnya lagi,..." saran Siwi saat mendengar nada geram dari sahabatnya.


"Hemmmmm,...." hanya itu yang keluar dari mulut Laras sebelum berjalan juga ke kelas.


Didalam kelas pun Angel tidak tahu malu, semakin bebas dan berani karena tidak pernah ada guru yang berani menegur mereka. Inilah akibatnya bila seorang remaja tidak pernah ada yang menegurnya, semakin berani dan semakin tidak tahu malu. Apalagi Angel tidak takut bertarung dengan siapapun jika ada yang menyinggungnya.


"Sayang, malu ini di kelas,.!!!" Bisik Raka seraya mencoba melepaskan genggaman Angel, semakin kesini Raka juga semakin risih dengan sikap Angel yang tak tahu tempat.


"Biarin, hihi , kamu kan pemilik sekolah ini, jadi tak ada yang berani mengganggu kita,." Jawab Angel percaya diri, apalagi Boni yang terkenal paling garang saja sudah di kalahkanya dengan mudah, jadi siapa lagi yang berani padanya.


"Jangan seperti itu,.. aku tidak suka jika kamu merendahkan orang lain dengan bicara seperti itu, walaupun keluargaku pemilik sekolah, tetap saja saya disini untuk belajar, bukan bertindak semauku,.." bisik Raka lagi, semakin tidak suka dengan sikap Angel.


"Ughhhh, yasudah kalau gitu...." ucap Angel ketus seraya melepaskan genggamanya pada Raka.


Sekarang Angel semberut saat melirik Raka, dia berharap Raka akan minta maaf dan memanjakanya.


Tanpa diduga, Raka hanya membuka buku dan belajar tanpa memperdulikanya.


Angel merasa sangat marah dengan semua ini "ihhhhhh, kamu nyebelin....." ketus Angel saat melihat perilaku Raka, hanya membuatnya geram dan tidak nyaman, akhirnya dia berlalu pergi dan duduk di sebwlah Susi setelah mengusir Deni.


Deni yang peka pun hanya menuruti dan kembali duduk bersama Raka.


"Eh lihat tuh, sepertinya Raka dan Angel sedang bertengkar,.!!!" Ujar Siwi pada Laras, saat melihat Deni yang kembali duduk dengan Raka, sedangkan Angel duduk dengan Susi.


Laras yang sedari tadi membuang muka pada Raka pun sontak menatap pemandangan yang membuat hatinya sejuk, jika Raka dan Angel putus, dia akan berusaha mendapatkan kasih sayang Raka. Apapun yang terjadi dan harus.


"Kenapa mereka bisa berantem, padahal tadi sangat mesra,.??" Tanya Laras selidik.


"Yah kurang tahu, mungkin Raka juga jijik dengan tingkah Angel yang tak tahu tempat,..." jawab Siwi yang sedari tadi mengamati.


"Aku juga kurang tahu, mungkin ada masalah, tapi sepertinya Raka biasa saja,.." ujar Laras merasa senang, 'jika Raka bisa secuek itu sama Angel, pasti aku punya kesempatan,.' Batinya.


***


Tak terasa sekolah berakhir begitu saja, Raka sendiri tidak menyapa Angel karena masih merasa risih dengan tingkahnya yang semakin hari semakin tidak tahu malu.


"Langsung pulang,.??" Sapa Laras pada Raka, karena melihat saat ini dia punya kesempatan buat dekat sama Raka, jadi dia langsung mendekat ke tempat duduk Raka setelah kelas di bubarkan.


"Iya langsung pulang, ada urusan,." Jawab Raka senyum.


'Ya tuhan senyumanya manis, bikin greget,,' batin Laras membayangkan yang tidak-tidak.


"Hey hey," ucap Deni sambil melambai tangan di depan Laras,.


"Eh maaf tadi aku ngelamun hehe," jawab Laras malu.


"Kenapa, apakah sedang ada masalah,.??" Tanya Raka pelan, ini membuat jantung Laras bergetar hebat.


"Ah tidak ada, hanya saja,,, emmmmm...." Laras tidak melanjutkan karena malu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau tidak ada,. Aku ingin cepat-cepat pulang karena ada janji dengan seseorang, sampai jumpa besok ya,.." ucap Raka, sebelum berdiri dan pergi meninggalkan kelas.


"Iya sampai besok,.." jawab Laras seraya melambaikan tangan pada Raka.


"Hemmmmm....." hanya itu yang keluar dari mulut Deni saat melihat tingkah Laras pada Raka, dia sudah bisa menebak bahwa Laras ingin deketi Raka.


"Eh maaf Den hehe, aku pulang dulu ya,..." ucap Laras pamitan pada Deni seraya senyum sendiri. Mungkin karena merasa sudah ada sedikit jalan untuk dekat dengan Raka.


"Ayok kita pulang Wi," lanjut Laras seraya mengajak Siwi pulang, Siwi hanya menjawab dengan Anggukan dan keduanya langsung pergi.


'Dasar Raka, sekarang sudah jadi rebutan,,' batin Deni.


Setelah itu Deni langsung mengajak Susi pergi dan berpamitan dengan Angel karena terlihat Angel sedang murung, keduanya tidak berani mengajaknya bicara, takut kena semprotnya.


Angel sendiri merasa sangat marah, Raka bahkan tidak berpamitan denganya.


'Memang benar kita sedang marahan, tapi apakah kamu tidak mengerti, aku hanya ingin di manja dan ahhhh." Batin Angel merasa Raka benar-benar tidak peka dan mulai berubah.


Angel menghentak-hentakan kakinya ke tanah sebelum berlari keluar kelas dengan cepat untuk mengejar Raka, sayang sekali saat ini mobil Raka sudah tidak ada di tempat parkir, dengan sigap dan cepat Angel melangkah ke mobilnya dan menginjak pedal gas seperti orang gila, bahkan saat keluar sekolah dia hampir menabrak siswa yang sedang berjalan sampai siswa itu terjatuh. Angel pun tak peduli dengan itu semua. Dia sedang sangat marah pada Raka dan ingin cepat menyusulnya.


Raka sendiri saat ini sudah dalam perjalanan pulang dan benar-benar tidak menyadari bahwa dia sedang marahan dengan Angel, Raka saat ini hanya teringat dengan Mizuka. Perasaan aneh ini datang sejak Raka salam masuk kamar, bahkan Raka sepertinya lupa bahwa dia punya pacar.


Saat dalam perjalanan santainya, tiba-tiba di samping sudah ada mobil yang sangat Familiar, mendahuluinya dan langsung berhenti di depanya, bahkan mobil Raka sedikit menabrak mobil tersebut karena dia kaget dan baru tersadar ',arghhh..... ,mati aku... bukankah itu mobil Angel, bisa-bisanya aku lupa bahwa aku saat ini sudah punya pacar,..' batin Raka merasa bersalah.


Dengan cepat Angel turun dari mobil dengan cepat sebelum berlari ke mobil Raka.


Raka yang gugup pun ikut keluar mobil


"Em maaf maaf aku tidak sengaja menabrak,." Raka yang gugub palah meminta maaf soal mobil.


"Apa???" Ucap Angel sekarang melotot matanya ingin keluar.


"Ughhhhh." Hanya itu yang keluar dari mulut Angel sebelum dia menghentakan kaki nya ke tanah karena marah, Raka hanya menundukan kepalanya ke tanah, sedangkan Angel saat ini memelototi Raka sampai matanya mampir keluar. Lelaki di depanya sungguh tidak peka sama sekali.


"Baru kemaren minta maaf sekarang sudah tidak peka lagi ughhhh, kamu maunya gimana siiiihhhhh..... apakah begini saja tidak tahu....!!!! Dasar cowok begok, tolol...." Angel benar-benar meluapkan emosinya ke Raka, bahkan dia memukul-mukul Raka dengan sangat keras, matanya yang merah menandakan kemarahanya sudah sampai puncaknya, seandainya Raka belum melakukan pelatihan, mungkin seluruh tulangnya sudah hancur, Raka sama sekali tidak melawan karena dia tidak ingin memukul perempuan, apalagi perempuan itu kekasihnya, dia hanya menerima amukan Angel.


"Maaf bila aku salah lagi,." Ucap Raka pelan dan masih menundukan kepalanya.


"Arghhhhh. Terserah kamu.," bentak Angel yang sudah kehilangan kesabaranya, sebelum berlari ke mobilnya dan pergi begitu saja.


"Kenapa bisa Angel menjadi sangat menakutkan ya," gumam Raka pelan sebelum terduduk di tanah.


Raka sendiri merasa telah melihat sisi yang lain dari Angel, padahal dia kira dulu Angel sangat baik dan juga tulus. Tapi sekarang terlihat betapa kasarnya dia, dan juga berkali-kali menghajar orang seenaknya sendiri, bahkan tidak peduli bila dia teman sekelasnya.


Raka sendiri saat ini duduk di kap mobil dan masih berfikir tenyang kedepanya bagaimana jika Angel masih seperti ini, bisa-bisa makin parah jika sekarang saja sudah berani seperti ini.


Saat Raka masih melamun, tiba-tiba terasa bergetar di kantong celananya, ternyata hp nya yang bergetar. Ada pesan masuk dari Mizuka dan Raka langsung membukanya.


[Sudah pulang belum sayang dari sekolah?? Ini aku sudah siapkan makanan kesukaanmu, bebek goreng dengan sambel cabai hijau, dan juga ada minum kopi susu beserta air putih kesayanganmu,..]


Sekilah pesan dari Mizuka, ini mwmbuat jantung Raka terasa berdetak saat dia membaca kata "sayang" dalam pesan nya. Raka menghela nafas panjang sebelum mengeluarkanya dengan cepat 'mungkin panggilan sayang untuk sepupu nya, itu tidak masalah,..' batin Raka , kemudian dengan cepat balas pesan Mizuka.


[Baiklah aku segera pulang, ini masih di jalan, tadi ada kendala sedikit, maaf membuatmu menunggu,.].


Setelah membalasnya, Raka langsung masuk mobil dan mengendarai nya pulang.


Bemper mobilnya sedikit retak, karena tadi menabrak mobil Angel, jadi Raka berniat memakai Ferrari nya saat nanti pergi bersama Mizuka.

__ADS_1


***


Di rumah Raka terlihat wanita cantik tengah berdandan bak putri kerajaan, dia mengenakan gaun berwarna merah muda, yang di hiasi manik-manik berlian, memakai sepatu Hak Tinggi dan mahkota berlian.


"Aku harus berdandan secantik mungkin untuk menyenangkan suamiku,." Ucapnya dalam hati. Mizuka masih menganggap Raka suami nya, karena dia belum mengetahui bahwa semuanya hanya mimpi.


Setelah melihat pesan masuk dari Raka, wajahnya memerah karena ingin pergi berdua dengannya.


Mizuka sangat senang sampai-sampai berteriak kegirangan saat berdandan.


Karena ini hari sabtu, dan besok Raka tidak sekolah, Mizuka berniat membawa nya ke Jogja untuk jalan-jalan sekaligus menginap di sana.


***


Raka sendiri saat ini sudah masuk ke halaman Rumah sebelum memarkir mobilnya dan turun. Tepat saat dia turun, terdengar nada notifikasi pesan masuk, pesan itu dari Angelica.


[Sayang maaf ya tadi aku gak kontrol, aku kalau sedang emosi gak bisa kontrol,.. maaf aku sudah keterlaluan sama kamu,..]


Sekilas itu pesan dari Angel, saat Raka ingin membalas nya.


[Hey sayang,.] Tiba-tiba terdengar suara wanita yang Familiar menyapanya. Saat Raka mengangkat kepalanya, dia di kejutkan dengan pandangan wanita cantik dengan gaun merah muda, kulit putihnya sangan cocok dengan gaun itu, tanyanga terlihat panjang, kakinya juga panjang. Benar-benar sangat cantik, ini lebih mirip model korea. Sangat cantik, siapa lagi kalau bukan Mizuka.


Raka sampai lupa untuk membalas pesan dari Angel dan mengabaikanya begitu saja. Dia mendekati Mizuka kemudian menatap nya dari atas kebawah. Benar-benar wanita sempurna, Raka di buat melongo dan mulutnya menganga lebar, sampai bisa di masuki telur ayam.


"Hey hey, kenapa menatapku seperti itu,.??" Ucap Mizuka seraya dia maju untuk menyapa Raka.


Saat Mizuka melangkah maju, yang bisa lakukan hanya menelan ludah dengan susah payah tanpa menanggapi pertanyaan dari Mizuka.


"Sayang, ayo masuk dan ganti baju dulu, nanti setelah makan, kita langsung ke Jogja ya,.!!" Ucap Mizuka lagi, karena sepertinya Raka masih terlihat syok. Mizuka sedikit malu dengan tatapan Raka pada nya, tapi dia juga bahagia dan puas karena Raka juga terlihat sangat mengagumi nya.


"Hey sayang......" ucap Mizuka lagi saat sampai di depan Raka, sekarang dia melambai-lambai kan tangan di depan supaya Raka sadar dari syok nya.


Setelah menelan ludah dengan susah payah lagi, Raka menjawab dengan gugup "a-ah, iya maaf....." hanya itu yang keluar dari mulutnya.


Mizuka yang melihat ini hanya terkekeh, tapi puas juga. Mizuka langsung memegang tangan Raka dan menggandengnya, saat tubuh mereka menempel, Raka bisa merasakan aroma tubuh Mizuka yang sangat harum dan pastinya membuatnya semakin terpesona.


Akhirnya keduanya masuk rumah, Mizuka mengantar Raka ke meja makan untuk mengisi perutnya, sebelum meminta Raka untuk membersihkan diri dan berdandan agar terlihat tampan.


Raka sendiri hanya mematuhi wanita di depanya yang bagai putri kerajaan. Dia bahkan sampai lupa bahwa saat ini dia sudah punya pacar, dan lagi sedang bertengkar dengan pacarnya.


Yang ada di ingatan Raka hanya kecantikan Mizuka, dia juga sepertinya lupa bahwa Mizuka adalah sepupu nya.


Selesai membersihkan diri dan berdandan, Raka keluar dengan pakaian yang tak kalah sempurna dari Mizuka.


Mereka bergandengan tangan saat keluar, semua pengawal menatap dengan heran, tapi tidak ada yang berani berkomentar atau pun membicarakan pasangan muda ini.


Raka terlihat gagah dengan tubuh tingi nya, dan Mizuka juga terlihat sangat cantik, bahkan wajahnya terlihat sangat menawan dan seperti gadia remaja, padahal umurnya sudah 30 tahun.


Saat keduanya berjalan, sungguh seperti pasangan remaja dan sangat serasi.


***


Di rumah keluarga Jonson seorang wanita muda cantik sedang mondar-mandir dan khawatir, tentu saja Angelica. Dia menyesal telah berbuat kasar pada Raka.


Dia sudah mengirim pesan ke Raka, tapi hanya di baca dan tidak di balas. Ini membuanya semakin takut bila Raka membencinya karena dia menunjukan sisi buruknya. Selama ini dia baik karena sedang mendekati Raka. Tapi setelah menjadi kekasihnya malah membuat dia melakukan tindakan yang di luar batas. Dia sangat menyesal karena Raka telah melihat sisi buruknya. Dulu di Jepang, Angel selalu menggunakan kekuasaan ayahnya untuk berbuat seenaknya, bahkan tidak segan-segan memberi orang pelajaran bila ada yang menyinggungnya, Angel adalah wanita muda yang keras kepala dan sombong. Tapi sejak bertemu Raka dan berniat mendekatinya, dia menjadi luluh dan berusaha rendah hati.


"Arhhhhhhh, kenapa aku bisa ceroboh dan menunjukan sifat asliku....." teriaknya dalam kamar, Angel duduk di lantai dan menjambak rambutnya, tak terasa air matanya menetes. Ini bukti bahwa dia menyesal, tapi tidak ada tapi-tapi an.

__ADS_1


"Aku harus datang sendiri dan memohon maaf pada Raka,." Gumamnya pelan belum bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan berniat langsung kerunah Raka.


__ADS_2