Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 50


__ADS_3

Mela mandi sangat cepat sebelum berganti pakaian cantik seperti biasanya.


Selesai ganti pakaian, Mela langsung megirim pesan ke Alex.


[Alex, ini aku Melany, maaf aku baru bangun, jadinya baru sempat hubungi kamu]


Sekilas pesan dari Melany.


[Iya Nona, kami menunggu perintah Anda]


Balasan Alex datang dalam hitungan detik.


[Setelah ini aku akan menemuimu langsung untuk memberikan tiket pesawat ke Jakarta, sebelum pindah ke Semarang, tunggu aku di tempat kita bertemu kemarin]


[Baik Nona,]


Hanya seperti itu pembicaraan Melany dan Alex melalui pesan.


Melany langsung menghubungi orang kepercayaanya yang lain.


[Gio, aku butuh 11 tiket pesawat untuk membawaku ke Pulau Jawa, tepatnya ke Semarang, saya butuh hari ini dan lakukan secepatnya jangan menunda, aku tidak peduli bagaimanapun caranya, kamu harus dapatkan tiket tersebut,!!] Sekilas pesan dari Melany.


[Baiklah Nona Muda, saya akan segera siapkan Tiketnya] balasan dari Gio dalam hitungan detik.


[Kenapa Anda tidak naik Helicopter keluarga saja Nona, sepertinya itu lebih efektif karena bisa turun langsung ke tujuan Anda,!] Tambah Gio menyarankan.


'Ah benar juga, kenapa aku tidak berfikiran secerdas itu, apa mungkin karena aku terlalu memikirkan Raka,' batin Melany seraya senyum-senyum sendiri.


[Benar juga, saya lupa kalau punya Helicopter keluarga, baiklah siapkan 2 untuku,! Kmu ikut terbang bersamaku, tapi juga siapkan 10 pakaian pengawal warna hitam, aku akan membawa seseorang, siapkan secepatnya,!]


[Baiklah Nona, saya siapkan secepatnya]


Setelah selesai dengan semua persiapanya, Melany keluar untuk menemui Joni dan Ayahnya.


---


"Hahaha Om Almer bisa saja memuji saja,." ucap Joni seraya tertawa dengan Almero dan Ayahnya.


"Memang benar, kamu itu sempurna Jon, sama seperti Arman," puji Almero seraya mengalihkan pandangan pada Arman, Arman adalah Ayah dari Joni.


"Kamu paling bisa memuji Almer,.!!" Jawab Arman sebelum tertawa.


"Tapi memang benar, siapa yang tidak mengetahui pembismis handal dan sukses seperti kamu Arman, bahkan satu Indonesia juga sudah mengetahuinya, sekarang Joni yang masih sekolah juga sudah mulai terjun dengan dunia Bisnisnya sendiri, dia sangat mirip denganmu," sahut Yulia memuji tamunya.


Ketiganya terus mengobrol dan teetawa bersama.


Haley yang duduk bersama mereka tidak berani berbicara karena takut menyinggung salah satu dari mereka.


"Haley, cepat panggil Melany lagi, kenapa dia lama sekali.,!!" Perintah Almer seraya menatap Haley dengan senyuman.


"Ah baik Om, permisi,." Hanya itu jawaban Haley sebelum bersiap untuk pergi.


"Tidak usah di panggil, mungkin dia sedang dandan Om!!" ucap Joni menghentikan Haley.


"Ah benat juga hahaha saya lupa Jon, mungkin dia ingin membuatmu terpana hahaha," jawab Almero sebelum tertawa.


"Hahaha iya mungkin Om," jawa Joni percaya diri.


"Selamat siang semua," tiba-tiba terdengar suara yang familiar datang.


Semua orang mengalihkan pandangan ke arah sumber suara.


Mela berpakaian sangat indah, kakinya yang cantik terlihat, dan itu membuat semua orang menatapnya dengan linglung, ini terutama gerjadi pada Joni yang jantungnya berdebar-debar. Lelaki normal pasti akan jatuh cinta dengan gadis secantik Mela.


"Hey kenapa kalian bengong,.!?" ucap Mela lagi seraya mendekati semua orang yang melongo.


"Ah maaf Mel, kamu terlalu cantik,." Jawab Joni berterus terang.


"Iya benar-benar bidadari sejati,." tambah Arman memuji.


"Ah anda bisa saja memujiku hehe," ucap Mela sebelum terkekeh.

__ADS_1


Almero dan Yulia hanya tersenyum mendengar sapaan putrinya, apalagi mendengar pujian tamunya, membuat keduanya merasa puas dan senang.


Mela langsung duduk di antara Almero dan Yulia.


"Mel, ini Om Arman ingin mengajak kita liburan, apakah kamu ikut,.??" tanya Yulia langsung.


"Harus ikut ya Mel, jangan kecewakan Om Arman dan Joni,.!!" Paksa Almero pada anaknya.


"Iya Mel, ikut saja pasti asik, kamu juga bisa ajek teman-teman kamu biar tambah rame,." Tambah Joni percaya diri, dan seperti biasa selalu bawa-9bawa teman Mela, agar Mela bisa ikut.


"Apaam sih Jon, pasti Mela ikut kok,." Sahut Arman sebelum menoleh ke Mela "iya kan Mel,.??" Tanya Arman pada Mela langsung.


"Tenang saja aku, Yulia dan Mela pasti ikut kok, memang mau liburan kemana,.??" Bahkan Mela belum menjawab, Almero sudah memastikan bahwa anaknya akan ikut.


"Ini rencananya mau ke Swiss Om,." Jawab Joni.


"Wah Swiss, saya belum pernah kesana sebelumnya, pasti menarik ya ke tempat yang belum pernah di kunjungi,." sahut Yulia merasa senang.


"Iya, tante Yulia pasti akan puas hehe, saya sendiri yang akan mengatur seluruh akomodasi disana nanti,." jawab Joni percaya diri dan bangga.


"Emmm maaf, saya tidak ikut,." sebuah suara yang tak ingin di dengar siapapun akhirnya keluar.


Mela sudah tidak tahan karena orang-orang ini tidak memberinya kesempatan untuk bicara.


"Eh Mel, apa kamu gila,.??" tanya Haley sungguh tak percaya, bahwa Mela menolak liburan dan jalan-jalan ke Swiss. Seandainya Haley pasti akan sangat bersedia, apalagi di temani cowok ganteng seperti Joni.


"Iya aku ada acara liburanku sendiri, maaf mengecewakan Anda Om Arman dan Joni,." tambah Mela.


Joni sendiri sudah siap dengan jawaban Mela, karena berulang kali Mela menolak pergi denganya. Tapi ke empat orang lainya sungguh tak percaya dengan ucapan Mela.


"Apa maksutmu Mel,.??" Tanya Arman dengan nada tak percaya, dirinya di tolak terang-terangan seperti ini, sangat memalukan. Tapi tetap saja Arman tidak akan dapat memaksa anak Almero, karena kekuasaan Almero lebih besar dan kuat daripada punya Arman.


"Mela, jangan buat Papa malu di depan Om Arman!!" Bentak Almero yang sudah tidak tahan lagi dan berdiri.


"Tenang Pa," Yulia mencoba menenangkan Almero.


Almero mendengus sebelum kembali duduk dan masih tak percaya dengan ucapan putrinya yang terang-terangan.


"Maaf Pa, bukan maksut menolak, tapi kenapa kalian memutuskan tanpa meminta peretujuan dariku,.??" Jawab Mela mencoba seramah mungkin.


"Tapi Ma, saya sudah ada janji sama teman, dan itu gidak bisa di batalkan sama sekali,." Jelas Mela dengan lembut.


"Tidak apa Om, kalau Mela ada acara, kita berlibur tanpa Mela saja, sekalian Haley juga ikut boleh kok,." sahut Joni sopan, karena dia sudah siap dengan penolakan Melany, dan tidak ingin keluarga ini bertengkar karenanya.


"Tidak bisa seperti itu Jon, pokoknya Mela harus iku!!" jawab Almero sedikit meninggikan suaranya saat menatap tajam putrinya.


"Oh jadi seperti ini ya Papaku yang selalu menyayangiku, sekarang maksain putrinya,." ucap Mela lembut lagi.


Deg!!


Jantung Almero yang mendengar nada sindiran putrinya langsung terasa berat. Almero adalah ayah sambung dari Melany karena Ayahnya meninggal dalam kecelakaan sebuah kapal. Dia lupa bahwa seluruh harta yang dia kelola adalah warisan untuk Melany. Sekarang Almero di ingatkan lagi dan merasa gugub juga, karena Melany lebih berkuasa dari dia di umurnya yang sudah 17 tahun. Melany berhak mengelola hartanya sendiri.


"Baiklah terserah kamu saja Mel,." Akhirnya Almero luluh dan nada suaranya menjadi lembut 'hampir saja aku membuat masalah,' batinya.


"Apakah kamu beneran tidak ikut, Nak,.??" tanya Yulia lembut ke putrinya.


"Tidak bisa Ma, maaf ya karena mengecewakan Mama,." jawab Melany sopan.


"Iya gapapa sih,." jawab Yulia sebelum menoleh ke Joni, "lain kali saja ya Jon kita liburanya, Tante tidak bisa pergi bila tak bersama putri kesayangan tante,." ucapnya pada Joni.


"Oh tidak apa Tante, santai saja kok,." jawab Joni pasrah.


Hanya Almero dan Arman yang memiliki raut wajah kusut, sudah jelas kenapa keduanya memiliki wajah kusut.


Saat semua diam dalam keheningan, tiba-tiba terdengan dengungan yang sangat familiar mulai turun dan mendarat di halaman Vila mewah Melany.


"Apa itu,.??" Ucap Almero kaget sebelum berdiri dan berjalan keluar, di ikuti Yulia dan Melany beserta Joni dan Arman.


Sampai di luar semua orang di kejutkan dengan penampakan 2 Helicopter mewah dan besar berada di depan mereka.


Bahkan Almero juga tidak tahu siapa yang membawa Helicopter ini, karena dia sendiri belum pernah menaiki Helicopter ini walaupun kepala keluarga saat ini.

__ADS_1


Haley, Joni dan Arman, di buat tercengang. Helicopter ini menyerupai Elang besar dan tidak mudah mendapatkanya, karena keluarga Arman memiliki 3 Helicopter biasa juga. Mereka mengerti bahwa ini pasti milik keluarga kaya dan paling berpengaruh di sini, dan pasti keluarga Melany.


Mulut semua orang menganga lebar saat melihat seseorang yang sangat familiar turun dari pintu kabin Helicopter.


"Tuan Gio Hernandes,.??" Suara itu datang dari Arman yang tergagap dan kaget juga.


Gio sendiri mendengar suaranya di panggil, hanya menoleh sebelum terseyum dan mengangguk pada Arman.


"Gio, apa maksutnya ini, kenapa kamu membawa dua Helicopter ini ke Vila,.??" Tanya Almero dengan nada tak senang, dia sendiri belum pernah menaiki Helicopter ini, tapi Gio yang merupakan bawahan berani-beraninya membawa Helicopter kesini.


"Salam Tuan, Nyonya dan Nona Muda," sapa Gio pada atasanya, "Nona Muda yang meminta saya membawanya kesini, karena beliau akan melakukan perjalanan panjang ke Pulau jawa,." Lanjut Gio menjelaskan.


"Apa??" Ucap Almero tak percaya, putrinya menolak ke Swiss hanya karena ingin liburan ke Pulau Jawa, sungguh tak masuk akal, tapi dia juga tidak bisa memaksa putrinya, atau Almero sendiri yang akan di usir dari rumah ini.


"Oh jadi seperti itu, baiklah Gio saya dapat yakin putri saya akan aman jika kamu juga ikut bersamanya,." ucap Yulia ramah dan merasa tidak khawatir lagi, Gio adalah tangan kanan keluarga mantan suaminya yang telah meninggal, dan mempunyai keterampilan bela diri yang bagus juga.


"Iya Nyonya," jawab Gio dengan anggukan.


Sementara itu, Arman dan Joni sekarang benar-benar terpengangah, ternyata Gio Hernandes yang sangat terkenal adalah tangan kanan langsung keluarga Melany Crisna. Crisna adalah ayah kandung Melany.


"Baiklah Gio, kita langsung berangkat saja, karena anak buahku yang lain sudah menunggu juga,!!" Ajak Melany sebelum memalingkan wajahnya ke arah Haley, "apakah kamu tidak ingin ikut denganku,??" tanya Mela ke Haley yang masih syok, dikiranya Mela hanyalah orang kaya biasa, tapi tanpa di duga, Mela melebihi jauh sekali dari angan-anganya.


"Ahhh-aku aku,...apa tidak apa Mel,.??" jawab Haley tergagap karena rasa mindernya sekarang.


"Tentu saja tidak apa, kamu adalah sahabatku,.!!" ucap Mela dengan senyuman.


"Baiklah Mel, aku ikut,...." ucap Haley seraya melompat-lompat karena senang.


Siapa yang tidak senang naik Helicopter pribadi milik keluarga Crisna.


"Baiklah, Pa, Ma, Mela berangkat dulu ya, jaga kesehatan kalian,." ucap Mela dengan sopan sebelum mencium punggung tangan Yulia dan Almero saat berjabat tangan.


Almero hanya menjawab dengan senyum terpaksa atau dia akan kehilangan kekayaanya.


"Hati-hati nak," jawab Yulia sebelum memeluk putrinya dan mencium keningnya, seperti keluarga harmonis lainya.


"Baiklah, Om Arman dan Joni, maaf ya karena mengecewakan kalian, saya harus pergi dulu sekarang.," ucap Mela meminta maaf seraya menyatukan kedua telapak tanganya.


"I-iya Mela tidak apa, hati-hati di jalan,." Jawab Arman tergagab.


"Semoga perjalananya menyenangkan Mel.," jawab Joni dengan ramah.


"Baiklah, sampai jumpa lagi semua,." Ucap Mela seraya melambai tangan sebelum berjalan langsung menuju Helicopternya.


Mela dan Haley naik dan duduk di kursi tengah, Helicopter ini cukup luas setidaknya untuk menampung 16 penumpang.


Gio hanya membungkuk sedikit sebelum berlalu pergi masuk ke kokbit sebelum memandu pilot untuk membawa mereka ke tempat yang tidak terlalu jauh dari gunung JayaWijaya.


---


Saat ini Alex dan semua bawahanya sedang menunggu Melany di ruang terbuka sebelah hutan.


Tiba-tiba suara dengungan yang sangat familiar terdengar semakin keras dan mendekat.


"Apa itu,." Ucap Alex sebelum mengalihkan pandangan ke sumber suara.


"Astaga itu Helicopter mewah, Tuan,." sahut Bawahanya.


"Kenapa ada Helicopter mewah datang kesini, apakah mereka akan menangkap kita, Tuan,.??" Tanya bawahan yang lain lagi ada sedikit gemetar saat bicara.


Alex tidak dapat menjawab karena tubuhnya juga sedikit bergetar, ingin segera pergi tapi kakinya sangat berat rasanya tak bisa di gerakan.


Helicopter yang menyerupai elang besar dilangit, perlahan mulai turun dan bersiap mendarat. Karena jaraknya yang mulai dekat ke tanah, angin kencang yang di hasilkan sangat besar sehingga dedaunan dan sampah-sampah mulai berterbangan ke segala arah.


Tak lama kemudian pintu Helicopter terbuka dan keluarlah dua gadis dan satu pria di belakangnya yang terlihat seperti bodigat mengenakan pakaian dan kacamata hitam.


Salah satu gadis sangat familiar untuk kesepuluh pria yang menunggu di sini.


"No-Nona Muda,." Sapa Alex tergagap sebelum membungkuk hormat 90 derajat.


"Salam Nona Muda," ucap 9 orang lainya serempak sebelum membungkuk 90 derajat.

__ADS_1


Mereka semakin menghormati Melany setelah mengetahui kekuatan dan kekayaanya sekarang ini. Siapa lagi yang mampu menunggang Helicopter mewah seperti ini kalau bukan orang kaya sejati.


"Mela, apakah mereka semua preman yang kamu bicarakan tadi,.??" tanya Haley penasaran, tadi di Helicopter Melany telah menceritakan bahwa dia mengangkat sebagian preman untuk menjadi pengawal pribadinya.


__ADS_2