Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Ba 49


__ADS_3

Raka dan penduduk asli di sini kembali melanjutkan pekerjaanya untuk melanjutkan pembangunan.


Semua orang juga merasa senang karena mereka akan di ijinkan tinggal bersama Raka jika tidak punya tempat tinggal.


Yang punya tempat tinggal pun tidak merasa iri, karena mereka sudah terbiasa juga hidup di hutan.


Saat malam tiba dan pekerjaan di hentikan, Raka meminta Liben dan anak buahnya yang 300 orang lebih untuk berkumpul di Mansionya karena ada yang ingin di katakan.


---


Di tempat lain, Melany dan anak buahnya sedang dalam perjalanan pulang atau kembali dari hutan kerumahnya.


Mereka bejalan menyusuri hutan lebat dan sampai di jalan utama luar hutan sudah malam.


"Apa yang harus kami lakukan Nona,.??" Tanya Alex seraya berjalan mengikuti Melany.


Melany berhenti, dan memikirkan sesuatu.


'Benar juga, aku tidak mungkin bawa orang-orang ini kerumah, bisa berantakan nanti rencanaku,' batin Melany mikir.


"Oh iya, beri aku nomor kalian!! Nanti aku hubungi kalian, sekalian aku kasih uang bayaran kalian karena sudah bekerja keras, untuk saat ini kalian kembali ke tempat kalian biasanya saja,. ini ada uang cash 3 juta untuk makan kalian selama aku pergi,." Jawab Melany sebelum menyerahkan uang cash kepada Alex. "Bagi rata ya, ku harap kalian akan setia padaku, dan kamu Alex, aku ingin kamu jadi tangan kananku yang dapat di percaya dan menjaga seluruh rahasiaku, ingat jangan berhianat,!!" Tambah Melany mengingatkan. Alex langsung memberikan nomor ponselnya agar bisa di hubungi Melany sebelum menjawab.


"Iya pasti Nona, terimakasih Nona, ternyata Anda sangat baik, kami menyesal pernah berusaha melecehkan Anda,." Ucap Alex merasa menyesali tindakanya sebelum ini saat pertama bertemu Melany.


"Hahaha ternyata kamu bisa juga menyesali tindakan, aku juga senang bila kamu bisa menyesali tindakanmu dan tetap setia padaku, kalian semua pasti akan menjadi orang-orang yang bermanfaat di kemudian hari," ucap Mela senang karena anak buahnya sepertinya sudah berubah, dan tidak mesum lagi.


Mela menghubungi sopirnya, yang ternyata menunggu Mela tidak jauh dari tempatnya saat ini, dan dalam sekejap sang sopir langsung datang ke lokasi Melany.


"Yasudah aku pergi dulu, sampai ketemu lagi secepatnya,." tambah Melany seraya membuka pintu mobilnya sebelum melambai pada Alex dan lainya.


"Baik Nona,." Jawab Alex dengan anggukan.


Setelah mobil Melany tak terlihat, Alex menatap haru dan membayangkan bisa hidup dengan wanita sebaik itu. Tapi Alex kembali menepis pikiran seperti itu 'mana mungkin aku yang hanya orang rendahan bisa berfikir seperti ini,' batinya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang Tuan,.??" tanya bawahan Alex, mereka sekarang menghormati Alex, karena Alex telah di pilih sebagai tangan kanan Melany.


"Hahaha rasanya lucu ya, kita biasanya saling bercanda dan manggil nama, sekarang aku di panggil Tuan,. rasanya tidak pantas,." Jawab Alex seraya terkekeh.


Orang-orang lainya juga ikut terkekeh karena merasa lucu dan aneh juga.


"Tidak apa Lex, sekarang kamu adalah atasan kami, dan sudah sepantasnya kami menghormatimu, ternyata Nona Melany wanita yang baik ya, padahal dulu ku kira semua orang kaya hanya menganggap kita sampah, makanya aku membencinya,." ucap salah satu bawahan yang merasa menyesal juga sudah menyamakan semua orang kaya.


"Walaupun seperti itu, kita tetap harus setia pada Nona Mela, karena dia telah menaikan derajat kita,." ucap salah satu orang lainya lagi.


"Sudah-sudah, sekarang ayo kita pergi cari makan, agar kita semua punya tenaga bila Nona Melany memberi pekerjaan,.!!" Sahut Alex pada bawahanya.


Akhirnya semua orang pergi bersama Alex ke sebuah warung makan untuk mengisi perutnya.


---


Kembali ke Melany, saat ini Melany dalam perjalanan pulang ke rumahnya.


"Maaf Nona Muda, kemarin Tuan menghubungi saya dan menanyakan kabar Nona, jadi saya hanya menjawab bahwa Anda pergi ke hutan sendirian, karena Anda yang meminta saya tidak melaporkan kepada Tuan, itu juga alasan mengapa saya masih menunggu Anda keluar dari hutan, juga Bos yang di hajar Anda, saat ini mengalami gegar otak dan sekarang di rawat di rumah sakit, dokter bilang bahwa orang itu juga mengalami amesia ringan, dan tidak mengingat selama seminggu sebelumnya," lapor sopir langsung.


"Oh jadi seperti itu, baiklah terimakasih,!! Kuharap kamu tidak menghianatiku, karena akulah yang memberimu pekerjaan, bukan ayahku atau orang lain,.!!" Jawab Melany mengingatkan, karena memang benar semua yang di ucapkan Melany.


'Sebenarnya aku sedikit curiga dengan Papa, sepertinya ada yang di tutup-tutupi dariku,' batin Melany penasaran.


"Baik Nona, saya mengerti, anda bisa mempercayai saya Nona,." Jawab sang sopir dengan anggukan.


Setelah perjalanan cukup jauh, akhirnya Melany sampai di rumahnya, sebuah Vila megah di dalam Kota JayaWijaya.


"Selamat datang Nona Muda,." Sapa beberapa pengawal keluarga Melany dengan sedikit membungkuh.


Melany hanya menjawab dengan senyum dan anggukan seraya berjalan melewati semuanya.


"Melany,.!!" Teriak suara wanita yang sangat familiar memanggilnya.


Melany sontak menoleh dan di kejutkan dengan seorang wanita yang sangat di kenalnya yang selalu menumpang di rumah Melany, siapa lagi kalau bukan Haley.

__ADS_1


"Haley,.?? Darimana saja kau?? Sebulan terakhir aku tidak melihat batang hidungmu,!!" Tanya Melany langsung sebelum saling berlari dan memeluk, kedua sahabat yang lama tak bertemu.


Setelah pelukan cukup lama, keduanya melepaskan perlahan.


"Uh, apakah kamu lupa,.?? Aku kan sedang PKL, jadi kamu menemui pria itu ya Mel, Papamu yang bercerita padaku dan sepertinya beliau sangat khawatir sepergi biasanya Mel,." ucap Haley bercerita.


"Hahaha aku sampai lupa, apakah disana dapat gebetan juga, sampe-sampe gak ngabarin aku,." Goda Melany.


"Ah kamu, mana mungkin sempet nyari gebetan, aku saja lembur terus , tapi lumayan sih jadi dapat tambahan cuan," jawab Haley sebelum terkekeh.


Keduanya saling bercanda kemudian masuk ke rumah besar Melany.


Sampai di dalam keduanya di berikan sambuta oleh semua pelayan, lebih tepatnya sambutan untuk Melany.


"Selamat datang nak, apakah kamu tidak kenapa-kenapa,.?? Papa sangat khawatir terjadi apa-apa sama kamu,.??" Sapa Almero saat putri kesayanganya datang.


"Tidak kenapa-kenapa kok Pa, kan Mela bisa jaga diri, lagian sudah dewasa juga,." jawab Mela ramah sebelum berjalan dan memeluk Papanya.


"Ah Om Almer, kenapa hanya Mela yang di peluk, aku kan juga pengen,." rengek haley pura-pura nangis.


"Hahahaha ,." Almero dan Melany malah tertawa terbahak-bahak.


"Sini-sini anak Papa,." ucap Almero sebelum menarik dan membawa Haley ke pelukanya juga dan ketiganya berpelukan melepas rindu.


"Ehem ehem,." Kok Mama gak di peluk ya,." ucap Suara yang sangat familiar, ketiganya melepaskan pelukan sebelum menatap sumber suara.


"Hahahaha Mama, kan tiap malam sudah Papa peluk,.?" ucap Alemro seraya mengedipkan satu matanya, Mela dan Haley hanya terkekeh melihat kemesraan Almero dan Istrinya.


"Papa sama Mama di kamar aja kalau mau mesra-mesraan, di sini masih ada anak gadis lo,." ucap Mela menggoda orang tuanya dan terkekeh kembali.


"Hahaha, anak Mama sudah dewasa ya sekarang,." ucap Yulia, mama dari Melany.


"Iya dong ma,." Jawab Melany tersenyum.


"Yaudah ayok Ma , kita ke kamar dulu,!!" Ajak Almero ke istrinya seraya mengedipkan mata genitnya dan menggandeng tangan iatrinya.


"Ah Papa sama Mama, kalau lagi mesra aku di tinggalin,." ucap Melany pura-pura marah.


"Iya, kan tadi Papa ikutin saran kamu, jadi daaaaa anak Papa,.!!" ucap Almero terkekeh sebelum menjulurkan lidahnya ke Melany, dan berlalu pergi ke kamarnya.


"Dasar Papa dan Mama, tapi mereka pasangan idaman ya, walaupun audah tua masih mesra gitu," gumam Melany seraya membayangkan dirinya menua dan mesra bersama Raka.


"Eh kita makan dulu yuk Mel!! Aku laper nih," ucap Haley pada Melany.


Bukan menjawab, Melany malah melamun.


"Hey Mel,.??" Panggil Haley dengan suara agak tinggi seraya mendorong Mela agar bangun dari lamunanya.


"Ah, ah maaf Hehe,. Tadi bilang apa,.??" Jawab Melany seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena merasa lucu.


"Apa?? Jadi tadi kamu tidak dengar,?? Uh dasar, pasti gara-gara


pria itu kan Mel, ayo ngaku,.?? Emang sepeti apa sih tampangnya, bikin penasaran aja. Melany yang dulu terkenal sangat cuek soal cinta, sekarang di buat gila hanya beberapa kali bertemu saja, dasar..." cerocos Haley yang langsung di hentikan Melany dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Diem, aku mau kekamar san iatirahat dulu oke,.?? Daahhhhh.,..." ucap Melany seraya melepaskan tangan dari mulut Haley dan berlalu ke kemarnya.


"Ah dasar, yasudah aku makan sendiri saja,." Ucap Haley sebelum pergi ke ruang makan.


---


Didalam kamar Almero dan Yulia sedang asik berpelukan.


"Kamu mandi dulu sayang, aku rindu padamu,.!!" ucap Yulia tersenyum memberikan isyarat.


Almero langsung menarik dagu istrinya dan di lumatnya perlahan, Yulia pun membalasnya dengan lembut sebelum mendorong dada suaminya dan melepaskan ciuman mesra mereka.


"Kamu mandi dulu sayang,.!!" ucap Yulia lagi.


"Mandinya nanti saya setelah penyatua pertama." jawab Almero sebelum kemudian mengecup bibir istrinya kembali, dua pasangan lanjut usia ini sangat menikmati kemesraan penyatuan mereka. Tidak kalah dengan anak muda, karena Almero benar-benar bisa memuaskan Yulia yang sama-sama sudah berumur.

__ADS_1


Yang di dengar dari kamar ini selanjutnya adalah dua ******* yang saling bersahutan.


"Terimakasih sayang, kamu memang paling bisa menyenangkanku,." ucap Yulia pelan seraya membenamkan kepalanya di dada bidang Almero.


"Pasti aku akan selalu menyenangkanmu sayang," jawab Almero percaya diri.


Keduanya masih berpelukan sangat erat sekitar setengah jam.


"Sayang lagi ya, sepertinya dedek sudah bangun lagi deh, kamu masih kuat kan,.??" tanya Almero mengajak ronde ke dua.


"Aku masih lemas, mungkin karena umur juga, tapi aku akan melekukanya demi kamu yang sepertinya masih menginginkanya,." jawab Yulia dengan senyuman sebelum ******* bibir suaminya.


Almero pun tidak kalah membalas ******* bibir manis istrinya. Keduanya bermain agresif layaknya pasangan muda yang sedang panas-panasnya.


Keduanya terkulai lemas setelah penyatuan ronde ke tiga, sebelum akhirnya tertidur karena kelelahan. Keduanya tidur tanpa mengenakan sehelai pakaianpun, dan hanya tertutup selimut saling berpelukan.


---


Kembali ke Melany, setelah masuk kamarnya yang ada di pikiran hanya Raka, palagi dia terus mengingat kejadian Raka ******* bibirnya dengan lembut.


"Aku ingin lebih, tapi kamu melepaskanya," gumam Melani pelan seraya jarinya mengelus bibirnya yang juga bekas bibir Raka.


Malam ini Melany hanya membuka jendela kamar dan menatap gunung JayaWijaya yang terlihat kecil dari kamarnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan,.?? Apakah masih bekerja atau memikirkan aku, baru juga tadi ketemu rasanya sudah rindu sekali padamu Raka, apakah kamu juga merindukan aku,.??" Melany terus membayangkan Raka. Bahkan tidak tertidur sampai menjelang subuh baru bisa memejamkan matanya.


---


Alex sendiri bangun sangat pagi, dan siap menerima perintah, tapi tak ada pesan atau panggilan yang masuk sama sekali jadi dia hanya menunggu.


"Tuan, apakah kita akan menunggu Nona,.?? Jangan-jangan dia tidak akan menghubungi kita lagi,??" ucap bawahan yang bernama Santos, dia sudah khawatir bila Melay hanya memberikan harapan palsu.


"Kita akan menunggunya, mungkin dia kelelahan dan bangun terlambat,." jawab Alex tegas.


"Tapi Tuan, bagaimana seandainya....." suara Santos berhenti karena Alex menyuruhnya diam.


"Tenang saja, jangan terlalu khawatir, aku percaya pada Nona, apakah kalian sudah lupa tentang janji setia kita,.??" Ucap Alex mengingatkan.


"Iya Tuan, maaf..." jawab Santos dengan anggukan, dia kembali mengingat akan janji kesetiaanya atau bisa berakhir seperti Bos mereka.


Semua memutuskan untuk menunggu Melany, dan menjaga kesetiaanya.


---


Kembali kerumah Melany, karena saat ini hari libur jasi melany tidak berencana bangun pagi, apalagi dia tidur menjelang subuh.


Tok... tok... tok...


"Mela bangun Mel,.!!! Bangun Mel,.!!!" Sebuah ketukan dan suara seseorang memanggil Melani dari luar kamarnya sangat berisik.


"Apaan sih," gumam Melany masih menutup matanya.


"Mel ayo bangun, ada Joni dan orang tuanya kesini,!!!" Teriak suara yang familiar memanggilnya lagi.


"Apa,.??" Melany sontak kaget dan membuka matanya dengan cepat sebelum bangun kemudian berlari ke arah pintu.


Saat membuka pintu dia di kejutkan dengan Haley yang sudah di depan pintu.


"Apaan sih, berisik tauk,.!!" Ucap Melany merajuk seraya mengucek matanya.


"Eh Mel, kamu ingat Joni kan,.?? Dia datang kesini bersama dengan orang tuanya,." Ucap Haley menjelaskan.


"Iya aku ingat,.... apa yang di lakukan anak itu kesini pagi-pagi begini,." tanya Mela pelan.


"Ini sudah siang Mel, kamu itu juga tumben banget jam 11 baru bangun.,??" jawab Haley menjelaskan.


"Apa,?? Jangan ngaco deh, ini sudah jam 11,.??" tanya Melany tak percaya sebelum berbalik menatap jam dinding di kamarnya 'aku bangun kesiangan, bagaimana bisa,' batinya.


"Aku mau mandi dulu, kamu ajak ngobrol saja Joni dan orang tuanya,.!!" Ucap Melany sebelum menutup pintu dengan cepat, dan berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"Apaan sih dasar wanita aneh,." gumam Haley seraya menghela nafas kasar dan membuangnya, dia di biarkan tercengang karena Mela tidak membiarkanya masuk ke kamar.


__ADS_2