Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 58


__ADS_3

Saat ini Angelica, Susi dan Deni sedang dalam perjalanan kembali ke rumah keluarga Jonson.


"Siapa ya seluruh pria tadi, sepertinya aku tidak merasa mempunyai musuh,." gumam Deni yang di dengar Angel dan Susi.


"Mungkin mereka suruhan wanita bernama Dista tadi,." jawab Susi.


"Kemungkinan itu pasti ada, tapi berani sekali wanita itu sampai berani menyinggung kita,." ucap Angelica merasa geram.


"Tenangkan dirimu Ngel, ingat kata ayahmu, bahwa kamu harus bersabar dan tetap rendah hati,." kata Susi mengingatkan.


"Benar kata Susi Ngel,." sahut Deni.


Setelah perjalanan 1 jam, ketiganya sampai di rumah keluarga Jonson.


"Salam Nona Muda,." sapa beberapa pengawal keluarga Jonso dengan membungkuk seterlah melihat Angelica keluar dari mobilnya.


"Baik... terimakasih keramahanya,." jawab Angelica dengan anggukan, sebelum berlalu kedalam rumah di ikuti Susi dan Deni.


"Ayah..." sapa Angelica pada Patrik setelah bertatap muka.


"Selamat datang nak, darimana saja kalian hari ini,.??" tanya Patrik dengan senyuman.


"Kamu pergi keliling Yah, kami juga pergi ke danau buatan,." jawab Angel ramah.


"Oh, tidak ada masalah kan hari ini,???" tanya Patrik.


"Sebenarnya tadi ada sedikit masalah, tapi sudah di selesaikan Om,." sahut Deni.


"Oh baguslah kalau begitu,. kalian tunggu di sini sebentar!!" ucap Patrik sebelum berlalu meninggalkan ketiganya.


"Apa yang Tuan Jonson rencanakan,.??" gumam Susi penasaran.


"Kita tunggu saja nanti," ucap Angel menenangkan "ayo kita duduk dulu, kalian mau minum apa setelah lelah seharian,.??" tanya Angel menawarkan.


"Emmmm, aku Jus mangga saja lah," jawab Susi tanpa malu, karena mereka sudah sangat dekat.


"Aku kopi susu ya,." lanjut Deni.


"Baiklah,." jawab Angel sebelum bertepuk tangan ke pelayanya, "tolong siapkan jus mangga satu, kopi susu 2,.!!" perintah Angel ke pelayan.


"Baik Nona Muda,." jawab pelayan dengan anggukan, sebelum berlalu pergi untuk menyiapkan pesanan ketiganya.


Saat ini ketiganya sedang duduk di sofa dan menonton drama korea di televisi.


"Ini pesananya Nona," ucap pelayan sebelum memberikan pesanan kepada ketiganya.


"Baiklah terimakasih, kamu boleh pergi sekarang,." jawab Angel ramah.


Ketiganya terus mengobrol hingga larut, "Tak terasa sudah malam Ngel, kita pulang dulu ya, aku pinjam mobil kamu untuk mengantar Susi sekalian,." ucap Deni pada Angelica.


"Baiklah, silahkan," jawab Angel dengan anggukan.


"Kita balik dulu ya Ngel,." sahut Susi.


"Ya, hati-hati di perjalanan,." jawab Anggel dengan ramah juga.


"Tunggu sebentar,.!!" saat Deni dan Susi bersiap untuk pergi, tiba-tiba Patrik memanggilnya, Deni dan Susi pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Patrik Jonson.


"Kalian makan malam dulu, sudah di siapkan oleh pelayan, sayang kalau tak dimakan,.!!" tambah Patrik menawarkan.


"Oh baiklah kalau begitu, ayo makan malam dulu,.!!" sahut Angel mengajak Deni dan Susi.


Deni dan Susi hanya mengikuti Angel dan Patrik keruang makan, semua makan dengan lahabnya karena makanan yang di sajikan begitu nikmat.


Selesai makan, Deni dan Susi langsung pamit pulang, Angelica sendiri masuk kamarnya untuk beristirahat karena lelah dalam perjalanan seharian. Sedangkan Patrik sendiri juga beristirahat di kamarnya sendiri.

__ADS_1


---


Pagi keesokan harinya, Melany bangun sangat pagi dan melakukan peregangan otot seperti biasanya, di ikuti oleh Gio, Alex, dan anak buahnya yang lain.


Mereka merasa tubuhnya semakin bugar setiap selesai melakukan pelatihan dengan Melany.


Hanya Haley yang tidak pernah ikut, karena bangunya selalu kesiangan.


"Selesai sudah.," gumam Melany setelah selesai melakukan lelatihan peregangan otot.


"Sepertinya memang tubuh kita semakin bugar dan ringan Nona,." sahut Gio yang merasa senang.


"Itu benar sekali Gio, tapi aku masih penasaran dengan wanita dari keluarga Jonson itu, dia sangat kuat, padahal sepertinya tidak melakukan pelatihan setiap pagi seperti kita," ucap Melany penasaran.


"Kita tidak tahu Nona, karena kita juga tidak bersama dia selama 24 jam, jadi kita tidak boleh berspekulasi sendiri Nona,." jawab Gio.


"Dia seumuran denganku, tapi kekuatan tubuhnya puluhan kali lebih kuat dariku, bagaimana bisa,.??" tanya Melany pada Gio.


"Kita tidak tahu Nona, mungkin orang itu pernah menjalani pelatihan yang lebih keras dari kita semua,." jawab Gio mencoba mengerti situasinya.


"Baiklah, aku ingin bertemu denganya secara langsung dan meminta maaf padanya, sepertinya kesalahpahaman kemarin memanglah salah diri kita,." ucap Melany dengan senyuman.


"Ta-tapi Nona , apakah anda yakin bisa menemuinya dengan mudah,.??" tanya Gio sedikit khawatir dalam nada bicaranya.


"Tenang saja, sepertinya orang-orang itu juga bukan orang jahat, mereka pasti bisa ku temui,." jawab Melany percaya diri.


"Semoga saja Nona,." jawab Gio dan Alex serempak.


Selesai bicara, semua orang termasuk Melany langsung pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Hari ini semua orang memiliki tugas untuk mencari keberadaan Angelica dan melaporkanya kepada Melany, agar Melany bisa bertemu dengan Angelica.


Selesai membersihkan diri, seluruh pengawal Melany langsung pergi untuk mencari informasi keberadaan Angelica Jonson.


"Nona, saat ini Nona Muda dari keluarga Jonson sedang berada di air terjun di Kecamatan Wonoboyo, tepatnya Curug Surodipo,." sekilas laporan dari Alex.


"Baik Nona,." jawab Alex dengan anggukan.


Melany langsung menuju ke Curug Surodipo yang di bicarakan Alex sebelumnya.


Dalam perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya Melani sampai di lokasi.


"Ada Ferrari warna hitam juga disini, siapa yang memakainya, apakah wanita itu,.??" gumam Melany yang penasaran.


Melany turun dengan cepat dan langsung di sambut oleh Alex yang telah menunggunya di dekat lokasi.


"Slemat datang Nona, saat ini Nona Jonson sedang berada di bawah air terjun bersama dengan kedua orang yang kemarin,.!!" sapa Alex langsung setelah bertemu dengan Melany.


"Baiklah, kamu disini saja, aku akan ke lokasi sendiri,." jawab Melany.


"Tapi... Nona apakah anda yakin akan pergi sendiri,.??" tanya Alex dengan nada khawatir.


"Tentu saja aku yakin, lagian walaupun aku membawa banyak pengawal juga tidak akan merubah apapun di hadapan wanita itu,." jawab Melany mengingatkan.


"Benar juga, tapi Nona.." ucapan Alex berhenti ketika Melani memberinya tanda untuk diam.


"Aku tahu kekhawatiranmu, tapi tenanglah, karena aku disini untuk berteman denganya, bukan membuat masalah,." jelas Melany pada Alex.


"Baik Nona, harap hati-hati,." jawab Alex dengan anggukan, walaupun Alex merasa khawatir, tapi tidak ada yang bisa di perbuatnya kecuali hanya patuh pada Melany.


---


Di tempat lain, tepatnya di bawah Air terjun yang deras, Angelica, Deni, dan Susi sedang menikmati berenang di bawah Air terjun langsung.


Ketiganya bermain dengan gembira, Angelica merasa seluruh beban hidupnya hilang ketika bercanda dan bersenang-senang dengan Susi dan Deni.

__ADS_1


Angelica sudah bersumpah untuk melindungi keduanya, dan tidak akan memaafkan siapapun yang berani menyinggung salah satu dari mereka, apalagi sampai melukai Deni dan Susi. Angelica tidak akan pernah memaafkan orang seperti itu.


"Angel kamu ke atas dulu terus fotoin kita lagi ya,." pinta Susi.


"Baiklah,." jawab Angel sebelum keluar dari air dan pergi mengambil ponselnya untuk memfoto Susi dan Deni yang sedang menikmati kebersanaan di dalam air.


Cekrek.


Cekrek.


Cekrek.


Tiba-tiba Angel merasakan ada seseorang mendekat ke arahnya, Angel pun langsung berbalik untuk melihat siapa yang mendekatinya tersebut.


"Kamu lagi, apakah kamu mengikutiku,.??" tanya Angel langsung seraya menatap tajam pada Melany, Angel juga bisa merasakan bahwa Melany bukanlah wanita biasa saja. Karena Melany juga memiliki keterampilan bela diri juga.


"Tenanglah Nona Muda, saya disini hanya ingin bertemu


dan meminta maaf pada Anda, karena telah menyinggung Anda,." jawab Melani dengan sedikit membungkuk.


Sebenarnya Melany juga sedikit kagum dengan kemampuan Angelica yang bisa merasakan seseorang di dekatnya. Sedangkan Melany sendiri tidak mampu melakukan hal seperti itu.


"Apa maksutmu yang sebenarnya,.??" tanya Angelica selidik.


"Tidak ada maksut apa-apa Nona, saya hanya ingin meminga maaf pada Anda,." jawab Melany masih menundukan kepalanya.


"Baik, aku sudah memaafkanmu dari kemarin, walaupun seandainya kamu tidak meminta maaf padaku,." jawab Angel masih dingin.


"Ah, terimakasih Nona,." jawab Melany merasa lega.


Tapi dia juga masih merasa menyesali tindakanya kemarin, seandainya dia tidak memprovokasi Angelica, mungkin saat ini keduanya bisa bertaman.


"Jadi sekarang apalagi,.??" tanya Angelica.


"Saya ingin mengenal Anda lebih baik jika di perbolehkan, Nona,." jawab Melany.


"Mungkin lain kali, sekarang aku sedang sibuk,." jawab Angelica sebelum berbalik.


"Baik Nona, tapi apakah saya boleh menemani anda,.??" tanya Melani seraya menggigit bibir bawahnya, berharap Angelica memperbolehkanya.


"Aku sudah bilang, aku sedang sibuk dan lain kali saja, jangan mebuatku terus mengulangi kata-kataku,." jawab Angelica dingin.


"Ahhh, baiklah Nona, sampai ketemu lagi,." ucap Melany dengan anggukan, sebelum berbalik dan pergi dengan perasaan yang kecewa.


Angelica sendiri tidak merasa dendam dengan Melany, dia hanya ingin memberinya pelajaran.


Deni dan Susi yang melihat adegan ini hanya bisa menghela nafas panjang dan bersyukur karena Angelica tidak gegabah.


"Apa yang gadis tadi tencanakan Ngel,.??" tanya Susi setelah dekat dengan Angelica, karena tadi di bawah air terjun tidak dapat mendengar pembicaraan Angel dan Melany.


"Tidak ada yang serius, dia hanya meminta maaf padaku, dan sepertinya dia menyesali tindakanya." jelas Angel pada Susi.


"Oh syukurlah, ku kira dia akan membuat masalah lagi,." ucap Susi seraya menghembuskan nafas lega.


"Dia tidak mungkin berani berulah lagi, karena kemarin sudah di kalahkan telak oleh Angel,." sahut Deni memotong pembicaraan keduanya.


"Kamu mungkin benar, tapi kita juga tetap harus berhati-hati dengan orang-orang seperti mereka,." ucap Susi menyarankan, dia adalah wanita yang paling mudah khawatir.


"Kamu tenang saja sayang, Angelica adalah wanita yang kuat dan tangguh,." ucap Deni menenangkan.


"Iya benar, hanya saja aku tetap khawatir, bisa juga kan mereka berniat balas dendam ke kita,??" tanya Susi ke Deni.


"Kemungkinan seperti itu pasti ada, tapi mereka tidak mungkin bisa mengalahkan Angelica,." jawab Deni percaya diri, "sudahlah tidak usah di pusingkan, mending sekarang kita berenang lagi, agar pikiran kita menjadi dingin,." tambah Deni menyarankan.


"Baiklah, ayo Ngel, mungkin aku hanya terlalu banyak berfikir tadi," ucap Susi mengajak Angel, seraya memegang tangan Angel dan membawanya ke air terjun.

__ADS_1


"Baiklah,," jawab Angel dengan anggukan dan mengikuti Susi ke air terjun.


'aku tetap harus berhati-hati,' batin Angel.


__ADS_2