
Di tempat lain, Melany langsung menuju mobilnya karena sedikit kecewa. Mungkin Melany akan melakukan hal yang sama bila berada pada posisi Angelica.
"Bagaimana Nona, apakah anda sudah bertemu dengan Nona Jonson,.??" tanya Alex setelah bertemu dengan Melany.
"Aku sudah bertemu denganya, dan dia sudah memaafkanku," jawab Melany sebelum menghela nafas.
"Bukankah itu pertanda baik Nona, tapi kenapa sepertinya anda belum merasa puas,.??" tanya Alex penasaran.
"Dia bilang tidak bisa di ganggu untuk saat ini, dan memintaku untuk pergi,." jawab Melany dengan nada kecewa "tapi aku akan terus berusaha dekat dengan Nona Jonson,." tambah Melany sedikit bersemangat.
Alex yang tadi sempat khawatir pun, menjadi sedikit lega. Alex sendiri masih mengagumi kecantikan Melany sampai saat ini, hanya saja dia tidak berani mengungkapkanya, atau dia akan selamanya jauh dari wanita yang di pujanya.
"Syukurlah kalau anda akan berusaha Nona,." ucap Alex merasa senang.
"Iya Lex," jawab Melany datar, seperti masih memikirkan caranya mendekati Angelica.
"Kita kembali ke Villa dulu, Nona,.!!" ajak Alex ramah.
"Baiklah, tolong kamu yang mengemudi.,!!" pinta Melany seraya menyerahkan kunci mobil pada Alex.
"Baik Nona,." jawab Alex ramah, kemudian langsung membukakan pintu untuk Melany, Alex pun mengemudi langsung ke arah Villa.
---
Di tempat lain, saat ini di kediaman keluarga Randika, sudah ada sekitar 100 Helicopter khusus, dan akan membawa sekitar 1000 orang menuju tempat Raka di hutan belantara JayaWijaya di Papua.
"Apakah semua sudah siap,.??" tanya Silvia ke Mizuka.
"Sudah Bu, sepertinya kita bisa sampai ke lokasi dengan lebih cepat, tapi apakah perlu membawa pasukan segini banyaknya Bu,.?? kita kan kesana untuk membantu, bukan berperang,.??" tanya Mizuka polos, dia merasa Ibunya terlalu khawatir, sampai-sampai membawa pasukan khusus sebanyak itu.
"Hahaha kmu ini masih polos nak, kita akan memberikan kejutan kepada Tuan Muda, tentang seberapa besar kekuatan dan pengaruh Keluarga Randika, jadi dia harus melihatnya mulai dari sekarang," Silvia menjeda sebentar sebelum melanjutkan "lagian juga, kita tidak tahu apa yang akan terjadi disana, jadi kita tetap harus membuat persiapan,." ucap Silvia meyakinkan.
"Baiklah, terserah Ibu saja, tapi jangan gegabah ya Bu, aku tahu kekuatan Ibu, jadi aku sendiri yang khawatir kalau sampai ibu emosi,." ucap Mizuka menjelaskan.
"Kamu tenang saja nak, ayo kita berangkat,.!!" ucap Silvia, sebelum memberikan tanda kepada pilot agar menghidupkan seluruh Helicopter, suara gemuruh sangat keras bisa terdengar dan angin sangat kencang membuat benda-benda di dekat Helicopter beterbangan kesegala arah, ini semua karena kekuatan dari 100 Helicopter.
"Ayo nak,.!!" ucap Silvia seraya menggandeng tangan Mizuka.
"Baik Bu,." jawab Mizuka ramah, sebelum mengikuti Silvia masuk kedalam Helicopter yang paling besar dan mewah.
Semua pasukan Khusus keluarga Randikapun mengikuti dan semuanya masuk kedalam Helicopter yang di sediakan.
Suara gemuruh semakin keras dan angin semakin kuat saat Helicopter mulai lepas landas dan mulai meninggi ke atas langit, sebelum melaju ke arah timur wilayah Indonesia.
"Apa itu,.??"
"Banyak sekali, apakah itu Helicopter,.??"
__ADS_1
"Apakah Negara ini akan berperang,.??"
"Kalau Negara ini berperang, kenapa kita tidak melihat info apapun di televisi dan internet,.??"
"Jadi apakah menurutmu Helicopter-Helicopter itu bukan untuk berperang,.??"
"Saya yakin pasti bukan untuk berperang, tapi ada apa dengan semua ini,.??".
Terjadi kegemparan di seluruh wilayah yang dilewati Helicopter, bahkan banyak yang mengabadikan momen langka tersebut dengan memfoto atau membuat vidio untuk di unggah di internet.
Sayang bagi semua orang yang berniat untuk pamer nek medsos, karena seluruh foto dan vidio yang mereka miliki, tidak dapat di unggah. Karena Keluarga Randika sudah menguasai seluruh jaringan internet di dunia. Jadi bisa dengan mudah membuat pengaturan tentang mana yang boleh di lihat seluruh dunia atau yang tidak boleh di lihat.
"Apakah ini kenyataan,.??"
"Banyak sekali Helicopternya,.??"
"Pasti akan terjadi kegemparan sebentar lagi,."
Setiap wilayah yang di lewati 100 Helicopter tersebut pasti terjadi kegemparan. Bahkan hampir setiap orang keluar untuk melihat pemandangan yang sungguh sangat langka seperti ini.
---
"Nona, terjadi kegemparan di Kota Temanggung, apakah amda sudah mengetahui informasinya,.??" tanya Alex pada Melany yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Hemmmmm,." jawab Melany dengan mengkode Alex supaya melanjutkan ceritanya.
"Apa,.??" hanya itu yang keluar dari mulut Melany sebelum melompat karena kaget.
"Kamu tidak bercanda kan Lex,.??" tanya Melany gugub dan penasaran.
"Tidak mungkin saya berani bercanda, Nona,." jawab Alex.
"Terus darimana semua Helicopter itu berasal,.??" tanya Melany tajam.
"Masalah itu kurang tahu Nona, karena seluruh sumber dari internet tidak ada yang mengetahuinya, sepertinya sengaja di bekukan agar tidak ada orang yang tahu,." jawab Alex.
"Apakah ini keluarga Randika lagi,.??" gumam Melany yang di dengar Alex.
"Apakah maksut anda Helicopter itu milik keluarga Randika, Nona,.?? bagaimana mungkin hanya kekuatan keluarga kaya mampu memiliki kekayaan seperti itu, saya berfikir bahwa itu adalah kekuatan negara, Nona,." jelas Alex yang merasa kurang percaya.
"Alex, kamu terlalu merendahkan kekayaan seseorang, keluarga Randika adalah keluarga papan atas dunia, jangan lupakan itu,." ucap Melany mengingatkan.
"Iya, tapi Nona, semua Helicopter ini adalah pesawat khusus dan tidak di jual di pasar umum, karena bentuk dan modelnya memang berbeda dari yang lain,." Alex masih belum sanggup untuk percaya. "Di tambah kecepatan terbangnya melebihi pesawat Jet bertenaga Gas, Nona,." jelas Alex.
"Kita harus mencari tahunya, tapi yang jelas di kota ini hanya keluarga Randika yang terkaya, jadi apakah menurutmu akan ada orang lain yang mampu memimpin Helicopter sebanyak itu selain dari keluarga Randika,.??" tanya Melany.
"Tentu tidak mungkin ada Nona, tapi apakah keluarga Randika bisa sekaya itu,.??"
__ADS_1
"Nona, kita mendapatkan Informasi terbaru dari keluarga, sekitar 100 Helicopter baru saja sampai di atas Pulau Irian Jaya, dan langsung menuju ke Hutan JayaWijaya,." lapor Gio langsung memotong pembicaraan Alex dan Melany.
"Apa,.?? jadi benar, itu adalah keluarga Randika,." teriak Alex dengan nada tak percaya.
"Apa maksutmu Lex,.??" tanya Gio yang belum mengerti, Melany pun menatap Alex, 'bukankah dia bilang bahwa tidak mungkin seorang keluarga kaya mampu memimpin 100 Helicopter, jika bukan suatu Negara, jadi dari tadi sebenarnya dia hanya ingin memastikan saja kurasa,' batin Melany.
"Sebenarnya tadi saya kurang yakin, tapi jika Helicopter itu menuju ke Gunung Jayawijaya, sudah di pastikan bahwa yang memimpin adalah Nona Muda Mizuka dan Nona Silvia sendiri, karena jelas mereka akan bertemu dengan Tuan Raka,." jelas Alex seraya menghela nafas. Sekarang kekuatan dan kekayaan keluarga Randika sangat tak terbatas, Melany dan Alex menjadi semakin ketakutan saat membayangkanya saja.
Setelah Gio mendengar penjelasan dari Alex, dia berbalik menatap Melany.
"Jadi Nona, apakah kita akan menyusul mereka,.??" tanya Gio.
"Walaupun kita menyusulnya, kita akan sangat terlambat, karena daya terbang Helicopter kita, tidak secepat dan secanggih milik mereka," Melany menjeda bicara sebelum melanjutkan, "lebih baik kita tunggu di sini saja dan melihat perkembanganya dari jauh, aku tidak ingin membuat masalah dengan keluarga Randika, kita tidak boleh terlalu ikut campur urusan mereka,." tambah Melany.
Melany sendiri sebenarnya ingin kembali, tapi percuma juga tidak bisa menyusulnya. Lagian mau seperti apapun, Melany sadar bahwa dia tidak akan bisa mengganggu urusan keluarga Randika.
"Lagian, aku juga sedang mencoba dekat dengan Nona Jonson, jadi lebih baik kita tunggu saja informasi selanjutnya,." tambah Melany.
"Benar juga Nona, saya hampir lupa dengan hal ini, karena tadi di kejutkan dengan kemunculan Helicopter yang sangat banyak,." ucap Alex seraya menepuk jidatnya.
"Baiklah, apakah kamu mengetahui lokasi Nona Jonson saat ini berada,.??" tanya Melany pada Alex.
"Sudah Nona, beliau saat ini berada di gedung bioskop sedang menonton film bersama Deni dan Susi,." jelas Alex.
"Oh, sepertinya ketiga anak ini memang tidak bisa di pisahkan ya,." gumam Melany seraya berfikir.
"Apakah Anda berencana menemuinya kembali, Nona,.??" tanya Alex.
"Aku ingin menumuinya, tapi bukan saat ini, untuk saat ini kita istirahat dahulu saja, dan minta pelayan untuk menyiapkan makan, kalian pasti sudah lapar kan,.??" Melany menjeda sebentar sebelum melanjutkan, "kita akan makan bersama hari ini,!!" tambah Melany dengan senyuman.
Alex, Gio, dan seluruh bawahanya merasa senang karena atasan mereka sebebas ini dengan anak buahnya.
Seluruh pelayan disini sangat terlatih dan teliti, jadi setelah mendapatkan perintah, seluruh pelayan dengan cepat dan sigab sudah memasak dan mempersiapkan segala makanan untuk Melany dan seluruh bawahanya.
"Tolong panggil Haley kesini,.!!" perintah Melany pada Alex, sebenarnya Melany sempat menyesali tindakanya kerena membentak dan marah-marah terhadap sahabatnya tersebut.
"Baik Nona,." jawab Alex dengan anggukan sebelum berlalu pergi untuk memanggil Haley.
Setelah jeda singkat, Alex membawa Haley yang sudah berdandan cantik, langsung ke depan meja makan.
"Makan dulu Haley,.!!" perintah Melany ramah.
Haley yang mendengar keramahan sahabatnyapun kaget dan langsung menatap Mela.
"Maafkan aku Mel,." hanya itu yang keluar dari mulut Haley.
"Sudah, sekarang kamu makan dulu biar perutmu berisi,." jawab Melany.
__ADS_1
"Baik Mel, terimakasih,." jawab Haley dengan anggukan, sebelum ikut duduk di meja makan bersama Melany dan seluruh bawahanya. Semuanya makan dengan lahabnya, masakan dari pelayan keluarga Randika memang paling istimewa karena segalanya terlah di perhitungkan dengan sangat teliti, jadi semua makanan pasti sangat enak.