Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 69


__ADS_3

"Apa maksutmu bicara seperti itu,?" sahut Mela yang merasa sudah tak taham dengan ucapan security.


"Maaf Nona, siapapun yang masuk hotel ini adalah tamu exclusive, jadi anak seperti ini dilarang masuk kedalam," ucap security seraya menunjuk ke arah Deni.


"Memangngnya kenapa dengan dirinya,?" Sekarang Angelica juga ikut angkat bicara, karena security ini sungguh berani memperlakukan tamunya secara tidak sopan.


"Yahhh bisa di bilang penampilanya tidak pantas masuk kesini Nona," jawab security dengan angkuh.


"Tapi bagaimana kalau kita memang mampu membayar,?" tanya Mela dengan menggertakan giginya, karena merasa jengkel juga dengan tingkah security.


"Hahahaha kalian anak kecil mana mungkin mampu membayar," ejek security sebelum terkekeh.


"Kamu ini hanya seorang security tapi sombongnya setinggi langit, baiklah aku akan membuatmu menyesal,!" ucap Angel dingin seraya tanganya mengepal dengan erat.


"Sudahlah Ngel, kita pergi saja dari sini, jangan membuat masalah," ucap Susi.


"Kita tidak akan membuat masalah jika security ini tidak bertingkah,!" sahut Mela dengan mengepalkan tanganya dengan erat dan mata melotot ke arah security.


"Hahahaha apa yang bisa kalian lakukan, ingin membuat masalah dengan kami,?" tanya security sambil terkekeh.


"Kamu terlalu sombong," geram Mela yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi, langsung memukul telak pada dada salah satu security, security yang dipukul Mela sampai terlempat 10 meter kedalam gedung, dan menghancurkan beberapa meja.


Security yang di pukul Mela langsung memuntahkan seteguk darah setelah berhenti terbang karena menabrak meha terakhir.


Semua orang di dalam gedung menjadi gempar karena melihat adegan ini. Angel dan Susi yang paling terpengangah karena ternyata Melany akan membela temanya sampai seperti ini.


"Apa yang kau lakukan, berani sekali kau.... aku akan membuatmu menyesal telah berani membuat masalah dengan kami,!" gerap securuty yang lainya, dan sekarang datang lebih dari 10 orang langsung mengepung rombongan anak remaja ini.


"Apa kalian menjadi seorang pria tidak malu mengeroyok gadis remaja? atau jangan jangan kalian bukan pria,?" ucap Angel dengan dingin.


"Berani sekali kau menghina kami, kami adalah seorang security terlatih dan paling istimewa di daerah Jogja, jadi jangan sombong kau bocah,!!!" bentak security tadi sebelum memerintahkan semua orang untuk menangkap rombongan ini, Deni dan Susi bersikap biasa saja karena sudah sejauh ini, sedangkan Jhosua dan Jesica adalah yang paling khawatir.


Ketika semua orang mendekat dan bersiap menangkap Angel dan Mela, security tadi sudah merasa sangat puas dan bersiap membalas dendam dengan kedua gadis yang telah berani membuat temanya terluka dan membuat masalah denganya juga.


Namun sayang sungguh sayang, pemandangan setelahnya berbeda sekali dengan keinginanya. Karena 10 orang yang tadi mengepung, dapat di kalahkan dengan telak oleh Angel dan Mela. Dengan beberapa detik saja semua orang sudah terjatuh kelantai dengan luka fatal di berbagai tempat di tubuhnya.


"Apa??" ucap security yang tersisa dengan nada tak percaya.


Gadis di depanya sekuat monster, sekarang security tadi sudah meneteskan keringat dingin di dahinya. Dia takut bahwa dirinya juga akan di hajar dan di permalukan.


Bahkan sekarang mulut Jhosua dan Jesica menganga lebar dan bisa dimasuki telur ayam, karena tak percaya dengan yang dilihatnya.


Yang paling parah adalah Jhosua, dia menatap Angelica dengan perasaan campur aduk.


'tidak disangka, gadis ini sangat kuat dan bahkan lebih kuat dari semua orang-orang terlatih disini,' batin Jhosua.

__ADS_1


"Siapa yang berani melakukan hal seperti ini di tempatku!" terdengar suara seorang pria dewasa dengan nada tinggi dari dalam gedung.


"Mereka anak-anak remaja di luar, Tuan," jawab security yang terlempar kedalam dengan susah payah bicara. Karena tulang di dadanya sudah patah.


"Apa?? aku akan keluar untuk membuat perhitungan dengan mereka," ucap pria tadi dengan suara lantangnya.


"Sebaiknya anda bawa beberapa pengawal, Tuan! anak itu sangat kuat dan terampil,!" ucap security mengingatkan.


Pria tadi berfikir sebenyar sebelum mengela nafas, dia berfikir dan melihat luka yang di derita security. Tentu saja dia tidak ingin mendapatkan luka seperti itu, apalagi sampai di permalukan di tempatnya sendiri.


"Baiklah," ucap pria tadi sebelum mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


< Kebawah sekarang! dan bawa semua pengawal untuk memberi pelajaran kepada seseorang," ucap pria tadi sebelum langsung memutuskan panggilan.


Dalam jeda singkat, sudah ada 50 pengawal hotel tersebut berlari dengan cepat dan sampai di gedung paling bawah.


"Ayo ikut aku keluar untuk memberi pelajaran seseorang yang berani bertingkah disini,!" titah pria tadi dan di ikuti dengan anggukan oleh semua pengawalnya sebelum semuanya keluar. Pria tadi di kejutkan dengan 10 orang pengawal pilihanya sudah tergeletak di lantai.


"Kurang ajarrrr, siapa yang berani melakukan hal ini di tempatku!!" geram pria tadi dengan lantang, membuat bulu kuduk semua orang berdiri. Tentu saja kecuali Angel dan Mela tentunya.


"Emmm, me-mereka berdua, Tuan," jawab security yang tersisa dengan gagab seraya tanganya mengacung pada Angel dan Mela.


"Apa??? kalian semua dikalahkan hanya oleh ank kecil ini,?? sangat memalukan, aku akan memecat kalian setelah ini, karena telah membuatku malu,!" bentak Pria tadi pada security. Tidak di sangka security dan pengawal pilihanya akan dihajar habis-habisan oleh dua wanita remaja saja.


"Untuk kalian berdua, aku akan membuat perhitungan, karena kalian berani membuat ulah di tempatku," tampah Pria tadi sebelum mengalihkan pandangan ke arah Angel dan Mela.


Setelah menatap Angel dan Mela dari atas kebawah, pria tadi menelan saliva nya dengan susah payah, bukan karena takut. Tapi karena tidak bisa membohongi nafsu liarnya. Ternyata gadis di depanya sangat cantik, pria tadi berfikir untuk memberikan kedua gadis ini hukuman surga dunia.


Pria tadi sampai membayangkan bisa meniduri kedua gadis cantik ini dalam satu ranjang di dalam kamar hotelnya.


"Apa yang kau inginkan,?" tanya Mela dengan dingin.


Pria tadi tidak menjawabnya dan hanya meminta seseorang untuk membawa kedua gadis ini menuju kamarnya.


"Pria, bawa kedua gadis ini keruanganku untuk mendapatkan hukuman kareba berani membuat masalah di tempatku!" titah pria tadi pada bawahany. Dia lupa bahwa gadis ini mampu mengalahkan 10 orang sekaligus dengan mudah. Jika hanya beberapa pria yang maju untuk berusaha menangkapnya, tentu saja bisa di kalahkan dengan mudah bahkan sebelum sempat menyentuh kedua gadis tersebut.


"Apa??" hanya itu yang keluar dari mulut pria tadi.


"Apakah kita akan melanjutkanya sampai semua pengawalmu mendapatkan luka yang nyaris sama,?" tanya Melany dengan dingin.


"Ka-kau,....?" ucap pria tadi gagab dan mulai takut juga.


Gadis di depanya sangat kuat, bahkan mungkin lebih kuat dari seorang tentara, bagaimana mungkin dirinya berani membuat masalah dengan gadis ini. Dirinya pasti akan mendapatkan luka yang fatal juga, jika melanjutkanya.


Tapi jika dia menghentikanya, pasti dia akan merasa sangat malu, karena sekarang sudah banyak orang menatapnya. Tapi terlihat semua orang tidak ada yang berniat membantunya, tentu saja semua orang yang telah melihat pertarungan Mela dan Angel sebelumnya, pasti tidak ingin terlibat. Atau mereka sama saja menggali kuburanya sendiri jika sampai memprovokasi keduanya.

__ADS_1


"Jangan sombong kau bocah, semua pria serang serempak, kalian pasti bisa mengalahkanya!" titah pria tadi dengan lantang.


Semua pengawal hanya mengangguk dan menuruti perintah tuanya. Walaupun mereka sadar, mereka semua akan segera di kalahkan kedua gadis ini. Dan teenyata benar sekali, dalam pertarungan kurang dari 20 detik, semua pengawal telah di kalahkan dengan telak dan jatuh ke lantai dengan luka yang hampir sama dengan semua pria sebelumnya.


Mata semua orang melebar tak percaya dengan yang apa dilihatnya, gerakan dan reflek kedua gadis ini begitu sempurna, sangat lincah, bahkan pukulanya sangat tepat dan fatal untuk yang menerimanya.


Pria pemimpin tadi dengan gugub menelan saliva nya, dia merasa pasti akan di permalukan.


"Sekarang giliran kalian berdua,!" ucap Haley dengan bangga, karen saat ini yang tersisa hanya security yang tadi mencegat Deni masuk dan juga pria pemimpin kelompok tadi.


"Apa???" ucap Pria tadi dan security serempak, seraya menelan salivanya. Pria tadi sudah sangat ketakutan, di tambah security yang sekarang bergetar hebat sebelum terduduk di lantai karena lemas.


"Sudah, tenang saja aku tidak akan memberi kalian pelajaran, aku hanya kecewa dengan pelayanan di hotel ini dengan memandang pelanggan hanya dari luarnya saja,!" jelas Angelica seraya menghela nafas panjang.


"Ayo kita cari saja hotel lain,!" ucap Deni, mengajak semua orang.


"Kamu ambil saja mobilnya dari tempat parkir, kita tunggu di sini,!" ucap Angel, dan di setujui oleh Susi dan jesica.


"Kamu sangat kuat Ngel," ucap Jesica dengan bangga.


"Hehe biasa saja bu, sebenarnya aku tidak berniat melukai seseorang, seandainya mereka tidak memprovokasi kita," jawab Angelica malu-malu, karena di puji gurunya.


"Tapi aku tetap bangga padamu, karena membela temanmu lebih dari siapapun, aku sendiri merasa iri pada Deni dan Susi, karena mereka mempunyai sahabat sepertimu," ucap Jesica ramah.


"Kenapa mesti iri Bu, kan kita juga bisa menjadi sahabat dekat," jawab Angelica dengan ramah.


"Ah benar juga ya, kenapa aku sampai lupa hal seperti itu hehe," ucap Jesica dengan menepuk dahinya dengan telapak tangan.


"Kalau gitu jangan panggil Bu lagi ya, lagian umur kita juga tidak terlalu jauh, panggil Kak saja,!" tambah Jesica.


"Baik Kak," ucap Angel dan Susi secara bersamaan sebelum ketiganya terkekeh.


Vrom....Vrom....


Saat ketiganya bercanda, terdengar erangan menawan dari 3 mobil Ferrari yang ada di bawah tangga depan hotel.


"Apa, bukankah ketiga mobil itu Ferrari edisi terbatas,?" gumam pria tadi dengan takjub.


Security yang tersisa hanya dia karena takut akan membuat masalah lagi.


Setelah ketiga Ferrari berhenti, keluarlah Deni, Mela dan Haley dari pintu pengemudi, dan di belakan mereka ada mobil Ayla berwarna kuning, tentu saja milik Jhosua.


Meliha Deni keluar dari mobil Ferrari menjadikan security itu sangat lemas dan menyesali tindakanya, apalagi gara-gara dia, jelas beberapa meja dan kursi di dalam gedung telah rusak. Di tambah biaya pengobatan seluruh pengawal yang terluka.


Jelas bahwa pihak hotel mengalami kerugian yang cukup besar dan pasti security tadi yang akan disuruh membayar semua ganti ruginya, karena gara-gara ulahnya yang angkuh, semua ini terjadi.

__ADS_1


__ADS_2