Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 67


__ADS_3

Setelah perjalanan agak panjang, akhirnya kedua rombongan sampai di Pantai Parang Tritis di kabupagen Bantul. Jhosua terlihat kacau karena mobilnya hampir tidak bisa mengikuti kecepatan mobil Ferrari yang di kendarai Deni. Dia sedikit putus asa untuk mengejar Angelica lagi, secara Ayla tidak mungkin bisa mengejar Ferrari kan.


Setelah memarkir mobilnya, semua orang keluar dari mobil. Kareba saat ini hari libur panjang sekolah, terlihat sangat ramai orang-orang yang berdatangan ke pantai.


"Kak, aku ingin tanya,.??" ucap Jhosua serius.


"Mau tanya apa,.?? kalau soal Angelica, mendingan kamu urungkan saja niatmu untuk mendekatinya, karena sama sekali tidak akan berhasil,." jawab Jesica memperingatkan, karen jelas Jesica mengetahuinya, Raka Randika adalah orang yang sangat kaya juga tampan. Mana mungkin Angelica akan berpaling darinya hanya demi Jhosua yang tidak terlalu kaya. Jelas bagai langit dan bumi, lagian Angelica juga berasal dari keluarga Jonson, dan merupakan keluarga ternama di temanggung. Tidak ada yang berani menyentuh keluarga itu sama sekali. Lah ini Jhosua mau deketin Nona Muda keluarga jhonson, sudah bisa di pastikan kalau Jhosua akan gagal 200% lebih.


"Loh, Kakak kok bisa bilang seperti itu,?? aku akan berjuang untuk mendapatkanya, walaupun Kakak tidak percaya denganku, aku akan membuktikanya bahwa aku mampu dan layak bersana Angelica,." ucap Jhosua dengan percaya diri lagi.


"Terserah kamu saja, tapi seandainya nanti ada masalah, paling tidak aku sebagai kakakmu sudah mengingatkan sebelumnya," jelas Jesica mengingatkan.


"Apa maksut kakak,.?? ada masalah apa memangnya kalau aku deketin Angelica,.??" Jhosua bertanya dengan penasaran.


Jesica sebenarnya ingin bercerita, tapi dia dan semua orang termasuk murid dan guru di sekolahnya sudah di peringatkan untuk tidak membahas Raka di depan Angelica. Memang benar Jhosua bukan Angelica, tapi jika Jesica bicara padanya dan Jhosua membicarakan tentang Raka pada Angel, bisa hancur seluruh keluarganya.


"Aku hanya memperingatkanmu saja, karena Angelica termasuk orang kaya kelas atas, dan juga mobil yang di kendarai Deni adalah milik Angelica, biasanya dia menggunakan Pajero Sportnya, tapi setelah teman sekelasnya termasuk Deni mengendarai Ferrari ke sekolah, pagi berikutnya Angel sudah mengendarai Ferrari, aku kembali memperingatkanmu bahwa kamu di mata keluarga Angelica, hanyalah seekor semut kecil yang mudah di hancurkan,." jelas Jesica pada Jhosua, dan tentu saja tidak berani membahas Raka yang merupakan kekasih Angelica.


Setelah mendengar cerita Jesica, Jhosua sedikit mengerutkan dahinya dan juga sedikit menelan saliva nya. 'tidak di sangka, mobil itu milik Angelica, tapi mendengar cerita kak Jesica, Deni juga punya Ferrari, jadi sama saja lah, tapi aku tak mungkin kan mengakui pada kak Jesica kalau aku menyetah begitu saja, paling tidak aku akan berusaha mendapatkan Angelica, walaupun sangat mustahil untuk mendapatkanya,' batin Jhosua seraya mikir.


Jhosua benar-benar tidak menyangka jika wanita yang telah menggerakanya dakam sekali pandang, adalah orang kaya kelas atas dunia tentunya. Tapi masih ada rasa ragu dalam dirinya, karena bisa saja Jesica membohonginya, agar dirinya tidak berani mengejar Angelica juga.


"Terserah kakak mau bilang apa, aku akan tetap mendekati Angelica dan berusaha mendapatkanya, aku tidak perduli dia dari keluarga seperti apa,." jawab Jhosua keras kepala. Padahal jelas dalam hatinya sudah merasa sedikit takut dan khawatir juga bila mendekati seseorang yang benar-benar kaya.


"Baiklah, terserah kamu saja Jhos," jawab Jesica, sebelum melanjutkan "ayo kita pergi, mereka sudah sampai di tepi pantai itu,.!!" tambah Jesica seraya tanganya mengacung ke tepi pantai.


"Iya Kak,." jawab Jhosua dengan anggukan dan keduanya menyusul rombongan Deni untuk bercanda dan berenang di pantai.


---


Saat kelima orang ini berada di air pantai yang asin, di tempat parkir Parang Tritis berhenti 2 Ferrari edisi terbatas dan satu mobil Alpard yang penuh dengan pengawal.


Pintu pengemudi kedua mobil tersebut di buka keatas dan keluarlah dua remaja cantik, tentu saja kedua gadis ini adalah Melany dan Haley. Melany sudah meminta Gio dan Alex untuk melacak dan mengikuti rombongan Angelica. Melany sudah memutuskan untuk bisa berteman baik dengan Angelica, dan Haley juga akan meminta maaf atas kesalahanya dimasa lalu.


"Saat ini mereka ada di bibir pantai, Nona,." jelas Alex seraya mengacung ke arak bibir pantai.


"Benar Mela, itu mereka,." sahut Haley yang bersemangat tapi sedikit takut juga jika sampai Angelica masih marah padanya.


"Iya benar, aku minta kalian tunggu disini saja, atau pergi cari makanan juga boleh, saya dan Haley akan kesana untuk menemui mereka,." perinta Melany pada seluruh bawawanya.


"Baik, Nona,." jawab sermpak semua bawahan termasuk Alex dan Gio.


Melany dan Haley melangkah perlaha menuju bibir pantai, sedangakan seluruh pengawalnya mencari makan di sekitar pantai.


Setelah perjalanan singkat, akhirnya kedua gadis ini sampai di lokasi Angel dan rombonganya.


"Salam Nona Jonson,." Sapa Mela tepat di belakang Angel dengan sedikit membungkuk. Haley pun sama, ikut menyapa dan membungkuk juga.


Semua orang di dekat Angelica terpana melihat adegan ini, Jhosua adalah yang paling terpana.


"Apa yang kalian lakukan disini,.?? apakah kalian sengaja membuntutiku,.?? sampai-sampai dimanapun aku pergi, kalian selalu ada,." ucap Angelica seraya menatap keduanya.


"Ahhhh, bagaimana anda bisa tahu, Nona,.??" tanya Haley sudah mulai gugub, Melany sendiri biasa saja karena sudah bisa menebak bahwa Angelica akan menanyakan hal ini.


"Siapa sebenarnya mereka,.??" tanya Jesica ke Susi.

__ADS_1


"Oh mereka hanya tamu keluarga Randika,." jawab Susi, dia juga tidak membocorkan bahwa mereka pernah berselisih sebelumnya.


"Oh, berarti mereka teman kalian juga dong,.??" sahut Jhosua antusias setelah mendengar jawaban Susi.


"Ya bisa di bilang begitu,." jawab Deni dengan anggukan.


Haley tidak mendengar yang di bicarakan semua orang, karena suara desir ombak yang semakin besar dan meninggi.


Hanya Angel dan Melany yang sanggup mendengarnya, karena keduanya telah menjalani pelatihan Randika.


"Jangan meremehkanku, aku juga sudah mengetahui bahwa dari tadi ada yang mengikutiku, mungkin itu anak buah kalian,." jawab Angelica.


"Ah, apakah begitu, Nona,. kalau begitu mohon maafkan kecerobohan kami Nona, kami benar-benar menyesal,." ucap Melany sedikit gemetar dalam nada suaranya.


"Aku sudah memaafkan kalian, jika aku tidak memaafkan kalian, mungkin anak buahmu juga sudah ku kabisi," jelas Angel "kalian tenang saja, jika kalian benar-benar ingin berteman denganku, aku akan menjadi teman kalian, yah asalkan kalian merubah sifat dan sikap kalian kepada semua orang, bukan hanya padaku, karena aku paling tidak suka dengan seseorang yang sombong,." tambah Angelica menjelaskan.


"Baik Nona, kita akan berubah,." jawab Melany merasa lega dan bahagia, karenan Angelica Jonson bersedia menjadi temanya.


"Maafkan atas kesalahan saya juga Nona,." ucap Haley lembut dan masih menundukan kepalanya.


"Baiklah,." jawab Angel dengan anggukan.


Walaupun masih merasa canggung, Angel dan Melany berusaha untuk bergaul dan menyesuaikan diri satu sama lain. Haley juga meminta maaf kepada Deni dan Susi karena pernah menggertak mereka. Jesica yang melihat murid-muridnya bijak dalam mengambil keputusan, merasa sangat senang. Jhosua sendiri juga merasa bangga dan semakin mengagumi sosok Angelica. Dia menjadi lebih bertekat untuk mendekati Angelica. Walaupun sebelumnya Angelica merasa ilfiel dengan tingkah Jhosua, lama kelamaan mereka juga bercanda seperti layaknya seorang sahabat. Kecanggungan di antara mereka semua sirna sudah.


Menjelang sore semua orang membasuh tubuh mereka di kamar mandi sebelah Pantai. Semua orang termasuk pengawal Melany juga mengikutinya, sebelum memesan setumpuk makanan untuk dimakan di pinggir pantai dengan menggelar tikar.


Setelah makanan di sajikan, semua orang makan dengan lahabnya, termasuk bawahan Melany. Semua orang makan menjadi satu, karena Angeli tidak ingin membedakan antar manusia, kecuali manusia yang berani menyinggungnya dan tak mau meminta maaf. Angel pasti akan menghancurkan orang seperti itu.


"Makananya sangat enakkkk,." ucap Susi merasa sangat senang.


"Kapan-kapan ajak kita ke Papua dong, agar kita bisa menikmati makanan disana,.!!" pinta Susi merajuk.


"Boleh, tapi jangan menyesal, karena makanan disini jauh lebih enak daripada disana," jelas Melany mengingatkan.


"Kalau belum pernah makan, pasti enak... Seperti kalian kan belum pernah makan di Pulau Jawa, jadi merasa makananya enak-enak,." sahut Angel.


"Benar juga ya,." jawab Haley seraya menunjukan giginya yang gingsul.


"Baiklah-baiklah, bagaimana kalau minggu depan kita ke Papua,.??" ajak Deni antusias.


"Boleh juga, tapi aku harus ijin pada Nona Mizuka terlebih dahulu,," sahut Melany.


"Benar juga, kalian kan tamu mereka hehe, baiklah kalian ijin saja pada Mizuka, bilang kalau kalian akan pulang ke Papua dan membawa kami,." ucap Deni antusias.


"Sebenarnya tunggu... kamu kok memanggil Nona Mizuka hanya dengan namanya saja,.?? Apa hubunganmu denganya,.??" tanya Haley yang penasaran.


"Ahhhhh...." Deni hampir lupa kalau saat ini ada Angelica dan tidak mungkin membahas tentang Raka, tapi dia hampir keceplosan karena memanggil Mizuka dengan namanya saja, dan jelas bahwa Deni juga mengetahui tentang kedekatan Mizuka dan Raka juga, karena dia satu rumah dengan Raka. Dan paling penting adalah Deni juga sangat mengetahui kisah cinta Angelica dengan Raka.


"Maaf hehe, aku hanya terbiasa memanggil namanya saja, karena aku tinggal bersama Mizuka,." tambah Deni mencoba mengelak dan sedikit menutupi semuanya agar Melany dan Haley tidak curiga dan banyak bertanya lagi.


"Oh, pantas saja... jadi apakah kamu termasuk dari keluarga Randika juga,.??" tanya Melany yang penasaran juga.


"Ah tidak, aku hanya menumpang dirumah itu, dan diberikan aset exclusive oleh keluarga itu,." jawab Deni yang malah semakin memojokanya.


"Kok bisa keluarga kelas atas seperti mereka memberikan kebaikan sebesar itu padamu, apakah kamu berbuat baik juga kepada mereka,.?? sampai mereka mungkin membalas budi padamu,.??" cerca Melany yang semakin dibuat penasaran.

__ADS_1


Sekarang Deni benar-benar panik dan tidak bisa menjawabnya.


"Mungkin Deni di angkat sebagai anak oleh keluarga itu, juga bisa saja kan, lagian di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.... Mendingan kita bahas perjalanan kita ke Papua saja daripada bahas masalah yang tak penting.," sahut Angelica, yang mengerti bahwa Deni sudah terpojok. Sebenarnya Angelica juga penasaran perihal itu, tapi dia tidak pernah terlalu memikirkanya. Yang penting Deni dan Susi tetap baik padanya, dan tentu saja Angelica akan membalas kebaikan dua sahabatnya tersebut.


"Oh iya, aku malah sampai melupakan hal penting itu,." kekeh Haley dan di ikuti semua orang.


"Baiklah aku akan meminta ijin langsung kepada Noma Mizuka,." ucap Melany sebelum menghela nafas.


Selesai makan semua orang langsung beranjak menuju mobil masing-masing.


Jhosua dan Jesica juga mengikuti ke mobilnya, Jhosua sudah merasa sangat rendah karena semua orang disini mengenakan mobil mewah, sedangkan dirinya mengenakan Ayla yang harganya tidak seberapa di bandingkan dengan Alpard apalagi Ferrari.


"Apakah kamu yakin, ingin mendekati Nona Muda dari keluarga Jonson,.??" kekeh Jesica menatap adiknya saat keduanya sudah di dalam mobil yang sama.


"ahhh kakak, jangan mengejeku,." ketus Jhosua yang merasa bahwa dunia ini tak adil sama sekali.


"Kenaoa bicara ketus seperti itu, kan tadi aku sudah memperingatkanmu,." ucap Jesica mengingatkan.


"Iya maaf Kak, aku kira kakak hanya berbohong,." jawab Jhosua lemas sebelum menghela nafas.


"Mangkanya jangan terlalu percaya diri hanya kamu punya sedikit uang, semakin kita ke atas, tentu juga akan ada orang yang lebih di atas kita,." jelas Jesica.


"Maaf kak, tapi Angelica memang sangat cantik, siapapun lelaki normal pasti akan tertarik padanya,." jawab Jhosua masih lemas.


"Memang, tapi kamu juga harus sadar dan bercermin... pantaskah kamu untuk gadis secantik itu,.??" tanya Jesica.


"Sangat tidak pantas Kak, kenapa dunia terasa tak adil ya,." gumam Jhosua yang di dengar Jesica.


"Dunia sangat adil... kita saja yang bisa menerimanya atau tidak, senadainya kamu yang di posisi Angelica, apakah kamu akan rendah hati dan rela berteman dengan siapapun seperti dia,.?? sadarilah kekurangan kita dan jangan membandingkan diri kita dengan orang yang jauh di atas kita, karena kita bukan apa-apa di depan mereka, dan juga jangan merendahkan orang lain yang lebih lemah dari kita, karena semua orang pada dasarnya sama, mereka juga merasa sakit hati bila di rendahkan oleh orang yang lebih kaya atau mampu darinya, sama seperti ketika kita direndahkan oleh orang yang lebih mampu daripada kita,." jelas Jesica memberikan pengarahan pada adiknya.


"Ahhhhh, tadi Kakak bilang kalau manusia pada dasarnya sama kan,.?? baiklah, berarti aku dan Angelica juga sama kan,? yang mebedakan hanya harta kami,. aku akan mengejarnya kalu gitu Kak,." canda Jhosua seraya terkekeh dan memegangi perutnya.


"Huft, kamu kalau di bilangi pasti bisa saja jawabnya,." ketus Jesica.


"Hahaha tidak-tidak, maaf ya kakaku yang cantiiik..." ucap Jhosua seraya menyatukan kedua telapak tanganya.


"Hemmmm, oke deh adiku yang paling PD sedunia,." jawab Jesica terkekeh juga.


"Jadi bagaimana, apakah kita akan ikut mereka ke papua juga,.??" tanya Jesica ke Jhosua.


"Sebenarnya sih pengen Kak, tapi aku sedikit khawatir ketemu OPM disana dan di kuliti hidup-hidup seperti yang di beritakan," jawab Jhosua seraya begidik saat membayangkanya.


"Kita ka kesana bareng keluarga Melany, dia sepertinya juga berasal dari keluarga kaya, karena datang kesini menggunakan Helicopter pribadinya,... itu yang ku dengar dari pembicaraan mereka tadi.," jelas Jesica.


"Ahhh apakah begitu kak,. baiklah kita ikut saja kak, lagian liburan juga masih panjang kok,." jawab Jhosua antusias.


Di tempat lain saat ini Angelica menatap dari dalam mobilnya, Pantai yang sangat kotor karena perbuatan manusia tak bertanggung jawab.


"Ada apa Ngel,.??" tanya Susi yang penasaran juga.


"Pantai ini bagus, tapi sayangnya sudah kotor dan banyak sampah berserakan," jawab Angel seraya menggelengkan kepalanya.


"Memang seperti inilah pantai yang sudah di jamah banyak orang,." sahut Deni.


"Aku punya ide,..." ucap Angel seraya menepuk tanganya.

__ADS_1


Susi dan Deni hanya saling pandang, karena bingung dan penasaran dengan ide dari Angelica.


__ADS_2