Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 66


__ADS_3

Ketiganya makan dengan lahabnya, Angel yang tadi sudah sarapan dirumah pun juga tidak kalah lahab saat makan bareng temanya.


Setelah jeda 15 menit, semua makanan dan minuman sudah habis tak bersisa, dan hanya mensisakan tempat makanya saja, bahkan Deni sempat meminta nasi tambahan.


Selesai makan, Deni langsung membayar dengan uang cash dan tidak meminta kembalianya.


"Terimakasih Tuan dan Nona, kapan-kapan mampir kesini lagi,!" ucap pelayan kasir.


"Baik, pasti kita akan mampir kesini lagi, makananya enak juga pelayananya memuaskan,." jawab Angel dengan senyum puasnya.


Deni dan Susi hanya menanggapinya dendan tersenyum dan anggukan.


Ketiganya berniat pergi selesai makan, tapi di kejutkan ada seseorang yang sangat mereka kenal ada di lokasi tersebut dengan pasanganya mungkin.


"Bukankah itu Bu Jesica ya,.??" ucap Susi seraya mengacung ke arah Jesica.


"Benar sekal, ayo kita sapa dia," jawab Deni semangat.


"Ayo," jawab Angel dengan anggukan.


Ketiganya langsung berjalan menuju tempat Jesica saat ini.


"Bu Jesica,.??" sapa Susi antusias.


"Eh, kalian sedang liburan di Jogja juga ya,.?" tanya Jesica ramah.


"Kalau di luar panggil Kak Jesica saja ya,!!" bisik Jesica pada ketiganya, Susi langsung menutup mulutnya dengan telapak tanganya.


"Maaf Bu, eh Kak,." jawab Susi seraya memperlihatkan giginya yang rata.


"Dasar...., kalian mau kemana setelah ini,.??" tanya Jesica.


"Belum tahu Bu, kita keliling-keliling saja paling,." jawab Deni.


"Ibu sendiri rencananya mau kemana,.??" sahut Angelica.


"Sama, belum tahu juga,." jawab Jesica dengan senyuman.


"Hemmmm, itu siapanya,.??" tanya Susi seraya mengkode Jesica dengan matanya.


"Oh, ini adeku kenalkan, dia Jhosua,." jawab Jesica antusias.

__ADS_1


"Helo, aku Jhosua,." sapa Jhosua ramah seraya menyodorkan tanganya untuk berjabat tangan.


"Halow, aku Susi,." jawab Susi antusias juga seraya menjabat tangan Jhosua.


"Halow, aku Deni," jawab Deni dengan senyum seraya menjabat tangan Jhosua.


"Hay, aku Angelica,." jawab Angelica ramah seraya menjabat tangan Jhosua.


Jhosua sendiri bisa merasakan kulit lembutnya Angelica saat berjabat tangan denganya, dan pandanganya tidak terlihkan saat menatap kecantikan Angelica.


Angel yang merasa tak nyaman, karena Jhosua menatapnya dengan intens, juga tidak melepaskan tanganya, merasa tak nyaman juga, jadi dia terpaksa menarik tanganya dengan sedikit kasar. Jhosua sontak kaget, tapi kemudian tersenyum kembali.


Angel juga menanggapinya dengan senyum terpaksa, karena Jhosua adalah adik dari guru di sekolahnya. Kalau bukan, pasti Angel sudah pergi dari tadi.


Jesica yang mengetahui minat adiknya, langsung menyenggol lengan Jhosua agar tidak kelewatan. Jhosua yang mengerti dengan kode dari Jesica, langsung mengalihkan pandanganya.


"Mendingan kita ke pantai saja ayo,!!" ajak Susi antusias.


"Ah itu ide yang bagus, baiklah kita ke pantai saja,." sahut Deni senang juga bisa berenang di pantai.


"Baiklah, ayo berangkat!" sahut Angel ikut semangat.


"Baiklah ayo,.!" ucap Jhosua dengan anggukan, sebelum berjalan langsung ke mobil Ayla miliknya. Jhosua merasa tinggi, karena dia mengendarai mobil yang lumayan bagus menurutnya. Dia memencet tombol pada kunci mobil, sebelum membuka pintu mobil dan masuk kedalam di sertai Jesica juga ikut masuk.


Sessss.... Jhosua menurunkan kaca jendela mobilnya dengan bangga tersenyum pada Angelica, gadis cantik yang telah berhasil menggerakan hatinya dalam sekali tatap.


"Bagaimana kalau kamu bareng kita saja Ngel,.!!" tawar Jhosua ramah. Dalam hatinya sudah bertekat akan mengejar dan mendapatkan Angelica.


Susi dan Deni hanya saling tatap setelah mendengar Jhosua mengajak Angelica. Angelica sendiri hanya menatap Jhosua dengan tatapan aneh.


"Maaf, aku bareng sahabatku saja, terimakasih,." jawab Angelica mencoba untuk ramah, padahal dia sudah merasa ilfiel dengan tingkah Jhosua yang sok.


"Mending bareng kita saja, kamu bisa menikmati mobil baruku ini,." desak Jhosua dengan bangganya.


"Maaf, lain kali saja.. " jawab Angelica.


"Baiklah, tapi jangan menyesal ya,..." ucap Jhosua dengan percaya diri.


"Iya,." jawab Angel singkat.


"Kenapa kamu masih diam saja, cepat ambil mobilnya!! aku dan Angel menunggu disini,." bisik Susi ke telinga Deni.

__ADS_1


"Oh baiklah, maaf sepertinya barusan ngelamun hehe,." jawab Deni pelan sebelum berlalu pergi menuju Ferrari nya.


Karena saat ini tidak ada kerumunan yang menhitari Ferrari, deengan cepat Deni membuka pintu mobil dan masuk sebelum mengihupkan mobilnya dengan erangan yang menawan.


Vrom...Vrom...


"Wao mobil itu, Ferrari edisi terbatas bukan,??" gumam Jhosua seraya mengalihkan pandangan ke sumber suara yang ternyata juga di dengar Jesica.


"Iya memang, mobil itu milik salah satu muridku di sekolah,. jawab Jesica.


"Apa,.?? mana mungkin di sekolah Kak Jesica ada orang yang memiliki Ferrari, dan model ini jelas edisi terbatas, harganya lebih dari 5 milyar rupiah, kakak jangan ngaco deh,.!" pekik Jhosua tak percaya, merasa seolah kakaknya sedang membual.


"Aku serius, bahkan dulu ada 3 orang yang membawa mobil seperti itu kesekolah," jelas Jesica.


"Ah mana mungkin Kak, aku masih tidak percaya, satu Ferrari masuk ke sekolah kakak saja sudah mustahil, tapi sekarang kakak bilang ada 3,?? kakak mulai ngaco ya pikiranya.??" jawab Jhosua.


"Aku serius dan tidak berbohong padamu Jhos,.!" ucap Jesica jujur. Tapi Jhosua masih tetap tidak percaya.


"Ah mana mungkin, orang kaya pengendara Ferrari mau sekilah di tempat itu, Kak,.??" tanya Jhosua masih tak percaya.


"Semua itu terserah kamu mau percaya atau tidaknya, yang terpenti saya mengatakan yang sebenarnya.


Saat Jhosua dan Jesica berdebat, Deni sudah mengemudikan mobilnya mendekat dan berhenti tepat di sebelah mobil Jhosua.


Vrom...Vrom...


Kembali terdengar erangan yang menawan dari mobil sport tersebut, kali ini suaranya sangat keras dan jelas. Jhosua menoleh dan di buat kaget, karena mobil sport tersebut saat ink sudah berada tepat di sebelah mobilnya.


"Apa-apaan ini, aku jelas kalah jika bersaing dengan pemilik mobil mewah ini,." gerutu Jhosua pelan karena takut pemilik mobil mendengarnya.


Tiba-tiba, pintu depan dan belakang bagian kiri, terbuka dan masuklah 2 gadis cantik kedalam mobil tersebut. Jhosua benar-benar di buat linglung setelah melihat adegan gila di depanya.


"Jadi mereka menggunakan Ferrari ini, pantas saja aku kalah telak,." gumam Jhosua putus asa.


"Benarkan, apa yang aku bilang,??" tanya Jesica dengan ceria.


"Iya, ternyata kakak benar," jawab Jhosua lemas, 'pantas saja tadi Angelica berani menolaku secara mentah-mentah. Ternyata temanya menggukan mobil yang tidak akan pernah sanggup aku beli," batin Jhosua putus asa.


Dia sadar sekarang, bahwa dia tidak mungkin bisa mendekati Angelica dengan uang, karena menurut pemikiran Jhosua, Angelica mempunyai teman yang jauh lebih kaya daripada dirinya. Jadi Jhosua mulai memikirkan sesuatu untuk bisa mendapatkan gadis secantik Angelica.


Tak berselah waktu lama setelah keheningan, dua rombongan berlalu pergi meninggalkan warung makan dan langsung menuju ke Pantai Parang Tritis.

__ADS_1


__ADS_2