
Akhirnya Kakek Raka menyetujui permintaan Raka, untuk juga menghukum cucunya.
Karena alasan Raka yang tepat dan dapat di mengerti, akhirnya Raka menjalani hukumanya untuk mengasingkan diri selama kurang lebih 3 tahun dan itu artinya Raka putus sekolahnya.
Setelah Raka sudah bersiap menjalankan hukumanya, dia memberi tahu segalanya pada Mizuka, termasuk tentang bawahan yang dia sewa untuk mengawasi Angelica. Raka mempercayakan segala tugasnya kepada Mizuka. Karena Raka sangat mempercayainya.
Mizuka yang mengetahui hal ini merasa cemas dan khawatir, saat Raka pamit pergi.
Mizuka memeluk erat Raka dan meneteskan air matanya, terbukti betapa besar pedulinya pada Raka. Ini juga sangat membuat Raka tersentuh, Raka berjanji setelah masa sulitnya berakhir. Dia akan langsung menemui Mizuka.
Raka di jemput langsung menggunakan Helicopter Keluarga dan akan di turunkan di sebuah Hutan belantara di sebelah timur Negara Indonesia.
Yakni di Pulau Irian Jaya.
Setelah Raka masuk ke Helicopternya, Mizuka masih menatap nya dan menangis tersedu bahkan sampai Helicopter lepas landas dan tak terlihat.
"Aku akan selalu menunggumu Tuan Muda,." gumamnya pelan pada diri sendiri sebelum berlalu pergi.
***
Di sebuah rumah kecil di Candiroto ada seorang gadis sedang menyendiri dan semakin kurus karena tidak makan selama kurang lebih 5 hari.
Tentu saja wanita tersebut adalah Angelica Jonson, Angelica menyalahkan takdir yang seolah tak adil padanya. Dia melupakan semua kesalahanya di masa lalu dan hanya menyalahkan takdir.
Dari dulu dia selalu hidup dalam kemewahan, tapi hanya karena kecerobohanya, saat ini dia merasakan pahitnya hidup yang bahkan belum pernah dia bayangkan sebelumnya.
Saat dia benar-benar putus asa, Angelica ingin segera mengakhiri hidupnya yang seperti sudah tidak berharga. Dia merasa Raka keterlaluan, karena bahkan Raka tidak menjenguknya sama sekali.
"Apa mungkin kamu benar-benar sangat membenciku sampai tidak pernah datang menemuiku,??" gumam Angelica pelan di antara isak tangisnya.
"Mungkin lebih baik aku mati saja daripada hidup tak ada artinya, bahkan orang tuaku sendiri membuangku, dan kekasihku sama saja," lanjut Angelica masih menangis tersedu.
Wanita yang dulu terlihat bagai bidadari dan di minati banyak pria, sekarang lebih terlihat seperti wanita lemah yang sangat kurus.
Saat Angelica bersiap untuk menggantung diri karena hidupnya sudah hancur. Tiba-tiba pintu rumahnya yang di kunci di dobrak dengan keras dan membuat pintunya hancur.
"Angelica,.!!!" Teriak Mizuka saat melihat tubuh Angelica yang kurus sudah tergantung di tali.
Ya orang yang menghancurkan pintu adalah Mizuka sendiri dan beberapa pengawal mengikuti di belakang.
Mizuka berlari cepat dan langsung memotong tali dengan sangat mudahnya. Terlihat jelas seberapa kuat wanita ini.
"Angel!Angel!Angel!!!!!" Teriak Mizuka keras sembari menepuk-nepuk pipi Angelica dan menggoyangkan tubuhnya pelan. Saat ini Mizuka sudah berkeringat dingin di dahinya.
"Cepat panggil Ambulance dan segera bawa gadis ini ke Rumah Sakit,.!!! perintah Mizuka pada bawahanya. Mizuka sangat khawatir dengan keadaan Angelica, karena menurut anak buah Raka yang di tugaskan untuk mengawasinya. Angelica tidak pernah keluar rumah selama 7 hari. Makanya Mizuka langsung datang ke lokasi, sayangnya pintu rumah di kunci dari dalam. Karena terlalu khawatir, Mizuka terpaksa menghancurkan pintunya dengan sekali pukul.
Untung baginya dia datang tepat waktu, terlambat sedikit saja pasti Angelica tidak akan selamat.
Dalam nafas masih tersengal-sengal, Mizuka mengikuti Ambulance ke Rumah Sakit untuk merawat Angelica.
Menurut dokter, Angelica sepertinya belum makan selama kurang lebih satu minggu.
Dada Mizuka merasa sesak saat mendengar itu, seharusnya dia senang karena saingan cintanya akan pergi. Tapi jiwa kemanusiaanya tidak rela bila gadis yang sangat di cintai Raka, akan mati seperti ini. Apalagi Raka pribadi yang menugaskan Mizuka menjaga Angelica.
Setelah di periksa dan di tangani Dokter, Angelica mulai membaik, terlihat dari kulit kusam dan dinginya, sudah mulai hangat.
Dua pengawal berketerampilan cukup dalam hal beladiri di tugaskan untuk menjaga dan mwlaporkan apapun yang terjadi di Bangsal VIP untuk Angelica. Mizuka sengaja tidak memberi tahu keluarga Jonson karena alasan tertentu.
"Apakah kamu sangat mencintai Tuan Muda, sampai kamu sakit hati separah ini, hingga ingin mengakhiri hidupmu??" ucap Mizuka seraya duduk di samping Angelica yang menyerupai mayat hidup.
"Aku akan melepaskan Tuan Muda jika kamu terbukti lebih mencintai dan bisa menjaganya,." tambah Mizuka seraya meneteskan air matanya.
***
__ADS_1
Sudah lebih dari 3 bulan Angelica masih tidur di Bangsal VIP, benar-benar seperti mayat hidup.
Jantunya masih berdetak dan paru-parunya masih bernafas pelan. Tapi Angelica tidak bergerak sedikitpun, ini membuat Mizuka merasa bersalah san juga khawatir.
Karena kekhawatiranya sangat besar, akhirnya Mizuka menghubungi pemimpin keluarga Randika dan menjelaskan seluruh situasinya.
Setelah mendengar penjelasan dari Mizuka, kepala keluarga meminta Dokter khusus keluarga untuk menangani masalah ini, dan tentu saja Dokter tersebut adalah Ibu dari Mizuka (Silvia Randika).
Mendengar bahwa ibu nya akan datang dengan perlengkapan khusus, Mizuka tentu sangat senang. Mizuka sudah hampir 10 tahun tidak bertemu Ibunya. Ini adalah momen yang sangat menyenangkan baginya.
Alasan Kepala keluarga Randika mengirim Dokter khusus adalah dikarenakan Angelica kekasih Tuan Muda keluarga. Jika bukan, maka tidak akan ada hal seperti ini.
Setelah mengakhiri panggilan dengan Kepala keluarga, Mizuka masih dengan senang hati menjaga saingan cintanya tersebut.
Kurang dari 3 jam Dokter Silvia tiba di kediaman Randika dengan Helicopter khusus.
Helicopter ini tidak mudah jatuh dan terbang dengan kecepatan tinggi.
Mwndengar Ibunya tiba, Mizuka langsung mengendarai mobilnya menuju kediaman Randika.
Kurang dari 20 menit, Mizuka tiba di rumah kediaman Randika. Dia keluar dari mobil dengan sangat senangnya, langsung berlari dan melompat memeluk Ibunya.
Silvia pun menangkap anaknya dengan mudah, terlihat jelas kemampuan wanita setengah baya itu masih sangat terampil.
"Ibu aku sangat merindukanmu,." ucap Mizuka pelan seraya memeluk ibunya dengan erat, seperti takut akan berpisah kembali, bahkan tanpa terasa bulir bening dari matanya terjatuh dengan isakan tangis yang semakin menjadi.
"Ibu juga merindukanmu nak," jawab Dokter Silvia seraya membalas pelukan anaknya, beliau juga tak kalah meneteskan air matanya.
Ibu dan Anak masih saling peluk sampai keduanya masuk kedalam rumah.
Semua pengawal khusus yang di bawa dari Jepang, bekerja sangat cepat untuk mempersiapkan segalanya.
Al dan El bersaudara hanya mengikuti perintah, karena Silvia termasuk tertua Randika.
"Ibu, apakah ayah sehat,.?? Aku sangat merindukanya juga..." ujar Mizuka saat keduanya sudah sampai di dalam ruangan pribadi berdua.
Mizuka wanita dewasa berumur lebih dari 30 tahun, tapi saat bersama Ibunya, dia lebih mirip anak kecil yang merindukan Ibunya. Mizuka sangat manja dan ingin selalu bersama Ibunya.
"Iya Ibu... saya akan menunggunya, karena saya juga punya tugas di sini dari Tuan Muda," ucap Mizuka juga menyadarkan dirinya bahwa Ibunya kesini juga sedang dalam tugas merawat Angelica.
"Ah iya Bu maaf membuang waktu Ibu, apa kita langsung ke Rumah sakit atau gimana ya,.??" tanya Mizuka sambil menatap Ibunya, dia bahkan masih memeluk Ibunya dari samping.
"Tenang saja, Angelica tidak akan mati,." jawab Dokter Silvia meyakinkan.
"Kita masih bisa memadu rindu sekarang, bahkan Ibu berencana untuk tinggal sedikit lebih lama untuk menjaga putri kecil Ibu,." tambah Donter Silvia seraya tanganya membelai wajah cantik putrinya.
Mizuka sangat cantik, bahkan Ibunya lebih cantik. Bahkan di usianya yang lebih dari setengah Abad, masih terlihat sangat cantik dan menawan.
"Apakah itu benar Bu?? Sungguh akan tinggal disini??" tanya Mizuka lembut saat mata nya berkaca menatap Ibunya.
"Iya tentu saja, ini juga termasuk permintaan ayahmu,." jawab Dokter Silvia lembut.
Ibu dan anak terus mengobrol sampai larut malam.
Sebenarnya saat ini Angelica sudah di bawa ke ruang bawah tanah Randika untuk di rawat intensif, karena Rumah Sakit terlalu terbuka untuk memberikan obat yang tidak dijual dipasaran.
Di ruang bawah tanah ada sebuah ruang besar tempat pertemuan keluarga, dan juga ada laboratorium yang sangat canggih. Hanya sebagian tertua yang mengetahui ini, Raka pun belum mengetahui ini karena dia masih di anggap anak-anak.
Semua pengawal bekerja dengan sangat cepat dan detail mengenai segala data.
Mizuka saat ini tertidur dalam dekapan Ibu nya, terlihat sangat manja.
Setelah membaringkan Mizuka, Dokter Silvia keluar dari ruang pribadi.
__ADS_1
"Apakah semuanya beres,.??" tanya Dokter Silvia pada bawahanya yang menunggu di luar pintu.
"Sudah Nona, silahkan,.!!" jawab bawahan tadi sebelum mempersilahkan Dokter Silvia untuk lebih dahulu.
Setelah Dokter Silvia mendiaknosis Angelica, dan melakukan terapi pengobatan yang canggih beliau kemudian keluar ruangan dengan di ikuti bawahanya.
"Bagaimana Nona, apakah anak itu masih bisa di sembuhkan,.??" tanya bawahan sesaat setelah keduanya keluar ruangan.
"Sepertinya bisa," jawab Dokter Silvia singkat sebelum berlalu.
Dokter Silvia masuk sendiri ke sebuah tempat yang jauh lebih dalam lagi di bawah tanah rumah keluarga Randika.
Terlihat di dalam masih ada sekitar 34 Zombi, yang sengaja di simpan untuk bahan penelitian.
"Ternyata T-virus luar biasa ya, kalian masih hidup sampai sekarang,." Ucap Dokter Silvia pada Zombi yang terkurung.
Semua Zombi ini sudah di jinakan, dan sangat patuh setelah di suntikan padanya darah murni dari keluarga Randika.
Tapi untuk mengantisipasi hal buruk yang bisa terjadi, keluarga Randika tetap mengurungnya.
Setelah menyapa para Zombi, dokter Silvia masuk kedalam ruangan lain yang terlihat banyak komputer dan peralatan sains. Tempat ini lebih menyerupai tempat penelitian yang sangat canggih, dan masih banyak rasahasia di dalamnya. Raka sendiri tidak pernah mengetahui hal ini, karena hanya sebagian tertus saja yang mengetahuinya.
Setelah mengambil alat, Dokter Silvia kembali ke atas untuk kembali meneliti seluruh tubuh Angelica dan memecahkan masalahnya.
Dengan bantuan komputer yang sangat canggih, Dokter Silvia bisa melihat seluruh ingatan masa lalu seseorang yang belum mati. Karena orang mati sudah tidak bisa berfikir lagi, kecuali yang baru mati masih bisa sedikit terdeteksi. Mangkanya sangat sulit bagi seseorang untuk berbohong kepada keluarga Randika bila sudah berurusan dengan Dokter Silvia.
Dokter Silvia, mulai memindai seluruh tubuh dan ingatan tentang Angelica.
Dalam ingatan tersebut dari masa kecil Angelica yang selalu di manjakan orang tuanya.
"Ayah.... tadi andy nakal yah, masa Angel di cubit... tapi sudah Angel bales dengan satu pukulan,." lapor Angel pada Patrik, seraya memeluknya dengan manja.
"Hahaha anak ayah memang pemberani, harus seperti itu, walaupun wanita tetap harus berani pada lelaki,." ucap Patrik seraya memeluk putrinya yang terlihat masih di usia sekitar 8 tahun.
"Ini terlalu lama," gumam Dokter Silvia pelan, sebelum mencari ingatan yang lebih baru.
"Perkenalkan semuanya nama saya Angelica Jonson, panggil saja Angel.." suara Angel dalam Komputer.
"jadi ini waktu pertama masuk sekolah dan bertemu Tuan Muda,." ucap Dokter Silvia pada diri sendiri.
Dokter Silvia sebenarnya di beri misi khusus oleh kepala keluarga untuk membaca sedetail mungkin tentang Angelica dengan keahlianya.
Angelica adalah wanita yang di cintai Raka dan suatu saat bisa saja menjadi menantu Randika. Jadi Tertua tidak ingin salah ambil menantu.
Dokter silvia mulai membaca segalanya, dari pertama Angelica dan Raka saling kenal, dan menjalin kasih.
Sekarang berlanjut terus sampai menemukan bahwa keluarga Jonson sengaja membuat Angelica masuk kedalam keluarga Randika, karena akan menguntungkanya.
Saat melihat ini, Dokter Silvia mengerutkan giginya karena sedikit marah.
Melanjutkan cerita di komputer, ..
Sampai saat Raka dan Angel melakukan pergulatan dengan buasnya, Anngelica terlihat sangat menikmatinya dan terlihat dia sudah mulai jatuh hati pada Tuan Muda.
Walaupun awal Angelica dekat dengan Raka adalah karena ingin masuk ke keluarga Randika, sayangnya dia malah jatuh cinta pada Tuan Muda sendiri.
Sekarang sampai saat Angelica semakin dekat dengan Tuan Muda, dan sering pergi setelah pulang sekolah.
Ada juga saat Angelica melakukan pelatihan dan menghajar beberapa orang.
Angelica mulai prosesif pada Tuan Muda, dan sekarang sampai Angelica menyengkeram tangan seorang lelaki dan bahkan sampai tanganya hampir putus.
Setelah itu Angel marah dan pergi minuk di Bandungan.
__ADS_1
Yang terakhir adalah saat Raka meminta Angel untuk bertindak sewajarnya di sekilah, wanita itu marah dan di biarkan oleh Raka. Akhirnya kemarahanya memuncak saat Raka pulang sekolah tanpa mengajaknya ataupun minta maaf padanya, Raka terlihat sangat terburu-buru dan langsung masuk mobil pergi.
Angelica mengejarnya dengan marah, dan hampir mwnabrak seseorang. Angel tidak peduli tentang itu dan hanya mengejar Raka sebelum menghajarnya di pinggir jalan seperti gadis gila.