Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 74


__ADS_3

Setelah menerima uangnya, kedua polisi itu kangsung berlalu pergi tanpa menggucapkan kata terimakasih atau apapaun yang mebuat semua preman menjadi geram.


"Bos, aku sudah tidak tahan dengan kesombongan semua polisi ini, kita balas saja mereka sekarang juga, kita siap jika harus masuk penjara, yang terpenting adalah mereka menerima hukuman atas kesombongan mereka," usul salah satu preman dengan nada tinggi.


"Tapi...


"Jika Bos tidak ingin melakukanya, kami akan melakukanya sendiri," bahkan sebelum Bos preman menyelesaikan kalimatnya, bawahan langsung memotongnya.


"Betullll" teriak semua preman serempak yang berjumlah sekitar 50 orang lelaki kekar.


"Baiklah-baiklah, tapi kita harus menyelesaikan misi kali ini dengan rapi, sebisa mungkin agar kita tidak ketahuan," ucap Bos preman dengan pasrah.


"Nah seperti itu dong Bos," ucap salah satu preman dengan puas, karena Bos mereka akan bertindak melawan pihak kepolisian yang kelewatan.


Mereka semua mendiskusikan sebuah rencana.


Rencana pertama adalah dengan menculik satu persatu Polisi di daerahnya dan di kumpulkan di dalam hutan sebelum menyiksa semu polisi sampai mati dan membakarnya di dalam hutan.


Sebuah pemikiran yang mengerikan seperti ini adalah sesuatu balas dendam dari seseorang yang merasa sangat terhina dengan perlakuan dan kesombongan dari pihak kepolisian.


Setelah selesai menjelaskan segalanya, semua preman langsung pergi dengan 3 orang dalam satu kelompok. Orang-orang ini akan menculik satu persatu polisi di kota mereka dan langsung membawanya kehutan.


Saat ini Raka masih mengawasi mereka dari jauh, dan tidak ada yang mengetahuinya sama sekali.


"Sepertinya mereka mulai menjalankan misinya," gumam Raka pelan seraya memikirkan apa yang akan di lakukanya setelah ini. Karena jelas bahwa Raka tidak akan mampu mengikuti semua orang ini, karena semua orang berpencar dengan kelompok 3 orang saja.


---


Saat ini 3 orang preman mengenakan pakaian biasa saja mendekat kerunmah makan yang terlihat cukup mewah, ketiga preman ini tidak akan membuat masalah di dalam rumah makan, karena rumah makan ini memiliki penjaga keamanan yang jauh lebih terampil dalam hal bela diri di bandingkan mereka. Juga ketiga preman ini juga tidak memiliki dendam apapun pada rumah makan. Yang mereka inginkan adalah seorang polisi yang saat ini sedang menikmati makan di dalam rumah makan bersama dengan teman-teman polisi lainya.


"Kita kalah jumlah, jika mereka tidak berpisah," bisik salah satu preman pada preman lainya.


Ketiga orang ini tidak mengetahui, jika saat ini ada seorang gadis cantik sedang mengawasi gerak-gerik mereka.

__ADS_1


"Ada apa Ngel?" tanya Melany penasaran.


"Aku hanya sedang mengamati ketiga orang yang baru saja masuk, sepertinya mereka sangat mencurigakan," jelas Angelica.


Tentu saja kedua gadis cantik ini adalah Melany Crisna juga Angelica Jonson, beserta Susi, Deni, juga Haley. Kelima orang ini telah datang ke Pulau Irian Jaya 2 hari yang lalu, setelah mendapatkan ijin langsung dari Mizuka.


"Ada apa Ngel,?" tanya Susi. Deni dan Haley hanya menikmati makananya dengan lahab dan tidak terlalu peduli dengan yang Angel lakukan.


"Sepertinya ada orang mencurigakan," jawan Angel jujur.


"Ah, apakah begitu,?" tanya Susi yang mulai khawatir.


"Kamu tenang saja, aku akan melindungi kalian semua," ucap Angel menenangkan.


"Bukan itu yang aku khawatirkan, aku percaya kamu mampu melindungi kita, tapi yang aku takutkan adalah kamu akan mambuat masalah disini, jelas aku khawatir karena saat ini kita berada sangat jauh dari keluarga," jelas Susi.


"Tadi kamu bilang percaya kan kalau aku bisa menjaga kalian, jadi hilangkan rasa khawatir itu pada dirimu.," tegas Angel.


"Sepertinya mereka preman daerah sini," bisik Mela.


"Apakah kamu mengenal mereka Mel,?" tanya Angel.


"Aku tidak mengenal mereka, hanya saja pernah melihat mereka," jawab Mela pelan.


"Baiklah, ini saranku semoga di dengar, jangan membuat masalah terlebih dahulu kecuali mereka memulainya, Oke? karena aku benar-benar tidak ingin terlibat dalam masalah," sahut Susi menyarankan.


"Kamu tenang saja sayang, kita percayakan saja pada Angel dan Mela," sahut Deni seraya menepuk pundak Susi.


"Iya tapi...


"Tenang saja Sus," sahut Haley memotong ucapan Susi.


Susi hanya mengangguk pasrah, karena dia tidak akan bisa berbuat apa-apa bila Angel maupun Mela sudah bertindak, karena keduanya memang seorang ahli beladiri.

__ADS_1


---


Kembali ke ketiga preman tadi, mereka memesan makanan seperti orang normal pada umumnya. Ketiga preman tadi merasa sangat geram dan hampir kehilangan kesabaranya saat mendengar polisi ini ternyata sedang menertawakan nasib mereka di belakang. Tapi polisi tadi juga tidak mengetahui jika saat ini sedang di mata-matai oleh 3 preman yang akan menyiksa dan mengeksekusi para polisi lainya juga.


Setelah jeda singkat, akhirnya salah satu polisi ingin ke tolilet, mungkin karena terlalu banyak makan sambal jadinya mules. Melihat ada kesempatan, dua preman membuntuti polisi tadi, sedangkan yang satunya tetap berada di meja mereka agar tak ada yang curiga sama sekali.


---


"Siapa kalian?" tanya polisi dengan dingin saat menatap tajam pada kedua orang yang saat ini berdiri tepat di depan pintu toilet.


Bukan mendapatkan jawaban, polisi tadi malah langsung dipukuli habis-habisan sebelum sempat berteriak meminta pertolongan juga. Preman tadi langsung membius polisi dengan kain yang sudah diberi obat bius, agar polisi tidak bisa bangun dan melarikan diri, paling tidak sampai 48 jam kedepan.


Plak


Plak


Kedua preman itu mendapatkan tamparan yang sangat keras sampai terjatuh di lantai sebelum pingsan. Bahkan keduanya tidak tahu, siapa yang telah menamparnya. Karena orang yang menampar mengenakan penutup wajah juga pergi secepat kilat tanpa ada yang mengetahuinya.


---


"Apakah sudah selesai Ngel?" tanya Mela setelah Angel duduk kembali. Ya tentu saja orang yang tadi menampar kedua premab itu adalah Angel, karena tak mau membuat masalah dengan mengungkapkan wajahnya secara langsung, angel mengenakan penutup wajah agar tak ada yang mengetahuinya.


"Tentu saja sudah, dan mereka ternyata hanya sekelompok preman, yang sepertinya ingin membalas dendam pada pihak polisi karena tindakan tertentu," jelas Angel setelah mengamati seluruh situasinya.


"Oh jadi seperti itu, sepertinya kamu berhasil menggagalkan tindakan balas dendam mereka Ngel," sahut Susi merasa lega.


"Iya semoga saja setelah ini sudah selesai dan tidak ada dendam lagi, tapi hal seperti itu sangat mustahil, karena pihak keduanya pasti akan meminta bantuan kepada atasanya, karena terlihat mereka sama-sama bawahan," ucap Angel seraya berfikir.


"Baiklah sudah cukup, aku akan membayar tagihanya, setelah itu kita kembali ke vila ku, dan istirahat, karena besok kita akan kembali mengitari kota Jayawijaya sampai puas," sahut Mela memotong pembicaraan semua orang.


Semua orang hanya mengangguk dan bernafas lega juga terlihat senang dengan Melany yang melayani mereka dengan sangat baik.


Melany pun membayar tagihanya yang lumayan besar langsung ke kasir, sebelum akhirnya mengajak semua orang untuk kembali ke Vilanya.

__ADS_1


__ADS_2