
"Apakah kamu yakin ada seseorang yang mengendarai Ferrari kesini,.??" tanya Vergino yang penasaran.
"Sangat yakin, bagaimana bisa aku tidak yakin.... sekarang kedua wanita pesananmu juga sedang berfoto dengan Ferrari di tempat parkir,." jelas Doni.
"Ah, kalau begitu aku akan melihatnya sendiri saja, lagian aku penasaran juga dengan mobil mewah itu,..." ucap Vergino yang penasaran.
"Baiklah, ayo aku antar kamu kesana..." sahut Doni.
Vergino menjawab dengan anggukan sebelum mengikuti Doni ke tempat parkir.
---
"Lama banget mereka, ayo kita bawa saja mobilnya, lagian kita juga belum jadi makan di tempat ini,." gerutu Susi.
"Baiklah, ayo... " sahut Deni.
"Ayo," sahut Angel juga.
Ketiganya kemudian berjalan mendekati mobil Ferrari bersamaan.
"Bisakah kalian minggir,.!!" ucap Deni seraya mengeluarkan kunci mobilnya.
Banyak gadis yang langsung menoleh kesumber suara, dan menatap tajam pada Deni yang ternyata masih anak remaja.
"Berani sekali kau mengusir kita, kau pikir, kau siapa,.??" bentak salah satu gadis dengan nada meninggi, dan sekarang maju beberapa langkah ke depan Deni.
"Jika ingin ikutan berfoto bilang saja, kenapa pakai acara mengusir kita,!!" sahut salah satu gadis lainya dengan nada yang lebih lembut.
"Dilihat dari pakaianmu, kamu tidak terlihat punya uang, jadi jangan main-main denganku atau kau akan menyesal.,!!"
"Sebaiknya kau sendiri yang segera pergi dari sini.!"
Banyak suara dan lontaran-lontaran mengejek, karena Deni hanya mengenakan kaos polos dan celana pendek, bahkan memakai sendal jepit. Semua orang menatap Deni dengan tatapan mencemooh, seolah Deni adalah lelucon.
"Hahaha lihat saja tampangnya... pasti dia sangat malu karena kita semua mencemoohnya...
"Dia pasti menyesal telah mencoba mendekat kesini...
"Sebaiknya kamu segera meninggalkan tempat ini,.!!!
Semakin banyak yang melontarkan kata-kata menghina dan mengejek pada Deni, Deni hanya menanggapinya dengan senyuman.
'apakah mereka masih akan merendahkanku ketika mereka mengetahui akulah yang mengemudikan mobil ini,.' batin Deni menahan tawanya.
"Baiklah, tapi sebelumnya maaf mengecewakan kalian.... karena saya ingin membawa mobilku pergi dari sini." ucap Deni seraya memencet tombol pada kunci mobil.
Berbunyi...Berbunyi...
Dua lambu mobil Ferrari menyala secara berkedip.
Mulut semua orang menganga lebar, sampai-sampai bisa dimasuki telur ayam. Bahkan wanita yang membentak Rombongan Deni, semuanya membeku tanpa bicara sedikitpun. Terjadi keheningan saat ini terjadi, Deni dan rombongan hanya melewati mereka sebelum membuka pintu mobil ke atas dan masuk kedalam mobil.
"Itu dia pemilik mobilnya.....
Tidak ada yang tau siapa yang telah memecahkan keheningan saat ini.
"Hey bro, siapa namamu bro.
"Lihat pria tadi sangat tampan... siapa namanya ya...
"Mau kemana bro, kita boleh ikut gak ya....
"Hay tampan, boleh kenalan gak ya,.??
"Sungguh tidak di sangka, pemilik mobil ini adalah anak remaja yang sangat tampan..
Semua sifat dan sikap semua orang berubah 180 derajat, yang tadi menghina, berubah menjadi memelas dan menjilat. Siapa sangka lelaki berpakaian paling biasa ini adalah pemilik Mobil yang begitu mewah, jelas bahwa menutut semua orang, Deni berasal dari keluarga kelas atas.
Deni tidak peduli dengan suara semua orang, dan hanya menyalakan mobilnya dengan suara khas mobil sport mewah.
__ADS_1
Vrom....Vrom...
"Waow keren sekali bro...
"Sekolah dimana, tampan,??
"Sepertinya dia berasal dari Temanggung, lihat saja plat nomor kendaraanya..
"Iya benar sekali, siapa namamu bro, dan dimana tempatmu tinggal...??
Walaupun mobil ini kedap suara, Deni dan rombongan masih bisa mendengar teriakan-teriakan di luar mobil.
Bib..Bib...
Susi menurunkan jendela mobil dan melirik gadis yang tadi sempat menghina Deni dengan senyum kecut.
Gadis itu merasa sangat malu, dia sendiri disini hanya gadis penghibur, berani sekali menghina pemilik mobil Ferrari, karena semua orang tahunya Deni adalah pemilik mobil tersebut. Dia sendiri tidak akan mampu membeli mobil tersebut, bahkan jika menjual tubuhnya seumur hidup. Seandainya tadi dia tidak membentak dan menghina Deni, mungkin dia bisa mendapatkan keuntungan jika berteman dengan Deni. Tapi semua itu sirna karena dia hanya memandang seseorang dari penampilanya saja, wanita tadi benar-benar sangat menyesali tindakan bodohnya.
Angel sendiri tidak keberatan bila ada yang ingin berteman denganya dan meminta berfoto dengan mobilnya, atau bisa juga sekedar menumpang untuk berkeliling. Tapi dirinya sudah malas untuk berteman, sejak semua orang ini menghina Deni, dan hanya menyuruh Deni mengemudikan mobilnya keluar tempat parkir.
Tepat saat Ferrari berjalan keluar perlahan dari tempat parkir, Vergino dan Doni sampai di lokasi dengan tatapan takjub. Vergino tentu saja yang paling takjub, dirinya tidak pernah membayangkan akan mampu membeli Ferrari edisi terbatas yang harganya lebih dari 5 milyar rupiah.
Dan tentu saja dia juga tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan mobil mewah tersebut di tempat ini.
Saat Ferrari melintas melewati Vergino, dirinya paling tercengang, karena melihat dengan jelas Susi dan Deni ada dalam mobil tersebut, yang di pastikan juga Deni adalah pemiliknya.
"Jadi mereka pemilik mobil ini, pantas saja mereka berani menggertaku tadi,." gumam Vergino penuh penyesalan.
"Apa maksutmu,.??" tanya Doni yang penasaran.
"Ah,..." sepertinya Vergino lupa bahwa saat ini dia sedang bersama Doni yang belum mengetahui yang telah terjadi, "iya tadi aku sudah bertemu dengan mereka di dalam Restoran, dan mereke.... yahh... aku sendiri bingung harus mulai darimana, yang jelas yah aku menyesal karena tidak berkenalan dengan mereka,." jelas Vergino dengan sedikit menutupi yang telah terjadi sebenarnya. Tentu saja untuk prang seperti Vergino, Ego dan harga dirinya sangat tinggi dan tidak akan mengakui kesalahanya di depan orang lain. Karena hal seperti itu, bisa sangat mempermalukan dan juga bisa menurunkan derajatnya. Jadi yang bisa dia lakukan adalah menutupi sedikit kesalahanya.
---
Saat ini rombongan Deni sudah dalam perjalanan mencari makan, karena tadi tidak jadi makan.
"Baiklah, nanti kita cari makan di pinggir jalan saja,." jawab Deni dengan anggukan "kamu tidak keberatan kan Ngel,.??" lanjut Deni bertanya pada Angel.
"Aku tidak keberatan sama sekali, bukankan makan dimana saja itu sama, yang penting makananya enak,." jawab Angel.
"Benar juga ya Ngel,." sahut Susi merasa senang.
Setelah perjalanan singkat, ketiganya akhirnya sampai di depan warung makan pinggir jalan, Deni memarkirkan mobilnya tepat di depan warung makan tersebut.
Banyak tatapan kagum dan iri saat melihat Ferrari edisi terbatas berhenti tepat di depan warung makan.
Bahkan pemilik warung juga sedikit khawatir melihat adegan di depanya.
"Pasti pengemudinya seorang lelaki tampan...." ucap Seorang gadis dengan lantang.
"Pasti jelek..." balas lelaki yang bersama gadis tersebut.
"Kenapa sih kamu,.??" cibir gadis tadi menatap cowoknya "kalau ngiri bilang aja,.!" tambah gadis tadi.
"Aku ngana saja deh.." jawab cowok tadi.
"Dasar aneh...." gerutu wanita tadi.
Belum keluar dari mobil saja, di luar sudah heboh, gimana kalau pemilik mobilnya keluar.
Mesin mobil di matikan dan pintu pengemudi mobil dibuka keatas, terlihat seorang lelaki berpakaian sederhana, yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek keluar dari dalam mobil. Semua orang memandangnya dengan aneh, karena lelaki ini juga hanya memakai sendal jepit saja. Tapi mengesampingkan itu semua, pria ini mengendarai Ferrari edisi terbatas. Jelas semua sisi rendahnya hilang sudah, semua orang menatap dengan antusias untuk bertemu dan berkenalan dengan pria tersebut.
Bahkan wanita tadi meninggalkan cowoknya dan berlari ke arah Deni.
"Dasar matre, setelah ini aku akan putusin kamu,." gumam pria itu yang merasa kesal dengan tingkah kekasihnya.
"Hey tampan, siapa namamu,.??" ucap wanita tadi setelah berhadapan dengan Deni.
"Ahhhh aku.." Deni tidak melanjutkanya, karena melihat Susi sudah keluar dari dalam mobil dan berjalan kearahnya.
__ADS_1
"Sayang... ayo masuk,.!!" ajak Susi antusias, sebelum menggandeng tangan Deni dan membawanya pergi ke warung makan.
Gadis tadi merasa sangat malu, karena semua orang menatapnya dengan tatapan mencemooh. Bahkan cowoknya juga menertawakanya.
Gadis itu langsung berlari ke arah pacarnya untuk melampiaskan kekesalanya.
"Kita putus, dan jangan berharap aku akan kembali lagi padamu dengan alasan apapun,."
Bahkan sebelum gadis itu bicara pada kekasihnya, dia di sambut dengan kata-kata yang tidak mengenakan untuk di dengar.
Cowok itu langsung berlalu pergi setelah mengatakan yang ingin di katakanya dari tadi, karena melihat kekasihnya yang lebih mementingkan pemilik Ferrari dari pada dirinya.
Gadis tadi benar-benar tercengang, dia hanya ingin mengenal pengendara mobil mewah tersebut, tentu saja dia ingin beruntung juga bisa mengenal orang yang kaya. Kalau saja dia berhasil mengenal Deni, kemungkinan menjadi kekasihnya juga. Jika tidak, dia akan tetap bersama kekasihnya. Namun sungguh sayang, cowok itu lebih peka dan mengerti bahwa cewek seperti itu sama sekali tidak pantas untuk di perjuangkan.
Sekarang semakin banyak, orang menatapnya dan dia merasa sangat malu, tapi juga kesal.
Gadis tadi langsung berlalu meninggalkan tempat kejadian, karena merasa sangat malu.
---
Kembali ke rombongan Deni, ketiganya memesan ayam bakar geprek, dengan sambal cabe hijau dan minum jeruk hangat.
"Kenapa cemberut sayang,..??, tanya Deni.
"Tidak apa,." ketus Susi.
"Yasudah,." balas Deni.
"Ahhhhh., dasar tak peka,." ketus Susi.
"Kamu ini kenapa sih,.??" tanya Deni yang penasaran.
"Gapapa,." ketus Susi lagi.
"Terserah lah...." ucap Deni santai.
"Ahhhhhh dasar.,"
"Hemmmm....
"Dasar aneh," gerutu Deni.
"Apa.??" tanya Susi terbelalak.
"Tidak apa,." jawab Deni santai.
Angelica terkekeh melihat kedua insan yang sedang bertengkar ini.
"Sudah-sudah, kalian ini kalau bertengkar lucu ya,." ucap Angel.
"Kita tidak bertengkar..." ketus Susi.
"Oh begitu,.??" goda Angel.
"Sepertinya begitu Ngel," sahut Deni.
"Apaan sih kamu,.!!" ketus Susi ke Deni seraya melotot.
Deni pura-pura takut dan menutup matanya, menggoda Susi.
Susi yang gemas langsung menggelitikinya.
"Ahhh, iya ampun sayang, okeoke aku nyerah deh..." ucap Deni seraya pura-pura menghindari tangan Susi.
Di saat Deni dan Susi berdebat, pelayan warung makan menyajikan pesanan di meja mereka.
"Silahkan di nikmati Tuan dan Nona,." tawar pelayan kepada ketiganya.
"Ahhh iya, terimakasih," jawab Susi dengan sedikit malu. Dia lupa bahwa saat ini banyak orang di tempat itu, dan menatap mereka juga.
__ADS_1