
Pagi keesokan harinya, di dalam Hutan Jawawijaya Raka memimpin seluruh pengawalnya melakukan pelatihan peregangan otot.
Setelah pelatihan selesai, Raka mengadu satu lawan satu pengawalnya dan memberikan tingkatan lebih tinggi kepada pemenang, untuk memimpin kelompok yang lebih kecil.
500 orang di bagi menjadi 5 bagian, dan setiap pemimpin akan memimpin 99 orang untuk menjalankan tugasnya.
Nama-nama dari lima orang yang terpilih adalah,
-Roman
-Zack
-Felisa
-Radit
-Bimo
Mereka adalah orang-orang yang telah bertarung satu lawan satu dan mengalahkan semua lawanya.
"Kalian semua akan mendapatkan tugas langsung dariku mulai sekarang,.!!" ucap Raka tegas pada kelima orang terpilihnya.
"Baik Tuan Muda,."jawab kelimanya serempak.
"Sekarang kalian semua bantu penduduk untuk menyelesaikan pembangunan yang hampir selesai, agar bisa di tinggali, juga bila ada pertemuan agan lebih nyaman,." perintah Raka.
Semua bawahan mengangguk dan langsung melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
---
Di tempat lain, tepatnya di Kota Temanggung, ada sekelompok orang sedang melakukan pelatihan peregangan otot di pimpin oleh seorang wanita cantik.
Di dekat kelompok orang ini, telah di sediakan berbagai makanan dan minuman untuk mereka.
"Apa yang akan kita lakukan hari ini Nona,.??" tanya Alex pada Melany, tentu saja gadis yang memimpin pelatihan adalah Melany sendiri.
"Aku ingin kembali mencari dan bertemu dengan Nona Jonson,." jawab Melany. "Kamu yang aku tugaskan untuk menemukan keberadaanya saat ini,!!" perintah Melany.
"Baik Nona,." jawab Alex dengan anggukan.
Semua orang telah selesai dalam pelatihan mereka, dan saat ini sedang menikmati makanan yang telah di sajikan.
"Nona, saya ingin melaporkan sesuatu," sahut Gio memotong pembicaraan keduanya.
"Ada apa Gio,.??" tanya Melany penasaran,
"Kemarin, ayah anda Tuan Almero Exel menelfon saya menanyakan kabar anda dan juga perihal Helicopter Nona,." jelas Gio.
"Lalu apa yang kamu katakan pada Papaku,.??" tanya Melany penasaran.
"Saya mengatakan segalanya Nona, karena sepertinya beliau sangat khawatir tentang keselamatan Anda," jawab Gio tidak berani berbohong.
"Baguslah, jadi Papa tidak perlu menghawatirkanku lagi,." ucap Melany merasa lega.
Melany dan pengawalnya makan dan bicara sebentar, sebelum berlalu pergi untuk membersihkan diri. Selanjutnya Alex di tugaskan untuk mencari tahu keberadaan Angelica.
---
__ADS_1
Di tempat lain Kota Temanggung, Angelica sedang melakukan sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Hari ini mau bermain kemana lagi sayang,.??" tanya Patrik Jonson.
"Belum tahu, nanti ngikut Deni sama Susi saja Yah,." jawab Angel ramah.
"Kalau bermain hati-hati ya nak, jangan sampai menyinggung seseorang, terutama keluarga Randika,." saran Alice mengingatkan.
"Iya pasti Bu, Ibu tenang saja,." jawab Angel dengan anggukan.
"Ibu senang, sekarang kepribadianmu telah berubah drastis menjadi lebih baik," puji Alice.
"Hehe Ibu paling bisa muji putri sendiri,." sahut Patrik memontong pembicaraan keduanya."Tapi memang benar kata Ibu, anak kita sekarang berkepribadian lebih baik," tambah Patrik.
"Ayah dan Ibu sama saja, pinter banget muji anak,." ucap Angelica sebelum terkekeh, Patrik dan Alice pun ikut terkekeh.
"Nona Muda, Tuan Deni dan Nona Susi telah tiba, dan sekarang mereka menunggu anda di luar dengan mobil milik anda,." lapor pelayan memotong pembicaraan orang tua dan anak.
"Baiklah, saya akan segera keluar untuk menemui keduanya,." jawab Angel ramah.
Pelayanpun pamit undur diri setelah melaporkan kedatangan Deni dan Susi.
"Yah, Bu, Angel main dulu ya,.??" pamit Angel ke orang tuanya.
"Iya sayang, hati-hati ya, ingat!! jangan bertindak gegabah,.!!" jawab Alice mengingatkan.
Angelica hanya mengangguk seraya tersenyum sebelum menjabat dan mencium punggung tangan Alice dan Patrik.
Angel berlalu pergi meninggalkan Alice dan Patrik di meja makan.
"Ayah senang melihat perubahan putri kita Bu,."ucap Patrik merasa lega.
"Iya Bu, mangkanya Ayah berharap mereka akan berteman sampai mereka tua nanti,."
---
"Hay Ngel,.??" Sapa Susi ketika melihat Angel keluar dari pintu rumahnya.
"Iya, dimana Deni,.?? aku tidak melihatnya,.??" tanya Angel.
"Oh, dia masuk rumahmu... bilangnya mau numpang ke toilet sebentar, mending ayo tunggu di dalam mobil, di luar sudah mulai panas,." gerutu Susi.
"Baiklah,,." ucap Angel, sebelum masuk kedalam mobil Ferrari bersama Susi.
Tak berselang waktu lama, Deni pun keluar dari dalam rumah Angelica dengan santainya.
"Dasar Deni, pasti dia mengira kamu belum datang Ngel, terlihat dari santainya dia berjalan kesini,." gerutu Susi dengan kesal.
"Sudah.... nanti juga dia sampai sini,." jawab Angel.
"Iya sih, tapi kan kita nunggunya kelamaan,." ucap Susi.
"Iya biarin saja, nanti kita kagetkan dia kalau sudah sampai sini,." saran Angel.
"Benar juga ya, hihihi pasti lucu sekali saat dia kaget,." jawab Susi seraya membayangkan.
Deni hanya berjalan dengan santainya, dia tidak mengetahui sama sekali bahwa Susi dan Angel sedang berencana mengerjainya.
__ADS_1
"Waaaaaaaaaaaaaa" teriak Susi dan Angel secara bersamaan dan membuat Deni langsung melompat karena kaget.
"Apaan sih kalian, bisa-bisa jantungku copot,." gerutu Deni dengan kesal.
"Salah siapa, ke toilet lama amat, jangan-jangan tidur di toilet ya,.??" goda Susi.
"Iya memang aku tertidur sebentar tadi,." jawab Deni dengan menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal.
"Apa????" teriak Angel dan Susi bersamaan, keduanya tidak habis fikir, bisa-bisanya Deni tertidur di toilet saat mereka menunggunya.
"Auwww sakit sayang,." ujar Deni saat Susi menarik telinganya dengan kasar karena kesal.
"Kami disini menunggu orang tidur, pantas lama amat,.!!" teriak Susi tepat di telinga Deni, sontak Denipun langsung menutup telinganya.
"Duh sayang kamu galak banget sih, kalau gendangku pecah gimana,.??" gerutu Deni yang tak terima.
"Biarin,." ledek Susi seraya menjulurkan lidahnya.
"Sudah-sudah, kita jadi pergi gak ini, kalau kalian bertengkar terus, nanti keburu siang,." ucap Angel memotong pembicaraan Deni dan Susi.
"Oh iya Ngel, maaf hehe," jawab Susi seraya menutup mulutnya.
"Baiklah, ayo kita pergi,.!!" pinta Angel.
Deni pun hanya mengangguk sebelum berlari dan masuk ke pintu pengemudi dan duduk di kursinya.
Deni langsung menyalakan mobil sebelum melajukanya keluar dari halaman rumah Angelica.
"Sekarang, kita kemana Tuan Putri,.??" tanya Deni.
"Hemmm, kita pergi ke Jogja saja gimana,.??" jawab Susi menyarankan.
"Tapi jauh, apakah Deni tidak capek,.??" tanya Angel memastikan.
"Dia tidak capek sama sekali Ngel, kan sekarang dia menjadi sopir kita,." jawab Susi memotong langsung pertanyaan Angel, dan tidak membiarkan Deni menjawabnya.
Deni hanya bisa tersenyum kecut, "Baiklah Tuan Putri, saya akan menjadi sopir anda, dengan syarat Susi harus membayarku dengan mahal,." ucap Deni percaya diri.
"Dasar cowok matre,...." cemooh Susi pada kekasihnya.
"Matre gapapa yang penting ganteng..." jawab Deni oencaya diri seraya melirik ke Susi.
"Dasar, seperti biasanya sangat percaya diri,. aku sendiri tidak menganggapmu ganteng, aku juga bingung kenapa mau menjadi pacarmu, jangan-jangan kamu menggunakan pelet ya,.??" cerocoa Susi.
"Dasar wanita cerewet,..." kekeh Deni.
"Apa??" berani sekali kau bilang aku cerewet.!!! aku akan memberimu pelajaran,.!!!" teriak Susi yang tak terima dengan kata-kata Deni, bersiap untuk memberi Deni pelajaran dengan menggelitikinya. Saat tangan Susi hampir sampai pada ketiak Deni, langsung di hentikan oleh tangan kuat Angelica.
"Kok di berhentiin sih Ngel, aku kan mau memberinya pelajaran,." ucap Susi yang tak terima.
"Jika kamu gelitikin Deni, apakah sudah bersiap untuk celaka,.?? ingat!! Deni sedang mengemudi,." jawab Angel halus.
"Ahhhhh, aku lupa hehe maaf....lagian salahnya sendiri meledek terus...." ucap Susi yang masih belum mau kalah.
"Kan biar kamu kangen sama aku,." sahut Deni peecaya diri.
"huft, dasar,.!!! awas saja entar,." ucap Susi mengingatkan.
__ADS_1
Deni dan Angel malah terkekeh mendengarnya.