
Pria dan security yang tersisa tadi sudah gemetar, mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka pandang rendah ternyata memiliki kemewahan yang bahkan tidak mereka miliki. Siapa yang akan menyangka bahwa Deni yang mengenakan pakaian biasa saja dan celana pendek memiliki Ferrari edisi terbatas. Sungguh malang untuk mereka, seharusnya orang sekelas Deni bisa menjadi tamu VVIP di hotel mereka. Tapi semua itu tidak lagi, karena mereka telah menyinggung Deni secara langsung,
dan membuat Deni beserta rombongan memutuskan untuk pergi dari hotel mereka.
"Ada apa ini, siapa yang melakukan hal ini,?" tiba-tiba tedengar kembali suara orang yang marah dari dalam gedung hotel.
"Yang melakukanya ada di luar, tapi yang membuat masalah adalah bawahan anda tuan,!" jelas seseorang yang berada di samping orang itu.
"Bagaimana mungkin bawahanku yang membuat masalah, jangan memutar balikan keadaan," ucap orang tadi lebih lantang.
"Banyak saksi yang melihatnya, lagian saya juga melihatnya dari kamera pengawas," jelas orang yang sebelumnya.
"Apakah seperti itu? baiklah aku akan keluar, tapi bagaimanapun alasanya, mereka tetap membuat kerusakan di hotelku, dan tentu saja mereka harus membayar biaya kompensasi, atau pihak berwenang yang akan menangani masalah ini," ancam orang tadi.
"Itu terserah anda, Tuan," jawab orang yang terlihat adalah asistenya.
Setelah mengatakan itu, keduanya langsung berjalan keluar dan langsung di kejutkan dengan pemandangan di depanya. Seluruh bawahanya telah jatuh di lantai, dan semuanya terluka sangat parah sampai-sampai tidak bisa berdiri kembali.
"Apa yang terjadi!! bagaimana kalian bisa mengalami luka seperti ini, apakah kalian benar-benar bawahan yang ku sewa dengan mahal,??" teriak Bos tadi dengan marah dan suaranya sangat lantang sampai bergema di sekitar hotel.l
"Ma-maaf Tuan, kami memang bukanlah tandingan kedua wanita itu,?" jawab security yang tersisa dengan gagab, karena dia sangat takut dengan Bos besar mereka yang berdarah dingin. Bahkan Bos besar mereka tidak segan-segan menyiksa orang-orang, bahkan bawahanya yang berani menyinggungnya. Tapi security tadi juga masih syok dengan yang di lihatnya, bahwa seluruh pengawal telah di kalahkan dengan mudahnya.
"Apa kau bilang,?" ucap Bos Besar seraya mengalihkan pandangan ke arah Melany dan Angelica dengan wajah dan mata yang masih merah karena sangat marah.
Angel hanya tersenyum menatap Bos Besar mereka, karena ternyata Angel sangat mengenal Bos besar mereka.
Ketika Bos Besar menatap Angel dan Mela, kedua orang yang tersisa tadi sudah sangat berharap bahwa Bos Besar mereka, akan segera membalas dendam untuk mereka.
Namun yang di lihat keduanya sama sekali berbeda dengan keinginan dan harapan yang mereka inginkan.
Bos Besar mereka yang tadi sempat marah-marah sampai wajah dan matanya terlihat merah, kini berubah bahkan merapikan kembali Jas Hitamnya. Bos Besar mereka juga terlihat tersenyum antusias saat menatap Angelica, sebelum berjalan langsung menuju Angelica dan membungkuk 90 derajat. Semua orang menatap dengan mata terbelalak pemandangan di depan mereka. Jesica dan Jhosua adalah yang paling terbelalak, Melany, Haley, Susi, dan Deni hanya kaget karena Angel mengenal Bos Besar ini, yang juga berarti pemilik hotel tersebut.
"Salam Nona Jonson,!" Ucap Bos Besar tadi yang masih membungkuk 90 derajat.
"Senang bertemu denganmu Hendrik," jawab Angelica dengan senyum juga.
__ADS_1
Semua orang sangat terkejut, bahkan orang yang tersisa tadi dan juga security menjadi lebih ketakutan.
Bos besar yang sangat mereka takuti, membungkuk hormat di depan orang yang telah mereka hina.
"Iya Nona, maaf saya tidak tahu bila anda akan datang ke hotel kami, seandainya saya tahu, pasti saya akan menyambut anda secara pribadi," ucap Hendrik antusias sebelum mengalihkan pandangan pada semua bawahanya yang saat ini terluka.
"Cepat bersihkan tempat ini dan jangan sampai ada sedikitpun sampah tersisa,!" perintah Hendrik tegas pada semua bawahanya.
"Ba-baik Tuan," jawab semua orang dengan gagab dan takut, sebelum berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan segera membersihkan tempat kejadian, walaupun tubuh mereka sangat sulit di gerakan, tapi mereka tetap melakukanya dari pada di siksa Hendrik tentunya.
"Dan kalian berdua, berani sekali kalian menyinggung Nona Jonson, apakah kalian sudah bosan hidup,?" ucap Hendrik dengan nada sedingin salju.
Kedua orang yang tersisa adalah security dan seorang tangan kanan Hendrik, keduanya langsung jatuh ke tanah dan bergetar hebat.
"Ma-maafkan kami Tuan, kami sama sekali tidak tahu jika beliau adalah Nona Jonson," jawab tangan kanan Hendrik dengan gemetar ketakutan.
Tentu saja dia juga mengetahui tentang latar belakang keluarga Jonson. Sebenarnya siapa dirinya sampai-sampai berani menyinggung Nona Muda dari keluarga Jonson. Pria tadi benar-benar sangat malu, karena tadi dirinya juga punya niat untuk meniduri Nona Jonson. Pria tadi sekarang hanya bisa menundukan kepalanya karena merasa sangat malu pada dirinya sendiri. Tapi pria tadi benar-benar akan membuat perhitungan pada security yang telah berani membuatnya dalam masalah yang sangat sulit seperti sekarang ini.
'apa??? orang ini dari keluarga Jonson,??" batin security dengan perasaan bersalah dan juga sangat menyesali tindakanya. Security tadi juga merasa sangat malu pada dirinya sendiri, dia menghina seseorang yang bahkan derajatnya tidak bisa dia bayangkan.
Lagian jika security tadi tidak memandang rendah Deni dan Angelica, tentu saja kejadian memalukan seperti ini tidak akan terjadi. Semua ini terjadi karena tindakan kelewatan dari security tadi, dan tangan kanan Hendrik berniat untuk memberikan pelajaran yang mengerikan kepada security ini.
Siapa Hendirk?
Hendrik adalah seorang Bos Besar yang pernah menghina dan menyinggung Raka dan Angelica dalam sebuah Restoran. Karena Hendrik datang bersama kekasihnya yang bernama Jeni saat itu adalah tamu yang di undang secara khusus untuk datang di peresmian salah satu Restoran yang sedang di kembangkan oleh Abadi Jaya Grup. Saat itu, Hendrik juga memandang rendah anak kecil yang datang menggunakan Ferrari, dan tentu saja dia sangat menyesali tindakanya bahwa anak kecil yang telah dia hina, ternyata adalah satu-satunya Nona Muda dari keluarga Jonson. Hendrik juga telah menerima hukuman yang sangat mengerikan dari Mizuka, karena telah bertindak sembarangan.
Memang benar bahwa Angelica telah kehilangan sebagian ingatanya, tetapi karena Hendrik sering datang menemui Patrik Jonson atau ayah Angelica. Mereka sering bertemu dan juga semakin mengenal satu sama lainya.
"Dan aku juga tidak peduli sama sekali, aku akan memberimu hukuman atas tindakanmu hari ini,!" tegas Hendrik dengan tatapan membunuh. Jika Hendrik bisa membunuh seseorang hanya dengan menatapnya, mungkin semua orang yang terlibat merendahkan Angelica hari ini sudah mati semua dengan hanya di tatap olehnya.
Tangan kanan Hendrik dan seluruh bawahan yang mendengar nada bicara atasanya tersebut, menjadi sangat ketakutan. Mereka semua sudah mengetahui kekejaman Hendrik saat menghukum seseorang, dan mereka akan mengalaminya sekarang ini.
Saat ini, tangan kanan Hendrik beserta semua bawahan yang tadi bertingkah, tidak berani bicara ataupun protes dengan yang akan mereka alami setelah ini. Mereka hanya menundukan kepala karena merasa putus asa dan juga sangat malu.
Setelah mengatakan yang ingin di katakan pada semua bwahanya, Hendrik kembali berbalik menatap Angelica dengan senyum ceria. Wajah garangnya saat membentak bawahanya tadi, menghilang saat dia menatap Angelica.
__ADS_1
"Silahkan masuk kembali Nona Jonson, kami akan menjamu kalian semua dengan pantas, juga akan menyiapkan akomodasi kalian juga nantinya,!" ucap Hendring dengan ramah dan antusias.
Angelica sedikit bingung juga, dia telah bersiap pergi bersama teman-temanya, bahkan semua teman-teman Angelica sudah membawa mobil mereka keluar dari tempat parkir.
"Masalah itu, aku akan membicarakanya dengan temanku dulu, apakah mereka masih bersedia untuk masuk kedalam atau tidak," jawab Angelica ramah.
"Ah, tentu saja Nona Jonson, tapi saya pribadi akan merasa sangat senang bila anda dan teman-teman anda bersedia masuk kedalam," tambah Hendrik sedikit memaksa dalam nada suaranya.
Tentu saja Hendrik harus menyenangkan Nona Jonson agar dirinya mendapatkan keuntungan dan semakin dekat dengan keluarga Jonson. Seperti itulah seorang pengusaha dan pembisnis seperti dirinya, kadang berteman dengan seseorang yang lebih kuat darinya akan lebih menguntungkan daripada hanya segelintir uang.
Angelica hanya mengangguk, sebelum berbalik menatap semua teman-temanya. Mela juga sedikit terpengangah dengan kejadian di depanya. Sebenarnya Angelica sudah sangat malas masuk lagi kedalam, tapi setelah melihat kegigihan dari Hendrik, dirinya menjadi tak enak hati bila menolak undanganya.
"Kami semua mengikuti anda, Nona," ucap Melany mewakili semua orang.Sekatang Melany lebih menghormati Angelica, karena ternyata keluarga Jonson memang bukanlah kaleng-kaleng. Walaupun dirinya kaya raya, Melany bisa dengan sadar mengatakan bahwa keluarga Jonson jauh lebih kaya dan kuat dibandingkan keluarga Crisna.
"Baiklah, kalian tidak keberatan kan bila kita masuk kembali dan menginap di hotel ini,?" tanya Angelica dengan senyuman.
"Tentu saya tidak Ngel,"
"Kami tidak keberatan sama sekali,"
"Kami akan kembali membawa mobil kami ke tempat parkir,"
Semua orang setuju untuk mesuk kembali, sebenarnya Angel juga merasa tak enak dengan teman-temanya karena mungkin teman-temanya hanya mau masuk demi memberikan wajah padanya. Tapi dirinya juga tak enak hati bila langsung menolak tawaran Hendrik.
Deni, Melany, Haley, juga Jhosua kembali mengemudikan mobilnya ketempat parkir, sedangkan Angelica, Susi dan Jesica menunggu di depan pintu masuk hotel, bersama Hendrik juga asistenya.
Setelah jeda singkat, akhirnya Deni dan semua orang telah sampai di depan pintu masuk hotel.
"Silahkan, Nona Jonson," ucap Hendrik dengan senangnya mempersilahkan Angelica dan juga rombonganya.
"Kamu tidak perlu terlalu ramah, Hendrik," jawab Angelica.
"Tidak apa, Nona, anda adalah tamu VVIP kami yang paling berharga, dan kami pantas menyambut anda dengan segala yang kami punya," jawab Hendrik dengan lembut.
Akhirnya seluruh rombongan masuk kedalam hotel mewah yang di kelola Hendrik. Semua orang terpengangah dan takjup dengan segala interior dalam hotel yang sangat mewah dan berkelas. Hanya Angelica dan Melany yang tidak terlalau takjup, karena keduanya memang sudah berkali-kali menginap di hotel seperti ini.
__ADS_1